Pertarungan hidup dan mati sudah dimulai, Chu Yun langsung menguji kekuatan Yan Kai dengan serangan jarak dekat dan Yan Kai langsung menangkis serangan itu.
"Kak Yun! Langsung tunjukan kekuatan puncak pedang kita padanya" teriak murid pedang
"Langsung bunuh saja dia! Jangan beri ampun!" teriak yang lain
Setelah beberapa gerakan pertarungan itu terlihat seimbang, bunyi lentingan pedang mengiringi pertarungan.
"Kau cukup kuat juga rupanya, aku akan mulai serius sekarang" ujar Chu Yun
"Lakukan saja apapun yang ingin kau lakukan" balas Yan Kai
Chu Yun langsung mengeluarkan jurus pedangnya yaitu jurus pedang musim gugur. Qi menyelimuti pedang Chu Yun dan angin berputar di sekitarnya, lalu pergerakan serangannya menjadi lebih cepat dengan pedang di tangannya.
"Kecepatannya meningkat, aku akan melawannya dengan jurus pedang angin" ujar Yan Kai dalam hati
Yan Kai menangkis tebasan pedang Chu Yun dengan pedangnya lalu menyerang balik dengan jurus pedang angin, begitu serangan itu ditangkis Chu Yun, sebuah tebasan angin menggores lengannya.
"Ini jurus pedang angin milik Shi Mei, tidak ku sangka Shi Mei akan mengajarkan jurusnya secepat ini" gumam guru Shen
"Tebasan pedang angin? Serangannya sulit terlihat, aku tidak bisa menahan diri lagi" ujar Chu Yun dalam hati
Karena serangan jurusnya dapat dipatahkan oleh Ya Kai, lalu Chu Yun mengeluarkan jurusnya yang lain yaitu jurus pedang neraka yang seketika pedangnya menjadi merah membara, jika terkena tebasan itu akan langsung jadi daging panggang.
"Jurus apalagi ini? Akan bahaya jika tersentuh pedang itu" gumam Yan Kai
Chu Yun kembali menyerang Yan Kai dengan ganas dan Yan Kai mulai terdesak karena pergerakan lawan yang cepat, pada gerakan berikutnya Chu Yun memberikan serangan yang sangat kuat sambil melompat.
"Ini sudah berakhir, meski serangan pedang neraka Chu Yun diblokir itu hanya sia-sia, pedang itu akan langsung patah, kau sudah tamat bocah" gerutu guru Shen
"Yan Kai dalam bahaya, aku harus menyelamatkannya, serangan itu tidak akan bisa ditahannya" ujar Xiao Rui
Xia Rui langsung melangkah maju namun ditahan oleh pelayannya.
"Putri! Ini pertarungan hidup dan mati, kita tidak bisa ikut campur"
Disaat yang sama Yan Kai langsung menahan jurus Chu Yun dengan teknik Dao pedang, semua orang terkejut karena Yan Kai bisa menahan serangan itu.
"Tidak ku sangka kau bisa menahan jurus pedang neraka ku" ucap Chu Yun
"Kalau begitu sekarang giliranku" bahkan Yan Kai
Yan Kai mendorong pedangnya ke depan lalu melompat berputar ke belakang dan mempersiapkan jurus berikutnya. Terlihat pedang Yan Kai memancarkan aura Dao pedang dan Qi membalut pedang itu membentuk pedang spiritual hingga pedang itu terlihat besar dan memanjang.
"Chu Yun! Menjauhlah!" teriak guru Shen
"Aura ini seperti yang waktu itu" ujar Xiao Rui
Lalu Chu Yun mundur beberapa langkah dan bersiap menahan serangan Yan Kai. Perlahan Yan Kai mengangkat pedangnya lalu menghempaskannya pada lawan. Kabut menyelimuti arena pertarungan itu.
"Apa yang terjadi? Siapa yang kalah?" ujar para murid
Begitu kabut menghilang terlihat Chu Yun terkapar di lantai bersimbah darah. Melihat murid kesayangannya mati, guru Shen langsung melompat ke atas arena.
"Beraninya kau membunuh muridku" teriak guru Shen sambil menyerang Yan Kai dengan pukulan telapak tangannya
Tiba-tiba Xia Rui berdiri di depan Yan Kai sambil menghunuskan pedang pada guru Shen dan guru Shen langsung menghentikan serangannya.
