Meledakkan 2 tungku

Di dalam sebuah gua yang begitu gelap, tampak seorang pria masuk kedalam gua tersebut dengan sebuah lentera di tangannya yang dia gunakan sebagai penerangan.

Lantas setelah mencapai ujung dinding, dia mulai mengetuknya dengan irama tertentu hingga dinding tersebut bergeser menyisahkan sedikit ruang untuk masuk kedalam.

"Hohoho lihat siapa yang datang"

Pria dengan jubah merah kebesarannya di ujung sana tampak terkekeh ketika menyadari siapa yang masuk kedalam ruangan miliknya.

"Ini aku"

Lantas pria yang memegang lentera tersebut berbicara dengan cepat.

"Apa yang kau ingin aku lakukan untukmu?"

Pria jubah merah itu bertanya

"Aku ingin kau menekan seorang gadis untukku"

Lantas pria berjubah merah itu tertawa terbahak bahak.

"Lalu apa imbalan yang akan aku dapatkan?"

Pria itu kemudian mengeluarkan sebuah gulungan dan memberikannya pada pria tersebut.

Teknik pedang es

Pria itu lantas tertawa terbahak bahak kemudian berkata.

"Ini baik, hahahahhaha"

...****************...

Meilan, saat ini gadis itu baru tiba di tempat penatua Hong, terlihat pria tua itu sedang menyisahkan beberapa tumbuhan yang akan dibuatnya menjadi pill.

"Guru akan membuat sebuah obat?"

Meilan bertanya ketika melihat beberapa tumbuhan yang biasa di gunakan sebagai obat tersedia di atas meja.

"Iya, ini untuk nenek dan sepupumu"

Jawab Penatua Hong kemudian.

Kemarin tuan besar Bai datang menemuinya, meminta tolong agar membuat obat untuk istri dan cucunya yang saat ini terkena luka gatal yang cukup menyiksa.

Karna yang sedang meminta tolong adalah kakek dari muridnya maka dia akan menolongnya. Meskipun sebenarnya dia cukup sibuk karna dia harus kembali ke akademi Qiancheng dalam beberapa waktu ini.

"Kau tidak ingin membantu gurumu ini?"

Penatua Hong bertanya pada Meilan, dia melirik gadis itu yang hanya diam memperhatikan semua yang dia lakukan tanpa berniat membantu dirinya.

"Tidak"

Gadis itu menjawab dengan singkat

"Kenapa dengan itu?"

"Karna aku yang membuat mereka terkena penyakit itu"

Meilan menjawab pernyataan gurunya dengan enteng.

Ekspresi penatua Hong "_"

jadi saat ini dia harus menyembuhkan ulah dari gadis yang baru saja dia minta menjadi muridnya itu.

Penatua Hong tidak tau harus tertawa atau menangis mendengar jawaban itu, apalagi melihat Meilan yang tampak biasa biasa saja setelah melakukannya.

"Kenapa melalukan hal sekejam itu?"

Dia bertanya dengan heran.

"Dia menyinggung sesuatu hal yang sudah ku garis bawahi"

penatua Hong tidak lagi bertanya, apa lagi melihat raut wajah Meilan yang berubah saat membahas hal itu.

"Dari mana kau dapatkan racun itu? Aku belum pernah melihatnya"

Penatua Hong bertanya dengan penasaran, Dia telah memeriksa semua hal yang berada di kamar nenek dan sepupu gadis itu.

Dan dia menemukan cairan racun yang sengaja di baurkan di baju baju mereka. Meski cairan racun, namun itu benar benar tidak nampak sama sekali, bahkan jika dia bukan orang yang teliti mungkin dia tidak akan menemukan jejak racun di baju baju korban dari muridnya itu.

Dan hal yang membuatnya heran adalah, Jenis racun yang masuk di indra penciumannya itu membuatnya terasa asing, dia belum pernah mencium racun seperti itu, hal itulah yang membuatnya semakin penasaran.

"Di toko racun guru Hong"

Meilan menjawab dengan acuh tak acuh, Dia kemudian duduk di di sebuah kursi yang tidak jauh dari posisinya.

"Toko racun milikku?"

Penatua Hong bertanya dengan heran, pasalnya dia seperti tidak memiliki racun seperti itu, jangankan memilikinya membuatnya pun dia rasa tidak pernah.

"Aku membeli berbagai racun yang memiliki efek membuat tubuh gatal, lalu ku satukan semuanya dan jadilah racun itu"

Jelas Meilan dengan malas, karna sebetulnya dia tidak mengerti dengan racun racun untuk saat ini, maka dia membelinya secara acak kemudian mencampurkan semuanya jadi satu, siapa sangka jika itu menjadi racun yang cukup memuaskan untuknya.

Penatua Hong benar benar terkejut setengah mati ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Meilan.

Gadis itu mencampur semua racun tanpa takaran? Itu jelas saja menjadi racun yang mematikan, Dia benar benar kagum dengan pikiran gadis itu. Tapi cukup merasa ngeri dengan Meilan, dia merasa gadis itu adalah sosok yang mengerikan.

"Akan aku selesaikan ini lalu kita memulai untuk belajar membuat pill"

Sahut Penatua Hong kemudian

Meilan hanya menganggukkan kepalanya mengerti.

...****************...

Meilan, saat ini gadis itu baru saja kembali dari tempat penatua Hong dia mempelajari banyak hal mengenai alkemia baik itu tentang obat maupun racun.

Gadis itu kembali dengan pakaian yang begitu kusut, bahkan ada banyak noda hitam di pakaian gadis itu.

Sashuang yang melihat kedatangan keponakannya segera tersenyum.

"Kau baru kembali?"

Meilan menganggukkan kepalanya

"Lalu ada apa dengan pakaianmu?"

Sashuang bertanya dengan heran, kali ini gadis itu tampak seperti seseorang yang dari menyelamatkan seseorang dalam kebakaran.

"Ahh ini, aku tidak sengaja meledakkan dua tungku milik penatua Hong ketika membuat pil"

Jawab gadis itu dengan enteng.

Sedangkan Sashuang sedikit meringis, Tungku adalah tempat yang digunakan untuk membuat pil, tungku sendiri memiliki harga yang cukup mahal, terlebih untuk seseorang alkemis berbakat, pasti tungku mereka bukanlah sembarang tungku, dan keponakannya itu sudah meledakkan 2 tungku? Entah sudah berapa batu roh yang menghilang yang setara dengan tungku tersebut.

"Apa Penatua Hong tidak marah?"

Meilan menggelengkan kepalanya kemudian berkata

"Tidak, Katanya tidak masalah tungku miliknya itu meledak di tangan muridnya yang berbakat"

Jawab Meilan dengan entengnya.

Sashuang hanya tersenyum mendengar jawaban dari keponakannya itu, hingga sebuah keributan terjadi.

"Meilan sialan, Dimana kau?"

Sosok gadis yang saat ini mengenakan pakaian tebal dan mengenakan cadar untuk menutupi sebagian wajahnya terlihat menghampiri Meilan dan Sashuang.

Sashuang mengerutkan keningnya menatap heran pada gadis itu yang baru saja tiba dan telah memaki maki keponakannya.

Sedangkan Meilan hanya diam tidak bereaksi, dia tampak tenang melihat gadis itu kini mendekat kearahnya.

"Kau gadis sialan, Katakan dengan jujur jika kau yang melakukan ini padaku dan nenek"

Teriak Chanzi dengan penuh amarah, dia menatap Meilan seolah ingin memakannya hidup hidup.

"Iya itu aku, lalu apa?"

Meilan menjawab dengan gamblangnya

Mata Chanzi melotot kala melihat Meilan yang dengan mudah mengakui perbuatannya.

"Kau sialan kau arghhhh"

Chanzi benar benar marah saat ini, Bagaimana tidak, seminggu kemudian aktifitas akademi mulai berjalan kembali setelah di liburkan, dan bagaimana dia bisa masuk dalam kondisinya yang seperti ini, itu jelas saja ajan memalukan terlebih luka di tubuhnya karna gatal itu membuat bau tidak sedap, dia jelas tidak akan terima perbuatan sepupunya itu.

