Sehabis pulang sekolah, Angga biasanya tidur siang. Namun tidurnya harus terganggu saat sebuah semburan air menghantam wajahnya. Sontak Angga langsung terbangun. Suara gelak tawa Luna seketika terdengar.
Angga melihat Luna tidak sendirian. Ada ke-empat anggota geng lainnya di dalam kamar. Penampilan mereka tampak tidak biasa. Mereka semua tampak mengenakan pakaian bagus dan modis. Mereka bahkan mengenakan make up cukup tebal.
"Lihat, guys! Babi sudah bangun," cetus Tasya.
Dengan wajah cemberut, Angga merubah posisi menjadi duduk. Apalagi saat tatapannya bertemu dengan Luna.
"Bisakah kau kondisikan kebiasaan ngorokmu itu?! Aku dan Tasya terpaksa tidur ke sebelah karena itu! Andai bukan karena capek, sudah kupindahkan kau ke teras!" omel Luna.
Angga ingin sekali marah. Kedua tangannya bahkan terkepal erat. Namun dia harus menahan amarah jika ingin menjadi bagian dari geng cleopatra.
"Maaf..." Angga hanya bisa mengatakan itu.
"Kau pikir semuanya selesai dengan kata maaf?!" timpal Tasya.
"Kalau ngorokmu itu tidak bisa berhenti, kau tidak bisa tidur di kamar ini lagi. Mengerti?!" tegas Luna. "Ayo kita pergi!" ajaknya sembari berjalan keluar kamar lebih dulu.
Angga memilih diam. Membiarkan semua orang keluar dari kamar.
"Maklumi saja kelakuannya. Luna memang selalu bersikap seenaknya pada orang lain. Aku sarankan kau untuk pindah kamar." Tanpa diduga, salah satu anggota geng cleopatra berucap begitu. Dia tidak lain adalah Andin.
Pupil mata Angga membesar. Ia memilih tidak mengatakan apapun. Andin memang terkesan peduli. Namun menurut Angga, Andin tidak sepeduli itu, karena saat dirinya kena marah tadi Andin hanya diam saja.
"Mereka semua sama saja," gumam Angga. Dia turun dari ranjang dan bersiap untuk menemui Aries.
Angga mengenakan jaket hoodienya lagi. Mengingat tudungnya sangat berguna untuk menutupi kepala.
Ketika menuruni tangga, Angga bertemu dengan Samantha.
"Sudah kuduga kau akan pergi," tegur Samantha.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Angga.
"Kebanyakan murid memang pergi saat weekend. Btw, aku boleh ikut kau kan?" tukas Samantha. Dia menyenggol Angga dengan bahu dan tersenyum.
"Maaf. Tapi aku tidak bisa membawamu bersamaku. Aku punya urusan sangat pribadi," sahut Angga.
"Sepribadi apa?" Samantha mendekat. Ia membuat Angga harus melangkah mundur dan terpojok ke dinding.
"Sam! Apa yang kau lakukan?" tanya Angga yang tiba-tiba merasa gugup. Apalagi saat melihat tatapan nakal Samantha.
"Apa sepribadi ini?" Tanpa diduga tangan Samantha menelusur di perut Angga. Tangannya terus bergerak ke bawah sampai menyentuh aset pribadi cowok tersebut.
Sekujur tubuh Angga seketika dibuat merinding. Terlebih dia tidak pernah disentuh cewek dengan begitu sebelumnya.
"Sam! Jangan coba-coba! Kau akan mendapatkan akibatnya kalau bertindak berlebihan begini!" seru Angga yang langsung menjauhkan tangan Samantha dari juniornya.
"Apa akibatnya? Apa kau akan menerkamku?" tanggap Samantha seraya tersenyum.
Angga tercengang. Ia tak menyangka Samantha akan bereaksi begitu.
"Kau tidak akan bisa membayangkan apa yang terjadi pada seorang cowok kalau kau nekat menggodanya," tukas Angga. Dia membuang rasa gugupnya dengan baik. Akan memalukan jika cowok sepertinya terlihat begitu pecundang di depan cewek.
Samantha malah terkekeh. "Kau malah membuatku jadi penasaran," ungkapnya.
Angga mendorong Samantha menjauh. Lalu tersenyum miring. "Aku harus pergi," ucapnya.
"Apa kau tahu rahasia umum murid di sekolah khusus perempuan?" cetus Samantha. Langkah Angga sontak berhenti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Yuli a
aku ko curiga sama Samantha sih...
2024-09-03
1
lupa nama
sikap Samantha agresif banget, bisa di percaya gak sih Samantha ini???
2024-09-02
1