Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea

...“Mulai sekarang tolong jaga sikapmu, karena aku tidak ingin melukai hati kekasihku.”...

Meskipun merasa terluka saat Nathan jelas sekali mendorongnya untuk menjauh, tetapi Zhea tetap berusaha tersenyum dan berkata, “Baiklah, aku tidak akan melewati batas sesuatu janjiku. Tapi aku boleh makan siang bersama Kak Nath ‘kan?”

“Aku sudah sangat lapar, karena menunggumu sejak pagi,” gumamnya dengan wajah cemberut sembari menundukkan wajah sendunya.

“Ck, lagi pula siapa yang memintamu untuk menungguku.”

Balasan menohok dari Nathan jelas Zhea dengan jelas, bahkan setelah itu Nathan pergi meninggalkannya begitu saja. Namun, Zhea mengetahui dengan jelas bahwa Nathan tidak menolak ajakan makan siang bersamanya. Bahkan Zhea dapat menangkap raut wajah khawatir Nathan ketika mendengarnya telah menunggunya sejak pagi.

“Inilah yang aku suka darimu, Kak Nath! Padahal kau terkesan tidak peduli dan mencoba mengabaikan aku, tapi kau tetap saja Kak Nath yang aku kenal yang sell mengkhawatirkan keadaanku,” ujar Zhea menatap kepergian Nathan dengan senyum merekah di bibirnya.

“Hai, bisa jelaskan apa yang terjadi diantara kalian? Karena tidak biasanya Nathan mengabaikanmu seperti itu.” Helena tidak bisa diam saja dan bersikap layaknya orang bodoh, karena tidak mengetahui apapun. Dia harus menuntut penjelasan sari Zhea yang kini berada disampingnya.

“Hehehe … Sebenarnya aku sedang berusaha mengejar cinta Kak Nath! Meskipun cukup sulit tapi aku akan berjuang sampai batasku. Doa ‘kan aku berhasil ‘yah, Kak Lena!”

Zhea mengungkapkan misinya begitu saja yang tentu membuat Helena sangat terkejut mendengarnya. Sebab dia memiliki pemikiran seperti Nathan, dia mengira kedekatan Nathan dan Zhea selama ini hanya sebatas hubungan adik dan kakak, tidak lebih dari itu.

“Hah? Bagaimana mungkin kau ….”

“Sudahlah, ceritanya cukup panjang! Lain kali aku pasti akan menceritakannya, tapi untuk sekarang kita pergi makan siang dulu,” sela Zhea yang langsung saja menarik tangan Helena untuk mengejar Nathan yang sudah menuju kantin rumah sakit lebih dahulu.

...****************...

Di kantin rumah sakit, kini mereka duduk dengan menu makanan yang di pesan masing-masing. Tampak Nathan masih mengabaikan keberadaan Zhea yang duduk tepat di hadapannya dan memilih fokus menyantap makanannya.

Sedangkan Zhea berusaha untuk meruntuhkan benteng pertahanan yang Nathan bangun untuk menghindarinya dan membuatnya menyerah. Jangan tanyakan bagaimana nasib Helena di sana. Dia hanya menjadi penonton setia akan drama percintaan yang disuguhkan Zhea dan Nathan kali ini.

“Kak Nath, coba mulutmu! Bukankah kau sangat menyukai udang ini.”

Zhea mencoba menyuapi Nathan seperti biasanya, tapi sepertinya kata biasanya kini sudah tidak berguna lagi diantara mereka. Dimana Nathan memilih diam dan mengabaikan apa yang Zhea perintahkan.

“Kenapa Kak Nath tidak mau aku suapi lagi, padahal sebelumnya Kak Nath akan langsung membuka mulut dan memakannya dengan lahap,” gumam Zhea dengan wajah cemberutnya menatap nanar pada sendok berisi udang yang Nathan abaikan.

“Jika kau berhenti mengejar aku sebagai pria, maka aku mungkin bisa kembali menjadi Kak Nathan–mu yang dulu, Zhea! Hentikan ini dan kita bisa kembali menjadi saudara seperti sebelumnya.” Akhirnya Nathan buka suara, tapi malah menyarankan Zhea untuk berhenti memperjuangkan cintanya.

“Apa karena itu Kak Nath menolak suapan dariku sekarang?” Kini Zhea menatap tajam pada Nathan yang berusaha mengalihkan pandangannya dari Zhea.

“Sudahlah, lupakan! Anak keras kepala sepertimu memang harus diabaikan untuk bisa diberikan saran dan dinasehati,” gumam Nathan yang sudah tahu bahwa Zhea pasti akan menolak sarannya begitu saja.

Zhea lantas mendengus kesal mendengar gumaman Nathan seraya berkata, “Jika tidak mau membuka mulut dan menerima suapan dariku, setidaknya buka hatimu untuk menerima cintaku! Apa ruginya menerima cinta dari cucu keluarga Xavier, sudah cantik, berbakat dan bahkan memiliki gen genius secara turun temurun.”

Uhuukk ….

Bukan hanya Nathan yang tersedak makanannya ketika mendengar perkataan Zhea, tetapi Helena pun juga. Sejak awal keduanya tahu bahwa keluarga Xavier memang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, tapi melihat Zhea yang melakukannya sungguh itu diluar bayangan mereka.

“Astaga, apa Kak Nath baik-baik saja?” tanya Zhea yang segera memberikan minumannya kepada Nathan.

“Yakh, aku juga tersedak karena perkataanmu barusan. Tapi kenapa kau hanya memberikan minuman pada Nathan, Huh?” protes Helena yang merasa sangat diabaikan.

“Kak Lena ‘kan seorang dokter urus diri Kakak sendiri saja,” balas Zhea sekenanya.

“Yakh, dibandingkan denganku Nathan adalah dokter terbaik di rumah sakit ini, bahkan dia pemiliknya!” Kesal Helena yang seperti dikhianati secara langsung oleh Zhea.

“Aah, benar juga! Baiklah, apa Kak Lena baik-baik saja?” Dengan polosnya Zhea baru menanyakan keadaan Helena tanpa merasa bersalah sedikitpun.

“Aish, sudahlah! Seperti katamu, aku bisa mengurus diriku sendiri,” sentak Helena yang sudah terlanjur kesal.

“Sayang!”

Panggilan mesra yang ditunjukan untuk Nathan itu berhasil membuat Zhea dan Helena mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Seketika raut wajah Zhea berubah dingin, menatap tidak suka pada wanita yang kini malah sengaja memeluk dan mencium pipi Nathan tepat dihadapannya. Ya, panggilan mesra itu berasal dari Giselle, wanita yang sangat Nathan cintai saat ini.

“Ouh, kau sudah datang!” balas Nathan dengan tatapan penuh cintanya pada sang kekasih.

“Hmm, apa kau sudah menunggu lama?” tanya Giselle seakan mengabaikan keberadaan Zhea dan Helena di sana.

“Bahkan akan lebih baik kalau kau tidak datang.” Perkataan itu berasal dari Zhea yang sudah tidak tahan melihat keduanya.

“Aah, ternyata ada kau di sini!” balas Giselle yang dengan sengaja mengatakan itu.

“Apakah kau sudah buta? Perlukah aku panggilkan dokter ahli mata terbaik di rumah sakit ini untuk memeriksakan matamu, hmm?” Kali ini perkataan ketus itu bukan berasal dari Zhea, melainkan dari Helena yang tidak ingin diabaikan keberadaannya untuk kesekian kalinya.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

ㄒ丨卂尺卂

ㄒ丨卂尺卂

kamu ada yang membela zhea 🤣🤣🤣paling tidak ya tak terlalu ngenes lah liat kemesraan Nathan dengan kekasihnya 🤭🤭

2024-11-20

0

Abinaya Albab

Abinaya Albab

Helena tanduknya udh keluar sempurna /Facepalm/

2024-11-13

0

Ratna Sumaroh

Ratna Sumaroh

zhea zhea ada aja ya kelakuanmu

2024-11-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Hati Yang Patah
2 Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3 Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4 Bab 04. Meminta Dijodohkan
5 Bab 05. Haruskah Menyerah?
6 Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7 Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8 Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9 Bab 09. Rencana Penolakan
10 Bab 10. Rencana Memikat
11 Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12 Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13 Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14 Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15 Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16 Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17 Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18 Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19 Bab 19. Hukuman Menanti
20 Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21 Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22 Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23 Bab 23. Salah Sasaran
24 Bab 24. Hampir Saja
25 Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26 Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27 Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28 Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29 Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30 Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31 Bab 31. Wajah Asli Giselle
32 Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33 Bab 33. Hanya Milikku
34 Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35 Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36 Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37 Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38 Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39 Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40 Bab 40. Senjata Makan Tuan
41 Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42 Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43 Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44 Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45 Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46 Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47 Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48 Bab 48. Terbongkar Sudah
49 Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50 Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51 Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52 Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53 Bab 53. Masih Ada Rahasia
54 Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55 Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56 Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57 Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58 Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59 Bab 59. Kelicikan Giselle
60 Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61 Bab 61. Benar-Benar Menggila
62 Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63 Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64 Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65 Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66 Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67 Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68 Bab 68. Sejak Awal Milikku
69 Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70 Bab 70. Kabar Perjodohan
71 Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72 Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73 Bab 73. Kegundahan Hati
74 Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75 Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76 Bab 76. Kesalahpahaman
77 Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78 Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79 Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80 Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81 Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82 Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83 Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84 84. Keputusan Nathan
85 Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86 Bab 86. Pasangan Jahil
87 Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88 Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89 Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90 Bab 90. Happy Ending
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 01. Hati Yang Patah
2
Bab 02. Tidak Akan Pernah Menyerah
3
Bab 03. Langsung Lamar Dong!
4
Bab 04. Meminta Dijodohkan
5
Bab 05. Haruskah Menyerah?
6
Bab 06. Rundingan Para Orang Tua
7
Bab 07. Mengusulkan Jalan Tengah
8
Bab 08. Persetujuan Yang Dipaksakan
9
Bab 09. Rencana Penolakan
10
Bab 10. Rencana Memikat
11
Bab 11. Perubahan Sikap Nathan
12
Bab 12. Kepercayaan Diri Zhea
13
Bab 13. Menjadi Orang Ketiga Yang Diutamakan
14
Bab 14. Apakah Sudah Menyerah?
15
Bab 15. Dimulainya Kesalahpahaman
16
Bab 16. Berakhir Dengan Pertengkaran
17
Bab 17. Terlanjur Babak Belur
18
Bab 18. Kesempatan Diwaktu Yang Tepat
19
Bab 19. Hukuman Menanti
20
Bab 20. Bicara Dari Hati Ke Hati
21
Bab 21. Tidak Akan Menyerah Terhadapmu!
22
Bab 22. Babysitter Untuk Nathan
23
Bab 23. Salah Sasaran
24
Bab 24. Hampir Saja
25
Bab 25. Target Utamanya Adalah Zhea!
26
Bab 26. Tidak Terima Kegagalan
27
Bab 27. Rivalku, Grandpa Dan Daddy-ku Sendiri!
28
Bab 28. Membangunkan Iblis Xavier
29
Bab 29. Rencana Untuk Memastikan
30
Bab 30. Saling Menyusun Rencana
31
Bab 31. Wajah Asli Giselle
32
Bab 32. Pagi Yang Cerah, Suasana Hati Yang Mendung
33
Bab 33. Hanya Milikku
34
Bab 34. Sejak Awal Sudah Mengetahuinya
35
Bab 35. Bujuk Rayu Giselle
36
Bab 36. Hati Yang Mulai Goyah
37
Bab 37. Jika Zhea Sudah Beraksi!
38
Bab 38. Jika Zhea Sudah Beraksi Part. 2
39
Bab 39. Jika Zhea Sudah Beraksi Part.3
40
Bab 40. Senjata Makan Tuan
41
Bab 41. Perjuangan Thalia Membantu Sahabatnya
42
Bab 42. Semua Mulai Mencari Tahu
43
Bab 43. Hampir Saja Ketahuan
44
Bab 44. Misi Berjalan Sukses
45
Bab 45. Ditemukannya Ruangan Rahasia
46
Bab 46. Mendapatkan Kartu As
47
Bab 47. Kebusukan Giselle Mulai Terbongkar
48
Bab 48. Terbongkar Sudah
49
Bab 49. Akhirnya Nathan Mengetahui Semuanya
50
Bab 50. Amukan Kemarahan Giselle
51
Bab 51. Awal Pertarungan Sesungguhnya
52
Bab 52. Pengawal Untuk Zhea
53
Bab 53. Masih Ada Rahasia
54
Bab 54. Rahasia Yang Disembunyikan
55
Bab 55. Dibalik Keputusan Mengejutkan
56
Bab 56. Rencana Misterius Zhea
57
Bab 57. Malam Sebelum Pertunangan
58
Bab 58. Hari Yang Ditunggu
59
Bab 59. Kelicikan Giselle
60
Bab 60. Ternyata Lebih Licik Zhea
61
Bab 61. Benar-Benar Menggila
62
Bab 62. Tujuan Utama Zhea
63
Bab 63. Kematian Mengenaskan Dario
64
Bab 64. Bukan Hari Pertunangan Ataupun Pernikahan
65
Bab 65. Tapi Hari Kematian Kita
66
Bab 66. Menggilanya Ayah Dan Putrinya
67
Bab 67. Menggilanya Ayah Dan Putrinya Part. 2
68
Bab 68. Sejak Awal Milikku
69
Bab 69. Beruntung Bukan Luka Berbahaya
70
Bab 70. Kabar Perjodohan
71
Bab 71. Akhirnya Kembali Bertemu
72
Bab 72. Sama-Sama Tidak Jujur
73
Bab 73. Kegundahan Hati
74
Bab 74. Akhirnya Rayden Turun Tangan
75
Bab 75. Cemburu Tapi Gengsi
76
Bab 76. Kesalahpahaman
77
Bab 77. Hadiah Yang Di Tolak
78
Bab 78. Kejutan Di Hari Ulang Tahun
79
Bab 79. Dilarang Mengacau Ataupun Kabur?
80
Bab 80. Persiapan Pernikahan Atau Persiapan Melepaskan?
81
Bab 81. Pengakuan Cinta Kayla
82
Bab 82. Pembatalan Pernikahan
83
Bab 83. Fakta Yang Sangat Mengejutkan
84
84. Keputusan Nathan
85
Bab 85. Akhir Yang Ditunggu Zhea
86
Bab 86. Pasangan Jahil
87
Bab 87. Pernikahan Alexei Dan Luna
88
Bab 88. Buket Bunga Pengantin
89
Bab 89. Dibalik Kedatangan Jamie
90
Bab 90. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!