Di dalam mimpi yang menyedihkan

Dalam sebuah kilatan tragedi

Tampak seorang wanita tua dengan jubah putih yang dia kenakan tampak berkibar di tiup angin.

Lalu di slide berikutnya tampak seorang pria tampan mendekatinya dengan senyum manis di bibirnya, menatap wanita itu dengan penuh kasih sayang.

Wanita itu menatap bayi mungil dalam dekapan pria itu, begitu cantik dia yakin jika kelak dia besar gadis itu memiliki kecantikan yang bisa meruntuhkan kota.

Slide berikutnya

Tampak wanita tadi menggeram kesakitan dengan tubuhnya dipenuhi dengan luka, beberapa sayatan terlihat jelas di tubuh wanita itu.

Mereka hanya berdua di sebuah gubuk tua yang ada di tengah hutan.

Wanita itu menjatuhkan air matanya, entah sudah ketetes berapa air mata itu terjatuh. Dia menatap nanar bayi mungil di hadapannya beberapa waktu.

Hingga tangannya mulai meraih sebuah gulungan yang ada di balik jubahnya.

Wanita itu lantas mengambil posisi lotus, matanya terpejam dengan mulutnya yang tampak merapalkan sebuah mantra.

Selang beberapa saat, sebuah cahaya menyelimuti mereka, semakin lama cahaya itu semakin bersinar terang, hingga setelah beberapa saat cahaya itu mulai redup.

Uhukkkk

Wanita itu terbatuk, dia mengeluarkan gumpalan darah pekat yang kembali mengenai pakaian putih miliknya.

Di slide berikutnya

Gubuk tempat mereka berdua tadi kini terbakar, ada kobaran api yang begitu menyala disana.

Pria tampak yang hadir di slide sebelumnya tampak menangis dengan berusaha memadamkan api dengan kekuatan miliknya.

Tangan pria itu tampak menggendong sebuah bayi.

Air mata pria itu terus saja mengucur begitu deras, Dengan seluruh kekuatannya berusaha memadamkan api itu yang tak kunjung padam.

Hingga pada akhirnya pria itu kini berlutut di tanah, meraung kearah langit meminta agar menurunkan hujan, namun langit seolah tidak peduli dengan keadaannya.

Pria itu menatap bayi dalam gendongannya, kemudian membawanya dalam pelukannya, memeluknya dengan erat dengan isak tangis yang cukup kuat.

Jendral Bai yang sedang berada di dalam kereta bersama Meilan seketika diserang panik ketika putrinya tiba tiba tidak sadarkan diri.

Tubuh putrinya terasa dingin dengan keringat yang terus mengucur begitu deras, dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi.

"Meier bangun, ada apa?"

"Meier ayo buka matamu"

"Meier jangan membuat ayah takut"

Jendral Bai berusaha membangunkan Meilan dengan menepuk pipi gadis itu dengan pelan, namun itu tidak membuahkan hasil hingga membuat pria paruh baya itu semakin panik.

"Hiksss"

"Hikss"

"Hiksss"

Mendengar putrinya yang menangis tanpa membuka matanya membuat Jendral Bai semakin panik.

Untung saja mereka telah tiba di kediaman Bai.

Tampa basa basi, pria itu menggendong tubuh putrinya.

"Cepat panggilkan tabib Liu"

Teriak Jendral Bai ketika mendengar tangisan putrinya semakin tidak terkendali.

Jendral Bai benar benar kalang kabut, dia segera membaringkan tubuh Meilan ke tempat tidur.

"Meier ayo buka matamu"

Jendral Bai kembali mencoba membangunkan putrinya

Selang beberapa saat tabib Liu masuk kedalam kamar Meilan dengan tergesa gesa

"Apa yang terjadi jendral?"

Dia bertanya dengan panik

"Ini terjadi begitu tiba tiba, Meilan tiba tiba saja jatuh tidak sadarkan diri"

Jelas Jendral Bai kemudian, yang kemudian segera memperhatikan pergerakan tabib Liu yang sedang memeriksa keadaan putrinya.

