Chapter 4 - Teman Sekamar

Angga tampak bermandikan keringat saat keluar dari bilik toilet. Dia sudah menyelesaikan urusannya. Angga selesai tepat saat para gadis berganti pakaian itu keluar toilet.

Angga menghampiri cermin. Ia langsung memperbaiki penampilannya.

"Sebaiknya aku keliling sekolah ini untuk melihat-lihat," gumam Angga. Dia segera keluar dari toilet.

Ketika pulang, barulah Angga berkeliling lingkungan sekolah. Dia bahkan mengambil foto yang menarik perhatiannya.

Usai melakukan pengamatan, Angga pergi ke gedung asrama. Dia harus memeriksa kamarnya. Memang SMA Kartini mengharuskan muridnya tinggal di asrama.

Angga harus menemui ketua asrama terlebih dahulu. Namanya adalah Inara. Murid kelas tiga.

Inara mengantarkan Angga ke kamarnya. Dia juga mengatakan kalau Angga tidak akan tidur sendirian.

Angga sama sekali tak terkejut akan hal itu. Dia bahkan sudah menyiapkan dirinya untuk itu.

Kini Inara sudah berhenti di depan kamar Angga. "Ini kuncimu. Akurlah dengan teman sekamarmu," ujarnya.

"Terima kasih," sahut Angga.

"Ya sudah. Aku pergi," pamit Inara.

Angga perlahan membuka pintu kamarnya. Dia melihat ada dua cewek di kamar tersebut. Parahnya dua gadis itu tidak asing baginya. Mereka adalah Luna dan Sari. Dua dari anggota geng Cleopatra.

"Benar kan tebakanku. Pasti dia yang menggantikan Kalina," cetus Tasya.

Angga mendengus kasar. Dia melangkah masuk dan meletakkan kopernya.

"Ranjangmu yang di atas!" kata Tasya sembari menunjuk ranjang yang dirinya maksud. Di sana memang ada dua jenis ranjang. Satu ranjang biasa, dan satunya lagi ranjang tingkat dua.

Luna jelas menempati ranjang biasa. Sementara Tasya berada di ranjang di bawah ranjang Angga.

Angga tak menanggapi. Dia melengos begitu saja melewati Tasya, lalu naik ke ranjang atas. Angga segera merebahkan dirinya di sana.

Tasya terperangah melihat sikap Angga. Dia segera menatap Luna. "Lihat dia," ujarnya.

"Biarkan saja. Selama dia tidak mengganggu kita, kita tidak akan mengganggunya," sahut Luna sembari fokus bermain ponselnya.

Tanpa sengaja, Angga tertidur. Suara ponsel yang berdering membuatnya harus membuka mata.

Sebelum mengangkat telepon, Angga melihat ke bawah terlebih dahulu. Dia melihat Luna dan Tasya sudah tidak ada lagi di kamar. Sekarang dia tidak perlu berpura-pura lagi.

Angga segera mengangkat panggilan telepon. Dia melakukannya tanpa memeriksa nama orang yang menelepon.

"Angga! Aku mau tas sama jam tanganku kembali! Waktumu sudah habis!" Yang menelepon ternyata adalah Elita. Dia merupakan teman sekolah Angga di SMA Erlangga.

"Oke, oke. Aku akan mengembalikannya. Tapi besok ya. Soalnya sekarang sudah kesorean," sahut Angga.

"Aku ingin memakainya malam ini! Kalau kau tidak mengembalikannya sebelum malam tiba, maka kau harus bayar denda!" desak Elita.

Angga mendengus kasar. "Ya sudah! Dimana kita akan bertemu? Aku akan pergi sekarang," tanyanya.

"Di cafe Fantasy. Yang cepat ya!" balas Elita. Dia mematikan telepon lebih dulu.

Angga bergegas turun dari ranjang. Dia berganti pakaian terlebih dahulu. Angga melepas wignya dan sengaja mengenakan hoodie bertudung.

Secara diam-diam Angga keluar dari asrama. Untuk cowok sepertinya tentu bukanlah hal mudah melakukan pelarian.

Namun ketika menaiki tembok sekolah, seseorang sukses memergoki Angga.

"Kalau mau keluar, sebaiknya jangan lewat sana," tegur suara seorang cewek.

Mata Angga membulat sempurna. Masalah besar kalau dirinya sudah ketahuan di hari pertama.

