Bab 10. Rencana Memikat

...“Inilah yang paling aku hindari! Aku tidak ingin membuat Zhea terlalu berharap akan balasan cinta dariku.”...

‘5. Cari waktu yang tepat. Melansir Mindbodygreen, Anda juga harus memilih waktu yang tepat untuk mengatakan penolakan. Hal itu tak hanya baik untuknya tetapi juga baik untuk diri Anda sendiri. Pastikan Anda dan dia tidak dalam keadaan yang sedang penuh masalah. Kemudian ajak ke tempat yang santai dan utarakan maksud Anda.’

‘6. Tidak perlu mengatakan alasannya. Saat Anda mengatakan penolakan, Anda tidak harus menjelaskannya alasannya secara detail. Anda juga tidak perlu mengatakan kalau dia bukan tipe. Anda sehingga Anda menolaknya. Oleh sebab itu, Anda cukup mengatakan penolakan tanpa harus menjelaskan alasannya.’

Nathan kini menghela napas lelah, karena tidak ada satupun cara yang bisa dia gunakan setelah membaca hampir semua artikel tersebut. Apalagi dia tidak pernah menolak penyataan cinta dari wanita manapun, karena sebelum para wanita itu menyatakan perasaannya Nathan sudah terlebih dahulu menghindari dan mengabaikannya secara terang-terangan. Seolah dia tidak ingin memberikan kesempatan pada para wanita itu untuk mengutarakan perasaannya langsung kepadanya.

Berbeda dengan Zhea yang merupakan sebuah kejutan tak terduga dalam hidupnya. Sebab Zhea bukan hanya mengungkapnya secara langsung, tapi gadis muda itu bahkan langsung melamarnya di depan orang tua maupun sang kekasih. Tidak hanya itu, dia juga langsung meminta pada keluarganya untuk membantunya seakan Zhea tidak mengijinkannya untuk berkutik sedikitpun.

“Sial, artikel ini seakan tidak ada gunanya bagiku. Jika yang terakhir juga tidak bisa aku gunakan, maka tidak ada pilihan lain selain mengabaikan dan berusaha menghindarinya dalam waktu satu bulan ini,” ujar Nathan yang jelas mengharapkan artikel terakhir bisa membantunya kali ini

‘7. Jangan merespons kasar. Setelah Anda mengatakan penolakan, mungkin saja dia akan mengatakan hal yang membuat Anda terpancing untuk berkata kasar. Sebaiknya, hindari meresponsnya dengan kata-kata yang menyakitkan. Hal yang Anda perlu lakukan adalah cukup mendengarkan dan memahami perasaannya. Anda juga perlu memikirkan dahulu apa yang ingin dikatakan sebelum benar-benar mengatakannya.’

“Haish, Sial! Memang tidak ada gunanya mencari hal seperti ini di internet. Benar-benar tidak membantu sama sekali.”

Nathan yang berakhir kesal sendiri memilih untuk mematikan komputernya setelah membaca artikel terakhir, dimana tertulis untuk jangan merespons kasar. Hal yang sangat mustahil untuk dia lakukan. Karena sekali saja dia menyakiti Zhea, maka nyawanya sendiri yang berada diambang kematian ditangan Rayden dan Levi, belum lagi kalau Lucia sudah mengeluarkan tanduknya.

“Belum juga melakukan apapun, mereka sudah memberikan peringatan yang mematikan. Apalagi kalau aku sampai melakukannya. Bisa-bisa dikubur hidup-hidup di taman belakang mereka,” ujar Nathan sembari membaringkan tubuhnya di tempat tidur.

“Lebih baik aku memang mengabaikannya saja seperti yang aku lakukan selama ini pada wanita lainnya. Namun, bisakah aku mengabaikan Zhea sementara selama ini aku selalu memanjakannya?” Entahlah Nathan benar-benar dibuat frustasi dengan masalah ini.

...****************...

