Chapter 18 - Menahan Diri

Dengan cepat Luna lepas rambut palsu Angga serta melepas pakaian cowok itu. Dia segera menuntun Angga ke ranjang. Di sana keduanya kembali berciuman bibir.

"Mmph..." Angga bergumam nikmat. Ia tentu begitu terbuai dengan apa yang terjadi sekarang. Apalagi saat buah dada Luna menempel ke tubuhnya. Angga bisa merasakan benda kenyal itu dengan jelas. Ia bahkan bisa merasakan kedua kaki Luna melingkar ke pinggulnya. Cewek itu tak berhenti terus menekan bagian pribadinya di bawah sana.

Nafas Angga sudah memburu. Dia kembali mencumbu payu dara Luna untuk kedua kalinya. Sambil melakukannya, Angga memejamkan mata.

Sementara Luna tampak mendongakkan kepala. Ia menikmati setiap sentuhan Angga.

Saat itu, terlintas dalam pikiran Angga tentang Silvia. Maka terpikirlah dia tentang adiknya itu. Angga merasa apa yang terjadi sekarang salah. Bisa-bisanya dia terbuai dengan kesenangan ketika masalah tentang kematian adiknya belum terselesaikan. Angga juga tak bisa menjamin Luna tidak terlibat dengan kematian Silvia.

Buru-buru Angga berhenti menyentuh Luna. Dia langsung beranjak dari ranjang. Lalu memakai baju dan wignya.

"Hei! Ada apa?" protes Luna dengan dahi berkerut.

"Aku seharusnya tak melakukan ini," ujar Angga yang langsung beranjak pergi dari kamar.

Kali ini Luna tak bisa menghentikannya lagi. Mengingat kepergian Angga terasa begitu tiba-tiba. Cewek itu hanya bisa mematung di tempat. Dia merasa dirinya sudah ditolak, dan Luna cukup terhina dengan hal itu.

Luna segera mengenakan pakaian. Dia merebahkan dirinya kembali ke ranjang dengan perasaan kesal.

Tak lama, Tasya datang. Dia tampak tak berhenti senyum-senyum. Membuat suasana hati Luna jadi tambah buruk.

"Lun! Apa kau tahu? Tadi Yoga mengantarku sampai asrama. Kami berjalan mengendap-endap bareng. Terus pas di tempat gelap kami ciuman. Pokoknya romantis banget," ungkap Tasya yang asyik membicarakan pacarnya.

"Oh iya. Pas di apartemen Yoga, kami melakukannya beberapa kali. Sumpah ya, Lun. Rasanya enak banget kalau melakukannya sama--"

"Kau bisa diam nggak?! Aku nggak butuh cerita nggak pentingmu itu!" potong Luna tegas. Matanya juga tampak melotot. Hingga membuat Tasya langsung terdiam dan menciut.

Di sisi lain, Angga baru selesai menuntaskan masalahnya sendiri. Nafasnya tersengal-sengal setelah melakukan pelepasan yang luar biasa. Perlahan juniornya itu berhenti berdiri tegak.

"Sialan! Hampir saja aku melakukannya," gumam Angga. "Aku harus fokus sama misiku sekarang," lanjutnya. Dia segera mencuci tangan ke wastafel.

Selanjutnya Angga beranjak dari toilet. Dia kembali ke kamar. Di sana Angga melihat Luna dan Tasya telah tertidur.

Angga lantas naik ke ranjangnya. Sebelum tidur, dia menjelajah internet terlebih dahulu. Angga mencari cara bagaimana ngoroknya berhenti. Dia memilih salah satu cara yang ada di internet. Yaitu dengan cara tidur miring ke kanan. Angga harap cara itu terbukti efektif.

...***...

Satu malam berlalu. Matahari menyapa melalui jendela. Angga baru saja terbangun dari tidurnya. Dia segera memeriksa jam dinding. Betapa kagetnya Angga saat waktu sudah menunjukkan jam tujuh lewat.

"Anjir! Aku telat." Angga langsung turun dari ranjang. Ia melihat Luna dan Tasya sudah tidak ada. Maka semakin paniklah Angga.

Karena sudah sangat terlambat, Angga terpaksa tidak mandi. Ia langsung mengenakan seragamnya.

Setelah mengenakan tas ransel, Angga berlari menuju kelasnya. Dia semakin dibuat kaget tatkala melihat guru sudah masuk ke kelas.