"Ini sangat aneh jendral Bai, tidak ada yang salah dengan tubuh putri Meilan"

Ucap tabib Liu kemudian

"tapi ini akan berakibat buruk jika putri Meilan tidak segera bangun, bisa saja putri terkena koma"

Lanjut tabib Liu

Mendengar itu membuat jendral Bai semakin panik, dia bergerak mendekati putrinya dan melakukan berbagai cara membangunkannya.

"Meier ayo buka matamu, Jangan membuat ayah takut seperti ini"

Ucap jendral Bai dengan mata yang berkaca kaca

"Jangan tinggalkan ayah seperti ibumu meninggalkan ayah nak, ayah tidak sanggup lagi"

Kini air mata jendral Bai yang sejak tadi dia tahan kini telah tumpah, rasa takut benar benar menyelimutinya, membayangkan jika putrinya akan meninggalkannya benar benar membuatnya takut setengah mati.

Sedangkan dalam situasi yang berbeda

Meilan merasakan dadanya yang sesak, gadis itu seolah turut merasakan bagaimana sakitnya ketiga orang itu, seolah keadaan merenggut kebahagiaan mereka.

Entah kenapa kemarahan menyelimuti gadis itu, Tangan Meilan terkepal kuat air matanya jatuh tak terkira.

Hingga slide slide itu kini berubah menjadi kilatan hitam.

"Hah"

"Hah"

"Hah"

Meilan membuka matanya lebar lebar, nafasnya tampak naik turun.

Dia tidak tau apa yang terjadi di sekitarnya saat ini, yang dia ingat hanyalah bayangan slide yang terus berputar di otaknya.

Hingga gadis itu mulai mengalihkan perhatiannya, rupanya jendral Bai ada disana.

Meilan bisa melihat jejak air mata di wajah pria paruh baya itu. Saat dirinya hendak ingin bertanya apa yang terjadi, tiba tiba jendral Bai membawanya dalam pelukannya, memeluknya dengan erat.

"Kau membuat ayah takut Meier"

Ucap jendral Bai dengan suara pelan.

Meier segera tersadar, sepertinya dia telah membuat pria itu khawatir

"Tidak apa apa ayah, aku hanya bermimpi buruk, dan itu cukup membuatku merasa sedih"

Ucap gadis itu yang berusaha menenangkan jendral Bai.

Di sisi lain Meilan merasa heran, dia merasa mimpi itu terasa nyata, bahkan rasa sakit, bahagia dia seolah secara naluriah bisa merasakannya.

Tapi kenapa? Apakah mimpi itu memilih arti?

Semakin di pikirkan semakin membuat Meilan bingung.

"Jendral usahakan untuk saat ini putri Meilan tidak kelelahan".

Sahut tabib Liu kemudian

jendral Bai menganggukkan kepalanya

"Nak, jangan terlalu keras memaksakan, tanpa kau bisa berkultivasi ayah tetap menyayangimu"

Ucap jenderal Bai

Dia jelas tau bagaimana putrinya berjuang dalam berkultivasi akhir akhir ini, itu bisa di lihat dimana kini tingkat kultivasi putrinya meningkat pesat.

Meskipun dia merasa bangga namun dia tidak ingin jika putrinya memaksakan diri dan berakibat buruk pada tubuhnya.

"Aku tidak apa apa ayah, mungkin benar yang tabib Liu katakan, ini terjadi karna aku kelelahan, aku akan beristirahat yang cukup"

Timpal Meilan kemudian

Itu tentu saja bohong, dia tidak akan beristirahat tanpa alasan lagi pula dia merasa tubuhnya baik baik saja, dia juga tidak merasa kelelahan.

"Baiklah kalau begitu istirahatlah, ayah akan meminta zinzin agar membawa makanan untukmu"

Meilan hanya menganggukkan kepalanya setuju, matanya kini menatap ayahnya dan tabib Liu yang bergerak meninggalkan kamar miliknya.

"Hui aku memimpikan sesuatu yang aneh, tapi itu terasa begitu nyata"

Ucap Meilan yang berbicara dengan Hui melalui pikirannya

"Mimpi? Mimpi seperti apa?"

Mendengar pertanyaan Hui membuat Meilan terdiam.

"Lupakan"

Ucap gadis itu kemudian

"Yakk nona berhenti bersikap seperti itu, kau benar benar pandai membuat orang lain penasaran"

Teriak Hui yang merasa nonanya itu mengerjai dirinya.

"Berhenti berteriak, suaramu benar benar mengganggu pendengaran"

Ucap Meilan yang kemudian segera merebahkan tubuhnya di tempat tidur

Terpopuler

Comments

"Candy75

"Candy75

thor bayi itu seorang bukan sebuah

2024-11-20

0

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

seorang X thor, emang bayi apaan d sebut sebuah 😒😒😒

2024-12-16

1

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Maaf kk, seorang bayi.

2024-11-02

0

lihat semua
Episodes
1 Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2 Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3 Cahaya biru yang menjengkelkan
4 Berniat memutuskan pertunangan
5 Bukan hanya ancaman
6 Gadis yang berbeda?
7 Kedatangan nyonya besar Bai
8 Aku yang jenius atau cucumu?
9 Fan Zhuang
10 Kekuatan roh
11 Di dalam mimpi yang menyedihkan
12 Mei Sashuang
13 Pertarungan level langit tingkat 9
14 Kedatangan penatua Hong
15 Orang bermarga Tao
16 Meledakkan 2 tungku
17 Berangkat ke sekte teratai hitam
18 Kehancuran Sekte teratai hitam
19 Memulihkan diri
20 gadis kecil dari sekte teratai hitam
21 Berbeda buka berarti buruk
22 Perkara ciuman
23 Syarat yang tidak masuk akal
24 Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25 Kemarahan Chanzi
26 Pembalasan
27 Aula rapat
28 Hukuman Chanzi
29 Rumah pelelangan
30 Rumah lelang
31 Tungku Tua
32 Berangkat ke akademi
33 Serigala putih tingkat 3
34 Kekacauan
35 Pendaftaran
36 Pergi bersama fan Zhuang
37 Spiritualis Dunia
38 Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39 Guru dan murid
40 Pertarungan
41 masuk kedalam hutan
42 Sulit melawan spritualis dunia
43 Pria mengerikan di belakangnya
44 Hadiah untuk Tuan Yie
45 Munculnya naga ilahi
46 Binatang Kontrak yang membangkang
47 Berangkat ke Klan Shuoxue
48 Tombak
49 Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50 Aula rapat
51 Bertemu orang orang Tao
52 Pertarungan dengan Shuanggo
53 Putri dari anak surga
54 Menghindarlah
55 Perjalanan ke akademi Zhishu
56 Cerita masa lalu
57 Murid sombong dari akademi Yueyin
58 Hari pertama pertandingan
59 Hong Yini
60 Babak kedua
61 Kecurangan
62 Kecurangan 2
63 Pertandingan membuat obat
64 Menang
65 Salah memilih target
66 Pertandingan memanah : Babak pertama
67 Pertandingan memanah : Babak kedua
68 Cincin merah yang berkelip
69 Kemarahan Meilan
70 Berburu binatang roh
71 Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72 Berburu binatang roh 2
73 Wanita pembunuh induk serigala
74 Kembali merasakan kecurangan
75 Aura dingin yang menusuk
76 Cerita tentang raja iblis
77 Yang terjadi di alam Zenith
78 Adanya sayembara
79 Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80 Di dalam hutan
81 Kabut ilusi
82 Raja iblis
83 Melakukan kontrak
84 Efek dari ledakan
85 Takut
86 Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87 Cara yang berbahaya
88 Pamit
89 Pulang
90 Sesuatu yang mengejutkan
91 Meilan terluka
92 Jaga matamu
93 Berangkat ke jurang iblis
94 Musuh yang semakin menggila
95 Darurat
96 Informasi
97 Informasi yang bocor
98 Wanita bernama Rui
99 Wanita yang selama ini di cari
100 Aku yang kalian cari
101 Tujuan yang sama
102 apakah kau mengenalnya?
103 Berita untukmu Rui
104 Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105 Aku merindukanmu
106 Kematian nyonya besar Bai
107 Kabar baik untuk Dong Hai
108 Meilan kembali ke akademi
