Bereinkarnasi di tubuh yang salah

Aurora tampak menatap sekelilingnya dengan penuh tanda tanya.

Pandangan matanya tampak memperhatikan seisi ruangan yang begitu asing dimatanya.

gadis itu kemudian tersadar akan sesuatu, kemudian mengalihkan perhatiannya pada baju yang dia kenakan saat ini.

"Ini"

Gadis itu dalam keterkejutan yang luar biasa.

Ditengah rasa kebingungan yang menimpa gadis itu, bagaikan sebuah slide terasa berputar di otaknya, menayangkan kisah seorang gadis yang secara singkat bagai sebuah drama.

"Arrghhh"

Aurora tampak meringis memegang kepalanya yang terasa sakit luar biasa ketika transfer bayangan bayangan itu masuk kedalam otaknya.

Prangggg

Hingga sebuah kegaduhan terdengar, Aurora mengalihkan perhatiannya beberapa waktu, menatap seorang gadis muda dengan berpakaian tampak seperti pelayan di zaman dulu dan menatapnya dengan mata melotot.

Aurora tak begitu mempedulikannya, Dia sedang bergelut dengan rasa sakit di kepalanya dan membiarkan pelayan tersebut pergi dari sana tanpa membereskan nampan yang berisi air sebelumnya kini tertumpah di lantai.

"Arghhh sial ini begitu menyiksa"

Gadis itu mengumpat dengan keras, dia tampak mengigit bibirnya dengan cukup kuat.

Tak tak tak.

Suara langkah kaki yang cukup cepat terdengar, hingga perlahan pintu kamar di ruangan tersebut mulai terbuka, membiarkan seorang pria tua tampak berjalan masuk dengan wajah tegangnya. Terlebih ketika melihat wajah sang putri yang terlihat menahan sakit luar biasa di depan sana

"Arghhhhhhh"

Aurora menggeram, gadis itu tampak mencengkram rambutnya dengan kuat

"Putri, Biarkan saya memeriksa anda lebih dulu"

Ucap pria itu kemudian.

Aurora tidak banyak bereaksi, dia hanya berbaring mengikuti instruksi dari pria tersebut yang kini tampak begitu cekatan memeriksanya.

Dan selang beberapa waktu, Jendral Bai terlihat masuk kedalam kamar tersebut dengan raut wajah yang sama.

Dia ingin bertanya tapi mengurungkan niatnya ketika melihat tabib tua tampak memeriksa keadaan putrinya.

Melihat raut wajah putrinya yang terlihat sedang menahan rasa sakit membuatnya semakin cemas.

"Ini benar benar sebuah keajaiban"

Tabib Liu berseru dengan takjub.

"Apa yang terjadi tabib

Jendral Bai kini tak bisa menahan rasa penasarannya apa lagi melihat reaksi tabib Liu tampak begitu aneh.

"Ini, Semuanya benar benar normal, tidak ada yang salah, bahkan kondisi tubuh putri Mei benar benar sehat seperti gadis pada umumnya"

Jelas tabib Liu dengan wajah anehnya.

Terlalu sulit di percaya menurutnya, beberapa saat yang lalu dia memeriksanya dengan baik, bahkan kondisi gadis itu benar benar memburuk bahkan dia tidak yakin jika gadis itu bisa membuka matanya hingga akhir, tapi sekarang gadis itu benar benar seperti gadis normal tanpa penyakit apapun.

Apakah pemeriksaannya salah? Tapi jika iya, tidak mungkin dia salah memeriksa bertahun tahun lamanya.

Semakin di pikirkan semakin membuatnya pusing, hingga dia memilih untuk turut berbahagia karna putri Jendral hebat di negaranya kini telah sembuh.

"Kau yakin tabib Liu? Tapi kenapa putriku terlihat sedang kesakitan"

Tanya jendral Bai dengan kebahagiaan yang luar biasa namun masih merasa cemas dengan keadaan sang putri, meski merasa heran dan aneh, namun dia yakin ini adalah karunia dewa yang di berikan untuk putrinya dan dia bersyukur atas itu.

