Chapter 6 - Ketahuan?

Mata Angga terbelalak. Dia reflek berpaling ke samping. Dirinya juga bergegas menutup pintu saat Luna menyuruh untuk melakukan itu.

Luna tampak bergegas mengenakan pakaiannya. Hingga kini buah dadanya tidak terekspos lagi.

Angga sempat mematung sejenak karena tak tahu harus berbuat apa. Dia hanya berharap burungnya tidak bereaksi terhadap pemandangan tak terduga tadi.

Sebelum terjadi, Angga buru-buru berjalan ke dekat lemari. Ia menggantungkan tas ranselnya ke sana.

"Sial!" umpat Angga pelan karena dirinya selalu mengingat bagaimana penampilan seksi Luna tadi. Terlebih dia juga baru saja mendapatkan ciuman pertama yang lumayan panas dengan Elita.

'Sebaiknya aku keluar dulu. Dari pada nanti Luna tahu siapa aku,' batin Angga sembari berbalik ke arah pintu. Namun langkahnya harus terhenti karena Luna sudah ada di hadapan. Gadis itu terlihat memasang ekspresi sangar.

"Mengenai yang kau lihat barusan, tolong rahasiakan itu! Kalau sampai rahasia ini bocor, maka aku akan membuatmu sengsara!" ancam Luna.

Mata Angga membulat saat mendengar ancaman. Dia berpikir, apakah mungkin Luna salah satu orang yang terlibat dengan kematian Silvia? Dari sikap angkuh dan berkuasanya Luna, sepertinya Angga tak bisa membantah.

"Apa menindas orang lain adalah hobimu?" Angga memberanikan diri untuk angkat bicara.

Luna tampak langsung melotot. "Apa maksudmu bicara begitu?" balasnya sambil melipat tangan ke depan dada.

"Biar kutanya. Apa kau mengenal Silvia?" tukas Angga.

Pelototan Luna langsung hilang. Wajahnya berubah jadi pucat.

"A-apa yang kau bicarakan? Siapa Silvia?" tanggap Luna. Dia langsung beranjak kembali ke ranjangnya. Berusaha memasang raut wajah datar.

Angga mengamati Luna. Semua orang benar-benar bersikap aneh saat mendengar nama Silvia disebut. Angga harus segera mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Angga naik ke ranjangnya. Ia telentang sambil menatap langit plafon. Dirinya memikirkan bagaimana cara mencari informasi tentang Silvia.

Saat itulah Angga teringat akan pembicaraannya dengan Silvia dulu. Adiknya itu mengatakan kalau dirinya suka pergi ke perpustakaan dan rooftop sekolah.

"Aku akan memeriksanya besok," gumam Angga.

Tanpa sepengetahuannya, sejak tadi Luna menatap tajam dari bawah. Dia juga mengirim pesan pada grup chat geng cleopatra. Luna memberitahu teman-temannya untuk berhati-hati pada Angga.

...***...

Satu malam berlalu. Angga terbangun saat alarm ponselnya berbunyi. Ia bergegas pergi ke kamar mandi.

Saat di kamar mandi, Angga tentu harus bertemu dengan penghuni asrama lainnya. Dia tak karuan rasa karena kebanyakan dari mereka berpakaian minim.

Angga jadi tidak fokus. Apa yang dia lihat akhirnya membuat juniornya lagi-lagi tegak. Angga otomatis berusaha menutupinya sebisa mungkin.

'Sepertinya toilet dan kamar mandi adalah tempat berbahaya untukku,' batin Angga.

Angga lebih dibuat terkejut saat melihat tempat pancuran shower ada banyak, dan hanya dibatasi dengan tirai.

"Apa tidak ada kamar mandi lain?" tanya Angga.

"Sebenarnya ada satu di sebelah. Tapi itu khusus untuk geng cleopatra. Kalau pun kau ingin mandi di sana, dibolehkan saja. Tapi harus menunggu semua anggota geng cleopatra selesai lebih dulu. Dan kau tahu apa yang paling menyebalkan? Mereka mandinya lama sekali. Jadi mandi di sini adalah pilihan terbaik," sahut cewek yang berdiri di sebelah Angga. Dia segera masuk ke salah satu bilik tirai.

"Terima kasih," sahut Angga yang juga sudah mendapatkan giliran untuk mandi.

Angga menelan salivanya satu kali. Jantungnya berdegup kencang sekali. Dia tentu takut jati dirinya sebagai lelaki akan terkuak.

Alhasil Angga memutuskan untuk menunggu kamar mandi sepi. Sampai hanya menyisakan satu orang saja bersama dirinya.

Angga perlahan melepas seluruh pakaian beserta wignya. Dia lalu menyalakan pancuran.

"Hei! Apa kau punya shampo? Kebetulan punyaku habis," suara cewek terdengar dari balik tirai sebelah.

