Samantha membaca surat yang diberikan Angga. Dia langsung menarik sudut bibirnya.
"Apa dia memang memerintahmu seperti ini?" ujar Samantha.
"Begitulah. Katanya ingin membantuku. Tapi caranya begitu. Setidaknya dia harus menemuiku bukan?" tanggap Angga.
"Begini saja. Bagaimana kalau kita memeriksa kamera cctv? Mungkin ada sesuatu--"
"Itu sudah kulakukan sebelum masuk ke sini. Tapi rekaman saat hari Silvia kehilangan nyawanya sudah hilang. Kupikir, pasti ada seseorang yang sengaja memotong rekamannya. Itulah yang membuatku semakin yakin datang ke sini. Aku bahkan meninggalkan pekerjaan dan sekolahku karena ini," potong Angga. "Begini saja. Aku akan mendekati teman dekatnya. Apa kau tahu teman dekat Silvia?" tanyanya.
"Teman? Aku selalu melihatnya sendiri," ungkap Samantha sembari mengalihkan pandangannya.
"Benarkah?" Angga mendengus kasar.
"Begini saja. Aku akan mencoba membuka loker Silvia. Kalau ada sesuatu yang penting dari sana, aku akan beritahu kau," imbuh Samantha.
"Dimana memangnya letak loker itu. Kita bisa membukanya bersama-sama," usul Angga.
Samantha menggeleng. "Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri. Kau mending lakukan saja misi yang disuruh penulis surat misterius itu," balasnya.
"Apa? Maksudmu bergabung dengan geng cleopatra?" Angga memastikan.
"Iya." Samantha mengangguk. "Aku tahu itu bukan hal mudah. Tapi apa salahnya mencoba bukan?" tambahnya.
"Aku sebaiknya melakukan itu setelah menunggu kau dengan urusan loker," sahut Angga yang tiba-tiba merasa tidak bersemangat.
Bertepatan dengan itu, ponsel Samantha terus bergetar. Hal serupa juga terjadi pada ponsel Angga. Mereka lantas memeriksa pesan yang masuk.
Sebuah video yang memperlihatkan Angga tertidur sedang menjadi topik panas di SMA Kartini. Bagaimana tidak? Dalam video itu, Angga tertidur sambil ngorok.
Samantha tergelak lepas. Dia tak bisa menahan tawa saat melihat video itu.
"Ternyata kau benar-benar cowok," ledek Samantha.
Dahi Angga berkerut dalam. "Apanya yang lucu? Ngorok saat tidur itu hal normal. Bahkan untuk cewek sekalipun," tanggapnya santai. Sepertinya Angga tak peduli dengan video yang disebarkan oleh Luna dan Tasya. Sebagai teman sekamar Angga, jelas kedua gadis itu pelakunya.
"Tapi kau ngoroknya kencang sekali. Sudah seperti suara babi. Aku tidak yakin Luna dan Tasya bisa tidur tadi malam. Hahaha!" balas Samantha.
"Dih! Nggak perlu disamain sama babi juga kali! Lagian mereka nggak ada bahas sedikit pun tentang ngorok aku." Angga memutar bola mata jengah. Ponselnya berdering saat itu. Ia mendapatkan telepon dari Aries.
"Sebaiknya kau kembali ke kelas. Aku yakin sebentar lagi bel masuk berbunyi," saran Angga seraya berdiri dari tempat duduk.
Benar saja, beberapa detik kemudian bel masuk kelas berbunyi. Samantha pun harus beranjak ke kelasnya.
Sementara Angga, justru keluar dari kelas. Dia mencari tempat agar bisa bicara dengan Aries. Setelah menemukan tempat sepi, Angga menelepon balik Aries.
"Ada apa?" tanya Angga.
"Apa kau sudah lupa? Kau berjanji padaku kalau kita akan beraksi weekend ini!" jawab Aries dari seberang telepon.
"Ah! Kau benar. Tunggu saja sore ini. Aku akan ke tempatmu. Pokoknya kali ini kita harus mendapatkan uang yang banyak," tanggap Angga.
"Oke. Aku juga sudah tak sabar mendengar ceritamu saat di sekolahmu sekarang." Terdengar suara cekikikan dari Aries. "Eh, jangan coba-coba pakai pakaian wanita saat ke kostanku. Nanti ada yang naksir," ejeknya.
"Bahlul kau!" Angga segera mematikan panggilan telepon. Dia segera berbalik badan karena ingin kembali ke kelas.
Angga dan Aries berniat ingin melakukan penipuan lagi. Mereka menghasilkan banyak sekali uang karena itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Saha Weh
kalo gak nipu gak dapat uang iyakan thor
2025-01-28
0
Okto Mulya D.
Koq, jadi tukang tipu Othor, Angga ingin selidiki kasus kematian Silvia. Namun dia sendiri juga melakukan maksiat...dengan menipu orang lain..
2024-09-07
1
Yuli a
agamanya ini beneran baik enggak ya... aku kok masih ragu...
2024-09-03
1