Kedatangan nyonya besar Bai

Jendral Bai seketika terkejut ketika melihat putrinya yang dulu tidak bisa berkultivasi kini sudah berhasil membuka Meridiangnya.

Namun bukan hal itu yang membuatnya sangat terkejut, tapi dimana kini putrinya telah mencapai ranah mortal tingkat 9, itu berarti jika putrinya telah berhasil membuka seluruh Meridiangnya.

Tapi bagaimana bisa itu terjadi secepat itu, seketika dia memandang putrinya dengan tatapan horor, Kemarin dia belum bisa melihat tingkat pencapaian putrinya dan ini hari dia melihatnya, bukankah itu artinya baru sehari Meilan berkultivasi tapi dia sudah berada di ranah mortal tingkat 9, Yang benar saja bahkan seorang jenius belum ada yang pernah meraih ranah mortal tingkat 9 dalam waktu satu hari.

Surga, Itu berarti putrinya memiliki kehendak dewa

"Meier ini, Kau sudah berada di ranah mortal tingkat 9"

Jendral Bai bertanya dengan cepat.

Meilan menganggukkan kepalanya

"Tapi kenapa bisa secepat itu?"

Tanya jendral Bai kembali

Pria paruh baya segera duduk di samping putrinya, menatapnya dengan rasa penuh penasaran.

Meilan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia bingung bagaimana menjelaskannya.

"Ahh itu, temanku yang membantuku ayah, tapi aku tidak bisa memberitahu siapa dia, karna dia sangat tertutup"

Kilah gadis itu

"Benarkah seperti itu?"

Jendral Bai kembali bertanya untuk memastikan

Meilan menganggukkan kepalanya

"Itu sangat baik, tetap menjalin pertemanan dengannya, berteman dengan orang hebat adalah keberuntungan"

Jelas Jendral Bai, dia sangat antusias ketika memikirkan putrinya memiliki teman yang hebat.

Meilan hanya menganggukkan kepalanya kembali.

"Ayah ingin mengatakan sesuatu?"

Sahut Meilan kemudian, dia jelas tau alasan kedatangan ayahnya menemuinya.

"Itu apa benar kau yang melukai Chanzi?"

Tanya jendral Bai

Jika tadi dirinya benar benar tidak percaya jika putrinya yang melukai keponakannya itu, maka sekarang dia yakin melihat jika tingkat kultivasi putrinya berada satu tingkat di atas Chanzi. Namun jika itu benar, dia ingin tau apa alasan putrinya melakukannya.

Meilan tersenyum tipis, sangat tipis sehingga jendral Bai tidak menyadarinya.

Gadis menundukkan kepalanya, tangannya meremas antara satu dan lainnya.

"Itu ayah, Jika aku mengatakannya sebenarnya apa ayah bisa berjanji padaku"

Cicit gadis itu, matanya tampak berkaca kaca menatap jendral Bai.

Phoenix di dalam dimensi "_"

Sejak kapan Tuannya itu bisa merasa sedih

"Tentu ayah akan berjanji, ayah tidak akan marah padamu"

Jawab pria paruh baya itu cepat, dia benar benar tidak sanggup melihat air mata putrinya itu

"Bukan itu ayah, Ayah harus berjanji untuk tidak marah pada Chanzi"

Dahi Jendral Bai berkerut, dia tidak mengerti dengan ucapan putrinya.

"Meier ayah tidak mengerti apa yang kau katakan"

Meilan kembali tertunduk.

"sebenarnya selama ini Chanzi sering menindasku, mungkin ayah sulit mempercayainya tapi ayah bisa menanyakannya pada pelayan pelayan di kediaman ini"

Ucap Meilan dengan pelan

"Apa"

Jendral Bai berdiri dari tempat duduknya dengan kasar.

"Itu itu karna aku tidak bisa berkultivasi aku hanya diam, tapi tadi karna dia kembali menindasku, aku membalasnya, aku aku"

Meilan seolah tidak bisa melanjutkan perkataannya, Air matanya mengucur deras.

Ohh ayolah jika saja dia berada di dunia modern saat ini, mungkin dja akan menerima piala Oscar karna bakat aktingnya.

"Meier kenapa kau tidak mengatakannya pada ayah selama ini nak"

Jendral Bai benar benar terkejut, dia lantas memegang pundak putrinya.

"Itu karna aku tidak ingin ayah bertengkar dengan nenek, aku tau nenek akan membela Chanzi apapun yang terjadi ayah"

Jawab Meilan kemudian

"itu tidak akan terjadi, Nenekmu tidak bisa bersikap seperti itu terus menerus mementingkan cucunya yang lain hanya karna kamu tidak bisa berkultivasi"

Geram Jendral Bai, dia tidak menyangka sikapnya yang selama ini tidak begitu tegas pada keponakan dan ibunya berdampak buruk bagi putri kesayangannya.

Meilan adalah permata hatinya, dia tidak akan membiarkan orang lain menyakiti gadis kecil itu, entah itu orang lain atau bahkan keluarga terdekatnya sendiri. Baginya jika putrinya tidak melakukan kesalahan untuk apa orang lain bersikap tidak adil, bahkan Meilan selama ini tidak pernah merugikan orang lain.

Dan tepat saat perbincangan mereka, Tampak seorang pelayan masuk menyela.

"Maaf jendral, maaf putri, Saat ini nyonya besar Bai ada di halaman dan ingin menemui Jendral dan putri Meilan"

Sahut pelayan tersebut dengan sopan

Jenderal Bai memegang tangan putrinya dengan erat.

"Jangan khawatirkan apapun, Ayah akan menjadi garda terdepan untukmu"

ucap jendral Bai yang merasa yakin jika putrinya takut akan terkena marah oleh ibunya.

Meilan tersenyum tipis, dia jelas tidak takut pada siapapun saat ini, bahkan ketika nenek dari Meilan yang sesungguhnya itu datang padanya itu tidak akan membawa pengaruh apapun.

Gadis itu hanya ingin melihat, bagaimana ayahnya itu membelanya, sanggup kah dia membela putrinya di hadapan ibunya sendiri?

****************

Disisi lainnya, Tampak seorang wanita tua dengan pakaian mewahnya tampak menunggu di sebuah ruangan keluarga yang ada di kediaman Bai.

"Kenapa tidak melawan? Kenapa membiarkan dirinya menyerangmu? Lihatlah kamu terluka saat ini"

Nyonya besar Bai tampak marah setelah mendapat kabar jika cucu kesayangannya terluka, dan yang lebih membuatnya marah adalah orang yang melukainya adalah gadis yang merupakan sampah di kediamannya.

"Itu, Aku takut jika paman marah kepadaku"

Cicit Chanzi dengan raut wajah yang dia buat sesedih mungkin.

"Tidak akan ada yang marah, dia yang menyerangmu, lagi pula apa untungnya membela sampah itu"

Wanita tua itu berkata dengan kasar.

Ya selama ini semua orang di kediaman Bai jelas tau jika Nyonya besar Bai tidak menyukai putri tunggal dari Jenderal besar Bai. Semua orang pun tau alasannya, gadis itu tidak bisa berkultivasi, Dan menurutnya dia hanya merepotkan semua orang.

"Sampah yang kau katakan adalah putriku, ibu"

"Dan dia adalah cucumu juga"

Suara Jendral Bai mengejutkan keduanya, Chanzi tampak terkejut, dia segera memainkan ekspresinya, berpura pura sakit dan sedih dengan keadaan.

Jendral Bai masuk kedalam ruangan tersebut dengan wajah suramnya, Matanya menatap tidak senang pada keponakannya yang selama ini dia sayangi ternyata melukai putri semata wayangnya diam diam

"Cucu? Aku tidak memiliki cucu sampah, Dan cucuku hanya ada satu, Chanzi yang jenius"

Jawab nyonya besar Bai dengan ketus

"Tapi cucu yang kau anggap sampah ini berhasil melukai cucu jeniusmu"

Tiba tiba suara terdengar dari arah belakang.

Nyonya besar Bai segera mengalihkan perhatiannya, dimana kini Meilan muncul di belakang Jendral Bai.

Chanzi yang mendengar itu jelas saja mengepalkan tangannya, dia benci mendengar kalimat itu.

Meilan tampak terkekeh beberapa waktu, Dia menatap dengan jelas wajah wanita tua di hadapannya yang kini memandangnya bagai seekor singa.

Meilan menganggukkan kepalanya, wanita tua itu berada di ranah Bumi tingkat 3.

Diam diam gadis itu mengejek, Bagaimana bisa wanita yang sudah tua itu hanya berada di Ranah bumi tingkat 3 bukankah itu berarti dia menunjukkan sikap malasnya di masa muda.

Nyonya besar Bai tampak membulatkan matanya ketika menyadari sesuatu, Dia berdiri dari tempat duduknya dengan kasar.

"Bagaimana bisa kau berada di ranah mortal tingkat 9"

Teriak yang cukup terkejut

Chanzi yang mendengar itu bereaksi sama, dia tampak terdiam beberapa waktu

Mortal tingkat 9? Itu mustahil

Terpopuler

Comments

kriwil

kriwil

knp tidak di sembunyikan tingkatan nya kan bisa buat kejutan

2025-01-25

1

weixao

weixao

kita sama Phoenix tenang km tidak sendiri/Yawn//Yawn//Yawn/

2025-01-12

0

Molotov Boy1

Molotov Boy1

semoga sampai tamat ya sukses terus dan semangat

2024-11-17

0

lihat semua
Episodes
1 Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2 Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3 Cahaya biru yang menjengkelkan
4 Berniat memutuskan pertunangan
5 Bukan hanya ancaman
6 Gadis yang berbeda?
7 Kedatangan nyonya besar Bai
8 Aku yang jenius atau cucumu?
9 Fan Zhuang
10 Kekuatan roh
11 Di dalam mimpi yang menyedihkan
12 Mei Sashuang
13 Pertarungan level langit tingkat 9
14 Kedatangan penatua Hong
15 Orang bermarga Tao
16 Meledakkan 2 tungku
17 Berangkat ke sekte teratai hitam
18 Kehancuran Sekte teratai hitam
19 Memulihkan diri
20 gadis kecil dari sekte teratai hitam
21 Berbeda buka berarti buruk
22 Perkara ciuman
23 Syarat yang tidak masuk akal
24 Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25 Kemarahan Chanzi
26 Pembalasan
27 Aula rapat
28 Hukuman Chanzi
29 Rumah pelelangan
30 Rumah lelang
31 Tungku Tua
32 Berangkat ke akademi
33 Serigala putih tingkat 3
34 Kekacauan
35 Pendaftaran
36 Pergi bersama fan Zhuang
37 Spiritualis Dunia
38 Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39 Guru dan murid
40 Pertarungan
41 masuk kedalam hutan
42 Sulit melawan spritualis dunia
43 Pria mengerikan di belakangnya
44 Hadiah untuk Tuan Yie
45 Munculnya naga ilahi
46 Binatang Kontrak yang membangkang
47 Berangkat ke Klan Shuoxue
48 Tombak
49 Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50 Aula rapat
51 Bertemu orang orang Tao
52 Pertarungan dengan Shuanggo
53 Putri dari anak surga
54 Menghindarlah
55 Perjalanan ke akademi Zhishu
56 Cerita masa lalu
57 Murid sombong dari akademi Yueyin
58 Hari pertama pertandingan
59 Hong Yini
60 Babak kedua
61 Kecurangan
62 Kecurangan 2
63 Pertandingan membuat obat
64 Menang
65 Salah memilih target
66 Pertandingan memanah : Babak pertama
67 Pertandingan memanah : Babak kedua
68 Cincin merah yang berkelip
69 Kemarahan Meilan
70 Berburu binatang roh
71 Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72 Berburu binatang roh 2
73 Wanita pembunuh induk serigala
74 Kembali merasakan kecurangan
75 Aura dingin yang menusuk
76 Cerita tentang raja iblis
77 Yang terjadi di alam Zenith
78 Adanya sayembara
79 Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80 Di dalam hutan
81 Kabut ilusi
82 Raja iblis
83 Melakukan kontrak
84 Efek dari ledakan
85 Takut
86 Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87 Cara yang berbahaya
88 Pamit
89 Pulang
90 Sesuatu yang mengejutkan
91 Meilan terluka
92 Jaga matamu
93 Berangkat ke jurang iblis
94 Musuh yang semakin menggila
95 Darurat
96 Informasi
97 Informasi yang bocor
98 Wanita bernama Rui
99 Wanita yang selama ini di cari
100 Aku yang kalian cari
101 Tujuan yang sama
102 apakah kau mengenalnya?
103 Berita untukmu Rui
104 Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105 Aku merindukanmu
106 Kematian nyonya besar Bai
107 Kabar baik untuk Dong Hai
108 Meilan kembali ke akademi
109 Pria mesum
110 Bertindak bodoh
111 Kembali ke Alam Zenith
112 Situasi yang kacau
113 Di bunuh atau membunuh
114 Dalam posisi yang sama
115 Bergerak menuju klan Ziu
116 Masuk ke klan Ziu
117 Berita yang pecah
118 Mempersiapkan diri
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2
Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3
Cahaya biru yang menjengkelkan
4
Berniat memutuskan pertunangan
5
Bukan hanya ancaman
6
Gadis yang berbeda?
7
Kedatangan nyonya besar Bai
8
Aku yang jenius atau cucumu?
9
Fan Zhuang
10
Kekuatan roh
11
Di dalam mimpi yang menyedihkan
12
Mei Sashuang
13
Pertarungan level langit tingkat 9
14
Kedatangan penatua Hong
15
Orang bermarga Tao
16
Meledakkan 2 tungku
17
Berangkat ke sekte teratai hitam
18
Kehancuran Sekte teratai hitam
19
Memulihkan diri
20
gadis kecil dari sekte teratai hitam
21
Berbeda buka berarti buruk
22
Perkara ciuman
23
Syarat yang tidak masuk akal
24
Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25
Kemarahan Chanzi
26
Pembalasan
27
Aula rapat
28
Hukuman Chanzi
29
Rumah pelelangan
30
Rumah lelang
31
Tungku Tua
32
Berangkat ke akademi
33
Serigala putih tingkat 3
34
Kekacauan
35
Pendaftaran
36
Pergi bersama fan Zhuang
37
Spiritualis Dunia
38
Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39
Guru dan murid
40
Pertarungan
41
masuk kedalam hutan
42
Sulit melawan spritualis dunia
43
Pria mengerikan di belakangnya
44
Hadiah untuk Tuan Yie
45
Munculnya naga ilahi
46
Binatang Kontrak yang membangkang
47
Berangkat ke Klan Shuoxue
48
Tombak
49
Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50
Aula rapat
51
Bertemu orang orang Tao
52
Pertarungan dengan Shuanggo
53
Putri dari anak surga
54
Menghindarlah
55
Perjalanan ke akademi Zhishu
56
Cerita masa lalu
57
Murid sombong dari akademi Yueyin
58
Hari pertama pertandingan
59
Hong Yini
60
Babak kedua
61
Kecurangan
62
Kecurangan 2
63
Pertandingan membuat obat
64
Menang
65
Salah memilih target
66
Pertandingan memanah : Babak pertama
67
Pertandingan memanah : Babak kedua
68
Cincin merah yang berkelip
69
Kemarahan Meilan
70
Berburu binatang roh
71
Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72
Berburu binatang roh 2
73
Wanita pembunuh induk serigala
74
Kembali merasakan kecurangan
75
Aura dingin yang menusuk
76
Cerita tentang raja iblis
77
Yang terjadi di alam Zenith
78
Adanya sayembara
79
Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80
Di dalam hutan
81
Kabut ilusi
82
Raja iblis
83
Melakukan kontrak
84
Efek dari ledakan
85
Takut
86
Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87
Cara yang berbahaya
88
Pamit
89
Pulang
90
Sesuatu yang mengejutkan
91
Meilan terluka
92
Jaga matamu
93
Berangkat ke jurang iblis
94
Musuh yang semakin menggila
95
Darurat
96
Informasi
97
Informasi yang bocor
98
Wanita bernama Rui
99
Wanita yang selama ini di cari
100
Aku yang kalian cari
101
Tujuan yang sama
102
apakah kau mengenalnya?
103
Berita untukmu Rui
104
Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105
Aku merindukanmu
106
Kematian nyonya besar Bai
107
Kabar baik untuk Dong Hai
108
Meilan kembali ke akademi
109
Pria mesum
110
Bertindak bodoh
111
Kembali ke Alam Zenith
112
Situasi yang kacau
113
Di bunuh atau membunuh
114
Dalam posisi yang sama
115
Bergerak menuju klan Ziu
116
Masuk ke klan Ziu
117
Berita yang pecah
118
Mempersiapkan diri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!