Karena kultivasi Shi Mei naik ke tingkat Nascent Soul tahap menengah yang berarti menjadi salah satu pilar kuat akademi, dengan itu dekan membebaskan Shi Mei dari hukumannya. Dua hari berikutnya Jiang Xue kembali mendatangi Yan Kai di puncak spiritual.
"Yan Kai, maafkan aku, karena aku kau jadi terkena masalah besar" ujar Jiang Xue
"Semua itu sudah berlalu, Fu Hai juga sudah mati dan sekarang kau tidak perlu khawatir lagi dengan pernikahanmu dengannya"
"Aku hanya ingin mengingatkanmu kalau keluarga Fu mungkin tidak akan membiarkan masalah ini begitu saja, berhati-hatilah"
"Terima kasih"
Malam harinya Yan Kai menanyakan benda apa yang dia temukan di hutan akademi waktu itu.
"Guru, aku menemukan benda ini di hutan akademi, benda ini disembunyikan dalam array ilusi"
Begitu guru Shi melihat benda itu dia sangat terkejut.
"Ini? Ini kristal nadi bumi" kata guru Shi
"Kristal nadi bumi? Apa ini berguna?"
"Benar itu sangat berguna sekali, kristal itu terbentuk dari pemadatan energi bumi dan sangat berguna untuk kultivasi karena menyimpan banyak energi bumi"
"Apakah guru membutuhkan ini?"
"Kau lebih membutuhkannya dari pada aku, sup yang kau berikan itu membuat kultivasiku naik tingkat ke Nascent Soul tahap menengah, bahkan meridian ku yang tadinya rusak sekarang sudah diperbaiki, sekarang kau harus. Memanfaatkan kristal itu untuk kultivasimu"
"Kalau begitu akan ku gunakan untuk menaikkan tingkat kultivasi ku" ujar Yan Kai
"Bekerja keraslah, karena tiga bulan lagi Medan perang kuno akan dibuka, semua murid dari berbagai akademi akan memasukinya"
"Medan perang kuno? Tempat apa itu guru?"
"Seperti namanya, tempat itu pernah menjadi medan perang di zaman kuno, para saint dan bahkan sage ada yang mati disana, tempat itu menyimpan banyak harta tapi juga sangat berbahaya, semua yang memasukinya adalah musuh demi berebut harta" ucap guru Shi menjelaskan
Sejak saat itu Yan Kai terus berlatih dan berkultivasi, dengan menyerap kristal nadi bumi, setelah bekerja keras kultivasinya sudah naik ke tingkat Legenda tahap menengah.
"Akhirnya berkat kristal nadi bumi aku mencapai tingkat Legenda tahap menengah, aku merasa ada kekuatan berlimpah di tubuhku" gumam Yan Kai
Tiga bulan sudah berlalu, tibalah waktunya para murid memasuki medan perang kuno. Semua murid berkumpul dan berangkat menuju pintu masuk Medan perang kuno.
"Yan Kai, aku sedikit khawatir membayangkan medan perang kuno, hanya yang kuat yang akan bertahan disana" ujar Xiao Chen
"Makanya kau tetap berhati-hati, carilah teman agar bisa pergi secara berkelompok, jangan mudah percaya pada orang lain" ucap Yan Kai
Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di gerbang medan perang kuno, tempat itu sangat ramai, orang-orang dari berbagai tempat datang kesana.
"Keramaian ini melebihi dugaanku, akan sangat kacau didalam sana nantinya, tapi guru memberiku peta area medan perang kuno dengan tingkat bahayanya" ujar Yan Kai dalam hati
"Yan Kai, berhati-hatilah di dalam sana, aku akan menunggumu disini"
"Baik guru"
"Yan Kai, kau sangat beruntung bisa menjadi satu-satunya murid guru wanita cantik, aku sungguh iri padamu" bisik Xiao Chen
"Tapi kau juga beruntung bisa masuk murid dalam" balas Yan Kai
"Tapi keberuntungan mu lebih menggoda buatku"
Kemudian tiba-tiba Xia Rui sang ratu kecantikan akademi Douluo menghampiri Yan Kai.
"Yan Kai, selamat atas kenaikan kultivasimu, semoga kita bertemu di dalam sana" ujar Xia Rui
"Terima kasih, selamat juga karena kau juga naik tingkat" balas Yan Kai
Lalu Xia Rui segera menemui menemui gurunya.
