Chapter 11 - Ngorok

Samantha membaca surat yang diberikan Angga. Dia langsung menarik sudut bibirnya.

"Apa dia memang memerintahmu seperti ini?" ujar Samantha.

"Begitulah. Katanya ingin membantuku. Tapi caranya begitu. Setidaknya dia harus menemuiku bukan?" tanggap Angga.

"Begini saja. Bagaimana kalau kita memeriksa kamera cctv? Mungkin ada sesuatu--"

"Itu sudah kulakukan sebelum masuk ke sini. Tapi rekaman saat hari Silvia kehilangan nyawanya sudah hilang. Kupikir, pasti ada seseorang yang sengaja memotong rekamannya. Itulah yang membuatku semakin yakin datang ke sini. Aku bahkan meninggalkan pekerjaan dan sekolahku karena ini," potong Angga. "Begini saja. Aku akan mendekati teman dekatnya. Apa kau tahu teman dekat Silvia?" tanyanya.

"Teman? Aku selalu melihatnya sendiri," ungkap Samantha sembari mengalihkan pandangannya.

"Benarkah?" Angga mendengus kasar.

"Begini saja. Aku akan mencoba membuka loker Silvia. Kalau ada sesuatu yang penting dari sana, aku akan beritahu kau," imbuh Samantha.

"Dimana memangnya letak loker itu. Kita bisa membukanya bersama-sama," usul Angga.

Samantha menggeleng. "Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri. Kau mending lakukan saja misi yang disuruh penulis surat misterius itu," balasnya.

"Apa? Maksudmu bergabung dengan geng cleopatra?" Angga memastikan.

"Iya." Samantha mengangguk. "Aku tahu itu bukan hal mudah. Tapi apa salahnya mencoba bukan?" tambahnya.

"Aku sebaiknya melakukan itu setelah menunggu kau dengan urusan loker," sahut Angga yang tiba-tiba merasa tidak bersemangat.

Bertepatan dengan itu, ponsel Samantha terus bergetar. Hal serupa juga terjadi pada ponsel Angga. Mereka lantas memeriksa pesan yang masuk.

Sebuah video yang memperlihatkan Angga tertidur sedang menjadi topik panas di SMA Kartini. Bagaimana tidak? Dalam video itu, Angga tertidur sambil ngorok.

Samantha tergelak lepas. Dia tak bisa menahan tawa saat melihat video itu.

"Ternyata kau benar-benar cowok," ledek Samantha.

Dahi Angga berkerut dalam. "Apanya yang lucu? Ngorok saat tidur itu hal normal. Bahkan untuk cewek sekalipun," tanggapnya santai. Sepertinya Angga tak peduli dengan video yang disebarkan oleh Luna dan Tasya. Sebagai teman sekamar Angga, jelas kedua gadis itu pelakunya.

"Tapi kau ngoroknya kencang sekali. Sudah seperti suara babi. Aku tidak yakin Luna dan Tasya bisa tidur tadi malam. Hahaha!" balas Samantha.

"Dih! Nggak perlu disamain sama babi juga kali! Lagian mereka nggak ada bahas sedikit pun tentang ngorok aku." Angga memutar bola mata jengah. Ponselnya berdering saat itu. Ia mendapatkan telepon dari Aries.

"Sebaiknya kau kembali ke kelas. Aku yakin sebentar lagi bel masuk berbunyi," saran Angga seraya berdiri dari tempat duduk.

Benar saja, beberapa detik kemudian bel masuk kelas berbunyi. Samantha pun harus beranjak ke kelasnya.

Sementara Angga, justru keluar dari kelas. Dia mencari tempat agar bisa bicara dengan Aries. Setelah menemukan tempat sepi, Angga menelepon balik Aries.

"Ada apa?" tanya Angga.

"Apa kau sudah lupa? Kau berjanji padaku kalau kita akan beraksi weekend ini!" jawab Aries dari seberang telepon.

"Ah! Kau benar. Tunggu saja sore ini. Aku akan ke tempatmu. Pokoknya kali ini kita harus mendapatkan uang yang banyak," tanggap Angga.

"Oke. Aku juga sudah tak sabar mendengar ceritamu saat di sekolahmu sekarang." Terdengar suara cekikikan dari Aries. "Eh, jangan coba-coba pakai pakaian wanita saat ke kostanku. Nanti ada yang naksir," ejeknya.

"Bahlul kau!" Angga segera mematikan panggilan telepon. Dia segera berbalik badan karena ingin kembali ke kelas.

