Chapter 5 - Memergoki

Angga terpaksa turun dari tembok. Dia tentu tak mau menceburkan diri ke dalam air. Apalagi airnya tampak kotor sekali. Selain itu, dirinya juga tak mau tas ranselnya basah.

Buru-buru Angga mengenakan maskernya. Sementara sejak tadi tudung hoodienya sudah dipakai. Dia menoleh ke arah cewek yang menegurnya tadi.

Terlihat cewek dengan mengenakan tank top dan celana pendek sepangkal paha sedang merokok.

Angga hanya mengerutkan dahinya. Dia lantas mencoba mencari jalan lain untuk melarikan diri.

"Kau bisa lewat tembok samping kanan," imbuh gadis perokok itu.

"Terima kasih," sahut Angga dengan memakai suara ceweknya.

"Aneh sekali. Aku kira kau tadi cowok," komentar sang gadis perokok.

Angga tak peduli. Dia bergegas pergi melewati tembok samping. Kali ini usahanya berjalan lancar.

Kini Angga sudah menjauh dari wilayah SMA Kartini. Dia pergi ke cafe fantasy dengan menaiki ojek online.

Setibanya di tempat tujuan, Angga langsung menemui Elita. Gadis itu sudah tampak duduk menunggu.

"Apa kau menunggu lama?" tanya Angga sembari duduk.

"Lumayan. Mana barangnya?" tanggap Elita.

Angga segera membuka tas ranselnya. Dia menyerahkan semua barang pinjamannya pada Elita.

"Sebenarnya kau mau apa dengan barang-barang ini sih? Kau juga tiba-tiba berhenti sekolah," tukas Elita.

"Aku punya sesuatu yang harus diselesaikan," jawab Angga.

"Lebih penting dari sekolah?"

"Iya. Lebih penting dari segalanya."

Elita menatap lekat Angga. Cowok itu tampak memesan minuman pada pelayan. Jelas dari tatapan itu, Elita menyukai Angga. Sebenarnya alasan dia ingin menemui cowok tersebut sekarang karena rindu.

Setelah menghabiskan minuman, Angga dan Elita beranjak dari cafe. Sekarang keduanya melangkah bersama.

"Ga..." panggil Elita.

"Hmm?" tanggap Angga sambil menaikkan kedua alisnya.

"Apa kau tahu, bagiku bukanlah hal mudah meminjamkan barang-barang mahal ini pada orang lain," cetus Elita.

"Lalu? Apa kau mau aku membayarnya? Lah! Bukankah katamu sebelumnya aku tidak perlu bayar?" balas Angga. Namun Elita hanya diam sambil menunjukkan raut wajah cemberut.

"Ya sudah kalau begitu." Angga berhenti dan segera merogoh saku celananya. Dia berusaha mengambil dompet.

Tanpa diduga, Elita memegangi wajah Angga dengan dua tangan. Gadis itu lantas mendaratkan sebuah ciuman ke bibirnya.

Mata Angga membulat sempurna. Apalagi itu adalah ciuman pertamanya. Bulu kuduknya langsung dibuat meremang. Angga juga merasakan getaran aneh di perutnya.

"Dasar nggak peka!" timpal Elita, setelah selesai menempelkan mulutnya ke bibir Angga.

"Apa itu tadi?" tanya Angga. Menuntut penjelasan.

"Apa kau masih nggak peka juga?" balas Elita.

"Apa itu artinya kau menyukaiku?" Angga memastikan.

"Iya." Elita langsung mengiyakan. Dia sudah lelah memendam perasaannya pada Angga.

Angga bingung harus berkata apa. Tetapi ciuman tadi membuatnya ketagihan. Angga lantas memegangi tengkuk Elita, dan kembali menyatukan bibirnya pada bibir gadis tersebut.

Bibir Angga dan Elita perlahan saling berpagutan. Sesekali mereka akan memiringkan kepala karena sudah mulai terbawa suasana.

Lama-kelamaan ciuman Angga semakin menjadi-jadi. Bahkan sampai mengharuskan Elita melangkah mundur.

Karena sadar Angga sudah berlebihan, Elita segera menghentikannya. Dia dorong dada cowok itu dengan pelan.

"Aku kira sudah cukup. Lagi pula ki-kita ada di pinggir jalan," ucap Elita dengan wajah memerah. Dia tak kuasa menatap Angga karena merasa malu.

"Sorry. Lagian kau sendiri yang mancing," tukas Angga.

"Aku cium kamu itu karena malas ngungkapin perasaanku pakai kata-kata," kata Elita.

"Jadi sekarang kita pacaran?" Angga tersenyum senang. Dia sebenarnya cukup menyukai Elita juga. Namun perasaannya tidak terlalu dalam seperti yang dirasakan Elita.

Elita menganggukkan kepala untuk menjawab pertanyaan Angga.

"Tunggu dulu. Kau yakin mau pacaran sama orang miskin kayak aku?" tanya Angga. Mengingat Elita berasal dari keluarga kaya raya.

"Itu sama sekali bukan masalah bagiku," sahut Elita. Dia dan Angga saling tersenyum. Mereka segera pulang bersama.

