Angga menjauhkan tangan Luna dari mulutnya. Lalu balas berbisik, "Aku bisa diam sendiri!"
Luna menarik sudut bibirnya ke atas. Tanda dia tidak suka dengan perlawanan Angga. Saat petugas keamanan mendekat, dia dan Angga segera bersembunyi.
Untungnya keberadaan mereka tidak diketahui oleh penjaga. Saat merasa aman, Angga dan Luna perlahan beranjak keluar dari tempat persembunyian. Angga menjadi orang yang melangkah lebih dulu. Sementara Luna berjalan di belakangnya.
Langkah Luna tiba-tiba berhenti tatkala seekor tikus lewat di kakinya.
"Aaarkh!" jerit Luna. Dia reflek berpegangan ke tudung hoodie Angga. Sontak tudung itu terlepas dari kepala cowok tersebut. Hingga kini rambut Angga yang sebenarnya terpampang nyata.
Mata Angga dan Luna membulat bersamaan. Luna sudah mengangakan mulut karena ingin bicara. Angga segera membekap mulut cewek tersebut.
"Ini rambut asliku. Jadi aku harap kau merahasiakan semua ini pada semua orang," ujar Angga. Dia tetap memakai suara perempuannya. Karena Angga tak mau mengaku begitu saja. Lagi pula di dunia ini banyak perempuan yang memiliki rambut dengan potongan lelaki.
Luna menjauhkan tangan Angga dari mulut, lalu tertawa terbahak-bahak. "Kelakuanmu benar-benar seperti cowok," komentarnya.
"Kita sebaiknya segera pergi ke kamar," usul Angga sembari mengenakan tudung hoodienya kembali. Dia beranjak lebih dulu. Namun Luna sigap menghentikannya.
"Kalau kau masih ngorok, jangan tidur di kamar!" tegas Luna.
"Apa urusanmu melarangku, hah?! Memangnya kau siapa? Guru juga bukan!" balas Angga seraya menghempas tangan Luna. Dia dan cewek itu saling menatap penuh kebencian. Angga sepertinya lupa, kalau dirinya perlu kepercayaan Luna agar bisa bergabung dengan geng cleopatra.
"Sejak awal kau memang sangat sok sekali! Harusnya aku yang bertanya begitu. Memangnya kau siapa, hah?! Aku anak pemilik sekolah ini! Kalau aku mau, aku bisa mengeluarkanmu dari sekolah dengan mudah!" geram Luna. Ia tampak berkacak pinggang.
"Aku anak gubernur di kota ini. Aku juga bisa mengeluarkanmu dari sekolah ini dengan mudah." Angga tak mau kalah. Dia selalu berkata dengan asal agar lawannya menciut.
Luna terkejut mendengar pengakuan Angga itu. Mulutnya terbungkam.
"Jadi kalau terganggu sama ngorokku, mending kau yang pindah kamar," tukas Angga. Kini dia benar-benar beranjak pergi ke kamar.
"Aaarghhh!" Luna menggeram kesal. Dia segera ikut Angga pergi menuju kamar.
Setibanya di kamar Angga langsung menggantung tas dan memakai wignya. Dia kemudian naik ke ranjang dan tidur.
Tasya terlihat belum datang. Jadi di kamar hanya ada Angga dan Luna berduaan.
Luna mendelik ke arah Angga. Setelah berganti pakaian, dia membawa bantal untuk tidur ke kamar temannya. Namun langkahnya berhenti saat terpikirkan untuk mencari tahu hal tentang Angga.
'Anak itu sangat mencurigakan. Dia sangat aneh,' batin Luna. Dia menatap lemari dan tas Angga. Terpikir dalam benaknya untuk mencari tahu informasi mengenai Angga. Apalagi mengenai kebenaran apakah Angga memang seorang anak gubernur. Terlebih cowok itu sedang tidur sekarang.
Diam-diam Luna memeriksa barang-barang Angga. Awalnya tidak ada barang yang mencurigakan. Sampai akhirnya Luna menemukan banyak semvak.
"Anjir! Apa dia pakai cangcut cowok? Ih! Aneh banget." Luna langsung melempar semvak yang ditemukannya.
"Mmmph... Ya begitu..." terdengar suara gumaman Angga. Cowok itu sepertinya mengigau. Gumamannya membuat Luna kaget setengah mati karena takut ketahuan.
Perlahan Luna melirik ke arah Angga. Saat itulah atensinya tertuju ke arah bawah pusat Angga. Dia melihat ada sesuatu yang berdiri di sana.
"Apa itu? Seperti punya cowok saja." Luna memicingkan matanya dan beberapa kali mengerjap. Memastikan apakah yang dilihatnya itu benar atau tidak. Namun yang dilihatnya adalah nyata.
"Jangan-jangan..." Luna yang penasaran, lantas menaiki tangga menuju ranjang Angga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
linda nuraliyah
luna menurunkan celana angga,trus luna menganga dan langsung di lahap sm luna😀😄
2024-12-07
0
Saha Weh
trus di pegang dan keterusan dah🤣🤣🤣🤣
2025-01-28
0
Eka Awa
angga ceroboh betul
2024-12-06
0