Meski mencibir Luna, namun Angga tak bisa membantah kecantikan cewek itu. Dia juga dibuat tidak fokus dengan pakaian seksi Luna. Cewek tersebut tampak mengenakan rok mini dan corp top. Hingga pangkal paha dan belahan dadanya yang putih jadi terekspos.
"Ga! Cepat keluarkan barangnya!" teguran dari Aries membuat Angga langsung tersadar.
"Oh iya." Angga segera melepas tas ranselnya. Dia mengeluarkan barang yang di inginkan Rey.
"Aku akan memperlihatkan isinya untuk memastikan keasliannya," ujar Aries seraya membuka pisau lipat yang baru dirinya keluarkan dari saku celana.
"Tidak usah repot-repot! Aku langsung bayar saja. Ki!" sergah Rey. Dia menyuruh temannya menyerahkan uang. Mengingat Aries dan Angga hanya mau dibayar secara tunai.
Angga dan Aries perlahan bertukar pandang. Keduanya senang karena kali ini sasaran mereka jatuh dengan cepat. Memang anak muda seperti Rey kurang pengalaman. Apalagi jika mereka anak orang kaya yang seringkali bisa mendapatkan segalanya dengan instan.
Kini Aries dan Angga menerima uang ratusan juta. Uang ratusan ribu tampak bergepok-gepok di dalam plastik hitam. Tanpa pikir panjang, Angga masukkan plastik itu ke tas ranselnya. Dia dan Aries langsung beranjak pergi.
Jujur saja, sejak tadi Luna memperhatikan Angga. Karena dia merasa tidak asing dengan perawakannya. Penyamaran dengan hanya ditutupi kumis tentu tidak sepenuhnya menutupi wajah asli Angga. Terutama bagi orang yang mengenalnya seperti Luna.
...***...
Kini Angga dan Aries melangkah bersama di lorong. Keduanya masih berada di klub malam.
"Bagaimana kalau kita bersenang-senang sebentar. Sewa jasa wanita cantik gitu," ajak Aries sembari menggerakkan kedua alisnya dua kali.
"Ah! Buang-buang duit saja," tanggap Angga.
"Lah, sekali-kali dipakai untuk kesenangan nggak apa-apa kan? Ayolah, Ga. Paling nggak, temani aku lah. Kan sepi kalau sendiri," bujuk Aries.
"Ya sudah kalau begitu." Angga terpaksa setuju.
"Bagus! Ayo kita kembali ke mode utama," ajak Aries kesenangan. Dia dan Angga pergi ke toilet untuk menghapus penyamaran. Keduanya menggunakan penampilan asli.
Selanjutnya, Aries langsung mengajak Angga pergi ke lantai utama di klub malam. Yaitu lantai dansa. Tempat dimana orang-orang berkumpul untuk menari dalam lantunan musik dj.
Aries segera bergabung ke lantai dansa. Sementara Angga memilih duduk di kursi depan bar. Ia memesan minuman di sana.
Angga memang terbilang cowok nakal. Namun dia bukan tipe cowok yang bersedia memakai uang untuk membayar jasa psk atau kepuasan duniawi lainnya. Angga lebih memilih menyimpan uangnya untuk dikumpulkan.
Aries menghampiri Angga ke bar. Dia menyuruh Angga pulang duluan.
"Harusnya kau menyuruhku pulang dari tadi. Dasar teman monyet!" cibir Angga yang kesal.
"Sorry, Ga. Lagian aku terbuai banget sama kecantikan Vita," sahut Aries yang tampak merangkul seorang wanita seksi. Jelas wanita itu adalah psk yang disewanya.
"Kau bisa saja, Sayang..." tanggap wanita yang dirangkul Aries.
Angga geleng-geleng kepala. Lalu segera beranjak meninggalkan klub malam. Ia memilih pulang terlebih dahulu ke rumah kontrakan untuk menyimpan uang.
Selanjutnya, Angga kembali ke asrama. Dia tiba di asrama saat waktu menunjukkan jam 12 malam.
Angga melewati tembok seperti biasa. Saat hendak memasuki asrama, dia mendengar langkah kaki mendekat. Terlihat juga cahaya lampu senter dari sumber suara. Orang itu sepetinya adalah penjaga asrama yang selalu memeriksa keadaan saat malam hari.
Tanpa diduga, sepasang tangan menarik Angga. Mata Angga sontak terbelalak. Apalagi saat melihat pemilik tangan yang menariknya adalah Luna. Cewek itu membekap mulut Angga.
"Diamlah, keparat!" perintah Luna dengan suara sangat pelan. Dia tentu masih mengira Angga adalah perempuan. Mengingat cowok itu menutupi rambutnya dengan tudung hoodie.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Saha Weh
yah masa ketahuan
2025-01-28
0
Okto Mulya D.
Ketahuan dehhh lagian tidak punya rencana matang .
2024-09-07
0
Yuli a
ketahuan enggak ya.... deg degan...
2024-09-04
0