Gadis yang berbeda?

Meilan, dimana gadis yang seharusnya bersembunyi karna baru saja telah mencelakai seseorang, gadis itu malah tampak biasa biasa saja saat ini.

Saat ini gadis itu tengah berada di pasar jongwong bersama Zinzin

Gadis itu seolah benar benar tidak peduli dengan Chanzi yang telah terluka di tangannya. Berbeda dengan Zinzin pelayan miliknya yang tampak merasa cemas takut jika nonanya itu menjadi bulan bulanan dari nyonya besar Bai yang begitu menyayangi Chanzi.

Seandainya Meilan tau apa yang di pikirkan pelayannya itu mungkin gadis itu akan menggeplak kepalanya, mana mungkin dia membiarkan dirinya menjadi bulan bulanan orang lain, yang benar saja Meilan tidak akan membiarkan itu terjadi.

"Ini benar benar sama dengan pasar di dunia modern"

Gumam gadis itu, Meilan tampak sibuk memperhatikan sekitarnya, kemudian membawa langkahnya mendekati seorang penjual tanghulu yang tidak jauh dari posisinya.

"Silahkan nona Bai"

Penjual tersebut berkata dengan ramah.

"Aku ingin dua"

Meilan berkata dengan respon yang sama

Setelah mengambil pesanan miliknya, Zinzin segera membayar pesanan milik nonanya itu

Meilan tampak menikmati tanghulu di tangannya, tidak butuh waktu yang lama kini buah yang di lapisi dengan gula itu kini telah di cerna di perutnya.

"Putri ingin membeli sesuatu?"

Zinzin kembali bertanya dengan antusias.

Bagaimana tidak, ini adalah hari pertama nonanya itu bisa keluar menikmati keramaian karna dulu kondisi fisik nonanya begitu buruk sehingga mengharuskannya tidak bisa berada jauh dari kediaman Bai.

Meilan tampak berfikir beberapa waktu, hingga matanya tampak tertuju pada sebuah penjual perhiasan di ujung sana.

Penjual itu berbeda dengan yang lainnya, dia memilih meletakkan seluruh jualannya di tanah dengan hanya beralasan sebuah kain usang.

"Silahkan nona"

Penjual perhiasan yang mengenakan pakaian compang camping itu berkata dengan senang

"Aku akan melihat lihat lebih dulu"

Jawab gadis itu

Sedangkan zinzin hanya diam memperhatikan nonanya yang tampak sibuk memilih berbagai perhiasan di depannya.

"Aku ingin ini"

Meilan menunjuk sepasang jepit rambut dengan ukiran naga. Entah mengapa Meilan merasa tertarik dengan jepit rambut tersebut.

Penjual tersebut tersenyum senang lantas memberikan sepasang jepit rambut itu pada Meilan.

Setelah membayar jepit rambut tersebut Meilan hendak kembali, Namun saat gadis itu hendak membalikkan tubuhnya kejadian tidak terduga terjadi.

Bughhh

"Auhhh"

Meilan meringis memegang jidatnya yang terasa nyeri

"Maafkan putri Meilan putra mahkota, putri Meilan benar benar tidak sengaja menabrak anda"

Zinzin yang segera tersadar seketika berlutut di bawah tanah ketika menyadari orang yang menabrak nonanya itu adalah putra mahkota Jingguo.

Mendengar kata PUTRA MAHKOTA yang di sebut oleh zinzin membuat Meilan mendonggakkan kepalanya.

Kini pandangan mereka beradu beberapa saat, Meilan menatap pria itu dengan tatapan penuh kebencian, bayangan bayangan bagaimana pria itu mempermalukan pemilik asli tubuhnya membuat dia di seliputi amarah.

Berbeda dengan Meilan, Putra mahkota Jingguo tampak menatap Meilan dengan tatapan terpesona.

Sejak kapan calon permaisurinya itu tampak mempesona, bahkan kini kulitnya terlihat cerah dari biasanya, bahkan rambutnya dia biarkan terurai begitu saja tampa perhiasan apapun di menghiasi kepalanya.

Dan satu hal yang mengejutkan bagi putra mahkota Jingguo, yakni ketika menyadari Meilan telah mencapai ranah mortal tingkat 9.

Itu? Bagaimana bisa itu terjadi.

Meilan tampak tidak peduli dengan apa yang ada dipikiran pria di hadapannya. Dia hanya menatap pelayannya yang kini bersujud di tanah dengan gerah.

"Kau, untuk apa kau bersujud di bawah sana, cepat berdiri atau aku akan mematahkan kakimu"

Sentak Meilan yang tidak terima orangnya berujud di kaki musuhnya

"Ta tapi putri"

"Tapi apa? Dia yang menabrakku lalu kenapa kau yang harus bersujud meminta maaf?"

Sela Meilan kembali yang kemudian menatap putra mahkota Jingguo dengan tatapan sengit.

"Kau sudah bisa berkultivasi?"

Tanya Putra mahkota Jingguo yang seolah tidak peduli dengan pertengkaran kedua wanita itu, Dia memilih penasaran dengan tingkat kultivasi Meilan.

"Bukan urusanmu"

Putra mahkota Jingguo semakin terkejut dengan sikap Meilan.

Tidak biasanya tunangannya itu bersikap tidak hormat padanya, selama ini jangankan untuk berbicara Meilan hanya menundukkan kepalanya ketika berhadapan dengannya bahkan tidak mengucapkan sepatah katapun ketika dirinya mempermalukannya.

Tapi sekarang gadis itu berani menatapnya, menatapnya tanpa rasa takut.

Dia merasa berhadapan dengan orang yang berbeda.

"Putri Meilan sepertinya kau telah kehilangan sopan santunmu"

Ucap putra mahkota Jingguo dengan datar

Mendengar itu membuat Meilan merasa tidak senang.

"Bukankah sedari dulu kau telah mengatakan jika aku tidak tau sopan santun? Lalu kenapa sekarang kau terkejut"

Ejek Meilan

Mendengar itu membuat putra mahkota Jingguo mengepalkan tangannya

"Kau bersikap sombong hanya sudah mampu berkultivasi, tapi sayang sekali kau masih berada di bawahku"

Meilan yang mendengar itu lantas tertawa terbahak bahak

Mendengar sebuah keributan membuat orang orang seketika memusatkan pandangan mereka, melihat dimana terjadi perseteruan antara putri seorang jendral perang dengan putra mahkota.

"Kau yakin ingin mengejekku? Kita jelas berbeda putra mahkota"

Ucap Meilan kemudian

"Aku masih berumur 15 tahun dan telah mencapai alam mortal tingkat 9 sedangkan kau di umurmu yang 25 tahun kau masih berada di ranah langit tingkat 3"

"Disaat kau berada di umur yang sama denganku, kau bahkan masih berada di alam mortal tingkat 3"

Mendengar rentetan kalimat yang di ucapkan oleh tunangannya itu membuat wajah putra mahkota Jingguo menghitam.

Dia fikir beraninya gadis itu menghinanya, sedangkan di sisi lain semua orang jelas berbisik, terkejut dengan keberanian Meilan yang berani menjawab putra mahkota, dan juga terkejut dengan sebuah fakta dimana putri Meilan yang dulunya sampah kini telah mencapai alam mortal tingkat 9 di umurnya yang 15 tahun.

Surga, gadis itu benar benar memiliki berkah dari dewa

****************

Di salah satu kamar di kediaman Bai

"Kapan nenek akan tiba?"

Gadis itu adalah Chanzi, bertanya pada pelayan miliknya yang tengah mengoleskan obat di punggungnya

"Nyonya besar mungkin tiba hari ini nona"

Jawab pelayan tersebut

Senyum lebar terbit di bibir Chanzi, Rasa bahagia seketika muncul dalam dirinya.

Dia jelas tau jika sang nenek ada di pihaknya, bahkan wanita tua itu tidak segan segan menunjukkan ketidak sukaannya pada Meilan, sekalipun dia merupakan putri sah dari Jendral Bai.

Menurut wanita tua itu, Meilan adalah gadis sampah yang hanya beruntung terlahir dalam keturunan Bai, Gadis itu benar benar tidak memiliki hal apapun untuk di banggakan. Berbeda dengan Chanzi menurutnya gadis itu termasuk salah satu jenius dari negara Xingsheng. itulah mengapa wanita tua itu selalu memanjakan Chanzi.

"Itu bagus, dengan itu aku bisa membalas gadis sialan itu"

Geram Chanzi dengan tangan terkepal

"Sekalipun aku mengadu pada paman Bai .dia jelas tidak akan memihakku, tapi tidak dengan nenek, dia pasti akan membelaku apapun yang terjadi"

Gadis itu lantas tertawa terbahak bahak, membayangkan bagaimana Meilan akan di hukum oleh nyonya besar Bai dan akan memojokkannya seperti hari hari sebelumnya jelas membuatnya merasakan kesenangan yang luar biasa.

****************

Jendral Bai yang baru saja mendapatkan kabar jika putrinya bertengkar dengan keponakannya seketika menjadi panik, dia dengan tergesa gesa menuju kamar milik putrinya, ada sejuta khawatiran yang ada di dalam hatinya.

Dia jelas tau jika Meilan bukanlah tandingan Keponakannya itu, dan dia tidak ingin hal buruk menimpa putrinya terlebih gadis itu baru saja sembuh dari sakitnya.

"Salam hormat hamba jenderal Bai"

Zizi dengan cepat memberi hormat ketika melihat kedatangan sang jendral.

Jendral Bai mengangguk menanggapi

"Dimana putriku?"

Dia bertanya tanpa basa basi.

"Putri ada di dalam tuan"

"Segera beritahu jika aku ingin berbicara dengannya"

Perintah pria itu kemudian

Zizi langsung mengangguk kemudian segera berlalu dari sana untuk mengerjakan perintah jendral perang tersebut.

selang beberapa saat gadis itu kembali, berkata jika Meilan menunggu pria paruh baya itu di dalam.

Jendral Bai segera masuk dengan tergesa gesa, dilihatnya putrinya yang saat ini tengah membaca sebuah buku di tangannya.

Namun ada sesuatu yang membuatnya membeku di tempatnya.

"Meier kau"

Jendral Bai tampak melotot beberapa waktu.

Terpopuler

Comments

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

perhiasan apapun di menghiasi kepala = perhiasan apapun menghiasi di kepala

2024-12-16

0

Cha Sumuk

Cha Sumuk

bgus ceritanya tp syg melompat lompat ga jls

2025-01-26

0

weixao

weixao

cih cih cih ciiiih/Smug//Smug//Smug//Smug/

2025-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2 Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3 Cahaya biru yang menjengkelkan
4 Berniat memutuskan pertunangan
5 Bukan hanya ancaman
6 Gadis yang berbeda?
7 Kedatangan nyonya besar Bai
8 Aku yang jenius atau cucumu?
9 Fan Zhuang
10 Kekuatan roh
11 Di dalam mimpi yang menyedihkan
12 Mei Sashuang
13 Pertarungan level langit tingkat 9
14 Kedatangan penatua Hong
15 Orang bermarga Tao
16 Meledakkan 2 tungku
17 Berangkat ke sekte teratai hitam
18 Kehancuran Sekte teratai hitam
19 Memulihkan diri
20 gadis kecil dari sekte teratai hitam
21 Berbeda buka berarti buruk
22 Perkara ciuman
23 Syarat yang tidak masuk akal
24 Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25 Kemarahan Chanzi
26 Pembalasan
27 Aula rapat
28 Hukuman Chanzi
29 Rumah pelelangan
30 Rumah lelang
31 Tungku Tua
32 Berangkat ke akademi
33 Serigala putih tingkat 3
34 Kekacauan
35 Pendaftaran
36 Pergi bersama fan Zhuang
37 Spiritualis Dunia
38 Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39 Guru dan murid
40 Pertarungan
41 masuk kedalam hutan
42 Sulit melawan spritualis dunia
43 Pria mengerikan di belakangnya
44 Hadiah untuk Tuan Yie
45 Munculnya naga ilahi
46 Binatang Kontrak yang membangkang
47 Berangkat ke Klan Shuoxue
48 Tombak
49 Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50 Aula rapat
51 Bertemu orang orang Tao
52 Pertarungan dengan Shuanggo
53 Putri dari anak surga
54 Menghindarlah
55 Perjalanan ke akademi Zhishu
56 Cerita masa lalu
57 Murid sombong dari akademi Yueyin
58 Hari pertama pertandingan
59 Hong Yini
60 Babak kedua
61 Kecurangan
62 Kecurangan 2
63 Pertandingan membuat obat
64 Menang
65 Salah memilih target
66 Pertandingan memanah : Babak pertama
67 Pertandingan memanah : Babak kedua
68 Cincin merah yang berkelip
69 Kemarahan Meilan
70 Berburu binatang roh
71 Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72 Berburu binatang roh 2
73 Wanita pembunuh induk serigala
74 Kembali merasakan kecurangan
75 Aura dingin yang menusuk
76 Cerita tentang raja iblis
77 Yang terjadi di alam Zenith
78 Adanya sayembara
79 Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80 Di dalam hutan
81 Kabut ilusi
82 Raja iblis
83 Melakukan kontrak
84 Efek dari ledakan
85 Takut
86 Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87 Cara yang berbahaya
88 Pamit
89 Pulang
90 Sesuatu yang mengejutkan
91 Meilan terluka
92 Jaga matamu
93 Berangkat ke jurang iblis
94 Musuh yang semakin menggila
95 Darurat
96 Informasi
97 Informasi yang bocor
98 Wanita bernama Rui
99 Wanita yang selama ini di cari
100 Aku yang kalian cari
101 Tujuan yang sama
102 apakah kau mengenalnya?
103 Berita untukmu Rui
104 Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105 Aku merindukanmu
106 Kematian nyonya besar Bai
107 Kabar baik untuk Dong Hai
108 Meilan kembali ke akademi
109 Pria mesum
110 Bertindak bodoh
111 Kembali ke Alam Zenith
112 Situasi yang kacau
113 Di bunuh atau membunuh
114 Dalam posisi yang sama
115 Bergerak menuju klan Ziu
116 Masuk ke klan Ziu
117 Berita yang pecah
118 Mempersiapkan diri
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2
Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3
Cahaya biru yang menjengkelkan
4
Berniat memutuskan pertunangan
5
Bukan hanya ancaman
6
Gadis yang berbeda?
7
Kedatangan nyonya besar Bai
8
Aku yang jenius atau cucumu?
9
Fan Zhuang
10
Kekuatan roh
11
Di dalam mimpi yang menyedihkan
12
Mei Sashuang
13
Pertarungan level langit tingkat 9
14
Kedatangan penatua Hong
15
Orang bermarga Tao
16
Meledakkan 2 tungku
17
Berangkat ke sekte teratai hitam
18
Kehancuran Sekte teratai hitam
19
Memulihkan diri
20
gadis kecil dari sekte teratai hitam
21
Berbeda buka berarti buruk
22
Perkara ciuman
23
Syarat yang tidak masuk akal
24
Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25
Kemarahan Chanzi
26
Pembalasan
27
Aula rapat
28
Hukuman Chanzi
29
Rumah pelelangan
30
Rumah lelang
31
Tungku Tua
32
Berangkat ke akademi
33
Serigala putih tingkat 3
34
Kekacauan
35
Pendaftaran
36
Pergi bersama fan Zhuang
37
Spiritualis Dunia
38
Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39
Guru dan murid
40
Pertarungan
41
masuk kedalam hutan
42
Sulit melawan spritualis dunia
43
Pria mengerikan di belakangnya
44
Hadiah untuk Tuan Yie
45
Munculnya naga ilahi
46
Binatang Kontrak yang membangkang
47
Berangkat ke Klan Shuoxue
48
Tombak
49
Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50
Aula rapat
51
Bertemu orang orang Tao
52
Pertarungan dengan Shuanggo
53
Putri dari anak surga
54
Menghindarlah
55
Perjalanan ke akademi Zhishu
56
Cerita masa lalu
57
Murid sombong dari akademi Yueyin
58
Hari pertama pertandingan
59
Hong Yini
60
Babak kedua
61
Kecurangan
62
Kecurangan 2
63
Pertandingan membuat obat
64
Menang
65
Salah memilih target
66
Pertandingan memanah : Babak pertama
67
Pertandingan memanah : Babak kedua
68
Cincin merah yang berkelip
69
Kemarahan Meilan
70
Berburu binatang roh
71
Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72
Berburu binatang roh 2
73
Wanita pembunuh induk serigala
74
Kembali merasakan kecurangan
75
Aura dingin yang menusuk
76
Cerita tentang raja iblis
77
Yang terjadi di alam Zenith
78
Adanya sayembara
79
Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80
Di dalam hutan
81
Kabut ilusi
82
Raja iblis
83
Melakukan kontrak
84
Efek dari ledakan
85
Takut
86
Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87
Cara yang berbahaya
88
Pamit
89
Pulang
90
Sesuatu yang mengejutkan
91
Meilan terluka
92
Jaga matamu
93
Berangkat ke jurang iblis
94
Musuh yang semakin menggila
95
Darurat
96
Informasi
97
Informasi yang bocor
98
Wanita bernama Rui
99
Wanita yang selama ini di cari
100
Aku yang kalian cari
101
Tujuan yang sama
102
apakah kau mengenalnya?
103
Berita untukmu Rui
104
Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105
Aku merindukanmu
106
Kematian nyonya besar Bai
107
Kabar baik untuk Dong Hai
108
Meilan kembali ke akademi
109
Pria mesum
110
Bertindak bodoh
111
Kembali ke Alam Zenith
112
Situasi yang kacau
113
Di bunuh atau membunuh
114
Dalam posisi yang sama
115
Bergerak menuju klan Ziu
116
Masuk ke klan Ziu
117
Berita yang pecah
118
Mempersiapkan diri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!