Angga tampak bermandikan keringat saat keluar dari bilik toilet. Dia sudah menyelesaikan urusannya. Angga selesai tepat saat para gadis berganti pakaian itu keluar toilet.
Angga menghampiri cermin. Ia langsung memperbaiki penampilannya.
"Sebaiknya aku keliling sekolah ini untuk melihat-lihat," gumam Angga. Dia segera keluar dari toilet.
Ketika pulang, barulah Angga berkeliling lingkungan sekolah. Dia bahkan mengambil foto yang menarik perhatiannya.
Usai melakukan pengamatan, Angga pergi ke gedung asrama. Dia harus memeriksa kamarnya. Memang SMA Kartini mengharuskan muridnya tinggal di asrama.
Angga harus menemui ketua asrama terlebih dahulu. Namanya adalah Inara. Murid kelas tiga.
Inara mengantarkan Angga ke kamarnya. Dia juga mengatakan kalau Angga tidak akan tidur sendirian.
Angga sama sekali tak terkejut akan hal itu. Dia bahkan sudah menyiapkan dirinya untuk itu.
Kini Inara sudah berhenti di depan kamar Angga. "Ini kuncimu. Akurlah dengan teman sekamarmu," ujarnya.
"Terima kasih," sahut Angga.
"Ya sudah. Aku pergi," pamit Inara.
Angga perlahan membuka pintu kamarnya. Dia melihat ada dua cewek di kamar tersebut. Parahnya dua gadis itu tidak asing baginya. Mereka adalah Luna dan Sari. Dua dari anggota geng Cleopatra.
"Benar kan tebakanku. Pasti dia yang menggantikan Kalina," cetus Tasya.
Angga mendengus kasar. Dia melangkah masuk dan meletakkan kopernya.
"Ranjangmu yang di atas!" kata Tasya sembari menunjuk ranjang yang dirinya maksud. Di sana memang ada dua jenis ranjang. Satu ranjang biasa, dan satunya lagi ranjang tingkat dua.
Luna jelas menempati ranjang biasa. Sementara Tasya berada di ranjang di bawah ranjang Angga.
Angga tak menanggapi. Dia melengos begitu saja melewati Tasya, lalu naik ke ranjang atas. Angga segera merebahkan dirinya di sana.
Tasya terperangah melihat sikap Angga. Dia segera menatap Luna. "Lihat dia," ujarnya.
"Biarkan saja. Selama dia tidak mengganggu kita, kita tidak akan mengganggunya," sahut Luna sembari fokus bermain ponselnya.
Tanpa sengaja, Angga tertidur. Suara ponsel yang berdering membuatnya harus membuka mata.
Sebelum mengangkat telepon, Angga melihat ke bawah terlebih dahulu. Dia melihat Luna dan Tasya sudah tidak ada lagi di kamar. Sekarang dia tidak perlu berpura-pura lagi.
Angga segera mengangkat panggilan telepon. Dia melakukannya tanpa memeriksa nama orang yang menelepon.
"Angga! Aku mau tas sama jam tanganku kembali! Waktumu sudah habis!" Yang menelepon ternyata adalah Elita. Dia merupakan teman sekolah Angga di SMA Erlangga.
"Oke, oke. Aku akan mengembalikannya. Tapi besok ya. Soalnya sekarang sudah kesorean," sahut Angga.
"Aku ingin memakainya malam ini! Kalau kau tidak mengembalikannya sebelum malam tiba, maka kau harus bayar denda!" desak Elita.
Angga mendengus kasar. "Ya sudah! Dimana kita akan bertemu? Aku akan pergi sekarang," tanyanya.
"Di cafe Fantasy. Yang cepat ya!" balas Elita. Dia mematikan telepon lebih dulu.
Angga bergegas turun dari ranjang. Dia berganti pakaian terlebih dahulu. Angga melepas wignya dan sengaja mengenakan hoodie bertudung.
Secara diam-diam Angga keluar dari asrama. Untuk cowok sepertinya tentu bukanlah hal mudah melakukan pelarian.
Namun ketika menaiki tembok sekolah, seseorang sukses memergoki Angga.
"Kalau mau keluar, sebaiknya jangan lewat sana," tegur suara seorang cewek.
Mata Angga membulat sempurna. Masalah besar kalau dirinya sudah ketahuan di hari pertama.
Angga tak mau menggubris teguran cewek itu, dia terus memanjat tembok. Saat sudah berada di atas tembok, Angga kembali dibuat kaget. Bagaimana tidak? Di bawah ada genangan air yang cukup luas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Alivaaaa
wes di kandani eseh ngeyel Ngga Angga 🤣🤣🤣🤣🤣
2024-11-02
1
macimally
udah juga dibilang, ngeyelngeyel🤣
2024-09-27
0
Okto Mulya D.
sampai kapan kamu mampu berkamuflase Angga, apalagi di kamar ada rame2 gitu dan barengan sama geng yang curigai..berattt
2024-09-06
1