Setelah menukarkan cincin milik Jura kemudian Yan Kai membeli rumah instan lengkap dengan isinya, begitu transaksi berhasil, tiba-tiba sebuah rumah muncul, mereka terkejut dan kagum melihat itu.
"Kekuatan apa yang dimiliki bocah ini hingga bisa membangun rumah dalam sekejap" ujar Jura dalam hati
"Ternyata ponsel dari dewa sialan ini hebat juga, tapi tetap saja aku butuh uang untuk membelinya" gumam Yan Kai
Kemudian mereka masuk kedalam rumah itu untuk melihat isinya.
"Semua barang-barang disini merupakan barang-barang modern, bisakah orang ini menggunakan barang-barang ini?" pikir Yan Kai
Lalu Yan Kai mencoba menyalakan lampu.
"Ini benar-benar berfungsi, tenaganya berasal dari listrik tenaga surya" gumam Yan Kai
"Apa itu? Kenapa dia bercahaya?" tanya Jura
"Ini lampu untuk pencahayaan dimalam hari, tapi jangan pernah mengutak-batik barang-barang di dalam rumah ini, ada aliran petir yang sangat kuat di semua barang-barang ini"
"Apa aku aman tinggal bersama petir dirumah ini?" tanya Jura lagi
"Selama tidak mengutak-batik barang, itu akan aman"
Kemudian Yan Kai membeli makanan dan bahan lainnya lalu disimpan di lemari es.
"Akhirnya semua uang dari penjualan cincin habis juga, ini benar-benar hanya untuk dia" gumam Yan Kai dengan wajah lesu
"Hahaha, tempat duduk ini empuk sekali"
Malam itu Yan Kai memasak makan malam dengan peralatan dari rumah itu. Jura sangat menyukai masakan dunia modern. Keesokan paginya Yan Kai berpamitan untuk pergi.
"Selama aku pergi jangan kacaukan semua barang-barang di dalam rumah, kalau aku bosan aku akan kembali kesini"
"Aku akan menjaga rumah ini dengan baik, kau bawalah cincin ruangku ini, ini punya ruang lebih besar, kau akan membutuhkannya nanti"
"Baiklah! Aku pergi dulu, hematlah makanan selama aku tidak disini"
Lalu Yan Kai segera pergi menuju tepi hutan Jura, karena dia tidak tau harus kemana, maka dia hanya mengikuti arah jalan saja, tengah hari dia baru sampai di sebuah kota kecil.
"Sejak aku sampai di dunia ini, baru sekarang melihat keramaian" gumam Yan Kai
Yan Kai terus memasuki kota dan tak tau harus kemana, tiba-tiba seseorang memanggil dan menghampirinya.
"Yan Kai!"
"Kenapa ada yang mengetahui namaku di dunia ini?" gumam Yan Kai
"Yan Kai! Kau masih hidup?" ujar seorang lelaki seusianya yang bertubuh gemoy
"Orang ini mengingatkanku pada Monan, bagaimana kabar Monan saat ini?" ucap Yan Kai dalam hati
"Yan Kai! Kemana saja kau selama ini?"
"Apa aku mengenalmu?" tanya Yan Kai
"Apa kau tidak mengingatku? Aku Xiao Chen temanmu"
"Aku harus berpura-pura hilang ingatan, identitas apa yang dewa sialan itu berikan padaku?" gerutu Yan Kai dalam hati
"Maafkan aku, aku benar-benar tidak ingat apapun" ujar Yan Kai
"Mungkin kau hilang ingatan akibat kau jatuh ke jurang" kata Xiao Chen
"Jatuh ke jurang? Tidak ada yang aku ingat sedikitpun"
"Aku dengar dari saudara tirimu kalau kau jatuh ke jurang saat berburu, tapi aku merasa semua itu mereka penyebabnya"
"Saudaraku yang menyebabkan aku jatuh?"
"Mari kita pergi dari sini, lebih baik kita ngobrol dirumahku saja"
Begitu sampai dirumah Xiao Chen memberitahu ibunya kalau Yan Kai masih hidup.
"Yan Kai? Aku tidak menyangka kalau kau masih hidup, kau begitu baik tapi kenapa banyak orang yang ingin mencelakaimu? Duduklah, akan aku siapkan makanan untuk kalian" kata ibu Xiao Chen
Lalu Xiao Chen menceritakan tentang Yan Kai yang dia kenal selama ini.
"Jadi pernikahan dibatalkan karena kultivasiku tiba-tiba jatuh?"tanya Yan Kai
"Itu benar, tapi aku curiga kalau semua yang kau alami itu terjadi karena ulah saudaramu yang juga menyukai Yu Shi"
"Lalu bagaimana tentang Yu Shi? Apakah dia gadis yang baik?"
