Kini Luna sudah berada di hadapan Angga. Dua kakinya tampak masih menapak di anak tangga. Dia perlahan mengangkat tangannya untuk membuka selimut yang menutupi tubuh Angga.
"Ah..." Bersamaan dengan itu, Angga kembali mengigau. Luna dibuat kaget sekali. Selain itu, cewek tersebut baru sadar kalau suara Angga berbeda dari biasanya.
'Suaranya! Jelas kayak suara cowok!' seru Luna dalam hati. Karena ingin memastikan kebenaran, dia langsung membuka selimut Angga. Benar saja, di sana Luna melihat junior cowok itu sedang berdiri tegak.
"Ini nggak mungkin!" Luna masih belum bisa percaya. Karena begitu penasaran, dia nekat memegang benda yang sekarang berdiri tegak di bagian bawah perut Angga.
Mata Luna terbelalak saat memegangi benda itu. Jelas itu merupakan alat kelamin pria.
"Apa dia cowok?!" Luna merasa syok sekali. Dia segera melepas batang pribadi Angga. Namun tanpa diduga, Angga menangkap tangan Luna dengan sigap.
"Kenapa berhenti? Kita masih belum selesai..." racau Angga.
"A-apa?!" Luna semakin dibuat kaget. Apalagi ketika Angga kembali menuntun tangannya untuk menyentuh juniornya.
"Dia pasti sedang mimpi basah," duga Luna yang berusaha melepas cengkeraman Angga. Akan tetapi dia kesulitan melakukannya. Hingga tangannya kembali berada di area pribadi tersebut.
"Hei! Kau sedang mimpi! Hentikan!" Luna kini tak punya pilihan selain membangunkan Angga. Cowok itu langsung terbangun.
Angga tentu kaget menyaksikan Luna ada di hadapannya. Dia tambah panik saat melihat juniornya berdiri tegak. Buru-buru dirinya tutupi benda itu dengan selimut.
"Apa yang kau lakukan?!" timpal Angga.
"Bukankah harusnya aku yang bertanya begitu? Apa yang seorang cowok lakukan di sini?" balas Luna dengan nada penuh penekanan.
"Bukankah kau tadi baru saja menyentuhku?" Angga tak mau kalah.
"A-aku melakukannya karena ingin memastikan," sahut Luna tergagap.
Angga segera berpikir cepat. Karena jati dirinya sudah ketahuan Luna sekarang.
Angga mendekatkan wajahnya ke depan wajah Luna. "Jangan coba macam-macam denganku. Karena aku adalah intel yang sedang menyamar!" tukasnya.
Mata Luna membola. Dia reflek melangkah mundur. Namun akibatnya, Luna harus terjatuh dari tangga.
"Aah!" Luna merintih kesakitan saat tubuhnya menghantam lantai.
Angga yang melihat, langsung turun dari ranjang. Dia merasa bersalah karena sudah membuat cewek itu terjatuh.
"Kau baik-baik saja?" tanya Angga.
"Apa menurutmu jatuh dari ketinggian itu baik-baik saja?" sahut Luna sambil memegangi bagian bokong dan punggungnya. "Sumpah... Sakit banget," keluhnya.
Angga hanya mendengus kasar. Dia tidak mengatakan apapun karena kepikiran bagaimana rencana penyamarannya selanjutnya. Mengingat Luna sekarang sudah mengetahui jati dirinya.
"Woy! Kenapa bengong saja? Tanggung jawablah! Gendong aku!" tegur Luna. Sukses membuyarkan lamunan Angga.
"Lagian ranjangmu dekat gitu. Pakai minta digendong segala," komentar Angga.
"Nggak usah protes! Lagian kan alasan aku jatuh itu karena kau!" omel Luna.
"Terserah!" sahut Angga. Dia segera menggendong Luna. Angga menggendongnya dengan gaya bridal.
Luna memanfaatkan waktu itu untuk mengamati wajah Angga. Baginya cowok itu berparas rupawan. Pantas saja bisa dengan mudah menyamar menjadi perempuan. Karena mau jadi cewek atau cowok, paras rupawan Angga sangatlah mendukung.
Kini Luna sudah diletakkan Angga ke ranjang. Setelah memandangi wajah cowok itu, dia menatap ke arah bawah pusat Angga.
"Kenapa kau melihat ke sana, hah?! Pelecehan tahu!" timpal Angga seraya menutupi miliknya dengan dua tangan.
"Punyamu besar juga," komentar Luna gamblang.
"Apa?!" Angga tidak habis pikir kenapa Luna malah berbicara tentang itu. Dia jadi mengingat dengan apa yang dilakukan Samantha sore tadi. Kelakuannya juga hampir tak tahu malu seperti Luna.
'Apa cewek-cewek di sekolah ini maniak kelamin semua?' batin Angga yang jadi berpikiran begitu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
linda nuraliyah
luna jtuh cinta sm angga,trus dg itu angga mengancam ingin brgabung dg grup nya luna,,
2024-12-07
0
Saha Weh
tuhkan dah ketahuan gimana nih lanjut nya
2025-01-28
0
Bunda silvia
Aishhh jangan2 ntar si angga malah di ajak Kikuk2 sama luna
2024-09-05
0