"Kau harus menerima balasannya"

Chanzi mengangkat tangannya di udara, melihat itu membuat Sashuang menjadi tidak senang. Seseorang ingin menyerang keponakannya di depan matanya sendiri, jelas saja dia tidak akan membiarkannya, namun sebelum dia bertindak Meilan membuka suaranya.

"Biarkan aku menanganinya bibi"

Mau tidak mau Sashuang memilih untuk menyerah, sekaligus dia cukup penasaran bagaimana kemampuan keponakannya saat ini.

Terpopuler

Comments

"Candy75

"Candy75

Chanzi gak belajar dari pengalaman

2024-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2 Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3 Cahaya biru yang menjengkelkan
4 Berniat memutuskan pertunangan
5 Bukan hanya ancaman
6 Gadis yang berbeda?
7 Kedatangan nyonya besar Bai
8 Aku yang jenius atau cucumu?
9 Fan Zhuang
10 Kekuatan roh
11 Di dalam mimpi yang menyedihkan
12 Mei Sashuang
13 Pertarungan level langit tingkat 9
14 Kedatangan penatua Hong
15 Orang bermarga Tao
16 Meledakkan 2 tungku
17 Berangkat ke sekte teratai hitam
18 Kehancuran Sekte teratai hitam
19 Memulihkan diri
20 gadis kecil dari sekte teratai hitam
21 Berbeda buka berarti buruk
22 Perkara ciuman
23 Syarat yang tidak masuk akal
24 Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25 Kemarahan Chanzi
26 Pembalasan
27 Aula rapat
28 Hukuman Chanzi
29 Rumah pelelangan
30 Rumah lelang
31 Tungku Tua
32 Berangkat ke akademi
33 Serigala putih tingkat 3
34 Kekacauan
35 Pendaftaran
36 Pergi bersama fan Zhuang
37 Spiritualis Dunia
38 Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39 Guru dan murid
40 Pertarungan
41 masuk kedalam hutan
42 Sulit melawan spritualis dunia
43 Pria mengerikan di belakangnya
44 Hadiah untuk Tuan Yie
45 Munculnya naga ilahi
46 Binatang Kontrak yang membangkang
47 Berangkat ke Klan Shuoxue
48 Tombak
49 Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50 Aula rapat
51 Bertemu orang orang Tao
52 Pertarungan dengan Shuanggo
53 Putri dari anak surga
54 Menghindarlah
55 Perjalanan ke akademi Zhishu
56 Cerita masa lalu
57 Murid sombong dari akademi Yueyin
58 Hari pertama pertandingan
59 Hong Yini
60 Babak kedua
61 Kecurangan
62 Kecurangan 2
63 Pertandingan membuat obat
64 Menang
65 Salah memilih target
66 Pertandingan memanah : Babak pertama
67 Pertandingan memanah : Babak kedua
68 Cincin merah yang berkelip
69 Kemarahan Meilan
70 Berburu binatang roh
71 Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72 Berburu binatang roh 2
73 Wanita pembunuh induk serigala
74 Kembali merasakan kecurangan
75 Aura dingin yang menusuk
76 Cerita tentang raja iblis
77 Yang terjadi di alam Zenith
78 Adanya sayembara
79 Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80 Di dalam hutan
81 Kabut ilusi
82 Raja iblis
83 Melakukan kontrak
84 Efek dari ledakan
85 Takut
86 Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87 Cara yang berbahaya
88 Pamit
89 Pulang
90 Sesuatu yang mengejutkan
91 Meilan terluka
92 Jaga matamu
93 Berangkat ke jurang iblis
94 Musuh yang semakin menggila
95 Darurat
96 Informasi
97 Informasi yang bocor
98 Wanita bernama Rui
99 Wanita yang selama ini di cari
100 Aku yang kalian cari
101 Tujuan yang sama
102 apakah kau mengenalnya?
103 Berita untukmu Rui
104 Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105 Aku merindukanmu
106 Kematian nyonya besar Bai
107 Kabar baik untuk Dong Hai
108 Meilan kembali ke akademi
109 Pria mesum
110 Bertindak bodoh
111 Kembali ke Alam Zenith
112 Situasi yang kacau
113 Di bunuh atau membunuh
114 Dalam posisi yang sama
115 Bergerak menuju klan Ziu
116 Masuk ke klan Ziu
117 Berita yang pecah
118 Mempersiapkan diri
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2
Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3
Cahaya biru yang menjengkelkan
4
Berniat memutuskan pertunangan
5
Bukan hanya ancaman
6
Gadis yang berbeda?
7
Kedatangan nyonya besar Bai
8
Aku yang jenius atau cucumu?
9
Fan Zhuang
10
Kekuatan roh
11
Di dalam mimpi yang menyedihkan
12
Mei Sashuang
13
Pertarungan level langit tingkat 9
14
Kedatangan penatua Hong
15
Orang bermarga Tao
16
Meledakkan 2 tungku
17
Berangkat ke sekte teratai hitam
18
Kehancuran Sekte teratai hitam
19
Memulihkan diri
20
gadis kecil dari sekte teratai hitam
21
Berbeda buka berarti buruk
22
Perkara ciuman
23
Syarat yang tidak masuk akal
24
Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25
Kemarahan Chanzi
26
Pembalasan
27
Aula rapat
28
Hukuman Chanzi
29
Rumah pelelangan
30
Rumah lelang
31
Tungku Tua
32
Berangkat ke akademi
33
Serigala putih tingkat 3
34
Kekacauan
35
Pendaftaran
36
Pergi bersama fan Zhuang
37
Spiritualis Dunia
38
Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39
Guru dan murid
40
Pertarungan
41
masuk kedalam hutan
42
Sulit melawan spritualis dunia
43
Pria mengerikan di belakangnya
44
Hadiah untuk Tuan Yie
45
Munculnya naga ilahi
46
Binatang Kontrak yang membangkang
47
Berangkat ke Klan Shuoxue
48
Tombak
49
Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50
Aula rapat
51
Bertemu orang orang Tao
52
Pertarungan dengan Shuanggo
53
Putri dari anak surga
54
Menghindarlah
55
Perjalanan ke akademi Zhishu
56
Cerita masa lalu
57
Murid sombong dari akademi Yueyin
58
Hari pertama pertandingan
59
Hong Yini
60
Babak kedua
61
Kecurangan
62
Kecurangan 2
63
Pertandingan membuat obat
64
Menang
65
Salah memilih target
66
Pertandingan memanah : Babak pertama
67
Pertandingan memanah : Babak kedua
68
Cincin merah yang berkelip
69
Kemarahan Meilan
70
Berburu binatang roh
71
Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72
Berburu binatang roh 2
73
Wanita pembunuh induk serigala
74
Kembali merasakan kecurangan
75
Aura dingin yang menusuk
76
Cerita tentang raja iblis
77
Yang terjadi di alam Zenith
78
Adanya sayembara
79
Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80
Di dalam hutan
81
Kabut ilusi
82
Raja iblis
83
Melakukan kontrak
84
Efek dari ledakan
85
Takut
86
Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87
Cara yang berbahaya
88
Pamit
89
Pulang
90
Sesuatu yang mengejutkan
91
Meilan terluka
92
Jaga matamu
93
Berangkat ke jurang iblis
94
Musuh yang semakin menggila
95
Darurat
96
Informasi
97
Informasi yang bocor
98
Wanita bernama Rui
99
Wanita yang selama ini di cari
100
Aku yang kalian cari
101
Tujuan yang sama
102
apakah kau mengenalnya?
103
Berita untukmu Rui
104
Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105
Aku merindukanmu
106
Kematian nyonya besar Bai
107
Kabar baik untuk Dong Hai
108
Meilan kembali ke akademi
109
Pria mesum
110
Bertindak bodoh
111
Kembali ke Alam Zenith
112
Situasi yang kacau
113
Di bunuh atau membunuh
114
Dalam posisi yang sama
115
Bergerak menuju klan Ziu
116
Masuk ke klan Ziu
117
Berita yang pecah
118
Mempersiapkan diri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!