Angga reflek menghentikan kakinya. Tatkala Samanta tiba-tiba muncul di hadapan. Ia tampak memegangi sebuah buku di tangannya.

"Lihat yang kutemukan!" seru Samantha.

Terpopuler

Comments

Saha Weh

Saha Weh

waah Nemu apa ya samantha

2025-01-28

0

Yuli a

Yuli a

nemuin apa ya... diary punya Silvia kah...?

2024-09-06

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Penyamaran
2 Chapter 2 - Geng Cleopatra
3 Chapter 3 - Resiko Menyamar
4 Chapter 4 - Teman Sekamar
5 Chapter 5 - Memergoki
6 Chapter 6 - Ketahuan?
7 Chapter 7 - Samantha
8 Chapter 8 - Tentang Perempuan
9 Chapter 9 - Berdebar
10 Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11 Chapter 11 - Ngorok
12 Chapter 12 - Godaan
13 Chapter 13 - Penipu Ulung
14 Chapter 14 - Kena Sasaran
15 Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16 Chapter 16 - Intel
17 Chapter 17 - Tingkah Luna
18 Chapter 18 - Menahan Diri
19 Chapter 19 - Syarat Samantha
20 Chapter 20 - Diary Silvia
21 Chapter 21 - Di Rooftop
22 Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23 Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24 Chapter 24 - Melakukannya
25 Chapter 25 - Maniak Lainnya
26 Chapter 26 - Terbuai Lagi
27 Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28 Chapter 28 - Putus
29 Chapter 29 - Kakak
30 Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31 Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32 Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33 Chapter 33 - Bu Sasya
34 Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35 Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36 Chapter 36 - Pembullyan
37 Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38 Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39 Chapter 39 - Menawan Luna
40 Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41 Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42 Chapter 42 - Rasa Bersalah
43 Chapter 43 - Mencari Yudha
44 Chapter 44 - Jatuh
45 Chapter 45 - Fakta Baru
46 Chapter 46 - Melepaskan Luna
47 Chapter 47 - Fakta Lainnya
48 Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49 Chapter 49 - Terbuai Lagi
50 Chapter 50 - Jelek
51 Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52 Chapter 52 - Pengakuan Andin
53 Chapter 53 - Kekacauan
54 Chapter 54 - Meminta Bantuan
55 Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56 Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57 Chapter 57 - Perpisahan
58 Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59 Chapter 59 - Tak Menduga
60 Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 - Penyamaran
2
Chapter 2 - Geng Cleopatra
3
Chapter 3 - Resiko Menyamar
4
Chapter 4 - Teman Sekamar
5
Chapter 5 - Memergoki
6
Chapter 6 - Ketahuan?
7
Chapter 7 - Samantha
8
Chapter 8 - Tentang Perempuan
9
Chapter 9 - Berdebar
10
Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11
Chapter 11 - Ngorok
12
Chapter 12 - Godaan
13
Chapter 13 - Penipu Ulung
14
Chapter 14 - Kena Sasaran
15
Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16
Chapter 16 - Intel
17
Chapter 17 - Tingkah Luna
18
Chapter 18 - Menahan Diri
19
Chapter 19 - Syarat Samantha
20
Chapter 20 - Diary Silvia
21
Chapter 21 - Di Rooftop
22
Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23
Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24
Chapter 24 - Melakukannya
25
Chapter 25 - Maniak Lainnya
26
Chapter 26 - Terbuai Lagi
27
Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28
Chapter 28 - Putus
29
Chapter 29 - Kakak
30
Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31
Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32
Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33
Chapter 33 - Bu Sasya
34
Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35
Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36
Chapter 36 - Pembullyan
37
Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38
Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39
Chapter 39 - Menawan Luna
40
Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41
Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42
Chapter 42 - Rasa Bersalah
43
Chapter 43 - Mencari Yudha
44
Chapter 44 - Jatuh
45
Chapter 45 - Fakta Baru
46
Chapter 46 - Melepaskan Luna
47
Chapter 47 - Fakta Lainnya
48
Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49
Chapter 49 - Terbuai Lagi
50
Chapter 50 - Jelek
51
Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52
Chapter 52 - Pengakuan Andin
53
Chapter 53 - Kekacauan
54
Chapter 54 - Meminta Bantuan
55
Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56
Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57
Chapter 57 - Perpisahan
58
Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59
Chapter 59 - Tak Menduga
60
Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!