Chapter 8 - Tentang Perempuan

"Iya. Kalau ada, aku mau yang pakai sayap," ujar Tasya.

"Hah? Emang ada pembalut yang pakai sayap?" tanggap Angga yang masih membulatkan mata.

Tasya mengangguk. "Masa kau nggak tahu sih?" balasnya.

Mendengar itu, Angga memecahkan tawa. Dia sampai terbahak-bahak. Dalam bayangannya, pembalut bersayap itu terbang dan mengepak seperti burung.

"Kau ini ada-ada saja. Masa ada pembalut pakai sayap? Terbang dong kalau dipakai. Hahaha!" ucap Angga yang masih tergelak. Dia kini bahkan memegangi perutnya karena merasa lucu.

Tasya menyipitkan matanya. Dahinya berkerut dalam. Tanpa basa-basi, dia tarik kerah baju Angga. Sontak itu membuat Angga langsung berhenti tertawa.

"Eh! Kau ini benar-benar kolot, atau sengaja mengejekku?!" timpal Tasya dengan wajah sangar.

"Aku serius loh. Aku benar-benar baru kali ini mendengar ada pembalut pakai sayap!" ungkap Angga. Dia menjauhkan tangan Tasya dari kerah bajunya. "Nggak perlu sewot juga kali!" tambahnya.

"Eh! Kau nggak tahu kalau aku sekarang dalam posisi darurat. Ini rokku bisa belepotan kalau nggak secepatnya pakai pembalut. Jadi kau punya atau tidak?!" desak Tasya.

"Enggaklah! Punyaku kebetulan juga sudah habis." Angga tentu berbohong.

"Bilang dong dari tadi! Nggak perlu pakai ketawa juga!" geram Tasya.

Bersamaan dengan itu, Luna datang. Dia baru selesai mandi. Terasa jelas dari aroma tubuhnya yang harum semerbak.

Glek!

Angga telan ludah saat melihat Luna. Apalagi saat teringat dengan penampilan cewek itu yang bertelanjang dada terakhir kali. Sekarang Luna tampak mengenakan handuk kimono berwarna pink.

'Dia benar-benar cantik sekali. Tapi sayang kelakuannya kayak iblis,' komentar Angga dalam hati. Dia segera bergerak untuk mengenakan seragam.

"Lun! Kau punya pembalut nggak? Aku tiba-tiba mens saat baru aja pakai seragam," ucap Tasya.

"Tunggu sebentar," sahut Luna sembari membuka lemarinya. Di sana dia mengambil sebuah tas berukuran sedang. Dirinya memiliki banyak persediaan pembalut.

"Kau mau pakai sayap atau nggak?" tanya Luna.

"Yang pakai sayap," jawab Tasya seraya melirik tajam Angga. Dia lalu berucap, "Tuh dengar kan? Kau nya saja yang kampungan!"

"Kenapa?" Luna lantas penasaran. Dia menyerahkan pembalut pada Tasya.

"Ini nih! Masa dia nggak tahu kalau ada pembalut yang pakai sayap," imbuh Tasya. Dia menarik Angga mendekat. Tanpa diduga, Tasya memamerkan pembalut bersayap itu ke hadapan wajah Angga.

"Nih kau lihat! Begini pembalut yang pakai sayap. Kegunaan sayapnya tuh biar--"

"Udah-udah stop! Oke, aku paham. Kau tidak perlu menjelaskannya sampai begitu," sergah Angga yang tak mau lagi membahas perihal masalah pribadi perempuan.

"Dasar anak kampung!" tukas Tasya.

Angga mendengus kasar. Tujuannya datang ke sekolah itu juga tak mau mendapat image sebagai anak kampungan.

Angga lantas sengaja memamerkan tas mahalnya ke hadapan Tasya. Lalu dia juga mengenakan jam tangan mahalnya di hadapan cewek tersebut.

Tasya tampak terkagum. Mulutnya sampai menganga hingga membentuk huruf O. Sebagai anak orang kaya, dia tentu tahu yang mana barang bermerek mahal atau tidak.

"Bukankah itu tas gucci keluaran terbaru? Luna lihat! Itu yang sangat ingin kau beli kan?" imbuh Tasya.

Luna menghampiri Angga. Dia memastikan keasliannya.

"Jadi ini milikmu?" tanya Luna.

"Kau pikir aku pinjam?" balas Angga. Padahal kenyataannya dia memang pinjam.

Luna menarik sudut bibirnya ke atas. Melihat itu, Angga juga segera menunjukkan ekspresi yang sama. Selanjutnya, Angga beranjak dari kamar tanpa sepatah kata pun.

"Menurutku dia aneh," ucap Tasya.

"Aku juga berpikir begitu. Tapi aku jadi penasaran dengannya," ungkap Luna sambil melipat tangan ke depan dada.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Waduh Angga, gimana bisa ketahuan penyamaran mu, kalau tidak hati².

2024-09-07

0

Yuli a

Yuli a

waduh... belum juga misi nya berhasil tapi udh dicurigai.
.