Angga dan Aries berniat ingin melakukan penipuan lagi. Mereka menghasilkan banyak sekali uang karena itu.

Terpopuler

Comments

Saha Weh

Saha Weh

kalo gak nipu gak dapat uang iyakan thor

2025-01-28

0

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Koq, jadi tukang tipu Othor, Angga ingin selidiki kasus kematian Silvia. Namun dia sendiri juga melakukan maksiat...dengan menipu orang lain..

2024-09-07

1

Yuli a

Yuli a

agamanya ini beneran baik enggak ya... aku kok masih ragu...

2024-09-03

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Penyamaran
2 Chapter 2 - Geng Cleopatra
3 Chapter 3 - Resiko Menyamar
4 Chapter 4 - Teman Sekamar
5 Chapter 5 - Memergoki
6 Chapter 6 - Ketahuan?
7 Chapter 7 - Samantha
8 Chapter 8 - Tentang Perempuan
9 Chapter 9 - Berdebar
10 Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11 Chapter 11 - Ngorok
12 Chapter 12 - Godaan
13 Chapter 13 - Penipu Ulung
14 Chapter 14 - Kena Sasaran
15 Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16 Chapter 16 - Intel
17 Chapter 17 - Tingkah Luna
18 Chapter 18 - Menahan Diri
19 Chapter 19 - Syarat Samantha
20 Chapter 20 - Diary Silvia
21 Chapter 21 - Di Rooftop
22 Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23 Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24 Chapter 24 - Melakukannya
25 Chapter 25 - Maniak Lainnya
26 Chapter 26 - Terbuai Lagi
27 Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28 Chapter 28 - Putus
29 Chapter 29 - Kakak
30 Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31 Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32 Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33 Chapter 33 - Bu Sasya
34 Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35 Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36 Chapter 36 - Pembullyan
37 Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38 Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39 Chapter 39 - Menawan Luna
40 Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41 Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42 Chapter 42 - Rasa Bersalah
43 Chapter 43 - Mencari Yudha
44 Chapter 44 - Jatuh
45 Chapter 45 - Fakta Baru
46 Chapter 46 - Melepaskan Luna
47 Chapter 47 - Fakta Lainnya
48 Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49 Chapter 49 - Terbuai Lagi
50 Chapter 50 - Jelek
51 Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52 Chapter 52 - Pengakuan Andin
53 Chapter 53 - Kekacauan
54 Chapter 54 - Meminta Bantuan
55 Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56 Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57 Chapter 57 - Perpisahan
58 Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59 Chapter 59 - Tak Menduga
60 Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 - Penyamaran
2
Chapter 2 - Geng Cleopatra
3
Chapter 3 - Resiko Menyamar
4
Chapter 4 - Teman Sekamar
5
Chapter 5 - Memergoki
6
Chapter 6 - Ketahuan?
7
Chapter 7 - Samantha
8
Chapter 8 - Tentang Perempuan
9
Chapter 9 - Berdebar
10
Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11
Chapter 11 - Ngorok
12
Chapter 12 - Godaan
13
Chapter 13 - Penipu Ulung
14
Chapter 14 - Kena Sasaran
15
Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16
Chapter 16 - Intel
17
Chapter 17 - Tingkah Luna
18
Chapter 18 - Menahan Diri
19
Chapter 19 - Syarat Samantha
20
Chapter 20 - Diary Silvia
21
Chapter 21 - Di Rooftop
22
Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23
Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24
Chapter 24 - Melakukannya
25
Chapter 25 - Maniak Lainnya
26
Chapter 26 - Terbuai Lagi
27
Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28
Chapter 28 - Putus
29
Chapter 29 - Kakak
30
Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31
Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32
Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33
Chapter 33 - Bu Sasya
34
Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35
Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36
Chapter 36 - Pembullyan
37
Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38
Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39
Chapter 39 - Menawan Luna
40
Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41
Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42
Chapter 42 - Rasa Bersalah
43
Chapter 43 - Mencari Yudha
44
Chapter 44 - Jatuh
45
Chapter 45 - Fakta Baru
46
Chapter 46 - Melepaskan Luna
47
Chapter 47 - Fakta Lainnya
48
Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49
Chapter 49 - Terbuai Lagi
50
Chapter 50 - Jelek
51
Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52
Chapter 52 - Pengakuan Andin
53
Chapter 53 - Kekacauan
54
Chapter 54 - Meminta Bantuan
55
Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56
Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57
Chapter 57 - Perpisahan
58
Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59
Chapter 59 - Tak Menduga
60
Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!