"Apa urusannya dengan ukuran milikku? Apa kau tidak penasaran dengan alasanku berada di sini?" tukas Angga.
"Tentu saja penasaran. Tapi punggung dan bokongku masih sakit gara-gara jatuh tadi. Kau harus tanggung jawab!" tanggap Luna sembari memegangi punggungnya.
"Bukankah aku sudah menggendongmu ke ranjang?" sahut Angga.
"Pijat aku!" perintah Luna.
Angga tergelak sejenak. "Aku nggak nyangka cewek kayak kau ternyata doyan dipijat?" balasnya.
"Ya iyalah. Seminggu sekali aku selalu spa. Kau pikir tempat spa itu bukan tempat pijat? Ayo cepat!" Luna sudah membalikkan tubuhnya. Posisinya sekarang menjadi tengkurap.
Luna lalu melepas piamanya. Kini cewek itu tampak hanya mengenakan bra.
Angga mematung di tempat saat melihat. Salivanya tertelan satu kali. Cowok normal sepertinya pasti dibuat terpaku saat melihat penampakan itu. Apalagi kulit Luna putih bersih dan mulus, tahi lalat saja tidak terlihat sama sekali di punggungnya.
"Kenapa bengong saja? Cepat pijat aku!" desak Luna.
"Apa aku benar-benar harus melakukan ini?" tanggap Angga. Apalagi keadaan juniornya sejak tadi masih berdiri tegak.
"Ya iyalah!" sahut Luna. "Gunakan handbody yang warna pink itu ya. Tuh ada di mejaku!" lanjutnya seraya menunjuk benda yang dimaksud.
Angga mengambil handbody milik Luna. Lalu duduk ke tepi ranjang dimana cewek itu berada. Lebih baik dia melakukannya dengan cepat. Dari pada kejadian tak di inginkan terjadi.
Angga hendak menuangkan handbody ke punggung Luna. Tetapi cewek tersebut menghentikan.
"Buka dulu braku," pinta Luna.
"Apa?" Angga semakin tak habis pikir. Dia sempat berpikir Luna sengaja melakukan ini untuk memancingnya, namun di sisi lain Angga juga berpikir kalau Luna bisa saja sengaja mengerjainya.
"Tinggal dibuka aja pakai mikir segala sih?! Ini sudah larut malam loh. Nanti keburu siang kalau terus planga-plongo!" cerocos Luna.
Angga lantas membuka pengait bra Luna. Setelah itu, barulah dia tuang handbody ke punggung cewek tersebut. Selanjutnya Angga usap punggung Luna sembari dirinya pijat sesekali.
"Apa kau tadi mimpi basah?" celetuk Luna sambil terkekeh.
"Kau menanyakan hal yang tidak penting," jawab Angga.
"Apa punyamu masing ngac*ng?" tanya Luna.
"Iya. Makanya aku tidak seharusnya memijatmu sekarang. Aku akan melakukannya sebentar saja." Angga segera mengakhiri pijatannya.
"Harusnya kau berterima kasih," ujar Luna yang tiba-tiba bangkit dan membalikkan badannya. Hingga buah dadanya yang putih dan menggantung kencang itu terpampang seolah sedang menantang Angga.
Glek!
Angga dibuat telan ludah lagi. Keringat panas dinginnya bahkan mulai bercucuran di pelipis. Berulang kali dirinya harus mengusap cairan itu.
"Apa yang kau lakukan? Aku harus pergi!" Angga ingin pergi ke kamar mandi secepatnya. Dia mau mengatasi miliknya yang semakin dibuat berdenyut karena kelakuan Luna.
Saat hendak beranjak, tangan Luna sigap memegangi tangan Angga.
"Kenapa? Bukan kah kau sebelumnya pernah melihat ini, Mas Intel?" Luna sengaja menyentuh kedua gunung kembarnya dengan satu tangan. Sambil melakukan itu, dia menggigit bibir bawahnya agar terlihat lebih seksi.
"Luna! Hentikan! Kau membuatku gila!" Jantung Angga dibuat berdetak lebih cepat karena pemandangan tak terduga itu. Dia berusaha melepas genggaman tangan Luna. Untungnya Angga bisa melakukannya dengan mudah karena tenaga Luna tak sebanding dengannya. Angga lantas buru-buru melangkah menuju pintu.
Namun sekali lagi Luna tak membiarkan. Dia berlari menghentikan Angga membuka pintu. Luna tarik cowok itu hingga berbalik menghadapnya. Saat itulah Luna cium bibir Angga.
Mata Angga membulat sempurna. Dia bisa merasakan bibir serta dada Luna menyentuh dirinya. Alhasil Angga tak kuasa menolaknya.
Ciuman panas terjadi dalam beberapa menit. Perlahan Luna membiarkan Angga bergelut dengan dadanya.
Senyuman miring terukir di wajah Luna. Dia sebenarnya sengaja membuat Angga jatuh ke dalam perangkapnya, setelah mengetahui cowok itu adalah intel yang menyamar.
...____...
*Menurut kalian, apa alasan Luna melakukan itu?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Saha Weh
malah si Angga yng kejebak ini mh..dasar kucing garong gak kuat kalo liat ikan daratan
2025-01-28
0
goresan curahan keluh kesah
angga goblok,angga ceroboh. ga fokus dengan misi. sama cewe cantik langsung lemah lembek bngt mana cewek cantik nya udh ga pw lg yg di sukai sungguh rasanya pengen nampol . katanya sayang dengan adiknya tp berhadapan dengan pembuly adiknya lemah bngt malah terkesan ga ada usahanya sama sekali
2024-12-06
2
Bunda silvia
Mungkin karena takut masalah pembunuhan adik angga terungkap jadi dia mau memprovokasi pihak sekolah menghukum angga
2024-09-14
1