"Yan Kai, beritahu aku makanan apa yang kau makan selama ini sehingga pesona mu membuat ratu akademi datang sendiri menghampiri mu" ujar Xiao Chen
"Jangan membahas itu lagi"
"Tapi aku juga ingin punya pesona sepertimu"
Saatnya gerbang medan perang kuno di buka, satu persatu orang mulai memasukinya, begitu juga Yan Kai yang langsung dikirim ke suatu tempat yang tidak diketahui, suasana gurun pasir dan beberapa reruntuhan bangunan.
"Tempat ini terasa sangat panas seperti didalam panci" gerutu Yan Kai
Tiba-tiba pasir disampingnya bergerak seperti ada yang akan keluar dari dalam pasir dan benar saja seekor monster kalajengking muncul karena merasakan ada getaran pasir disekitarnya.
"Monster kalajengking? dia memang binatang padang pasir" gumam Yan Kai
Kalajengking itu langsung menyerang dengan sengatan di ekornya, Yan Kai mencoba memotong sengat kalajengking itu dengan pedang namun kulit kalajengking itu sangat keras.
"Sial! Kulitnya sangat keras, jika terkena sengatannya pasti akan langsung mati"
Kalajengking terus menyerang dengan capit dan sengatnya, Yan Kai menangkis serangan itu dengan pedang, karena pedang tak mempan melukai kalajengking lalu dia menghindari serangan itu dengan berdiri dibalik puing reruntuhan"
"Semua tubuh kalajengking ditutupi oleh cangkang yang keras kecuali mulut dan matanya, ya! Aku harus menyerang bagian itu" gumam Yan Kai
Lalu Yan Kai mundur beberapa langkah untuk menggunakan jurus pedang angin, melihat Yan Kai muncul, kalajengking langsung bergerak maju untuk memangsanya dan Yan Kai langsung menyerang balik namun kalajengking melindungi kepala dibalik kedua capitnya.
"Kalajengking ini seperti punya kecerdasan, aku tidak bisa bertahan lama di suhu panas seperti ini"
Selanjutnya Yan Kai berlari naik ke atas puing-puing bangunan yang lebih tinggi, kemudian menendang beberapa puing ke arah kalajengking, ketika kalajengking menangkis puing-puing itu Yan Kai melompat ke arah kepala kalajengking sambil melepaskan jurus pedang anginnya.
"Hiiaaaaaaaa!" teriak Yan Kai
"Duuuffff!" suara hempasan pedang angin
Ketika kali Yan Kai menginjak bumi lagi, mulut si kalajengking sudah terbelah dan segera dia mengeluarkan inti monsternya.
"Lumayan untuk langkah awal disini, aku harus pergi dan menemukan area hijau untuk berteduh"
Begitu Yan Kai hendak pergi dia teringat sesuatu lalu mengeluarkan ponselnya untuk memindai tubuh monster kalajengking
"Siapa tau tubuh monster kalajengking ini bisa di jual" gumamnya
Objek: Kalajengking Raksasa
Kualitas: Masih Segar
Harga: 2000 Yuan (4 juta Rupiah)
"Ternyata ada juga orang yang makan daging kalajengking, lumayan buat belanja nantinya" ujar Yan Kai
Dalam suasana cuaca panas itu datang badai tornado pasir menuju ke arah Yan Kai. Dia mencoba berlari namun badai itu terlalu besar dan kencang hingga dia tersapu badai itu, untuk beberapa waktu Yan Kai di terbangkan oleh pusaran pasir dan angin ke suatu arah hingga saat tersadar dia berada di suatu tempat.
"Dimana ini?" gumamnya sambil memperhatikan sekeliling
"Hahaha, aku selamat, badai itu membawaku ke tepi hutan gurun pasir, aku sangat lapar dan haus setelah berpanas-panasan, sebaiknya makam dulu untuk mengisi tenaga" ujarnya
Yan Yan Kai langsung mengisi perutnya dengan makanan kesukaannya yaitu ramen dan ayam bakar yang aromanya sangat menggoda selera.
"Sepertinya ada makanan enak disini" ucap seseorang yang baru datang
"Tentu saja ini sangat enak, tapi sayangnya aku sudah menghabiskannya" jawab Yan Kai
"Kalau begitu berikan semua yang kau punya"
"Kebetulan sekali aku ingin buang air, apa kau juga mau?" ledek Yan Kai
Mendengar ucapan Yan Kai seperti itu membuat orang itu sangat marah dan langsung mencabut pedangnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments