Chapter 19 - Syarat Samantha

Pupil mata Angga membesar. Atensinya otomatis tertuju pada buku yang dipegang oleh Samantha.

"Apa itu?" tanya Angga.

"Ini buku diary Silvia," jawab Samantha dengan nada pelan.

"Benarkah? Apa kau mendapatkannya dari loker?" Angga merasa cukup senang. Setelah beberapa hari berada di sekolah ini, akhirnya dia menemukan petunjuk.

Samantha menjawab dengan mengangguk. Tanpa pikir panjang, Angga ingin mengambil buku itu dari Samantha. Akan tetapi gadis tersebut tak membiarkan. Samantha menjauhkan bukunya dari jangkauan tangan Angga.

"Ini nggak gratis," kata Samantha sembari terkekeh.

"Apa maksudmu? Bukankah kita sudah bekerjasama?" tanggap Angga yang merasa tak habis pikir.

"Aku tahu. Tapi tidak ada larangan kan kalau aku meminta imbalan?" balas Samantha.

"Apa yang kau mau?" tanya Angga. Sungguh, dia akan melakukan apa saja untuk mengungkap kebenaran tentang kematian sang adik.

"Jadilah pacarku!" ujar Samantha seraya tersenyum tipis.

"Apa?!" Angga tentu tak menyangka Samantha akan membuat permintaan seperti itu. "Tapi aku sudah punya pacar," ungkapnya.

"Apa pacarmu itu bersekolah di sini?" selidik Samantha yang sama sekali tak terganggu mengenai fakta bahwa Angga telah memiliki pacar.

"Enggak." Angga menggeleng.

"Kalau begitu apa masalahnya kalau aku jadi pacarmu? Lagian pacar itu kan cuman sementara. Nggak kayak hubungan suami istri. Yang suami istri aja bisa pisah," cetus Samantha. Dia satu langkah lebih dekat ke hadapan Angga.

"Sebaiknya kita bicara di tempat aman. Aku sudah terlalu terlambat untuk masuk kelas," imbuh Angga.

"Kalau begitu, ikut aku!" Samantha meraih tangan Angga. Dia membawa cowok itu beranjak ke tempat aman. Dimana guru tidak bisa mengetahui keberadaan mereka.

Samantha berniat membawa Angga ke rooftop. Kini keduanya sedang berada di dalam lift.

"Kau dengan pacarmu yang sekarang ini, apa sudah lama pacarannya?" celetuk Samantha.

"Baru aja sih," sahut Angga datar. Dia mendengus kasar. Sebenarnya Angga merasa bingung karena Samantha tiba-tiba mengajaknya pacaran. Mengingat mereka baru saja kenal.

"Kenapa kau ingin aku jadi pacarmu? Aneh banget. Masa cewek secantik kau nggak ada pacar," tukas Angga.

Samantha tersenyum sambil mengaitkan anak rambutnya ke daun telinga. Ia tentu senang mendengar Angga menyebut dirinya cantik.

Memang Samantha terbilang cantik. Tubuhnya tinggi dan langsing. Ia memiliki rambut pendek sebahu yang selalu digerai. Kulitnya putih bersih. Namun Samantha tidak sefeminin cewek lainnya di sekolah. Sepertinya cewek itu memilih bergaya sesuka hatinya saja.

"Kau pikir mudah bagi cewek yang bersekolah di sini pacaran? Enggaklah! Jadwal di sini kan ketat. Terus kebanyakan cowok pada minder sama kami. Karena kebanyakan murid di sini berasal dari anak-anak orang kaya. Orang seperti Luna saja susah dapat pacar. Yang kutahu dia sering pergi ke klub malam untuk main-main sama cowok," jelas Samantha panjang lebar.

Lift berdenting saat tiba di lantai yang dituju. Angga dan Samantha lantas keluar dari lift.

"Lalu kau? Apa kau anak orang kaya juga?" selidik Angga.

"Bisa dibilang begitu. Tapi aku tidak mau ditanya terlalu banyak mengenai keluargaku. Jadi jangan banyak tanya tentang hal itu. Mengerti?" balas Samantha. Dia berjalan lebih dulu di depan. Samantha membuka pintu menuju rooftop. Dalam sekejap dirinya dan Angga sudah berada di tempat tertinggi di sekolah itu.

"Oke. Jadi sekarang bisakah kau berikan buku itu padaku?" pinta Angga.

"Tentu saja. Tapi sebelum itu, cium aku!" sahut Samantha.