Mata Angga terbelalak. Dia lantas menjawab dengan suara ceweknya. "Ada," sahutnya seraya perlahan menyusupkan shampo ke tirai sebelah.

"Terima kasih," sahut cewek itu.

"Tidak masalah," balas Angga. Sungguh, dia takut sekali kalau cewek itu tiba-tiba membuka tirai.

"Tunggu dulu, suaramu..." kata cewek tersebut. Setelah berucap begitu, dia membuka tirai secara tiba-tiba.

"Aaarrkhh!"

Cewek tersebut langsung berteriak. Dia ternyata adalah cewek perokok yang memergoki Angga naik tembok kemarin.

Sementara itu, Angga juga berteriak seperti cewek tersebut. Ia reflek menutupi burungnya dengan dua tangan.

Terpopuler

Comments

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Waduhh!! samaran mu ketahuan Ngga,gimana tuh??

2025-01-16

0

Dari

Dari

wkwkkw baru juga sehari ketauan ga ..

2025-01-30

0

Naura Sintia

Naura Sintia

berabe sih KLO nyamar jadi cewek gitu.

2025-01-28

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Penyamaran
2 Chapter 2 - Geng Cleopatra
3 Chapter 3 - Resiko Menyamar
4 Chapter 4 - Teman Sekamar
5 Chapter 5 - Memergoki
6 Chapter 6 - Ketahuan?
7 Chapter 7 - Samantha
8 Chapter 8 - Tentang Perempuan
9 Chapter 9 - Berdebar
10 Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11 Chapter 11 - Ngorok
12 Chapter 12 - Godaan
13 Chapter 13 - Penipu Ulung
14 Chapter 14 - Kena Sasaran
15 Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16 Chapter 16 - Intel
17 Chapter 17 - Tingkah Luna
18 Chapter 18 - Menahan Diri
19 Chapter 19 - Syarat Samantha
20 Chapter 20 - Diary Silvia
21 Chapter 21 - Di Rooftop
22 Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23 Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24 Chapter 24 - Melakukannya
25 Chapter 25 - Maniak Lainnya
26 Chapter 26 - Terbuai Lagi
27 Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28 Chapter 28 - Putus
29 Chapter 29 - Kakak
30 Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31 Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32 Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33 Chapter 33 - Bu Sasya
34 Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35 Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36 Chapter 36 - Pembullyan
37 Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38 Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39 Chapter 39 - Menawan Luna
40 Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41 Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42 Chapter 42 - Rasa Bersalah
43 Chapter 43 - Mencari Yudha
44 Chapter 44 - Jatuh
45 Chapter 45 - Fakta Baru
46 Chapter 46 - Melepaskan Luna
47 Chapter 47 - Fakta Lainnya
48 Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49 Chapter 49 - Terbuai Lagi
50 Chapter 50 - Jelek
51 Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52 Chapter 52 - Pengakuan Andin
53 Chapter 53 - Kekacauan
54 Chapter 54 - Meminta Bantuan
55 Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56 Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57 Chapter 57 - Perpisahan
58 Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59 Chapter 59 - Tak Menduga
60 Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 - Penyamaran
2
Chapter 2 - Geng Cleopatra
3
Chapter 3 - Resiko Menyamar
4
Chapter 4 - Teman Sekamar
5
Chapter 5 - Memergoki
6
Chapter 6 - Ketahuan?
7
Chapter 7 - Samantha
8
Chapter 8 - Tentang Perempuan
9
Chapter 9 - Berdebar
10
Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11
Chapter 11 - Ngorok
12
Chapter 12 - Godaan
13
Chapter 13 - Penipu Ulung
14
Chapter 14 - Kena Sasaran
15
Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16
Chapter 16 - Intel
17
Chapter 17 - Tingkah Luna
18
Chapter 18 - Menahan Diri
19
Chapter 19 - Syarat Samantha
20
Chapter 20 - Diary Silvia
21
Chapter 21 - Di Rooftop
22
Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23
Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24
Chapter 24 - Melakukannya
25
Chapter 25 - Maniak Lainnya
26
Chapter 26 - Terbuai Lagi
27
Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28
Chapter 28 - Putus
29
Chapter 29 - Kakak
30
Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31
Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32
Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33
Chapter 33 - Bu Sasya
34
Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35
Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36
Chapter 36 - Pembullyan
37
Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38
Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39
Chapter 39 - Menawan Luna
40
Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41
Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42
Chapter 42 - Rasa Bersalah
43
Chapter 43 - Mencari Yudha
44
Chapter 44 - Jatuh
45
Chapter 45 - Fakta Baru
46
Chapter 46 - Melepaskan Luna
47
Chapter 47 - Fakta Lainnya
48
Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49
Chapter 49 - Terbuai Lagi
50
Chapter 50 - Jelek
51
Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52
Chapter 52 - Pengakuan Andin
53
Chapter 53 - Kekacauan
54
Chapter 54 - Meminta Bantuan
55
Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56
Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57
Chapter 57 - Perpisahan
58
Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59
Chapter 59 - Tak Menduga
60
Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!