Bab 05. Haruskah Menyerah?

...“Dad! Mom! Bisakah kalian mengatur perjodohan untukku dengan Kak Nath?”...

...Byurrrr …....

...

...

Semburan air suci keluar begitu saja dari mulut Rayden yang tengah meminum tehnya. Beruntung dia masih ingat bahwa sang istri tercinta duduk tepat di sebelah kanannya, sehingga dia menyemburkan air suci itu ke sebelah kiri. Meski tetap saja sedikit mengenai Zhea dan Levi yang tak jauh dari tempat duduknya.

Dia terlalu terkejut dengan permintaan sang cucu yang meminta dijodohkan dengan putra sulung dari Will dan Alea. Tentu bukan hanya Rayden saja yang terkejut akan permintaan itu, baik Zhia, Levi dan Lucia juga sangat terkejut saat mendengar permintaan tak masuk akan Zhea.

“Gila! Kau meminta dijodohkan dengan Kak Nathan? Kenapa tiba-tiba sekali? Kenapa tidak minta sedari dulu saja?”

Shea langsung saja menghampiri kembarannya dengan berbagai pertanyaan yang terus dia lontarkan. Jujur, Shea memang sudah mengetahui perasaan Zhea kepada Nathan sejak awal tapi ketika dia menyarankan untuk meminta dijodohkan saja Zhea menolaknya saat itu. Lalu kenapa sekarang tiba-tiba Zhea menginginkannya? Itulah yang menjadi rasa penasaran Shea saat ini.

“Tu-tunggu dulu! Bisakah salah satu dari kalian menjelaskan pada kami ada apa di sini?” Lucia segera menyela pembicaraan kedua putrinya, “Terutama kau Zhea! Apa maksud dari permintaanmu barusan? Menjodohkanmu dengan Nathan? Apa sebenarnya selama ini kau ….”

“Benar, Mom! Selama ini Zhea sebenarnya sangat menyukai Kak Nathan. Dan alasan Zhea sering menghabiskan waktu di rumah Thalia karena Zhea ingin selalu berada dekat dengan Kak Nathan.”

Ya, Zhea akhirnya mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya terhadap Nathan selama ini di depan keluarganya. Sontak semua orang pun semakin terkejut karena mereka selama ini mereka hanya melihat Nathan dan Zhea saling menyayangi layaknya adik dan Kakak atau sesama saudara, tidak lebnih dari itu. Noah yang selama ini memendam perasaan kepada Zhea, kini hanya bisa menelan kenyataan pahit ini seorang diri tanpa seorang pun mengetahuinya.

“Jadi, ini alasanmu selalu mengutamakan Kak Nath! Aku terlalu bodoh untuk menyadari perasaanmu yang sebenarnya, Nona Zhea.” Noah hanya bisa mengatakan itu di dalam hatinya.

“Astaga, apakah sebentar lagi aku akan memiliki cicit? Cucuku sudah dewasa, bahkan salah satunya sudah menyukai seorang pria yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya,” ujar Rayden yang langsung mendapat tatapan tajam dari Zhia, Lucia dan Levi.

“Jaga bicaramu, Ray! Cucumu masih berusia 18 tahun, dia bahkan baru saja masuk kuliah. Setidaknya dia harus menikah di usia yang sudah matang,” Zhia menekankan Rayden untuk tidak bicara sembarangan.

“Bahkan Shea yang sudah dijodohkan dengan putra dari keluarga Richardo saja harus menunggu usia matang untuk melanjutkan perjodohan ini,” sambungnya yang lantas Rayden pun langsung terdiam karena tidak mungkin dia menang jika berdebat dengan sang istri tercinta.

“Kalian berdua duduklah! Daddy dan Mommy ingin menanyakan sesuatu lebih dulu, sebelum kita membahas tentang permintaan Zhea barusan.”