"Tentu jendral Bai, selamat atas kesembuhan putri anda"

"Dan untuk sakit di kepala putri meilan, Bisa saja terjadi akibat benturan ketika terjatuh, saya akan membuat ramuan untuk mengurangi rasa sakitnya"

"Tapi"

Tabib Liu tampak menggantung perkataannya beberapa waktu

"Tapi apa tabib?"

"Bisa saja akibat dari benturan itu menghilang beberapa memori atau ingatan di kepala putri meilan"

Jawab tabib tersebut dengan cepat.

Jendral Bai terdiam beberapa waktu, meski merasa sedih dengan hal itu. Namun ada kebahagiaan besar yang di berikan untuknya yakni putrinya benar benar bisa seperti anak pada umumnya

Jendral Bai benar benar merasakan kebahagiaan yang membuncah, bergerak memeluk sang tabib kemudian beralih memeluk putrinya dengan begitu erat.

Aurora tampak mematung, membiarkan tubuhnya kini berada dalam pelukan pria paruh baya yang saat ini berperan menjadi ayahnya.

"Meier, apa kau merasakan sakit di daerah lain lagi?"

Jendral bertanya kembali dengan penuh kasih sayang.

"Ahh tidak ayah, hanya kepalaku sedikit pusing, tapi dengan istirahat sebentar mungkin bisa sembuh"

Jawab gadis itu dengan senyum tipis, dia tiba tiba merindukan ayahnya di zaman modern.

Dia pikir mungkin dengan kematiannya dia bisa bertemu dengan ayah dan ibu angkatnya tapi ternyata salah, dia di kirim dalam dunia baru yang jelas dia belum tau apapun tentang dunia ini.

"Baiklah kalau begitu istirahatlah lebih dulu, ayah akan meminta zinzin untuk membawakan makanan untukmu"

Sahut jendral Bai kemudian.

Meilan hanya menganggukkan kepalanya, membiarkan sang ayah, tabib dan beberapa pelayan kini keluar dari kamar miliknya.

kepergian mereka membuat gadis itu bangkit dari tempat tidurnya, bergerak mendekati cermin yang tidak jauh dari posisinya.

"Ini tidak buruk"

Gadis itu bergumam pelan, meskipun tidak secantik wajahnya di dunia modern namun setidaknya dia tidak pindah di tubuh gadis yang buruk rupa

Lantas gadis itu kemudian memperhatikan tubuhnya dan berdecak sebal.

"Apakah dia tidak makan, tubuhnya benar benar seperti tulang yang tidak di beri makan dalam satu minggu"

Gerutu gadis itu dengan sebal.

Namun matanya tidak sengaja menatap sesuatu di balik lengan kanannya.

Gadis itu mengangkat sebelah alisnya, tampak seperti sebuah luka yang kering membuat gadis itu semakin penasaran dan mulai menggaruknya secara perlahan.

"Ini?"

Gadis itu tersenyum sebentar.

"Apakah gadis berfikir untuk membuat tato"

Dia tertawa terbahak bahak.

"Burung? Apakah dia tidak memiliki referensi gambar tato yang lebih keren dari burung Phoenix? Benar benar tidak keren"

Lanjut gadis itu yang masih terkekeh

Tok tok tok

Meilan membalikkan badannya tampak seorang pelayan bergerak masuk membawa nampan di tangannya.

"Ini makan siang anda putri"

sahut pelayan tersebut

"Letakkan di situ, Lalu keluarlah aku ingin sendiri untuk malam ini"

Ucap gadis kemudian.

"Baik putri"

Dan kini hanya tinggal Meilan yang kini berada dalam kamar tersebut, dia memilih menyantap makanan miliknya dengan cepat.

Setelah selesai dengan kegiatannya, gadis itu memilih berselonjoran di tempat tidur yang berselonjoran kaki menatap atap kamarnya dengan bosan.

Dia merenung beberapa waktu, menurut dari ingatannya kini dia hidup di dunia dimana kekuatan berada di atas segalanya, dan pembantaian bukanlah hal yang salah, itu sesuatu hal yang wajar.

Dan sialnya gadis itu malah bereinkarnasi di tubuh gadis dengan kondisi kesehatan yang buruk, jangankan berkultivasi berjalan pun dia tidak bisa melakukannya dalam waktu yang lama.

