Chapter 14 - Kena Sasaran

Meski mencibir Luna, namun Angga tak bisa membantah kecantikan cewek itu. Dia juga dibuat tidak fokus dengan pakaian seksi Luna. Cewek tersebut tampak mengenakan rok mini dan corp top. Hingga pangkal paha dan belahan dadanya yang putih jadi terekspos.

"Ga! Cepat keluarkan barangnya!" teguran dari Aries membuat Angga langsung tersadar.

"Oh iya." Angga segera melepas tas ranselnya. Dia mengeluarkan barang yang di inginkan Rey.

"Aku akan memperlihatkan isinya untuk memastikan keasliannya," ujar Aries seraya membuka pisau lipat yang baru dirinya keluarkan dari saku celana.

"Tidak usah repot-repot! Aku langsung bayar saja. Ki!" sergah Rey. Dia menyuruh temannya menyerahkan uang. Mengingat Aries dan Angga hanya mau dibayar secara tunai.

Angga dan Aries perlahan bertukar pandang. Keduanya senang karena kali ini sasaran mereka jatuh dengan cepat. Memang anak muda seperti Rey kurang pengalaman. Apalagi jika mereka anak orang kaya yang seringkali bisa mendapatkan segalanya dengan instan.

Kini Aries dan Angga menerima uang ratusan juta. Uang ratusan ribu tampak bergepok-gepok di dalam plastik hitam. Tanpa pikir panjang, Angga masukkan plastik itu ke tas ranselnya. Dia dan Aries langsung beranjak pergi.

Jujur saja, sejak tadi Luna memperhatikan Angga. Karena dia merasa tidak asing dengan perawakannya. Penyamaran dengan hanya ditutupi kumis tentu tidak sepenuhnya menutupi wajah asli Angga. Terutama bagi orang yang mengenalnya seperti Luna.

...***...

Kini Angga dan Aries melangkah bersama di lorong. Keduanya masih berada di klub malam.

"Bagaimana kalau kita bersenang-senang sebentar. Sewa jasa wanita cantik gitu," ajak Aries sembari menggerakkan kedua alisnya dua kali.

"Ah! Buang-buang duit saja," tanggap Angga.

"Lah, sekali-kali dipakai untuk kesenangan nggak apa-apa kan? Ayolah, Ga. Paling nggak, temani aku lah. Kan sepi kalau sendiri," bujuk Aries.

"Ya sudah kalau begitu." Angga terpaksa setuju.

"Bagus! Ayo kita kembali ke mode utama," ajak Aries kesenangan. Dia dan Angga pergi ke toilet untuk menghapus penyamaran. Keduanya menggunakan penampilan asli.

Selanjutnya, Aries langsung mengajak Angga pergi ke lantai utama di klub malam. Yaitu lantai dansa. Tempat dimana orang-orang berkumpul untuk menari dalam lantunan musik dj.

Aries segera bergabung ke lantai dansa. Sementara Angga memilih duduk di kursi depan bar. Ia memesan minuman di sana.

Angga memang terbilang cowok nakal. Namun dia bukan tipe cowok yang bersedia memakai uang untuk membayar jasa psk atau kepuasan duniawi lainnya. Angga lebih memilih menyimpan uangnya untuk dikumpulkan.

Aries menghampiri Angga ke bar. Dia menyuruh Angga pulang duluan.

"Harusnya kau menyuruhku pulang dari tadi. Dasar teman monyet!" cibir Angga yang kesal.

"Sorry, Ga. Lagian aku terbuai banget sama kecantikan Vita," sahut Aries yang tampak merangkul seorang wanita seksi. Jelas wanita itu adalah psk yang disewanya.

"Kau bisa saja, Sayang..." tanggap wanita yang dirangkul Aries.

Angga geleng-geleng kepala. Lalu segera beranjak meninggalkan klub malam. Ia memilih pulang terlebih dahulu ke rumah kontrakan untuk menyimpan uang.

Selanjutnya, Angga kembali ke asrama. Dia tiba di asrama saat waktu menunjukkan jam 12 malam.

Angga melewati tembok seperti biasa. Saat hendak memasuki asrama, dia mendengar langkah kaki mendekat. Terlihat juga cahaya lampu senter dari sumber suara. Orang itu sepetinya adalah penjaga asrama yang selalu memeriksa keadaan saat malam hari.

Tanpa diduga, sepasang tangan menarik Angga. Mata Angga sontak terbelalak. Apalagi saat melihat pemilik tangan yang menariknya adalah Luna. Cewek itu membekap mulut Angga.

