Chapter 17 - Tingkah Luna

"Apa urusannya dengan ukuran milikku? Apa kau tidak penasaran dengan alasanku berada di sini?" tukas Angga.

"Tentu saja penasaran. Tapi punggung dan bokongku masih sakit gara-gara jatuh tadi. Kau harus tanggung jawab!" tanggap Luna sembari memegangi punggungnya.

"Bukankah aku sudah menggendongmu ke ranjang?" sahut Angga.

"Pijat aku!" perintah Luna.

Angga tergelak sejenak. "Aku nggak nyangka cewek kayak kau ternyata doyan dipijat?" balasnya.

"Ya iyalah. Seminggu sekali aku selalu spa. Kau pikir tempat spa itu bukan tempat pijat? Ayo cepat!" Luna sudah membalikkan tubuhnya. Posisinya sekarang menjadi tengkurap.

Luna lalu melepas piamanya. Kini cewek itu tampak hanya mengenakan bra.

Angga mematung di tempat saat melihat. Salivanya tertelan satu kali. Cowok normal sepertinya pasti dibuat terpaku saat melihat penampakan itu. Apalagi kulit Luna putih bersih dan mulus, tahi lalat saja tidak terlihat sama sekali di punggungnya.

"Kenapa bengong saja? Cepat pijat aku!" desak Luna.

"Apa aku benar-benar harus melakukan ini?" tanggap Angga. Apalagi keadaan juniornya sejak tadi masih berdiri tegak.

"Ya iyalah!" sahut Luna. "Gunakan handbody yang warna pink itu ya. Tuh ada di mejaku!" lanjutnya seraya menunjuk benda yang dimaksud.

Angga mengambil handbody milik Luna. Lalu duduk ke tepi ranjang dimana cewek itu berada. Lebih baik dia melakukannya dengan cepat. Dari pada kejadian tak di inginkan terjadi.

Angga hendak menuangkan handbody ke punggung Luna. Tetapi cewek tersebut menghentikan.

"Buka dulu braku," pinta Luna.

"Apa?" Angga semakin tak habis pikir. Dia sempat berpikir Luna sengaja melakukan ini untuk memancingnya, namun di sisi lain Angga juga berpikir kalau Luna bisa saja sengaja mengerjainya.

"Tinggal dibuka aja pakai mikir segala sih?! Ini sudah larut malam loh. Nanti keburu siang kalau terus planga-plongo!" cerocos Luna.

Angga lantas membuka pengait bra Luna. Setelah itu, barulah dia tuang handbody ke punggung cewek tersebut. Selanjutnya Angga usap punggung Luna sembari dirinya pijat sesekali.

"Apa kau tadi mimpi basah?" celetuk Luna sambil terkekeh.

"Kau menanyakan hal yang tidak penting," jawab Angga.

"Apa punyamu masing ngac*ng?" tanya Luna.

"Iya. Makanya aku tidak seharusnya memijatmu sekarang. Aku akan melakukannya sebentar saja." Angga segera mengakhiri pijatannya.

"Harusnya kau berterima kasih," ujar Luna yang tiba-tiba bangkit dan membalikkan badannya. Hingga buah dadanya yang putih dan menggantung kencang itu terpampang seolah sedang menantang Angga.

Glek!

Angga dibuat telan ludah lagi. Keringat panas dinginnya bahkan mulai bercucuran di pelipis. Berulang kali dirinya harus mengusap cairan itu.

"Apa yang kau lakukan? Aku harus pergi!" Angga ingin pergi ke kamar mandi secepatnya. Dia mau mengatasi miliknya yang semakin dibuat berdenyut karena kelakuan Luna.

Saat hendak beranjak, tangan Luna sigap memegangi tangan Angga.

"Kenapa? Bukan kah kau sebelumnya pernah melihat ini, Mas Intel?" Luna sengaja menyentuh kedua gunung kembarnya dengan satu tangan. Sambil melakukan itu, dia menggigit bibir bawahnya agar terlihat lebih seksi.

"Luna! Hentikan! Kau membuatku gila!" Jantung Angga dibuat berdetak lebih cepat karena pemandangan tak terduga itu. Dia berusaha melepas genggaman tangan Luna. Untungnya Angga bisa melakukannya dengan mudah karena tenaga Luna tak sebanding dengannya. Angga lantas buru-buru melangkah menuju pintu.

Namun sekali lagi Luna tak membiarkan. Dia berlari menghentikan Angga membuka pintu. Luna tarik cowok itu hingga berbalik menghadapnya. Saat itulah Luna cium bibir Angga.

Mata Angga membulat sempurna. Dia bisa merasakan bibir serta dada Luna menyentuh dirinya. Alhasil Angga tak kuasa menolaknya.

Ciuman panas terjadi dalam beberapa menit. Perlahan Luna membiarkan Angga bergelut dengan dadanya.