Meilan menghela nafasnya, Kini dia harus mencari cara agar meningkatkan kekuatannya secepat mungkin tidak peduli dengan cara apapun.

Namun meski begitu dia merasa tertantang menaklukkan dunia baru ini.

Terpopuler

Comments

weixao

weixao

maaf bgt Thor tapi dia kn bukan anak raja tapi anak jendral yang otomatis panggilnya bukan putri tapi nona/nona muda/nona kedua atau keberapa gitu tergantung dgn setatus dan banyak sodara nya

2025-01-12

1

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

agaknya pnya ruang dimensi, trus ada pnunggu nya bnatang yg imut tpi kkuatan nya waw 😁😁😁

2024-12-16

0

"Candy75

"Candy75

bukan tato itu tanda lahir atau mungkin ruang dimensi

2024-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2 Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3 Cahaya biru yang menjengkelkan
4 Berniat memutuskan pertunangan
5 Bukan hanya ancaman
6 Gadis yang berbeda?
7 Kedatangan nyonya besar Bai
8 Aku yang jenius atau cucumu?
9 Fan Zhuang
10 Kekuatan roh
11 Di dalam mimpi yang menyedihkan
12 Mei Sashuang
13 Pertarungan level langit tingkat 9
14 Kedatangan penatua Hong
15 Orang bermarga Tao
16 Meledakkan 2 tungku
17 Berangkat ke sekte teratai hitam
18 Kehancuran Sekte teratai hitam
19 Memulihkan diri
20 gadis kecil dari sekte teratai hitam
21 Berbeda buka berarti buruk
22 Perkara ciuman
23 Syarat yang tidak masuk akal
24 Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25 Kemarahan Chanzi
26 Pembalasan
27 Aula rapat
28 Hukuman Chanzi
29 Rumah pelelangan
30 Rumah lelang
31 Tungku Tua
32 Berangkat ke akademi
33 Serigala putih tingkat 3
34 Kekacauan
35 Pendaftaran
36 Pergi bersama fan Zhuang
37 Spiritualis Dunia
38 Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39 Guru dan murid
40 Pertarungan
41 masuk kedalam hutan
42 Sulit melawan spritualis dunia
43 Pria mengerikan di belakangnya
44 Hadiah untuk Tuan Yie
45 Munculnya naga ilahi
46 Binatang Kontrak yang membangkang
47 Berangkat ke Klan Shuoxue
48 Tombak
49 Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50 Aula rapat
51 Bertemu orang orang Tao
52 Pertarungan dengan Shuanggo
53 Putri dari anak surga
54 Menghindarlah
55 Perjalanan ke akademi Zhishu
56 Cerita masa lalu
57 Murid sombong dari akademi Yueyin
58 Hari pertama pertandingan
59 Hong Yini
60 Babak kedua
61 Kecurangan
62 Kecurangan 2
63 Pertandingan membuat obat
64 Menang
65 Salah memilih target
66 Pertandingan memanah : Babak pertama
67 Pertandingan memanah : Babak kedua
68 Cincin merah yang berkelip
69 Kemarahan Meilan
70 Berburu binatang roh
71 Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72 Berburu binatang roh 2
73 Wanita pembunuh induk serigala
74 Kembali merasakan kecurangan
75 Aura dingin yang menusuk
76 Cerita tentang raja iblis
77 Yang terjadi di alam Zenith
78 Adanya sayembara
79 Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80 Di dalam hutan
81 Kabut ilusi
82 Raja iblis
83 Melakukan kontrak
84 Efek dari ledakan
85 Takut
86 Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87 Cara yang berbahaya
88 Pamit
89 Pulang
90 Sesuatu yang mengejutkan
91 Meilan terluka
92 Jaga matamu
93 Berangkat ke jurang iblis
94 Musuh yang semakin menggila
95 Darurat
96 Informasi
97 Informasi yang bocor
98 Wanita bernama Rui
99 Wanita yang selama ini di cari
100 Aku yang kalian cari
101 Tujuan yang sama
102 apakah kau mengenalnya?
103 Berita untukmu Rui
104 Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105 Aku merindukanmu
106 Kematian nyonya besar Bai
107 Kabar baik untuk Dong Hai
108 Meilan kembali ke akademi
109 Pria mesum
110 Bertindak bodoh
111 Kembali ke Alam Zenith
112 Situasi yang kacau
113 Di bunuh atau membunuh
114 Dalam posisi yang sama
115 Bergerak menuju klan Ziu
116 Masuk ke klan Ziu
117 Berita yang pecah
118 Mempersiapkan diri
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2
Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3
Cahaya biru yang menjengkelkan
4
Berniat memutuskan pertunangan
5
Bukan hanya ancaman
6
Gadis yang berbeda?
7
Kedatangan nyonya besar Bai
8
Aku yang jenius atau cucumu?
9
Fan Zhuang
10
Kekuatan roh
11
Di dalam mimpi yang menyedihkan
12
Mei Sashuang
13
Pertarungan level langit tingkat 9
14
Kedatangan penatua Hong
15
Orang bermarga Tao
16
Meledakkan 2 tungku
17
Berangkat ke sekte teratai hitam
18
Kehancuran Sekte teratai hitam
19
Memulihkan diri
20
gadis kecil dari sekte teratai hitam
21
Berbeda buka berarti buruk
22
Perkara ciuman
23
Syarat yang tidak masuk akal
24
Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25
Kemarahan Chanzi
26
Pembalasan
27
Aula rapat
28
Hukuman Chanzi
29
Rumah pelelangan
30
Rumah lelang
31
Tungku Tua
32
Berangkat ke akademi
33
Serigala putih tingkat 3
34
Kekacauan
35
Pendaftaran
36
Pergi bersama fan Zhuang
37
Spiritualis Dunia
38
Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39
Guru dan murid
40
Pertarungan
41
masuk kedalam hutan
42
Sulit melawan spritualis dunia
43
Pria mengerikan di belakangnya
44
Hadiah untuk Tuan Yie
45
Munculnya naga ilahi
46
Binatang Kontrak yang membangkang
47
Berangkat ke Klan Shuoxue
48
Tombak
49
Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50
Aula rapat
51
Bertemu orang orang Tao
52
Pertarungan dengan Shuanggo
53
Putri dari anak surga
54
Menghindarlah
55
Perjalanan ke akademi Zhishu
56
Cerita masa lalu
57
Murid sombong dari akademi Yueyin
58
Hari pertama pertandingan
59
Hong Yini
60
Babak kedua
61
Kecurangan
62
Kecurangan 2
63
Pertandingan membuat obat
64
Menang
65
Salah memilih target
66
Pertandingan memanah : Babak pertama
67
Pertandingan memanah : Babak kedua
68
Cincin merah yang berkelip
69
Kemarahan Meilan
70
Berburu binatang roh
71
Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72
Berburu binatang roh 2
73
Wanita pembunuh induk serigala
74
Kembali merasakan kecurangan
75
Aura dingin yang menusuk
76
Cerita tentang raja iblis
77
Yang terjadi di alam Zenith
78
Adanya sayembara
79
Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80
Di dalam hutan
81
Kabut ilusi
82
Raja iblis
83
Melakukan kontrak
84
Efek dari ledakan
85
Takut
86
Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87
Cara yang berbahaya
88
Pamit
89
Pulang
90
Sesuatu yang mengejutkan
91
Meilan terluka
92
Jaga matamu
93
Berangkat ke jurang iblis
94
Musuh yang semakin menggila
95
Darurat
96
Informasi
97
Informasi yang bocor
98
Wanita bernama Rui
99
Wanita yang selama ini di cari
100
Aku yang kalian cari
101
Tujuan yang sama
102
apakah kau mengenalnya?
103
Berita untukmu Rui
104
Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105
Aku merindukanmu
106
Kematian nyonya besar Bai
107
Kabar baik untuk Dong Hai
108
Meilan kembali ke akademi
109
Pria mesum
110
Bertindak bodoh
111
Kembali ke Alam Zenith
112
Situasi yang kacau
113
Di bunuh atau membunuh
114
Dalam posisi yang sama
115
Bergerak menuju klan Ziu
116
Masuk ke klan Ziu
117
Berita yang pecah
118
Mempersiapkan diri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!