Berbeda jauh dengan Zhea yang malah terlihat sangat bersemangat untuk mengejar cintanya. Seperti yang Nathan lakukan, Zhea juga menggunakan internet untuk menemukan cara memikat pria. Jika menurut Nathan artikel seperti itu sama sekali tidak berguna, maka berbeda dengan Zhea yang mencatat semuanya tanpa terlewat sedikitpun. Dia menggunakan laptop, karena bisa membuatnya sambil bersantai diatas tempat tidurnya.

“Menarik perhatian. Memperhatikan penampilan. Tersenyum. Melakukan kontak mata. Menggunakan kepribadianmu. Menekankan persamaan. Bersikap baik dan perhatian. Mengerti waktu. Membuat dia merasa dibutuhkan. Memberikan pujian dan kejutan. Tarik ulur.”

Zhea membaca dan mencatat semua itu dalam buku diarynya sembari berkata, “Semua yang tertulis di sini sudah aku lakukan. Namun, pada akhirnya Kak Nathan malah mengganggap aku sebagai adiknya.”

“Tarik ulur?” gumam Zhea melingkari pada bagian akhir catatannya, “Aku belum pernah melakukan yang satu ini dan jika aku melakukannya sekarang, maka Kak Nath pasti dengan mudah akan melepaskan aku.” Sambungnya.

Zhea tampak terdiam beberapa saat menimbang sesuatu, hingga dia kembali berkata, “Benar, kita lakukan saja semuanya dari awal. Apalagi kali ini Kak Nath telah mengetahui bahwa aku mencintainya sebagai lawan jenis, bukan sebagai seorang saudara atau apapun itu.”

Tok … Tok … Tok ….

Tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu dari luar kamarnya yang berhasil membuat Zhea merasa sedikit terkejut. Hingga suara seruan Shea mulai terdengar dengan berkata, “Zhea, ini aku saudari kembarmu yang paling baik hati dan tidak sombong. Bolehkah aku masuk?”

“Ya, masuk saja! Pintunya belum aku kunci,” sahut Zhea tanpa beranjak sedikitpun dari tempat tidurnya.

Tak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka menandakan Shea mulai memasuki kamarnya. Zhea tidak menatapnya sama sekali dan masih tetap fokus dengan pencariannya, karena mulai besok dia akan memperjuangkan cintanya sebisa yang dia lakukan.

“Hai, apa yang sedang kau cari? Kenapa kamarmu berantakan sekali?” tanya Shea yang merasa risih dengan kamar Zhea yang tampak berserakan buku dan yang lainnya.

“Tutorial cara memikat hati pria.” Shea meraih sebuah buku yang baru saja dia baca judulnya, “Astaga, apakah perlu kau sampai melakukan sejauh ini?” Kini Shea benar-benar tidak habis pikir dengan saudari kembarnya.

“Tentu saja, kesempatanku hanya satu bulan, makanya aku tidak ingin membuang waktuku sedikitpun.” jawab Zhea masih sibuk dengan pencariannya.

“Bagaimana kalau pada akhirnya kau gagal? Apa yang akan kau lakukan?” Tiba-tiba nada bicara Shea berubah serius yang berhasil membuat Zhea menghentikan aktifitasnya dan menatap lekat pada sang saudari kembarnya.

“Bukannya aku berharap seperti itu hanya saja—”

“Maka aku akan menyerah seperti yang sudah aku janjikan pada kalian. Aku akan berusaha melupakan perasaan itu dan memulai kehidupanku sendiri.”

Zhea tahu bahwa saudari kembarnya tidak bermaksud buruk mengatakan hal itu. Dia hanya mengkhawatirkan dirinya, jika memang pada akhirnya dia gagal mendapatkan balasan cinta dari Nathan.

“Bagaimana kalau kau ikut denganku saja kuliah di luar negeri? Setidaknya kau bisa cepat melupakan Kak Nath jika terpisahkan oleh jarak dan waktu,” ujar Shea memberikan sarannya untk kemungkin terburuk yang bisa saja terjadi.