"Keluarga Yu hanya tertarik pada orang kuat, itulah sebabnya ketika kultivasimu jatuh mereka langsung memutuskan perjanjian pernikahan"
"Biarkan saja, masih banyak wanita di dunia ini" ujar Yan Kai
"Aku merasa kau berbeda dari sebelumnya, sekarang kau tidak terlalu ambil pusing soal pernikahan mu"
"Setelah ini mari kita pergi ke rumahku"
"Mari kita makan dulu, ini disiapkan ibuku untuk kita, oh iya, minggu depan ada penerimaan murid baru untuk masuk ke Akademi Douluo, bagaimana kalau kita ikut?"
Akademi Douluo? "Apakah bisa?"
"Selama kita punya kemampuan tidak akan ada masalah"
"Ini tepat sekali karena aku memang butuh tempat belajar beladiri" ucap Yan Kai dalam hati
Setelah selesai makan lalu Xiao Chen mengantar Yan Kai pulang ke rumahnya, baru masuk ke rumah sudah disambut masalah.
"Tidak ku sangka kau masih hidup, aku pikir aku tidak akan melihatmu lagi" kata saudara tirinya yang bernama Yan Lang
Yan Kai tak menghiraukan ocehan saudaranya, untung dia diantar Xiao Chen pulang dan langsung diantar ke kamarnya.
"Rumah keluarga ini lumayan bagus, kenapa kamarku terlihat lusuh begini?" ujar Yan Kai
"Itu karena semua yang dirumah ini tidak lagi memperdulikan mu sejak kultivasi mu jatuh"
"Sungguh kejam sekali cara hidup orang di dunia ini" gerutu Yan Kai dalam hati
"Kau tidak perlu khawatir, meski semua orang mengacuhkanmu, aku akan selalu menjadi temanmu" tambah Xiao Chen lagi
"Kebaikannya benar-benar mirip dengan Monan" pikir Yan Kai
Sementara itu pelayan keluarga Yan memberitahukan kepulangan Yan Kai pada ayahnya namun tanggapannya mengejutkan.
"Tuan!, tuan muda Yan Kai sudah kembali, dia terlihat baik-baik saja, tidak ada cedera sedikitpun" Lapor pelayan
"Untuk apa memperdulikan sampah itu, setelah jatuh ke jurang dan masih hidup, itu tidak menjadi kejutan buatku, tidak usah pedulikan dia, lakukan saja tugas kalian" kata ayah Yan Kai
Keesokan harinya Yan Kai berjalan-jalan di sekitaran rumahnya, lalu melihat sebuah mangkuk lusuh yang dibuang, lalu dia mengambilnya dan ternyata itu dilihat oleh saudaranya Yan Lang.
"Sejak kapan kau menjadi pengumpul barang bekas? Apa otak mu sudah terbalik?" ujar Yan Lang
"Apa yang aku lakukan ini mengganggumu? Ops! Aku lupa kalau kau memang selalu menggangguku, jangan kira aku tidak tau apa yang kau lakukan padaku" ujar Yan Kai
Mendengar itu Yan Lang langsung terkejut.
"Apa maksud perkataannya? Apa dia benar-benar tau semuanya?" ujar Yan Lang dalam hati
"Apa kau kaget kenapa aku bisa tau?"
"Apa yang sedang kau bicarakan? Aku tidak mengerti apa yang kau maksud" kata Yan Lang sambil meninggalkan Yan Kai
"Kau tidak tau seberharga apa mangkuk ini untukku, ini kan sumber keuanganku" gerutu Yan Kai
Malam harinya ketika akan tidur Yan Kai mendengar langkah kaki di atap kamarnya, kemudian asap mulai masuk dari atap, Yan Kai yang curiga dengan asap itu langsung mengambil sumpit di meja disamping ranjangnya lalu melemparkan sumpit itu ke arah asap muncul.
"Aaaaagggkkk" teriak orang di atap yang lehernya tertusuk sumpit
"Menguasai dao pedang ebih praktis dari yang lain, apapun bisa dijadikan senjata" pikir Yan Kai
Kemudian orang-orang berdatangan karena mendengar teriakan itu termasuk ayah dan saudaranya. Yan Kai ikut melihat orang itu keluar.
"Yan Kai! Apa yang terjadi disini? Kau baru saja kembali tapi sudah terjadi keributan, kau benar-benar mengganggu waktu istirahat banyak orang" tanya ayahnya
"Aku tidak tau, mungkin ada orang yang bertarung lalu dia lari ke atap dan terkena serangan musuh"
"Siapa yang berani bertarung dirumahku? Yan Lang! Panggil seseorang untuk membereskan mayat ini" kata ayahnya
"Baik ayah!"
"Siapa yang bisa membunuh pembunuh bayaran dengan sumpit?" ujar Yan Lang dalam hati
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments