Chapter 3 - Resiko Menyamar

Ketua Geng Cleopatra bernama Luna. Dibandingkan empat anggota lain, dia adalah yang tercantik, berkuasa, dan paling kaya. Namun dibalik kelebihan itu, dia punya sikap yang sombong dan angkuh.

Yang kedua ada Andin. Dia tak kalah cantik dari Luna. Dia merupakan orang berkuasa kedua setelah Luna. Sikapnya adalah yang paling ramah dan baik dibanding anggota lain.

Sekarang Andin dan Tiara sedang mengambil makanan untuk mereka sendiri. Sementara dua gadis yang menghampiri Angga adalah Tasya dan Sari. Keduanya sama-sama menatap ke arah Angga dengan tatapan remeh.

"Anak baru ya!" tegur Tasya.

"Iya..." Angga bergegas mengelap mulutnya dengan tisu. Dia berdiri dan mengulurkan tangan ke arah Tasya dan Sari. "Kenalkan aku Angga," lanjutnya.

"Angga?" Sari mengerutkan dahinya.

"Eh! Maksudku Anggi. Aku Anggi Azahra," ralat Angga. Dia sepertinya nyaris lupa kalau dirinya sedang menyamar.

'Dasar kau, Angga! Lihat yang bening dikit udah oleng. Ingat tujuanmu datang ke sini. Mereka mungkin saja salah satu orang yang bertanggung jawab dengan kematian Silvia,' batin Angga. Tangannya masih terulur karena tak kunjung mendapat sambutan dari Sari maupun Tasya.

Sari justru menatap ke arah Acha. "Eh! Harusnya sebagai teman, kau beritahu dia aturan bersekolah di sini!" timpalnya.

"A-aku sudah berusaha memberitahunya," sahut Acha tergagap.

"Sari! Tasya! Sudah biarkan saja. Maklumi saja karena ini hari pertamanya. Tuh! Mending suruh cebol kita buat kerja," cetus Luna yang terlihat duduk dengan kaki menyilang di kursinya. Dia mengangkat dagu sambil menunjukkan ekspresi angkuhnya. Luna menunjuk seorang murid berkacamata yang tampak duduk sendirian.

Angga langsung menoleh ke arah Luna. Dia cukup terpesona dengan kecantikan gadis itu. Namun setelah melihat bagaimana sifat buruknya, Angga jadi kesal sendiri. Apalagi saat melihat bagaimana dia berbuat semena-mena dengan murid berkacamata yang bernama Heni itu.

Heni terlihat disuruh-suruh bahkan terus mendapat ejekan dari Luna dan kawan-kawan.

Angga yang masih berdiri, kembali duduk ke tempatnya. Dia cemberut.

"Apa mereka memang sering begitu?" tanya Angga.

"Begitulah mereka. Di dunia ini, yang punya kuasa selalu menang. Jadi, kau sebaiknya jangan coba-coba cari ulah pada mereka," jawab Yaya.

"Apa mereka juga melakukan itu pada Silvia?" tukas Angga.

Mendengar nama Silvia disebut, Acha dan Yaya membulatkan mata. Keduanya terlihat kaget sekali.

"Bagaimana kau tahu dengan dia? Apa kau mengenalnya?" selidik Acha.

"Enggak. Aku cuman pernah melihat berita tentang kematiannya di televisi. Itu cukup menggangguku saat tahu dia melakukannya di sekolah ini," sahut Angga.

"Tapi menurutku beritanya tidak sebooming itu. Lagi pula itu sudah berlalu," tanggap Yaya dengan senyuman kecut.

"Gi! Aku harap kau berhenti membahas tentang hal ini. Semua orang di sekolah ini tidak ada yang mau membicarakan tentang insiden itu lagi," tukas Acha dengan raut wajah serius.

Angga menarik sudutnya ke atas. Bagaimana bisa semua orang di SMA Kartini bersikap tak acuh sekali dengan Silvia? Gadis itu bahkan seolah dianggap tidak pernah ada.

"Kalian ternyata tak ada yang punya hati nurani!" Angga jadi kehilangan selera makannya. Dia beranjak dari kantin dengan langkah maju.

Angga berusaha menenangkan diri di toilet. Dia menatap pantulan dirinya di cermin. Tekad Angga untuk mencari bukti serta membalas dendam semakin kuat. Menurutnya, dia tidak bisa mempercayai siapapun di sekolah ini.

Bersamaan dengan itu, beberapa gadis masuk ke toilet. Mereka tampak membawa pakaian olahraga.

Mata Angga membulat sempurna saat semua gadis tersebut mulai melepas pakaian masing-masing.

'Astaga! Mataku!' batin Angga. Meski mengeluh, dia tak bisa mengalihkan pandangannya akan pemandangan gratis itu.

Glek!

