Cahaya biru yang menjengkelkan

Di salah satu kamar di kediaman keluarga Bai

tampak seorang gadis masuk kedalam tersebut dengan wajah suram, Semua pelayan miliknya tampak tak berani mengangkat wajahnya sedikitpun, tubuh mereka terasa bergetar ketika merasakan aura kemarahan dari gadis itu

"Arghhh dasar jalang bagaimana bisa gadis itu hidup kembali"

Prang Prang

Teriak gadis itu dengan kemarahan menggebu gebu, Beberapa barang di kamar tersebut kini telah hancur tak bersisa mengisahkan pecahan yang berserakan di bawah lantai.

"Nona tenangkan diri anda, Putri Meilan hanya beruntung, meski dia selamat kali ini, nona bisa menyingkirkannya di lain waktu"

Sang pelayan pribadinya tampak mulai menenangkan gadis tersebut.

Dia adalah Chanzi anak dari saudara jendral Bai yang kini telah tiada, kini gadis itu telah menjadi sebatang kara. Karna merasa kasihan Jendral Bai memilih merawat gadis itu.

Dada Chanzi tampak naik turun tangannya terkepal kuat, membiarkan kuku panjang dan indah miliknya tampak membekas di kepalan tangannya.

Dia benar benar marah saat ini.

"Kau benar, dia hanya selamat kali ini, dia cukup beruntung hari ini, bukan berarti dia akan selamat dari maut di hari berikutnya"

Sarkas gadis itu dengan senyum mengerikan yang bertengger di bibirnya.

****************

Sedangkan di kamar milik Meilan, gadis itu tak kunjung tidur, di tengah rasa bosan yang menggelutinya dia memilih untuk keluar dari kamarnya tidak peduli dengan angin malam yang terasa begitu dingin menusuk kulitnya.

Meilan merapatkan mantelnya, dia mendapatkan pakaian tebal itu di lemari kamarnya.

Dia bergerak membawa langkahnya tanpa tujuan, dia hanya berjalan jalan untuk mengurangi rasa bosannya.

Namun pada saat itu, tepat tidak jauh dari posisinya dia menangkap cahaya biru yang menarik perhatiannya.

Sayangnya cahaya itu berada di hutan belakang dan untuk kesana dia harus melewati penjaga yang kini bertugas di gerbang.

Gadis itu tentu saja tidak tinggal diam, dia mengambil batu lalu melemparnya ke arah yang berbeda.

Mendengar sesuatu mencurigakan membuat prajurit tersebut segera memeriksanya, Meilan tanpa membuang buang waktu segera keluar dari kediaman tanpa hambatan apapun.

Meilan terus membawa langkahnya mengikuti cahaya biru tersebut, tidak peduli seberapa jauh cahaya itu pergi dia terus saja mengikutinya.

Namun semakin lama gadis itu merasa kesal, karna cahaya tersebut seolah mempermainkannya, mereka telah mengelilingi tempat itu beberapa kali.

"Kau cahaya sialan berani sekali kau mempermainkan ku"

Gadis itu tampak mengeram kesal.

"Cih hanya cahaya jelek benar benar bertingkah begitu bodoh"

Maki Meilan kembali

"Kau benar benar begitu berani mengatai tanpa bercermin lebih dulu"

Meilan jelas saja terkejut, menatap sekelilingnya dengan cepat ketika mendengar suara tersebut.

"Siapa?"

Gadis itu mengalihkan pandangannya, namun tidak ada tanda tanda kedatangan orang lain saat ini, kini matanya tertuju pada cahaya yang kini berhenti depannya.

"Kau?"

Meilan menujuk cahaya biru tersebut tanpa ragu.

"Kau benar benar begitu berani menunjuk hewan ilahi sepertiku"

Dan tepat setelah mengatakan itu, cahaya itu semakin bersinar benar benar menyilaukan mata hingga Meilan menutup matanya dengan lengan baju miliknya.

Heningg

Selang beberapa waktu Meilan membuka matanya alangkah terkejutnya dia ketika melihat sosok burung Phoenix kini berada di hadapannya.

Ukurannya tidak begitu besar, mirip burung pada umumnya, hanya saja warna birunya begitu indah dan menyejukkan mata.

"Kenapa? Kau terpesona denganku?"

Phoenix tersebut berkata dengan sombong.

Mulut Meilan berkedut ketika mendengar burung tersebut yang begitu narsis.

"Terlalu percaya diri"

Ucap Meilan yang memutar bola matanya jengah.

Mendengar itu membuat Phoenix tersebut termenung beberapa waktu, dia adalah blue Phoenix, burung legendaris yang berelemen gabungan antara es air dan angin.

Dia adalah burung Phoenix yang di buru para kultivator tinggi di berbagai kerajaan dan bisa bisanya gadis di hadapannya itu tampak tidak peduli ketika melihatnya.

"Kau ingin kemana?"

Burung Phoenix tersebut segera bertanya dengan cepat.

"Tentu saja kembali, memangnya aku harus menontonmu menyombongkan diri? Benar benar memuakkan"

Ucap Meilan acuh yang kemudian segera berbalik meninggalkan tempat tersebut.

"Kau"

Phoenix tersebut benar benar kehilangan kata katanya, Dia dengan cepat melesat ke arah gadis di hadapannya.

Meilan merasa pandangannya buram, berulang kali gadis menggelengkan kepalanya, hingga kesadarannya seolah di tarik dengan paksa.

Dan di detik kemudian saat gadis itu sudah membuka matanya kini dirinya sudah berada di tempat yang berbeda.

Tidak ada lagi pemandangan hutan dengan pohon yang begitu rimbun dan gelap. Kini dia berada di hamparan salju begitu luas yang tak terkira.

Gadis itu menatap sekelilingnya dengan takjub, ini benar benar terlalu menakjubkan.

Dia tidak menyangka jika dirinya berada di dunia fantasi yang selama ini terdengar mustahil di otaknya. Namun merasakannya secara langsung berpindah tempat yang berbeda dalam satu detik benar benar terlalu luar biasa.

"Cih benar benar lemah"

Suara tersebut mengejutkan Meilan, gadis itu mendonggakkan kepalanya betapa terkejutnya dia ketika melihat burung Phoenix tadi kini tampak begitu indah di atas sana.

Kini wujudnya tidak lagi kecil, Hewan tersebut berubah menjadi besar, sekitar 3 meter, tak lupa sayapnya berkilau layaknya kristal biru yang menyejukkan mata.

"Kau berkata seperti itu seperti kau hebat saja"

Mendengar apa yang dikatakan gadis di bawah sana membuat Phoenix tersebut menjadi tidak senang, dia terbang kebawah berhenti tepat di hadapan gadis itu.

"Tentu saja aku hebat, bahkan sangat hebat"

"Benarkah kau sangat hebat?"

Meilan menatap Phoenix di depannya dengan ragu, meskipun sebenarnya dia merasa takjub tapi untuk menghadapi hewan sombong dia harus lebih sombong lagi.

"Tentu saja"

Phoenix tersebut menjawab dengan cepat

"Lalu bagaimana jika kau membuktikannya"

Tantang Meilan kemudian.

"Kau ingin bukti apa?"

Phoenix tersebut berkata dengan sombong.

"Bukankah hewan ilahi bisa berubah menjadi manusia? Maka berubahlah"

Ucap Meilan dengan cepat.

Dia ingat dia pernah membaca novel fantasi di dunia modern ketika masih di sekolah menengah pertama, dan setaunya burung Phoenix itu bisa berubah menjadi manusia ketika ranah kultivasinya berada di tingkat yang tertinggi.

Tiba tiba Phoenix tersebut tergugu, dia tampak salah tingkah.

"Itu, karna kau adalah pemilikku, maka kau harus menjadi lebih kuat agar aku bisa menjadi manusia"

Jawab Phoenix

Meilan merotasi malas mendengarnya, kemudian berkata.

"Cihh omong kosong apa itu, katakanlah jika kau benar benar tidak sekuat apa yang kau katakan"

Sarkas Meilan membuat Phoenix tersebut dalam kemarahan yang menggebu gebu.

Andai saja gadis di hadapannya tidak memiliki status yang spesial, maka dia telah menghancurkan gadis itu dalam satu kepakan sayapnya.

"Kau bisa mengoreksi orang lain, Tapi kau sendiri lebih lemah dari seekor kucing"

Sarkas Phoenix tersebut dengan sombongnya, dia benar benar enggan mengalah dengan orang lain

Terpopuler

Comments

weixao

weixao

malah dia yang ngejer🤣🤣🤣

2025-01-12

1

"Candy75

"Candy75

siapa yang lebih sombong?

2024-11-20

0

Ana Kurniawan

Ana Kurniawan

kau salah jendral telah memungut 🐍....

2024-10-07

4

lihat semua
Episodes
1 Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2 Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3 Cahaya biru yang menjengkelkan
4 Berniat memutuskan pertunangan
5 Bukan hanya ancaman
6 Gadis yang berbeda?
7 Kedatangan nyonya besar Bai
8 Aku yang jenius atau cucumu?
9 Fan Zhuang
10 Kekuatan roh
11 Di dalam mimpi yang menyedihkan
12 Mei Sashuang
13 Pertarungan level langit tingkat 9
14 Kedatangan penatua Hong
15 Orang bermarga Tao
16 Meledakkan 2 tungku
17 Berangkat ke sekte teratai hitam
18 Kehancuran Sekte teratai hitam
19 Memulihkan diri
20 gadis kecil dari sekte teratai hitam
21 Berbeda buka berarti buruk
22 Perkara ciuman
23 Syarat yang tidak masuk akal
24 Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25 Kemarahan Chanzi
26 Pembalasan
27 Aula rapat
28 Hukuman Chanzi
29 Rumah pelelangan
30 Rumah lelang
31 Tungku Tua
32 Berangkat ke akademi
33 Serigala putih tingkat 3
34 Kekacauan
35 Pendaftaran
36 Pergi bersama fan Zhuang
37 Spiritualis Dunia
38 Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39 Guru dan murid
40 Pertarungan
41 masuk kedalam hutan
42 Sulit melawan spritualis dunia
43 Pria mengerikan di belakangnya
44 Hadiah untuk Tuan Yie
45 Munculnya naga ilahi
46 Binatang Kontrak yang membangkang
47 Berangkat ke Klan Shuoxue
48 Tombak
49 Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50 Aula rapat
51 Bertemu orang orang Tao
52 Pertarungan dengan Shuanggo
53 Putri dari anak surga
54 Menghindarlah
55 Perjalanan ke akademi Zhishu
56 Cerita masa lalu
57 Murid sombong dari akademi Yueyin
58 Hari pertama pertandingan
59 Hong Yini
60 Babak kedua
61 Kecurangan
62 Kecurangan 2
63 Pertandingan membuat obat
64 Menang
65 Salah memilih target
66 Pertandingan memanah : Babak pertama
67 Pertandingan memanah : Babak kedua
68 Cincin merah yang berkelip
69 Kemarahan Meilan
70 Berburu binatang roh
71 Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72 Berburu binatang roh 2
73 Wanita pembunuh induk serigala
74 Kembali merasakan kecurangan
75 Aura dingin yang menusuk
76 Cerita tentang raja iblis
77 Yang terjadi di alam Zenith
78 Adanya sayembara
79 Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80 Di dalam hutan
81 Kabut ilusi
82 Raja iblis
83 Melakukan kontrak
84 Efek dari ledakan
85 Takut
86 Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87 Cara yang berbahaya
88 Pamit
89 Pulang
90 Sesuatu yang mengejutkan
91 Meilan terluka
92 Jaga matamu
93 Berangkat ke jurang iblis
94 Musuh yang semakin menggila
95 Darurat
96 Informasi
97 Informasi yang bocor
98 Wanita bernama Rui
99 Wanita yang selama ini di cari
100 Aku yang kalian cari
101 Tujuan yang sama
102 apakah kau mengenalnya?
103 Berita untukmu Rui
104 Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105 Aku merindukanmu
106 Kematian nyonya besar Bai
107 Kabar baik untuk Dong Hai
108 Meilan kembali ke akademi
109 Pria mesum
110 Bertindak bodoh
111 Kembali ke Alam Zenith
112 Situasi yang kacau
113 Di bunuh atau membunuh
114 Dalam posisi yang sama
115 Bergerak menuju klan Ziu
116 Masuk ke klan Ziu
117 Berita yang pecah
118 Mempersiapkan diri
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2
Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3
Cahaya biru yang menjengkelkan
4
Berniat memutuskan pertunangan
5
Bukan hanya ancaman
6
Gadis yang berbeda?
7
Kedatangan nyonya besar Bai
8
Aku yang jenius atau cucumu?
9
Fan Zhuang
10
Kekuatan roh
11
Di dalam mimpi yang menyedihkan
12
Mei Sashuang
13
Pertarungan level langit tingkat 9
14
Kedatangan penatua Hong
15
Orang bermarga Tao
16
Meledakkan 2 tungku
17
Berangkat ke sekte teratai hitam
18
Kehancuran Sekte teratai hitam
19
Memulihkan diri
20
gadis kecil dari sekte teratai hitam
21
Berbeda buka berarti buruk
22
Perkara ciuman
23
Syarat yang tidak masuk akal
24
Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25
Kemarahan Chanzi
26
Pembalasan
27
Aula rapat
28
Hukuman Chanzi
29
Rumah pelelangan
30
Rumah lelang
31
Tungku Tua
32
Berangkat ke akademi
33
Serigala putih tingkat 3
34
Kekacauan
35
Pendaftaran
36
Pergi bersama fan Zhuang
37
Spiritualis Dunia
38
Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39
Guru dan murid
40
Pertarungan
41
masuk kedalam hutan
42
Sulit melawan spritualis dunia
43
Pria mengerikan di belakangnya
44
Hadiah untuk Tuan Yie
45
Munculnya naga ilahi
46
Binatang Kontrak yang membangkang
47
Berangkat ke Klan Shuoxue
48
Tombak
49
Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50
Aula rapat
51
Bertemu orang orang Tao
52
Pertarungan dengan Shuanggo
53
Putri dari anak surga
54
Menghindarlah
55
Perjalanan ke akademi Zhishu
56
Cerita masa lalu
57
Murid sombong dari akademi Yueyin
58
Hari pertama pertandingan
59
Hong Yini
60
Babak kedua
61
Kecurangan
62
Kecurangan 2
63
Pertandingan membuat obat
64
Menang
65
Salah memilih target
66
Pertandingan memanah : Babak pertama
67
Pertandingan memanah : Babak kedua
68
Cincin merah yang berkelip
69
Kemarahan Meilan
70
Berburu binatang roh
71
Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72
Berburu binatang roh 2
73
Wanita pembunuh induk serigala
74
Kembali merasakan kecurangan
75
Aura dingin yang menusuk
76
Cerita tentang raja iblis
77
Yang terjadi di alam Zenith
78
Adanya sayembara
79
Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80
Di dalam hutan
81
Kabut ilusi
82
Raja iblis
83
Melakukan kontrak
84
Efek dari ledakan
85
Takut
86
Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87
Cara yang berbahaya
88
Pamit
89
Pulang
90
Sesuatu yang mengejutkan
91
Meilan terluka
92
Jaga matamu
93
Berangkat ke jurang iblis
94
Musuh yang semakin menggila
95
Darurat
96
Informasi
97
Informasi yang bocor
98
Wanita bernama Rui
99
Wanita yang selama ini di cari
100
Aku yang kalian cari
101
Tujuan yang sama
102
apakah kau mengenalnya?
103
Berita untukmu Rui
104
Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105
Aku merindukanmu
106
Kematian nyonya besar Bai
107
Kabar baik untuk Dong Hai
108
Meilan kembali ke akademi
109
Pria mesum
110
Bertindak bodoh
111
Kembali ke Alam Zenith
112
Situasi yang kacau
113
Di bunuh atau membunuh
114
Dalam posisi yang sama
115
Bergerak menuju klan Ziu
116
Masuk ke klan Ziu
117
Berita yang pecah
118
Mempersiapkan diri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!