Meski sudah menjadi pacar, Angga tetap merahasiakan penyamarannya pada Elita. Sekarang dia sudah berpisah dari gadis itu. Angga baru saja kembali ke sekolah dengan melompati tembok.

Sebelum masuk, Angga memakai wignya terlebih dahulu. Setelah itu, barulah dia melangkah menuju kamarnya.

Suasana di asrama kala itu sudah sepi. Mengingat waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam.

Angga menggunakan kuncinya untuk membuka pintu kamar. Ketika pintu terbuka, dia berhasil memergoki Luna telentang dalam keadaan bertelanjang dada. Gadis itu hanya mengenakan celana segitiga. Sementara satu tangannya tampak masuk ke dalam celana segitiganya tersebut. Luna tampak memegangi ponselnya sambil menggunakan headset.

Saat melihat Angga muncul, Luna langsung menghentikan kegiatannya. Dia juga langsung memekik, "Dasar sialan! Kalau mau masuk, ketok dulu! Cepat tutup pintunya!"

Terpopuler

Comments

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Apa yng dilakukan Luna bisa2 bikin mencuat lgi Ngga!! 🤣🤣

2025-01-16

0

linda nuraliyah

linda nuraliyah

anak lugu kalo liat gtuan gimana ya prasaannya😀

2024-12-07

0

Alivaaaa

Alivaaaa

Angga dapat rejeki nomplok 🤭🤣🤣

2024-11-02

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Penyamaran
2 Chapter 2 - Geng Cleopatra
3 Chapter 3 - Resiko Menyamar
4 Chapter 4 - Teman Sekamar
5 Chapter 5 - Memergoki
6 Chapter 6 - Ketahuan?
7 Chapter 7 - Samantha
8 Chapter 8 - Tentang Perempuan
9 Chapter 9 - Berdebar
10 Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11 Chapter 11 - Ngorok
12 Chapter 12 - Godaan
13 Chapter 13 - Penipu Ulung
14 Chapter 14 - Kena Sasaran
15 Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16 Chapter 16 - Intel
17 Chapter 17 - Tingkah Luna
18 Chapter 18 - Menahan Diri
19 Chapter 19 - Syarat Samantha
20 Chapter 20 - Diary Silvia
21 Chapter 21 - Di Rooftop
22 Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23 Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24 Chapter 24 - Melakukannya
25 Chapter 25 - Maniak Lainnya
26 Chapter 26 - Terbuai Lagi
27 Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28 Chapter 28 - Putus
29 Chapter 29 - Kakak
30 Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31 Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32 Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33 Chapter 33 - Bu Sasya
34 Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35 Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36 Chapter 36 - Pembullyan
37 Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38 Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39 Chapter 39 - Menawan Luna
40 Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41 Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42 Chapter 42 - Rasa Bersalah
43 Chapter 43 - Mencari Yudha
44 Chapter 44 - Jatuh
45 Chapter 45 - Fakta Baru
46 Chapter 46 - Melepaskan Luna
47 Chapter 47 - Fakta Lainnya
48 Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49 Chapter 49 - Terbuai Lagi
50 Chapter 50 - Jelek
51 Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52 Chapter 52 - Pengakuan Andin
53 Chapter 53 - Kekacauan
54 Chapter 54 - Meminta Bantuan
55 Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56 Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57 Chapter 57 - Perpisahan
58 Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59 Chapter 59 - Tak Menduga
60 Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 - Penyamaran
2
Chapter 2 - Geng Cleopatra
3
Chapter 3 - Resiko Menyamar
4
Chapter 4 - Teman Sekamar
5
Chapter 5 - Memergoki
6
Chapter 6 - Ketahuan?
7
Chapter 7 - Samantha
8
Chapter 8 - Tentang Perempuan
9
Chapter 9 - Berdebar
10
Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11
Chapter 11 - Ngorok
12
Chapter 12 - Godaan
13
Chapter 13 - Penipu Ulung
14
Chapter 14 - Kena Sasaran
15
Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16
Chapter 16 - Intel
17
Chapter 17 - Tingkah Luna
18
Chapter 18 - Menahan Diri
19
Chapter 19 - Syarat Samantha
20
Chapter 20 - Diary Silvia
21
Chapter 21 - Di Rooftop
22
Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23
Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24
Chapter 24 - Melakukannya
25
Chapter 25 - Maniak Lainnya
26
Chapter 26 - Terbuai Lagi
27
Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28
Chapter 28 - Putus
29
Chapter 29 - Kakak
30
Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31
Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32
Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33
Chapter 33 - Bu Sasya
34
Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35
Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36
Chapter 36 - Pembullyan
37
Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38
Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39
Chapter 39 - Menawan Luna
40
Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41
Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42
Chapter 42 - Rasa Bersalah
43
Chapter 43 - Mencari Yudha
44
Chapter 44 - Jatuh
45
Chapter 45 - Fakta Baru
46
Chapter 46 - Melepaskan Luna
47
Chapter 47 - Fakta Lainnya
48
Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49
Chapter 49 - Terbuai Lagi
50
Chapter 50 - Jelek
51
Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52
Chapter 52 - Pengakuan Andin
53
Chapter 53 - Kekacauan
54
Chapter 54 - Meminta Bantuan
55
Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56
Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57
Chapter 57 - Perpisahan
58
Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59
Chapter 59 - Tak Menduga
60
Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!