"Putri! Jangan ikut campur!" ujar guru Shen
"Berani sekali kau mengatakan itu padaku, bukankah pertarungan hidup dan mati ini idemu? Kenapa kau tidak terima dengan keputusanmu sendiri, kalau kau tidak berhenti disini, aku juga tidak akan tinggal diam" kata Xia Rui
"Maaf putri! Aku terlalu terbawa emosi" ujar guru Shen sambil menahan amarahnya
Saat pertarungan sudah berakhir tiba-tiba sebuah ledakan energi dan cahaya naik ke langit kemudian awan berkumpul dengan kilatan-kilatan petir, tak lama kemudian petir besar langsung menggelegar.
"Apa itu? Ini seperti seseorang sedang naik tingkat" gumam guru Shen langsung terbang menuju tempat itu
"Itu dari arah tempat guru dipenjara, sepertinya guru sudah menghabiskan sup dan minuman dariku, dewa sialan! Terima kasih sudah memberikan ponsel ini padaku" ucap Yan Kai dalam hati sambil tersenyum
"Yan Kai! Apa kau terluka?" tanya Xia Rui sambil memegang kedua pipi Yan Kai
Yan Kai yang merasa canggung dilihat banyak orang tak mampu menatap mata Xia Rui dan langsung memalingkan wajahnya kesamping.
"Aku baik-baik saja" jawab Yan Kai
"Putri! Ayo kita cepat kembali, kalau guru mengetahui kita keluar pasti kita akan dimarahi" ucap pelayannya
"Yan Kai, aku pergi dulu, jaga dirimu"
"Kau juga!" balas Yan Kai
"Muehehehe, seumur hidup baru kali ini pipiku disentuh wanita, rasanya aneh tapi tak ingin dilepaskan, muehehe" ujar Yan Kai dalam hati sambil tersenyum sendiri
Para guru luar akademi sudah berkumpul di tempat petir menyambar.
"Guru Shen! Siapa yang naik tingkat disini? Apa ada tahanan yang berkultivasi?" tanya seorang guru
"Aku juga tidak tau, tapi sebentar lagi kita akan segera tau"
Petir terus menyambar berulang kali hingga petir ketujuh lalu langit berubah menjadi cerah.
"Aku sangat penasaran siapa yang naik tingkat di penjara ini?" ujar salah satu guru
Lalu seseorang keluar dari atap yang bolong karena terkena sambaran petir, seketika semua yang ada disana langsung kaget setengah mati.
"Apa kalian terkejut? Pasti kalian tidak menyangka aku akan naik tingkat, iya kan?, guru Shen, kau pasti kecewa setelah merusak meridianku namun aku masih baik-baik saja" ujar Shi Mei dengan senyum meremehkan
"Kenapa wanita ini bisa naik tingkat? Padahal meridiannya sudah rusak semalam?" ujar guru Shen dalam hati
"Aku tau kalian semua ingin menyingkirkan ku, kalian bisa melakukannya sekarang dan kita akan bertarung sampai mati" ucap Shi Mei
"Guru Shi memang suka bercanda, kami ikut senang dengan kenaikan tingkat kultivasi guru Shi, karena rasa penasaran kami sudah hilang, kami akan segera pergi" ujar mereka
"Jangan harap kalian bisa bertingkah seenaknya lagi di depanku" teriak guru Shi
Kemudian guru Shi kembali ke puncak spiritual dan terlihat Yan Kai sedang duduk membelakanginya di atas batu besar.
"Apa pertarungan mu sudah selesai?" tanya guru Shi
Lalu Yan Kai segera berbalik dan berdiri.
"Sudah guru, seperti janjiku, aku memenangkannya"
Tiba-tiba Yan Kai salah tingkah karena melihat pakaian guru Shi yang compang camping karena sambaran petir dan terlihat tubuh guru Shi yang seksi dan montok.
"Guru! Pakaianmu!" ujar Yan Kai yang hampir mimisan
Tanpa menghiraukan penampilannya guru Shi langsung merangkul dan memeluk serta meletakkan kepala Yan Kai di dadanya.
"Hahaha, aku tidak peduli dengan semua itu, hari ini aku senang sekali, aku kira tadinya kau bercanda, tapi ternyata benar-benar ada kejutan untukku, hahaha, aku sangat senang hari ini" ujar guru Shi sambil terus memeluk Yan Kai
"Guru! Kau memelukku terlalu kuat, aku tidak bisa bernafas, tapi mati dalam kelembutan di dadamu, aku juga tidak akan menyesal, muehehehe" ujar Yan Kai dalam hati
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Moch Galih
lanjut thor
2024-08-30
1