Yan Kai mengingat kembali tujuannya datang ke dunia itu, namun saat ini dia masih seorang pemula yang tak tau apa-apa, karena itu dia memutuskan untuk tinggal sementara disana, dengan arahan nari Naga Jura Yan Kai mulai membangun pondasi kultivasinya.
"Sebelum kau memulai kultivasi, aku akan membuatkan pil dari herbal yang kau temukan kemarin, agar kau bisa merasakan aura disekitar mu" kata Jura
Tiba-tiba Naga Jura berubah menjadi manusia berusia 37 tahun, Yan Kai yang melihat itu sangat terkejut namun tetap berpura-pura tenang, lalu Jura mengeluarkan tungku dari cincinnya dan mulai membuat pil, beberapa saat kemudian pil selesai dibuat.
"Makanlah pil ini lalu kau serap semua energinya"
"Baiklah!"
Lalu Yan Kai memakan pil itu kemudian dia merasakan ada getaran ditubuhnya disertai rasa sakit di perutnya.
"Alirkan semua energi ke seluruh tubuhmu, tahan rasa sakitnya, meridian mu sedang dibentuk"
Yan Kai melakukan seperti yang dikatakan Jura, keringat mengucur di tubuhnya, hingga beberapa saat kemudian.
"Berteriaklah sekuat tenagamu" kata Jura
"Hhaaaaaa!" teriak Yan Kai dengan keras
Tiba-tiba sebuah gelombang energi keluar dari mulut Yan Kai dan menumbangkan pohon di depannya, Jura yang melihat itu sangat terkejut.
"Siapa bocah ini? Kenapa dia bisa memahami auman Naga? Apakah ini hanya kebetulan?" ujar Jura dalam hati
"Pohon itu? Apakah tumbang karena teriakan ku?" tanya Yan Kai
"Katakan padaku siapa kau sebenarnya?" tanya Jura sambil mendekatkan wajahnya ke Yan Kai
"Apa maksudmu? Bukankah aku sudah bilang kalau aku Yan Kai, aku berasal dari......., aku tidak ingat aku berasal dari mana karena semua ingatanku hilang" jawab Yan Kai
"Hahaha, kau memang luar biasa" ujar Jura sambil menepuk pundak Yan Kai dengan kuat.
"Uhuuukk! Uhuuukk! Apa kau akan membunuhku?"
"Oh maaf! Aku terlalu bersemangat, sekarang coba berteriak lagi ke arah pohon yang itu"
Lalu Yan Kai kembali meneriakkan suara yang kencang lagi.
"Hhaaaaaa!" teriak Yan Kai lagi
Namun tidak ada apapun yang terjadi.
"Berarti jurus auman naga barusan terjadi tanpa dia sadari" pikir Jura
Di hari-hari berikutnya Jura memberi pencerahan tentang jurus auman naga pada Yan Kai, lalu mempelajari teknik Dao pedang dari buku yang ditemukan di cincin penyimpanan tengkorak dalam gua.
"Kau sudah memiliki pondasi kultivasi dan menguasai beberapa jurus dasar, kultivasi u saat ini adalah tingkatan Pembentukan Qi tahap menengah, untuk meningkatkan kekuatanmu kau harus berada dipertarungan yang sebenarnya"
"Terima kasih sudah mengajariku cara berkultivasi"
"Apa hanya ada kata-kata terima kasih untukku?" ucap Jura dengan pandangan penuh maksud
"Baiklah aku mengerti, nanti aku akan berjalan-jalan disekitar sini, siapa tau aku menemukan sesuatu untuk ditukarkan"
"Baguslah jika kau mengerti maksudku"
Kemudian siang itu Yan Kai mengitari area lembah Jura untuk mencari sesuatu yang berharga, beberapa saat berlalu namun tak menemukan apapun, dia terus berjalan hingga sampai di aliran sungai yang dia temukan waktu pertama kali datang kesana.
"Tak ada apapun disini, tapi kenapa lembah seperti ini tak menyimpan sesuatu yang berharga? Atau Jangan-jangan aku yang tidak mengenalinya" gumam Yan Kai
Yan Kai terus berjalan hingga hampir sampai di tepi lembah, didekat sebuah batu besar Yan Kai melihat sebuah tumbuhan yang mencolok lalu menghampirinya.
"Tumbuhan apa ini? Warna bunganya merah pekat, sebaiknya aku pindai saja, ponsel lebih tau dari pada aku"
Lalu Yan Kai memindai tumbuhan itu melalui aplikasi penjualan di ponselnya.
Objek: Bunga darah naga
Kualitas: Tinggi
Khasiat: mengobati darah tinggi
Harga: 500 Yuan (1 juta Rupiah)
"Waaahhh! Bunga ini mahal juga" gumam Yan Kai
Lalu Yan Kai menoleh ke samping, ternyata ada beberapa bunga darah naga lagi, setelah semua bunga itu dipetik, Yan Kai langsung menjualnya.
Ketika hari hampir gelap Yan Kai memutuskan segera kembali, namun tiba-tiba terdengar suara beberapa orang dari tepi lembah Jura.
"Mau lari kemana kau cantik? Menyerahlah dan ikut kami untuk bersenang-senang" suara seorang pria
"Siapa yang masih berkeliaran disaat hampir gelam begini?" gumam Yan Kai sambil mendekati arah suara
"Kalau kau terus melawan kau hanya akan mati sia-sia" kata seorang pria
"Lebih baik aku mati dari pada menyerah pada kalian" jawab wanita itu
"Mereka sedang mengejar seorang gadis, aku yang tidak pernah merasakan tatapan hangat seorang gadis merasa muak dengan tingkah mereka, Jura bilang, aku harus bertarung untuk bertambah kuat" gumam Yan Kai
Empat orang pria itu terus berusaha menangkap gadis cantik dengan penampilan sempurna yang sedang terluka hingga sangga gadis terdesak dan akan segera ditangkap.
"Hahaha, akhirnya kau tertangkap juga"
"Lepaskan! Apa kalian tidak tau siapa aku? Saat para pengawal ku menangkap kalian, itu saatnya kalian mati" ucap si gadis
"Tentu saja kami tau siapa kau, tapi melepaskan mu begitu saja akan sangat sia-sia, kecantikan ini akan milik kami malam ini" ujar salah satu pria sambil menyentuh pipi si gadis
"Berhenti!" teriak Yan Kai
Semua orang itu langsung menoleh ke Yan Kai.
"Siapa bocah ini? Kenapa dia datang dari lembah terlarang" gumam mereka
"Siapa kau? Sebaiknya jangan ikut campur urusan kami" ujar salah satu dari mereka
"Tidak usah dengarkan dia, penggal saja kepalanya agar tidak berisik lagi" kata yang lain
"Aku baru sampai di dunia ini dan belum menguasai beladiri, aku baru belajar dua teknik dasar auman naga dan dao pedang, Jura bilang dengan memahami dao pedang apapun bisa jadi senjata" ucap Yan Kai dalam hati
"Siapa pemuda ini? Dia datang dari lembah Jura, harusnya tidak ada siapapun yang berani memasuki lembah terlarang ini" ujar si gadis dalam hati
Dua orang dari mereka berjalan ke arah Yan Kai seperti siap bertarung, karena tak punya senjata Yan Kai terpaksa mencoba teknik yang baru dipelajarinya, dia mengambil sebuah ranting untuk pengganti pedang.
"Ayo kita penggal kepala bocah ini!" teriak salah satu pria
Dua orang pria bersiap menyerang, sedangkan Yan Kai berkonsentrasi untuk mengeluarkan Dao pedang, aura terlihat menyelimuti ranting di tangan Yan Kai, ketika dua orang itu menyerang, ranting itu diayunkan ke arah samping.
"Ssuuiinngg!" suara ayunan ranting
Tiba-tiba sebuah energi berbentuk tebasan pedang berwarna keemasan melayang memenggal kepala dua pria itu dalam sekejap.
"Ini? Ini Dao pedang yang agung" gumam si gadis
Melihat dua rekannya langsung terbunuh dalam satu ayunan ranting, kedua pria itu langsung berlutut minta ampun.
"Ampuni kami tuan! Kami janji tidak akan melakukan ini lagi"
"Hidup kalian tergantung pada gadis ini" ujar Yan Kai
"Nona! Tolong ampuni ka...."
Tiba-tiba sebuah ayunan pedang menebas leher kedua pria itu.
"Kalian tidak pantas diampuni" gumam gadis itu
Lagu tiba-tiba gadis itu jatuh pingsan, Yan Kai langsung berjalan menuju gadis itu namun pandangannya buyar untuk sesaat.
"Kenapa pandanganku jadi buyar begini? Apa karena pertama kali aku menggunakan teknik yang aku pelajari? Lalu bagaimana dengan gadis ini? Haruskah aku menolongnya?" gumam Yan Kai
Karena tak tega meninggalkan gadis itu yang sedang pingsan, laLu Yan Kai membawanya masuk ke lembah Jura.
Catatan.
"Tingkat kultivasi ada 12
Tahap pembukaan Qi
Pembentukan Qi
Penyatuan. QI
Transformasi
Legenda
Ancestor
Dao Naga
Nascent Soul
Emperor
Immortal
Saint
Sage
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Diah Susanti
rantingnya jadi kayak kembang api🎇🎇
2024-09-12
2