"Diamlah, keparat!" perintah Luna dengan suara sangat pelan. Dia tentu masih mengira Angga adalah perempuan. Mengingat cowok itu menutupi rambutnya dengan tudung hoodie.

Terpopuler

Comments

Saha Weh

Saha Weh

yah masa ketahuan

2025-01-28

0

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Ketahuan dehhh lagian tidak punya rencana matang .

2024-09-07

0

Yuli a

Yuli a

ketahuan enggak ya.... deg degan...

2024-09-04

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Penyamaran
2 Chapter 2 - Geng Cleopatra
3 Chapter 3 - Resiko Menyamar
4 Chapter 4 - Teman Sekamar
5 Chapter 5 - Memergoki
6 Chapter 6 - Ketahuan?
7 Chapter 7 - Samantha
8 Chapter 8 - Tentang Perempuan
9 Chapter 9 - Berdebar
10 Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11 Chapter 11 - Ngorok
12 Chapter 12 - Godaan
13 Chapter 13 - Penipu Ulung
14 Chapter 14 - Kena Sasaran
15 Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16 Chapter 16 - Intel
17 Chapter 17 - Tingkah Luna
18 Chapter 18 - Menahan Diri
19 Chapter 19 - Syarat Samantha
20 Chapter 20 - Diary Silvia
21 Chapter 21 - Di Rooftop
22 Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23 Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24 Chapter 24 - Melakukannya
25 Chapter 25 - Maniak Lainnya
26 Chapter 26 - Terbuai Lagi
27 Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28 Chapter 28 - Putus
29 Chapter 29 - Kakak
30 Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31 Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32 Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33 Chapter 33 - Bu Sasya
34 Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35 Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36 Chapter 36 - Pembullyan
37 Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38 Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39 Chapter 39 - Menawan Luna
40 Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41 Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42 Chapter 42 - Rasa Bersalah
43 Chapter 43 - Mencari Yudha
44 Chapter 44 - Jatuh
45 Chapter 45 - Fakta Baru
46 Chapter 46 - Melepaskan Luna
47 Chapter 47 - Fakta Lainnya
48 Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49 Chapter 49 - Terbuai Lagi
50 Chapter 50 - Jelek
51 Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52 Chapter 52 - Pengakuan Andin
53 Chapter 53 - Kekacauan
54 Chapter 54 - Meminta Bantuan
55 Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56 Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57 Chapter 57 - Perpisahan
58 Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59 Chapter 59 - Tak Menduga
60 Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 - Penyamaran
2
Chapter 2 - Geng Cleopatra
3
Chapter 3 - Resiko Menyamar
4
Chapter 4 - Teman Sekamar
5
Chapter 5 - Memergoki
6
Chapter 6 - Ketahuan?
7
Chapter 7 - Samantha
8
Chapter 8 - Tentang Perempuan
9
Chapter 9 - Berdebar
10
Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11
Chapter 11 - Ngorok
12
Chapter 12 - Godaan
13
Chapter 13 - Penipu Ulung
14
Chapter 14 - Kena Sasaran
15
Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16
Chapter 16 - Intel
17
Chapter 17 - Tingkah Luna
18
Chapter 18 - Menahan Diri
19
Chapter 19 - Syarat Samantha
20
Chapter 20 - Diary Silvia
21
Chapter 21 - Di Rooftop
22
Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23
Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24
Chapter 24 - Melakukannya
25
Chapter 25 - Maniak Lainnya
26
Chapter 26 - Terbuai Lagi
27
Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28
Chapter 28 - Putus
29
Chapter 29 - Kakak
30
Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31
Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32
Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33
Chapter 33 - Bu Sasya
34
Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35
Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36
Chapter 36 - Pembullyan
37
Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38
Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39
Chapter 39 - Menawan Luna
40
Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41
Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42
Chapter 42 - Rasa Bersalah
43
Chapter 43 - Mencari Yudha
44
Chapter 44 - Jatuh
45
Chapter 45 - Fakta Baru
46
Chapter 46 - Melepaskan Luna
47
Chapter 47 - Fakta Lainnya
48
Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49
Chapter 49 - Terbuai Lagi
50
Chapter 50 - Jelek
51
Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52
Chapter 52 - Pengakuan Andin
53
Chapter 53 - Kekacauan
54
Chapter 54 - Meminta Bantuan
55
Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56
Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57
Chapter 57 - Perpisahan
58
Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59
Chapter 59 - Tak Menduga
60
Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!