2024-08-31

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Penyamaran
2 Chapter 2 - Geng Cleopatra
3 Chapter 3 - Resiko Menyamar
4 Chapter 4 - Teman Sekamar
5 Chapter 5 - Memergoki
6 Chapter 6 - Ketahuan?
7 Chapter 7 - Samantha
8 Chapter 8 - Tentang Perempuan
9 Chapter 9 - Berdebar
10 Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11 Chapter 11 - Ngorok
12 Chapter 12 - Godaan
13 Chapter 13 - Penipu Ulung
14 Chapter 14 - Kena Sasaran
15 Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16 Chapter 16 - Intel
17 Chapter 17 - Tingkah Luna
18 Chapter 18 - Menahan Diri
19 Chapter 19 - Syarat Samantha
20 Chapter 20 - Diary Silvia
21 Chapter 21 - Di Rooftop
22 Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23 Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24 Chapter 24 - Melakukannya
25 Chapter 25 - Maniak Lainnya
26 Chapter 26 - Terbuai Lagi
27 Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28 Chapter 28 - Putus
29 Chapter 29 - Kakak
30 Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31 Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32 Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33 Chapter 33 - Bu Sasya
34 Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35 Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36 Chapter 36 - Pembullyan
37 Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38 Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39 Chapter 39 - Menawan Luna
40 Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41 Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42 Chapter 42 - Rasa Bersalah
43 Chapter 43 - Mencari Yudha
44 Chapter 44 - Jatuh
45 Chapter 45 - Fakta Baru
46 Chapter 46 - Melepaskan Luna
47 Chapter 47 - Fakta Lainnya
48 Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49 Chapter 49 - Terbuai Lagi
50 Chapter 50 - Jelek
51 Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52 Chapter 52 - Pengakuan Andin
53 Chapter 53 - Kekacauan
54 Chapter 54 - Meminta Bantuan
55 Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56 Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57 Chapter 57 - Perpisahan
58 Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59 Chapter 59 - Tak Menduga
60 Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61 Pengumuman
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Chapter 1 - Penyamaran
2
Chapter 2 - Geng Cleopatra
3
Chapter 3 - Resiko Menyamar
4
Chapter 4 - Teman Sekamar
5
Chapter 5 - Memergoki
6
Chapter 6 - Ketahuan?
7
Chapter 7 - Samantha
8
Chapter 8 - Tentang Perempuan
9
Chapter 9 - Berdebar
10
Chapter 10 - Kembalinya Surat Misterius
11
Chapter 11 - Ngorok
12
Chapter 12 - Godaan
13
Chapter 13 - Penipu Ulung
14
Chapter 14 - Kena Sasaran
15
Chapter 15 - Ketahuan Luna?
16
Chapter 16 - Intel
17
Chapter 17 - Tingkah Luna
18
Chapter 18 - Menahan Diri
19
Chapter 19 - Syarat Samantha
20
Chapter 20 - Diary Silvia
21
Chapter 21 - Di Rooftop
22
Chapter 22 - Isi Diary Silvia
23
Chapter 23 - Fakta Tentang Andin
24
Chapter 24 - Melakukannya
25
Chapter 25 - Maniak Lainnya
26
Chapter 26 - Terbuai Lagi
27
Chapter 27 - Kesepakatan Dengan Luna
28
Chapter 28 - Putus
29
Chapter 29 - Kakak
30
Chapter 30 - Masa Lalu Angga
31
Chapter 31 - Pertemuan Yang Canggung
32
Chapter 32 - Rencana Menipu Mafia
33
Chapter 33 - Bu Sasya
34
Chapter 34 - Di Ajak Bicara
35
Chapter 35 - Bergabung Dengan Geng
36
Chapter 36 - Pembullyan
37
Chapter 37 - Ingin Menguaknya Secepat Mungkin
38
Chapter 38 - Fakta Tentang Klub Belajar
39
Chapter 39 - Menawan Luna
40
Chapter 40 - Ketahuan Lagi
41
Chapter 41 - Sosok Pengirim Surat Misterius
42
Chapter 42 - Rasa Bersalah
43
Chapter 43 - Mencari Yudha
44
Chapter 44 - Jatuh
45
Chapter 45 - Fakta Baru
46
Chapter 46 - Melepaskan Luna
47
Chapter 47 - Fakta Lainnya
48
Chapter 48 - Gangguan Sejenak
49
Chapter 49 - Terbuai Lagi
50
Chapter 50 - Jelek
51
Chapter 51 - Bicara Dengan Andin
52
Chapter 52 - Pengakuan Andin
53
Chapter 53 - Kekacauan
54
Chapter 54 - Meminta Bantuan
55
Chapter 55 - Bertanggung Jawab
56
Chapter 56 - Alasan Samantha Yang Lain
57
Chapter 57 - Perpisahan
58
Chapter 58 - Semuanya Terkuak!
59
Chapter 59 - Tak Menduga
60
Chapter 60 - Berakhir Di Sini
61
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!