Angga telan ludah saat melihat para gadis tersebut tampak hanya mengenakan bra dan celana pendek. Kini keringat panas dingin mulai menetes di pelipisnya. Namun yang lebih parah, milik Angga di bawah sana bangkit begitu saja.

"Sial!" rutuk Angga saat melihat dari balik roknya ada sesuatu yang mencuat keluar. Buru-buru Angga masuk ke dalam bilik toilet. Nampaknya itulah resiko yang harus diterimanya saat menyamar sebagai seorang perempuan.

Terpopuler

Comments

Alivaaaa

Alivaaaa

hahaha astoge Angga 🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣🤣🤣

2024-11-02

0

Bunda silvia

Bunda silvia

Hahaha menang banyak angga

2024-08-30

2

Yuli a

Yuli a

tuh kan ngeliat yang bening2 langsung oleng... untung buru2 cepet sadar akan tujuannya.... angga... angga....🥰🥰🥰

2024-08-28

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Penyamaran
2 Chapter 2 - Geng Cleopatra
3 Chapter 3 - Resiko Menyamar
4 Chapter 4 - Teman Sekamar
5 Chapter 5 - Memergoki
6 Chapter 6 - Ketahuan?
7 Chapter 7 - Samantha
8 Chapter 8 - Tentang Perempuan
9 Chapter 9 - Berdebar
10 Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11 Chapter 11 - Ngorok
12 Chapter 12 - Godaan
13 Chapter 13 - Penipu Ulung
14 Chapter 14 - Kena Sasaran
15 Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16 Chapter 16 - Intel
17 Chapter 17 - Tingkah Luna
18 Chapter 18 - Menahan Diri
19 Chapter 19 - Syarat Samantha
20 Chapter 20 - Diary Silvia
21 Chapter 21 - Di Rooftop
22 Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23 Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24 Chapter 24 - Melakukannya
25 Chapter 25 - Maniak Lainnya
26 Chapter 26 - Terbuai Lagi
27 Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28 Chapter 28 - Putus
29 Chapter 29 - Kakak
30 Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31 Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32 Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33 Chapter 33 - Bu Sasya
34 Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35 Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36 Chapter 36 - Pembullyan
37 Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38 Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39 Chapter 39 - Menawan Luna
40 Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41 Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42 Chapter 42 - Rasa Bersalah
43 Chapter 43 - Mencari Yudha
44 Chapter 44 - Jatuh
45 Chapter 45 - Fakta Baru
46 Chapter 46 - Melepaskan Luna
47 Chapter 47 - Fakta Lainnya
48 Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49 Chapter 49 - Terbuai Lagi
50 Chapter 50 - Jelek
51 Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52 Chapter 52 - Pengakuan Andin
53 Chapter 53 - Kekacauan
54 Chapter 54 - Meminta Bantuan
55 Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56 Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57 Chapter 57 - Perpisahan
58 Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59 Chapter 59 - Tak Menduga
60 Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 - Penyamaran
2
Chapter 2 - Geng Cleopatra
3
Chapter 3 - Resiko Menyamar
4
Chapter 4 - Teman Sekamar
5
Chapter 5 - Memergoki
6
Chapter 6 - Ketahuan?
7
Chapter 7 - Samantha
8
Chapter 8 - Tentang Perempuan
9
Chapter 9 - Berdebar
10
Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11
Chapter 11 - Ngorok
12
Chapter 12 - Godaan
13
Chapter 13 - Penipu Ulung
14
Chapter 14 - Kena Sasaran
15
Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16
Chapter 16 - Intel
17
Chapter 17 - Tingkah Luna
18
Chapter 18 - Menahan Diri
19
Chapter 19 - Syarat Samantha
20
Chapter 20 - Diary Silvia
21
Chapter 21 - Di Rooftop
22
Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23
Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24
Chapter 24 - Melakukannya
25
Chapter 25 - Maniak Lainnya
26
Chapter 26 - Terbuai Lagi
27
Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28
Chapter 28 - Putus
29
Chapter 29 - Kakak
30
Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31
Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32
Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33
Chapter 33 - Bu Sasya
34
Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35
Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36
Chapter 36 - Pembullyan
37
Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38
Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39
Chapter 39 - Menawan Luna
40
Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41
Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42
Chapter 42 - Rasa Bersalah
43
Chapter 43 - Mencari Yudha
44
Chapter 44 - Jatuh
45
Chapter 45 - Fakta Baru
46
Chapter 46 - Melepaskan Luna
47
Chapter 47 - Fakta Lainnya
48
Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49
Chapter 49 - Terbuai Lagi
50
Chapter 50 - Jelek
51
Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52
Chapter 52 - Pengakuan Andin
53
Chapter 53 - Kekacauan
54
Chapter 54 - Meminta Bantuan
55
Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56
Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57
Chapter 57 - Perpisahan
58
Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59
Chapter 59 - Tak Menduga
60
Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!