Senyuman miring terukir di wajah Luna. Dia sebenarnya sengaja membuat Angga jatuh ke dalam perangkapnya, setelah mengetahui cowok itu adalah intel yang menyamar.

...____...

*Menurut kalian, apa alasan Luna melakukan itu?

Terpopuler

Comments

Saha Weh

Saha Weh

malah si Angga yng kejebak ini mh..dasar kucing garong gak kuat kalo liat ikan daratan

2025-01-28

0

goresan curahan keluh kesah

goresan curahan keluh kesah

angga goblok,angga ceroboh. ga fokus dengan misi. sama cewe cantik langsung lemah lembek bngt mana cewek cantik nya udh ga pw lg yg di sukai sungguh rasanya pengen nampol . katanya sayang dengan adiknya tp berhadapan dengan pembuly adiknya lemah bngt malah terkesan ga ada usahanya sama sekali

2024-12-06

2

Bunda silvia

Bunda silvia

Mungkin karena takut masalah pembunuhan adik angga terungkap jadi dia mau memprovokasi pihak sekolah menghukum angga

2024-09-14

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Penyamaran
2 Chapter 2 - Geng Cleopatra
3 Chapter 3 - Resiko Menyamar
4 Chapter 4 - Teman Sekamar
5 Chapter 5 - Memergoki
6 Chapter 6 - Ketahuan?
7 Chapter 7 - Samantha
8 Chapter 8 - Tentang Perempuan
9 Chapter 9 - Berdebar
10 Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11 Chapter 11 - Ngorok
12 Chapter 12 - Godaan
13 Chapter 13 - Penipu Ulung
14 Chapter 14 - Kena Sasaran
15 Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16 Chapter 16 - Intel
17 Chapter 17 - Tingkah Luna
18 Chapter 18 - Menahan Diri
19 Chapter 19 - Syarat Samantha
20 Chapter 20 - Diary Silvia
21 Chapter 21 - Di Rooftop
22 Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23 Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24 Chapter 24 - Melakukannya
25 Chapter 25 - Maniak Lainnya
26 Chapter 26 - Terbuai Lagi
27 Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28 Chapter 28 - Putus
29 Chapter 29 - Kakak
30 Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31 Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32 Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33 Chapter 33 - Bu Sasya
34 Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35 Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36 Chapter 36 - Pembullyan
37 Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38 Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39 Chapter 39 - Menawan Luna
40 Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41 Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42 Chapter 42 - Rasa Bersalah
43 Chapter 43 - Mencari Yudha
44 Chapter 44 - Jatuh
45 Chapter 45 - Fakta Baru
46 Chapter 46 - Melepaskan Luna
47 Chapter 47 - Fakta Lainnya
48 Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49 Chapter 49 - Terbuai Lagi
50 Chapter 50 - Jelek
51 Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52 Chapter 52 - Pengakuan Andin
53 Chapter 53 - Kekacauan
54 Chapter 54 - Meminta Bantuan
55 Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56 Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57 Chapter 57 - Perpisahan
58 Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59 Chapter 59 - Tak Menduga
60 Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 - Penyamaran
2
Chapter 2 - Geng Cleopatra
3
Chapter 3 - Resiko Menyamar
4
Chapter 4 - Teman Sekamar
5
Chapter 5 - Memergoki
6
Chapter 6 - Ketahuan?
7
Chapter 7 - Samantha
8
Chapter 8 - Tentang Perempuan
9
Chapter 9 - Berdebar
10
Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11
Chapter 11 - Ngorok
12
Chapter 12 - Godaan
13
Chapter 13 - Penipu Ulung
14
Chapter 14 - Kena Sasaran
15
Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16
Chapter 16 - Intel
17
Chapter 17 - Tingkah Luna
18
Chapter 18 - Menahan Diri
19
Chapter 19 - Syarat Samantha
20
Chapter 20 - Diary Silvia
21
Chapter 21 - Di Rooftop
22
Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23
Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24
Chapter 24 - Melakukannya
25
Chapter 25 - Maniak Lainnya
26
Chapter 26 - Terbuai Lagi
27
Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28
Chapter 28 - Putus
29
Chapter 29 - Kakak
30
Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31
Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32
Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33
Chapter 33 - Bu Sasya
34
Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35
Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36
Chapter 36 - Pembullyan
37
Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38
Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39
Chapter 39 - Menawan Luna
40
Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41
Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42
Chapter 42 - Rasa Bersalah
43
Chapter 43 - Mencari Yudha
44
Chapter 44 - Jatuh
45
Chapter 45 - Fakta Baru
46
Chapter 46 - Melepaskan Luna
47
Chapter 47 - Fakta Lainnya
48
Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49
Chapter 49 - Terbuai Lagi
50
Chapter 50 - Jelek
51
Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52
Chapter 52 - Pengakuan Andin
53
Chapter 53 - Kekacauan
54
Chapter 54 - Meminta Bantuan
55
Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56
Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57
Chapter 57 - Perpisahan
58
Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59
Chapter 59 - Tak Menduga
60
Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!