Angga tak mau menggubris teguran cewek itu, dia terus memanjat tembok. Saat sudah berada di atas tembok, Angga kembali dibuat kaget. Bagaimana tidak? Di bawah ada genangan air yang cukup luas.

Terpopuler

Comments

Alivaaaa

Alivaaaa

wes di kandani eseh ngeyel Ngga Angga 🤣🤣🤣🤣🤣

2024-11-02

1

macimally

macimally

udah juga dibilang, ngeyelngeyel🤣

2024-09-27

0

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

sampai kapan kamu mampu berkamuflase Angga, apalagi di kamar ada rame2 gitu dan barengan sama geng yang curigai..berattt

2024-09-06

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Penyamaran
2 Chapter 2 - Geng Cleopatra
3 Chapter 3 - Resiko Menyamar
4 Chapter 4 - Teman Sekamar
5 Chapter 5 - Memergoki
6 Chapter 6 - Ketahuan?
7 Chapter 7 - Samantha
8 Chapter 8 - Tentang Perempuan
9 Chapter 9 - Berdebar
10 Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11 Chapter 11 - Ngorok
12 Chapter 12 - Godaan
13 Chapter 13 - Penipu Ulung
14 Chapter 14 - Kena Sasaran
15 Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16 Chapter 16 - Intel
17 Chapter 17 - Tingkah Luna
18 Chapter 18 - Menahan Diri
19 Chapter 19 - Syarat Samantha
20 Chapter 20 - Diary Silvia
21 Chapter 21 - Di Rooftop
22 Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23 Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24 Chapter 24 - Melakukannya
25 Chapter 25 - Maniak Lainnya
26 Chapter 26 - Terbuai Lagi
27 Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28 Chapter 28 - Putus
29 Chapter 29 - Kakak
30 Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31 Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32 Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33 Chapter 33 - Bu Sasya
34 Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35 Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36 Chapter 36 - Pembullyan
37 Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38 Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39 Chapter 39 - Menawan Luna
40 Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41 Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42 Chapter 42 - Rasa Bersalah
43 Chapter 43 - Mencari Yudha
44 Chapter 44 - Jatuh
45 Chapter 45 - Fakta Baru
46 Chapter 46 - Melepaskan Luna
47 Chapter 47 - Fakta Lainnya
48 Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49 Chapter 49 - Terbuai Lagi
50 Chapter 50 - Jelek
51 Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52 Chapter 52 - Pengakuan Andin
53 Chapter 53 - Kekacauan
54 Chapter 54 - Meminta Bantuan
55 Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56 Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57 Chapter 57 - Perpisahan
58 Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59 Chapter 59 - Tak Menduga
60 Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 - Penyamaran
2
Chapter 2 - Geng Cleopatra
3
Chapter 3 - Resiko Menyamar
4
Chapter 4 - Teman Sekamar
5
Chapter 5 - Memergoki
6
Chapter 6 - Ketahuan?
7
Chapter 7 - Samantha
8
Chapter 8 - Tentang Perempuan
9
Chapter 9 - Berdebar
10
Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11
Chapter 11 - Ngorok
12
Chapter 12 - Godaan
13
Chapter 13 - Penipu Ulung
14
Chapter 14 - Kena Sasaran
15
Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16
Chapter 16 - Intel
17
Chapter 17 - Tingkah Luna
18
Chapter 18 - Menahan Diri
19
Chapter 19 - Syarat Samantha
20
Chapter 20 - Diary Silvia
21
Chapter 21 - Di Rooftop
22
Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23
Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24
Chapter 24 - Melakukannya
25
Chapter 25 - Maniak Lainnya
26
Chapter 26 - Terbuai Lagi
27
Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28
Chapter 28 - Putus
29
Chapter 29 - Kakak
30
Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31
Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32
Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33
Chapter 33 - Bu Sasya
34
Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35
Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36
Chapter 36 - Pembullyan
37
Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38
Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39
Chapter 39 - Menawan Luna
40
Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41
Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42
Chapter 42 - Rasa Bersalah
43
Chapter 43 - Mencari Yudha
44
Chapter 44 - Jatuh
45
Chapter 45 - Fakta Baru
46
Chapter 46 - Melepaskan Luna
47
Chapter 47 - Fakta Lainnya
48
Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49
Chapter 49 - Terbuai Lagi
50
Chapter 50 - Jelek
51
Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52
Chapter 52 - Pengakuan Andin
53
Chapter 53 - Kekacauan
54
Chapter 54 - Meminta Bantuan
55
Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56
Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57
Chapter 57 - Perpisahan
58
Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59
Chapter 59 - Tak Menduga
60
Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!