Aku yang jenius atau cucumu?

"Kenapa? Apa aku berada di atas tingkat dari cucu jeniusmu itu"

Meilan kembali terkekeh, sangat lucu melihat wajah mereka terutama Chanzi yang tampak tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

"Itu tidak mungkin"

Sargah wanita tua itu dengan cepat.

"Meilan itu terdengar mustahil, kau yakin tidak menggunakan ilmu terlarang untuk mempercepat terobosanmu?"

Chanzi berkata kemudian, Dia jelas masih belum percaya jika Meilan yang di anggap sampah kini mengalahkannya. Dia pikir pantas saja Meilan kini berani padanya, dan juga dia tidak bisa mendeteksi tingkat kultivasi gadis itu.

Tapi bagaimana bisa sampah itu mengalahkannya dalam satu hari? Bukankah itu terdengar mustahil.

Jangankan dirinya, bahkan jika semua orang mengetahuinya mereka akan terkejut dan akan menolak untuk percaya.

"Ayah lihat, bahkan dia bisa memfitnahku menggunakan ilmu terlarang di hadapan semua orang"

Rengek Meilan pada ayahnya, Gadis itu menggoyangkan tangannya ayahnya beberapa waktu.

"Berhenti mengadu domba, Cucuku hanya menebak, lagi pula sangat mustahil kau bisa mengalami terobosan secepat itu"

Sela nyonya besar Bai

"Itu berarti aku yang genius, bukan cucumu itu, terima saja jika cucumu itu bodoh bagaimana bisa dia lebih tua dariku tapi masih di ranah mortal tingkat 8"

Meilan menggelengkan kepalanya. Lalu kembali berkata

"Ckckc pasti sampai tua nanti dia hanya bisa menginjak ranah bumi tingkat 3 seperti neneknya"

Ejek Meilan tanpa tanggung tanggung.

Sedangkan Phoenix dalam dimensi seolah ingin muntah darah mendengar kalimat gadis itu.

Mana bisa di umur 18 tahun sudah menginjak ranah mortal tingkat 8 di katakan bodoh? Itu termasuk jenius muda. Jika orang mendengarnya mereka akan berteriak marah pada gadis itu

Namun sepertinya Meilan tidak akan peduli, karna faktanya dia berhak sombong karna pencapaiannya benar benar seolah di berkahi oleh surga.

"Kau"

Wajah nyonya besar Bai menggelap, dia jelas sadar jika gadis kecil di hadapannya itu menyinggungnya.

"Kau benar benar sampah, Tidak dengan kultivasimu sikapmu benar benar tidak menandakan seorang putri"

Teriak nyonya besar Bai menggebu gebu

"Pantas saja ibumu meninggalkanmu, Dia pasti akan gila jika menghadapi putrinya yang gila"

Lanjut wanita tua itu dengan intonasi yang masih sama.

Wajah Meilan yang tadinya tampak santai dan cengegesan kini berubah menjadi dingin. satu hal yang harus semua orang tau jika gadis itu mungkin saja tidak memperdulikan sikap atau tindakan orang lain tapi jika orang itu membawa keluarga atau ibunya maka itu sudah di garis bawahi.

"Kau mencari kematian"

Gumam gadis itu dengan senyum tipis tak terlihat.

"Ibuuu berhenti mengatakan yang tidak tidak pada putriku, harusnya ibu sadar dengan perlakuan ibu ini, ibu jelas tau jika Chanzi salah tapi ibu masih membelanya"

Teriak Jendral Bai dengan tangannya yang terkepal, kali ini emosinya benar benar memuncak. Jika saja ibunya itu adalah orang lain mungkin pedangnya telah menembus perut orang itu.

Namun itu adalah orang tuanya, Tapi meski begitu dia tidak akan membiarkan ibunya menyakiti putri semata wayangnya.

"Jika dulu aku diam dan mengabaikannya kali ini tidak lagi, Bawa Chanzi bersama ibu"

Chanzi yang mendengar itu seketika membelalakkan matanya terkejut, dia segera berkata

"Tidak paman, aku mohon jangan usir aku, aku minta maaf jika aku salah, Jangan usir aku paman"

Pinta gadis itu dengan berlutut di bawah sana.

"Bai su kau benar benar keterlaluan pada keponakanmu, kau harus ingat jika ibu dan ayahnya telah tiada"

Timpal nyonya besar Bai, dia juga terkejut dengan keputusan putranya itu.

Sedangkan Jendral Bai yang mendengar perkataan mereka kembali membuka mulutnya.

"Jika aku keterlaluan, Maka satu tangannya kini telah terpisah dengan tubuhnya, Tapi aku masih berbaik hati karna mengingat kakak Jiang"

Ucapnya dengan dingin.

"Jadi Chanzi pergilah dengan nenekmu, keluar dari kediamanku, Bukankah nenekmu itu mengatakan jika kamu adalah cucu kesayangannya, maka pasti dia tidak akan keberatan merawatmu"

Lanjut jendral Bai kembali.

Chanzi menggelengkan kepalanya, dibandingkan dengan kediaman neneknya kediaman Bai jelas lebih besar dan mewah, dia tidak ingin itu.

"Meilan maafkan aku, aku benar benar minta maaf, jangan usir aku dari sini"

Pinta Chanzi yang kini membuang harga dirinya yang sejak dulu dia junjung setinggi mungkin.

"Kenapa kau menangis ketika kau harus meninggalkan rumah yang bukan rumahmu"

Ucap Meilan yang mengerutkan keningnya

"Pergilah bersama nenek kesayanganmu, Kamu pasti akan bahagia"

Lanjut Meilan yang kemudian terkekeh pelan.

"Ayah, ayo aku sangat lapar"

Rengek Meilan kepada jenderal Bai.

"Baiklah ayo kita makan"

Setuju pria paruh baya itu

Chanzi mengepalkan tangannya ketika melihat mereka berdua meninggalkan ruangan

"Meilan, tunggu saja aku benar benar akan menghabisi mu"

Batin gadis itu dengan dendam yang memburu dalam hatinya.

****************

Dan kini Chanzi benar benar di depak dari kediaman Bai, dia membawa barang barangnya ke kediaman Nyonya besar Bai dan suaminya yang tidak lain adalah tuan besar Bai tao.

Tuan besar Bai tampak memperhatikan kedua wanita itu yang baru saja masuk ke kediaman mereka dengan heran, terlebih ketika melihat ada banyak barang bawaan di belakang sana.

"Apa yang terjadi?"

Tuan besar Bai tidak bisa menahan rasa penasarannya.

"Apa lagi, tentu saja ini masalah yang di buat oleh cucu kesayanganmu itu, bagaimana dia bisa menyerang Chanzi dan membuat Chanzi di usir dari kediaman Bai"

Sentak nyonya besar Bai dengan emosi yang menggebu gebu.

"Meier menyerang Chanzi?"

Tanya pria tua itu dengan heran, dia pikir bagaimana bisa cucunya itu menyerang Chanzi sedangkan Meilan sendiri tidak bisa berkultivasi.

"Siapa lagi, tentu saja dia, ohh kau tidak tau ya dia sudah bisa berkultivasi sekarang, dan bersikap sombong karna berhasil melangkahi Chanzi hingga pada akhirnya menyerangnya"

Cerocos Wanita tua itu kembali

Dan belum sempat nyonya besar Bai kembali melanjutkan perkataannya, Tuan besar bai kini berlalu dari sana dengan tergesa gesa.

"Yakkk mau kemana kau"

Nyonya besar Bai berteriak ke arah suaminya kini telah menghilang tanpa jejak.

Chanzi memijit pelipisnya pusing, baginya tidak ada gunanya menjelaskan apa yang terjadi pada pria tua itu, lagi pula ujungnya pria tua itu akan membela cucu kesayangannya yakni Meilan.

Bahkan ketika cucunya masih menjadi sampah, dia sangat menyayanginya lalu bagaimana jika dia tau kini Meilan bisa berkultivasi, bukankah pria itu akan menyanjung cucu kesayangannya itu setiap detik.

"Nenek aku akan ke kamar, rasanya kepalaku sedikit sakit"

Keluh gadis itu.

"Pergilah, aku akan meminta pelayan membawakan makanan untukmu"

Chanzi hanya mengangguk kemudian segera berlalu dari sana.

****************

Di kamar Meilan, gadis yang baru saja menikmati makan siangnya itu tampak bersantai di kamar miliknya.

"Jingmi"

Dan ketika dia menyebut nama itu, seorang pria berpakaian hitam tampak muncul di hadapannya, itu adalah penjaga bayangan yang di berikan Panglima peran Bai tao, yakni Tuan besar Bai pada cucunya.

Mengingat jika cucunya tidak bisa berkultivasi membuat dia menyiapkan penjaga bayangan yang terpercaya untuk Meilan.

"Lalukan ini untukku"

Ucap gadis itu kemudian memberikan sebuah gulungan pada Jingmi.

"Ini"

Jingmi tampak terdiam setelah melihat maksud dari deretan huruf yang ada di gulungan tersebut, dia menatap nonanya beberapa waktu.

Terpopuler

Comments

Erna Fkpg

Erna Fkpg

seru banget

2025-02-23

0

YuWie

YuWie

mantappp ya

2024-12-12

0

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Pedaskan? 😁

2024-11-02

1

lihat semua
Episodes
1 Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2 Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3 Cahaya biru yang menjengkelkan
4 Berniat memutuskan pertunangan
5 Bukan hanya ancaman
6 Gadis yang berbeda?
7 Kedatangan nyonya besar Bai
8 Aku yang jenius atau cucumu?
9 Fan Zhuang
10 Kekuatan roh
11 Di dalam mimpi yang menyedihkan
12 Mei Sashuang
13 Pertarungan level langit tingkat 9
14 Kedatangan penatua Hong
15 Orang bermarga Tao
16 Meledakkan 2 tungku
17 Berangkat ke sekte teratai hitam
18 Kehancuran Sekte teratai hitam
19 Memulihkan diri
20 gadis kecil dari sekte teratai hitam
21 Berbeda buka berarti buruk
22 Perkara ciuman
23 Syarat yang tidak masuk akal
24 Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25 Kemarahan Chanzi
26 Pembalasan
27 Aula rapat
28 Hukuman Chanzi
29 Rumah pelelangan
30 Rumah lelang
31 Tungku Tua
32 Berangkat ke akademi
33 Serigala putih tingkat 3
34 Kekacauan
35 Pendaftaran
36 Pergi bersama fan Zhuang
37 Spiritualis Dunia
38 Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39 Guru dan murid
40 Pertarungan
41 masuk kedalam hutan
42 Sulit melawan spritualis dunia
43 Pria mengerikan di belakangnya
44 Hadiah untuk Tuan Yie
45 Munculnya naga ilahi
46 Binatang Kontrak yang membangkang
47 Berangkat ke Klan Shuoxue
48 Tombak
49 Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50 Aula rapat
51 Bertemu orang orang Tao
52 Pertarungan dengan Shuanggo
53 Putri dari anak surga
54 Menghindarlah
55 Perjalanan ke akademi Zhishu
56 Cerita masa lalu
57 Murid sombong dari akademi Yueyin
58 Hari pertama pertandingan
59 Hong Yini
60 Babak kedua
61 Kecurangan
62 Kecurangan 2
63 Pertandingan membuat obat
64 Menang
65 Salah memilih target
66 Pertandingan memanah : Babak pertama
67 Pertandingan memanah : Babak kedua
68 Cincin merah yang berkelip
69 Kemarahan Meilan
70 Berburu binatang roh
71 Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72 Berburu binatang roh 2
73 Wanita pembunuh induk serigala
74 Kembali merasakan kecurangan
75 Aura dingin yang menusuk
76 Cerita tentang raja iblis
77 Yang terjadi di alam Zenith
78 Adanya sayembara
79 Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80 Di dalam hutan
81 Kabut ilusi
82 Raja iblis
83 Melakukan kontrak
84 Efek dari ledakan
85 Takut
86 Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87 Cara yang berbahaya
88 Pamit
89 Pulang
90 Sesuatu yang mengejutkan
91 Meilan terluka
92 Jaga matamu
93 Berangkat ke jurang iblis
94 Musuh yang semakin menggila
95 Darurat
96 Informasi
97 Informasi yang bocor
98 Wanita bernama Rui
99 Wanita yang selama ini di cari
100 Aku yang kalian cari
101 Tujuan yang sama
102 apakah kau mengenalnya?
103 Berita untukmu Rui
104 Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105 Aku merindukanmu
106 Kematian nyonya besar Bai
107 Kabar baik untuk Dong Hai
108 Meilan kembali ke akademi
109 Pria mesum
110 Bertindak bodoh
111 Kembali ke Alam Zenith
112 Situasi yang kacau
113 Di bunuh atau membunuh
114 Dalam posisi yang sama
115 Bergerak menuju klan Ziu
116 Masuk ke klan Ziu
117 Berita yang pecah
118 Mempersiapkan diri
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2
Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3
Cahaya biru yang menjengkelkan
4
Berniat memutuskan pertunangan
5
Bukan hanya ancaman
6
Gadis yang berbeda?
7
Kedatangan nyonya besar Bai
8
Aku yang jenius atau cucumu?
9
Fan Zhuang
10
Kekuatan roh
11
Di dalam mimpi yang menyedihkan
12
Mei Sashuang
13
Pertarungan level langit tingkat 9
14
Kedatangan penatua Hong
15
Orang bermarga Tao
16
Meledakkan 2 tungku
17
Berangkat ke sekte teratai hitam
18
Kehancuran Sekte teratai hitam
19
Memulihkan diri
20
gadis kecil dari sekte teratai hitam
21
Berbeda buka berarti buruk
22
Perkara ciuman
23
Syarat yang tidak masuk akal
24
Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25
Kemarahan Chanzi
26
Pembalasan
27
Aula rapat
28
Hukuman Chanzi
29
Rumah pelelangan
30
Rumah lelang
31
Tungku Tua
32
Berangkat ke akademi
33
Serigala putih tingkat 3
34
Kekacauan
35
Pendaftaran
36
Pergi bersama fan Zhuang
37
Spiritualis Dunia
38
Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39
Guru dan murid
40
Pertarungan
41
masuk kedalam hutan
42
Sulit melawan spritualis dunia
43
Pria mengerikan di belakangnya
44
Hadiah untuk Tuan Yie
45
Munculnya naga ilahi
46
Binatang Kontrak yang membangkang
47
Berangkat ke Klan Shuoxue
48
Tombak
49
Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50
Aula rapat
51
Bertemu orang orang Tao
52
Pertarungan dengan Shuanggo
53
Putri dari anak surga
54
Menghindarlah
55
Perjalanan ke akademi Zhishu
56
Cerita masa lalu
57
Murid sombong dari akademi Yueyin
58
Hari pertama pertandingan
59
Hong Yini
60
Babak kedua
61
Kecurangan
62
Kecurangan 2
63
Pertandingan membuat obat
64
Menang
65
Salah memilih target
66
Pertandingan memanah : Babak pertama
67
Pertandingan memanah : Babak kedua
68
Cincin merah yang berkelip
69
Kemarahan Meilan
70
Berburu binatang roh
71
Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72
Berburu binatang roh 2
73
Wanita pembunuh induk serigala
74
Kembali merasakan kecurangan
75
Aura dingin yang menusuk
76
Cerita tentang raja iblis
77
Yang terjadi di alam Zenith
78
Adanya sayembara
79
Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80
Di dalam hutan
81
Kabut ilusi
82
Raja iblis
83
Melakukan kontrak
84
Efek dari ledakan
85
Takut
86
Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87
Cara yang berbahaya
88
Pamit
89
Pulang
90
Sesuatu yang mengejutkan
91
Meilan terluka
92
Jaga matamu
93
Berangkat ke jurang iblis
94
Musuh yang semakin menggila
95
Darurat
96
Informasi
97
Informasi yang bocor
98
Wanita bernama Rui
99
Wanita yang selama ini di cari
100
Aku yang kalian cari
101
Tujuan yang sama
102
apakah kau mengenalnya?
103
Berita untukmu Rui
104
Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105
Aku merindukanmu
106
Kematian nyonya besar Bai
107
Kabar baik untuk Dong Hai
108
Meilan kembali ke akademi
109
Pria mesum
110
Bertindak bodoh
111
Kembali ke Alam Zenith
112
Situasi yang kacau
113
Di bunuh atau membunuh
114
Dalam posisi yang sama
115
Bergerak menuju klan Ziu
116
Masuk ke klan Ziu
117
Berita yang pecah
118
Mempersiapkan diri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!