Titah Lucia kepada kedua putri kembarnya dengan raut wajah yang seolah memberitahu mereka bahwa dirinya sedang dalam suasana hati yang tidak baik. Zhea dan Shea lantas segera duduk di kursi yang tersedia dengan perasaan gugup akan interogasi yang akan orang tua mereka lakukan.

“Noah, bisakah kau pergi ke tempat lain karena mungkin ini akan menjadi pembicaraan privasi untuk keluarga kami.” Zhia yang menyadari keberadaan Noah berdiri tak jauh darinya, memintanya untuk meninggalkan area taman.

“Tentu, Nyonya!” Noah pun segera meninggalkan area taman, setelah membungkuk memberi hormat pada Rayden dan yang lainnya.

Selepas kepergian Noah, baik Rayden, Zhia, Levi dan Lucia tidak ada satu pun yang mulai pembicaraan. Mereka hanya terus menatap lekat pada Shea dan Zhea secara bergantian terus menerus hingga beberapa menit kini telah berlalu. Shea yang merasa tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini mencoba untuk membuka suara lebih dulu dan menjelaskan ketidak terlibatannya.

“Mom—”

“Diam, Shea! Mommy belum mengijinkanmu untuk bicara.” Lucia langsung memotong perkataan sang putri.

“Zhea, ceritakan semuanya dari awal tanpa ada yang kau sembunyikan lagi dari kami.”

Zhia memerintahkan sang cucu untuk bicara terbuka kepada mereka. Merasa tidak ada pilihan lain lagi, Zhea pun akhirnya menceritakan semuanya.

Dimana awal perasaan cintanya tumbuh kepada Nathan, caranya menggunakan berbagai rencana dan alasan untuk selalu dekat serta mendapat perhatian dari Nathan. Hingga kejadian beberapa jam yang lalu, dimana dia diperkenalkan dengan wanita yang menjadi kekasih Nathan saat ini serta alasan dia meminta untuk dijodohkan.

“Zhea, kau sudah tahu sendiri bahwa Nathan telah memiliki kekasih dan seperti yang kau katakan pada kami, mungkin mereka akan segera merencanakan sebuah pernikahan. Lalu kenapa kau mau meminta hal yang mustahil untuk kami lakukan?” Zhia mencoba memberikan pengertian serta pemahaman kepada sang cucu yang tengah jatuh cinta itu.

“Kenapa mustahil, Grandma? Bukankah keluarga kita bisa melakukan apapun, apalagi ini hanya masalah perjodohan?” tanya Zhea dengan tatapan memelas penuh harapnya.

Semua orang hanya bisa menghela napas pasrah ketika mendengar perkataan Zhea. Hingga Rayden akhirnya kembali buka suara, “Masalah perjodohan memang mudah untuk dilakukan. Hanya saja jika Nathan belum memiliki kekasih atau seseorang yang dicintainya.”

“Namun, kau sendiri yang mengatakan bahwa dia sudah memiliki kekasih dan akan segera merencanakan pernikahan. Mana mungkin kami memaksanya untuk menikah denganmu dan mengorbankan kebahagiaannya.” Lanjut Rayden memberikan penjelasan.

“Belum lagi jika pernikahan kalian dipaksakan seperti ini dengan Nathan yang mengorbankan wanita yang dicintainya. Mommy berani menjamin bahwa pernikahan tidak akan berakhir bahagia. Jadi, Mommy harap kau sebaiknya melupakan perasaan itu dan mencari laki-laki lain yang juga mencintaimu, Sayang!” Lucia pun tidak tinggal diam saja.

Mendengar penjelasan dari semua orang, Zhea kini hanya bisa tertunduk sembari menahan air matanya. Dalam hatinya dia berkata, “Haruskah aku menyerah sekarang? Apakah aku terlambat untuk memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh? Bukankah dalam cinta tidak ada kata terlambat? Bukankah dalam cinta selalu ada kesempatan? Lalu kenapa aku harus menyerah di saat semuanya belum terlambat? Disaat masih ada kesempatan sebelum mereka benar-benar resmi menikah?”