109 Pria mesum
110 Bertindak bodoh
111 Kembali ke Alam Zenith
112 Situasi yang kacau
113 Di bunuh atau membunuh
114 Dalam posisi yang sama
115 Bergerak menuju klan Ziu
116 Masuk ke klan Ziu
117 Berita yang pecah
118 Mempersiapkan diri
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Berada dalam pusaran waktu yang berbeda
2
Bereinkarnasi di tubuh yang salah
3
Cahaya biru yang menjengkelkan
4
Berniat memutuskan pertunangan
5
Bukan hanya ancaman
6
Gadis yang berbeda?
7
Kedatangan nyonya besar Bai
8
Aku yang jenius atau cucumu?
9
Fan Zhuang
10
Kekuatan roh
11
Di dalam mimpi yang menyedihkan
12
Mei Sashuang
13
Pertarungan level langit tingkat 9
14
Kedatangan penatua Hong
15
Orang bermarga Tao
16
Meledakkan 2 tungku
17
Berangkat ke sekte teratai hitam
18
Kehancuran Sekte teratai hitam
19
Memulihkan diri
20
gadis kecil dari sekte teratai hitam
21
Berbeda buka berarti buruk
22
Perkara ciuman
23
Syarat yang tidak masuk akal
24
Berkunjung ke kediaman Tuan besar Bai
25
Kemarahan Chanzi
26
Pembalasan
27
Aula rapat
28
Hukuman Chanzi
29
Rumah pelelangan
30
Rumah lelang
31
Tungku Tua
32
Berangkat ke akademi
33
Serigala putih tingkat 3
34
Kekacauan
35
Pendaftaran
36
Pergi bersama fan Zhuang
37
Spiritualis Dunia
38
Menantang orang yang telah menyakiti adikku
39
Guru dan murid
40
Pertarungan
41
masuk kedalam hutan
42
Sulit melawan spritualis dunia
43
Pria mengerikan di belakangnya
44
Hadiah untuk Tuan Yie
45
Munculnya naga ilahi
46
Binatang Kontrak yang membangkang
47
Berangkat ke Klan Shuoxue
48
Tombak
49
Klan Shuoxue : Hilangnya senjata patung dewa
50
Aula rapat
51
Bertemu orang orang Tao
52
Pertarungan dengan Shuanggo
53
Putri dari anak surga
54
Menghindarlah
55
Perjalanan ke akademi Zhishu
56
Cerita masa lalu
57
Murid sombong dari akademi Yueyin
58
Hari pertama pertandingan
59
Hong Yini
60
Babak kedua
61
Kecurangan
62
Kecurangan 2
63
Pertandingan membuat obat
64
Menang
65
Salah memilih target
66
Pertandingan memanah : Babak pertama
67
Pertandingan memanah : Babak kedua
68
Cincin merah yang berkelip
69
Kemarahan Meilan
70
Berburu binatang roh
71
Berburu binatang roh : Memasuki bukit Fenyui
72
Berburu binatang roh 2
73
Wanita pembunuh induk serigala
74
Kembali merasakan kecurangan
75
Aura dingin yang menusuk
76
Cerita tentang raja iblis
77
Yang terjadi di alam Zenith
78
Adanya sayembara
79
Jalur bekas pertempuran dewa dan raja iblis
80
Di dalam hutan
81
Kabut ilusi
82
Raja iblis
83
Melakukan kontrak
84
Efek dari ledakan
85
Takut
86
Alasan di balik hukuman yang menimpa raja iblis
87
Cara yang berbahaya
88
Pamit
89
Pulang
90
Sesuatu yang mengejutkan
91
Meilan terluka
92
Jaga matamu
93
Berangkat ke jurang iblis
94
Musuh yang semakin menggila
95
Darurat
96
Informasi
97
Informasi yang bocor
98
Wanita bernama Rui
99
Wanita yang selama ini di cari
100
Aku yang kalian cari
101
Tujuan yang sama
102
apakah kau mengenalnya?
103
Berita untukmu Rui
104
Raja iblis : Apa yang kau lakukan padaku?
105
Aku merindukanmu
106
Kematian nyonya besar Bai
107
Kabar baik untuk Dong Hai
108
Meilan kembali ke akademi
109
Pria mesum
110
Bertindak bodoh
111
Kembali ke Alam Zenith
112
Situasi yang kacau
113
Di bunuh atau membunuh
114
Dalam posisi yang sama
115
Bergerak menuju klan Ziu
116
Masuk ke klan Ziu
117
Berita yang pecah
118
Mempersiapkan diri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!