Angga lagi-lagi dibuat kaget akan permintaan Samantha. Sepertinya cewek-cewek di sekolah itu haus belaian lelaki.

Terpopuler

Comments

Saha Weh

Saha Weh

waw cewek nya haus semua kayanya nih

2025-01-28

0

lupa nama

lupa nama

Samantha agak laen ya, jd curiga 🤔

2024-09-06

1

Ass Yfa

Ass Yfa

disini yg dimangsa cuma Angga karna cuma dia cowok disekian banyak cewek

2024-09-06

4

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Penyamaran
2 Chapter 2 - Geng Cleopatra
3 Chapter 3 - Resiko Menyamar
4 Chapter 4 - Teman Sekamar
5 Chapter 5 - Memergoki
6 Chapter 6 - Ketahuan?
7 Chapter 7 - Samantha
8 Chapter 8 - Tentang Perempuan
9 Chapter 9 - Berdebar
10 Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11 Chapter 11 - Ngorok
12 Chapter 12 - Godaan
13 Chapter 13 - Penipu Ulung
14 Chapter 14 - Kena Sasaran
15 Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16 Chapter 16 - Intel
17 Chapter 17 - Tingkah Luna
18 Chapter 18 - Menahan Diri
19 Chapter 19 - Syarat Samantha
20 Chapter 20 - Diary Silvia
21 Chapter 21 - Di Rooftop
22 Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23 Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24 Chapter 24 - Melakukannya
25 Chapter 25 - Maniak Lainnya
26 Chapter 26 - Terbuai Lagi
27 Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28 Chapter 28 - Putus
29 Chapter 29 - Kakak
30 Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31 Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32 Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33 Chapter 33 - Bu Sasya
34 Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35 Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36 Chapter 36 - Pembullyan
37 Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38 Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39 Chapter 39 - Menawan Luna
40 Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41 Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42 Chapter 42 - Rasa Bersalah
43 Chapter 43 - Mencari Yudha
44 Chapter 44 - Jatuh
45 Chapter 45 - Fakta Baru
46 Chapter 46 - Melepaskan Luna
47 Chapter 47 - Fakta Lainnya
48 Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49 Chapter 49 - Terbuai Lagi
50 Chapter 50 - Jelek
51 Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52 Chapter 52 - Pengakuan Andin
53 Chapter 53 - Kekacauan
54 Chapter 54 - Meminta Bantuan
55 Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56 Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57 Chapter 57 - Perpisahan
58 Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59 Chapter 59 - Tak Menduga
60 Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 - Penyamaran
2
Chapter 2 - Geng Cleopatra
3
Chapter 3 - Resiko Menyamar
4
Chapter 4 - Teman Sekamar
5
Chapter 5 - Memergoki
6
Chapter 6 - Ketahuan?
7
Chapter 7 - Samantha
8
Chapter 8 - Tentang Perempuan
9
Chapter 9 - Berdebar
10
Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11
Chapter 11 - Ngorok
12
Chapter 12 - Godaan
13
Chapter 13 - Penipu Ulung
14
Chapter 14 - Kena Sasaran
15
Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16
Chapter 16 - Intel
17
Chapter 17 - Tingkah Luna
18
Chapter 18 - Menahan Diri
19
Chapter 19 - Syarat Samantha
20
Chapter 20 - Diary Silvia
21
Chapter 21 - Di Rooftop
22
Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23
Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24
Chapter 24 - Melakukannya
25
Chapter 25 - Maniak Lainnya
26
Chapter 26 - Terbuai Lagi
27
Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28
Chapter 28 - Putus
29
Chapter 29 - Kakak
30
Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31
Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32
Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33
Chapter 33 - Bu Sasya
34
Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35
Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36
Chapter 36 - Pembullyan
37
Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38
Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39
Chapter 39 - Menawan Luna
40
Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41
Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42
Chapter 42 - Rasa Bersalah
43
Chapter 43 - Mencari Yudha
44
Chapter 44 - Jatuh
45
Chapter 45 - Fakta Baru
46
Chapter 46 - Melepaskan Luna
47
Chapter 47 - Fakta Lainnya
48
Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49
Chapter 49 - Terbuai Lagi
50
Chapter 50 - Jelek
51
Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52
Chapter 52 - Pengakuan Andin
53
Chapter 53 - Kekacauan
54
Chapter 54 - Meminta Bantuan
55
Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56
Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57
Chapter 57 - Perpisahan
58
Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59
Chapter 59 - Tak Menduga
60
Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!