Bersambung....

Terpopuler

Comments

ᐪᖇᓵคຖคᶜᵘᵗᵉ

ᐪᖇᓵคຖคᶜᵘᵗᵉ

lebih baik sama noah saja zhea, karena noah begitu tulus mencintai kamu. percayalah jauh lebih baik dicintai sebrutal mungkin dari pada mencintai seorang diri itu nyesek banget

2024-11-20

1

Ratna Sumaroh

Ratna Sumaroh

kalo memang nathan jodohmu pasti akan datang padamu zhea....
tapi kalo kamu bisa ikhlas ya lepaskanlah

2024-11-18

0

Firanty Ranty

Firanty Ranty

tapi filing ku ke Giselle nich GK bagus

2024-11-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Hati Yang Patah
2 Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3 Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4 Bab 04. Meminta Dijodohkan
5 Bab 05. Haruskah Menyerah?
6 Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7 Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8 Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9 Bab 09. Rencana Penolakan
10 Bab 10. Rencana Memikat
11 Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12 Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13 Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14 Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15 Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16 Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17 Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18 Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19 Bab 19. Hukuman Menanti
20 Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21 Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22 Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23 Bab 23. Salah Sasaran
24 Bab 24. Hampir Saja
25 Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26 Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27 Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28 Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29 Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30 Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31 Bab 31. Wajah Asli Giselle
32 Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33 Bab 33. Hanya Milikku
34 Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35 Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36 Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37 Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38 Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39 Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40 Bab 40. Senjata Makan Tuan
41 Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42 Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43 Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44 Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45 Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46 Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47 Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48 Bab 48. Terbongkar Sudah
49 Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50 Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51 Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52 Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53 Bab 53. Masih Ada Rahasia
54 Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55 Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56 Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57 Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58 Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59 Bab 59. Kelicikan Giselle
60 Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61 Bab 61. Benar-Benar Menggila
62 Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63 Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64 Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65 Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66 Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67 Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68 Bab 68. Sejak Awal Milikku
69 Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70 Bab 70. Kabar Perjodohan
71 Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72 Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73 Bab 73. Kegundahan Hati
74 Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75 Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76 Bab 76. Kesalahpahaman
77 Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78 Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79 Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80 Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81 Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82 Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83 Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84 84. Keputusan Nathan
85 Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86 Bab 86. Pasangan Jahil
87 Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88 Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89 Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90 Bab 90. Happy Ending
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 01. Hati Yang Patah
2
Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3
Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4
Bab 04. Meminta Dijodohkan
5
Bab 05. Haruskah Menyerah?
6
Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7
Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8
Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9
Bab 09. Rencana Penolakan
10
Bab 10. Rencana Memikat
11
Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12
Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13
Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14
Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15
Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16
Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17
Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18
Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19
Bab 19. Hukuman Menanti
20
Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21
Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22
Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23
Bab 23. Salah Sasaran
24
Bab 24. Hampir Saja
25
Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26
Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27
Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28
Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29
Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30
Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31
Bab 31. Wajah Asli Giselle
32
Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33
Bab 33. Hanya Milikku
34
Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35
Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36
Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37
Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38
Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39
Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40
Bab 40. Senjata Makan Tuan
41
Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42
Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43
Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44
Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45
Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46
Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47
Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48
Bab 48. Terbongkar Sudah
49
Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50
Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51
Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52
Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53
Bab 53. Masih Ada Rahasia
54
Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55
Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56
Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57
Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58
Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59
Bab 59. Kelicikan Giselle
60
Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61
Bab 61. Benar-Benar Menggila
62
Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63
Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64
Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65
Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66
Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67
Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68
Bab 68. Sejak Awal Milikku
69
Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70
Bab 70. Kabar Perjodohan
71
Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72
Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73
Bab 73. Kegundahan Hati
74
Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75
Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76
Bab 76. Kesalahpahaman
77
Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78
Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79
Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80
Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81
Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82
Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83
Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84
84. Keputusan Nathan
85
Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86
Bab 86. Pasangan Jahil
87
Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88
Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89
Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90
Bab 90. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!