“Hmm, aku akan memikirkannya nanti. Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku, Shea!” ucap Zhea seraya memeluk Shea dengan erat.

“Tentu, karena kita adalah saudara bahkan saudara kembar. Jika kau terluka, maka aku juga akan terluka. Jika kau sakit, maka aku juga akan merasakan sakit yang kau rasakan. Namun, jika kau bahagia maka aku akan lebih bahagia dibandingkan siapapun.”

Sungguh setulus itu Shea menyayangi saudari kembarnya, bahkan jika ada yang berani melukai saudari kembarnya maka dia sendiri yang akan membunuhnya.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

ㄒ丨卂尺卂

ㄒ丨卂尺卂

emang saudara harus begitu saling merangkul😘😘😘

2024-11-20

0

Ratna Sumaroh

Ratna Sumaroh

zhea masih berusaha

2024-11-19

0

Roziana Anni

Roziana Anni

/Determined//Determined//Determined/

2024-10-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Hati Yang Patah
2 Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3 Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4 Bab 04. Meminta Dijodohkan
5 Bab 05. Haruskah Menyerah?
6 Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7 Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8 Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9 Bab 09. Rencana Penolakan
10 Bab 10. Rencana Memikat
11 Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12 Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13 Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14 Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15 Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16 Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17 Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18 Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19 Bab 19. Hukuman Menanti
20 Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21 Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22 Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23 Bab 23. Salah Sasaran
24 Bab 24. Hampir Saja
25 Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26 Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27 Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28 Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29 Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30 Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31 Bab 31. Wajah Asli Giselle
32 Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33 Bab 33. Hanya Milikku
34 Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35 Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36 Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37 Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38 Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39 Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40 Bab 40. Senjata Makan Tuan
41 Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42 Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43 Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44 Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45 Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46 Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47 Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48 Bab 48. Terbongkar Sudah
49 Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50 Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51 Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52 Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53 Bab 53. Masih Ada Rahasia
54 Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55 Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56 Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57 Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58 Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59 Bab 59. Kelicikan Giselle
60 Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61 Bab 61. Benar-Benar Menggila
62 Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63 Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64 Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65 Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66 Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67 Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68 Bab 68. Sejak Awal Milikku
69 Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70 Bab 70. Kabar Perjodohan
71 Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72 Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73 Bab 73. Kegundahan Hati
74 Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75 Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76 Bab 76. Kesalahpahaman
77 Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78 Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79 Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80 Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81 Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82 Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83 Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84 84. Keputusan Nathan
85 Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86 Bab 86. Pasangan Jahil
87 Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88 Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89 Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90 Bab 90. Happy Ending
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 01. Hati Yang Patah
2
Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3
Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4
Bab 04. Meminta Dijodohkan
5
Bab 05. Haruskah Menyerah?
6
Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7
Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8
Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9
Bab 09. Rencana Penolakan
10
Bab 10. Rencana Memikat
11
Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12
Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13
Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14
Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15
Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16
Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17
Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18
Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19
Bab 19. Hukuman Menanti
20
Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21
Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22
Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23
Bab 23. Salah Sasaran
24
Bab 24. Hampir Saja
25
Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26
Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27
Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28
Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29
Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30
Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31
Bab 31. Wajah Asli Giselle
32
Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33
Bab 33. Hanya Milikku
34
Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35
Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36
Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37
Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38
Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39
Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40
Bab 40. Senjata Makan Tuan
41
Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42
Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43
Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44
Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45
Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46
Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47
Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48
Bab 48. Terbongkar Sudah
49
Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50
Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51
Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52
Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53
Bab 53. Masih Ada Rahasia
54
Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55
Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56
Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57
Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58
Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59
Bab 59. Kelicikan Giselle
60
Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61
Bab 61. Benar-Benar Menggila
62
Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63
Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64
Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65
Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66
Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67
Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68
Bab 68. Sejak Awal Milikku
69
Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70
Bab 70. Kabar Perjodohan
71
Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72
Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73
Bab 73. Kegundahan Hati
74
Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75
Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76
Bab 76. Kesalahpahaman
77
Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78
Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79
Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80
Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81
Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82
Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83
Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84
84. Keputusan Nathan
85
Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86
Bab 86. Pasangan Jahil
87
Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88
Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89
Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90
Bab 90. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!