Gadis itu langsung menghampiri Yan Kai.
"Yan Kai, aku tidak menyangka kau akan masuk di akademi ini juga" ucap gadis itu
"Rui? Kau disini juga?"
"Aku masuk akademi Douluo tahun lalu, kau tenang saja, tidak akan ku biarkan mereka menghukum mu tanpa bukti yang pasti" ujar Xia Rui
"Tuan putri! Ini masalah di akademi Douluo, tolong biarkan akademi menjalankannya sesuai aturan yang ada" ucap guru Shen
"Ini bukan masalah dimana tempatnya tapi masalah kebenaran dan keadilan, jika mayat ditemukan di kamar kalian, apakah kalian mau dihukum tanpa bukti yang jelas?"
Hakim dan guru Shen serta yang lain tak bisa menjawab pertanyaan Xia Rui.
"Gadis ini sangat pintar sekali bicara, sepertinya dia orang yang terpelajar" ujar Yan Kai dalam hati
"Aku tidak ingin berlama-lama menghadapi gadis ini, semakin lama akan semakin menyulitkan ku" ujar hakim dalam hati
Mengingat bukti-bukti dari permasalahan ini masih belum cukup maka untuk sementara pemutusan hukum pada Yan Kai ditunda, namun masalah ini juga merupakan kelalaian guru Shi dalam mendidik serta mengancam nyawa penegak hukum, maka dia akan dihukum dikurung di penjara selama satu bulan" ucap hakim
"Sialan! Aku gagal lagi menyingkirkan bocah ini, tapi satu ikan sudah tertangkap" ucap guru Shen dalam hati
Akhirnya semua orang bubar dan Yan Kai ngobrol sejenak dengan Xia Rui.
"Rui! Tanpa bantuanmu, aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku, aku sungguh berterima kasih padamu"
"ini bukanlah apa-apa dibandingkan bantuanmu padaku, jika nanti kau ada masalah, hubungi aku di murid inti akademi"
"Apa? Murid inti? Apakah dia seorang jenius?" pikir Yan Kai penuh kaget
"Kalau begitu aku pergi dulu" ucap Xia Rui
"Baiklah, sampai nanti"
Lalu Xia Rui pergi, baru beberapa langkah Yan Kai memanggilnya.
"Rui! Terima kasih" ucap Yan Kai
"Terima kasih untuk apa?" tanya Xia Rui sambil berbalik badan
"Terima kasih karena kau masih memakai jepit rambut dariku"
"Oh inti? Aku... Aku menyukainya makanya aku selalu memakainya" jawab Xia Rui sambil memegang jepit rambut di kepala dengan wajah malu-malu
Kemudian Yan Kai kembali ke puncak spiritual namun ada sesuatu yang mengganjal dihatinya.
"Ini semua kesalahanku tapi guru yang menanggungnya, aku harus melakukan sesuatu untuk guru, aku sangat senang mempunyai guru yang baik namun juga sangat sedih dengan situasi ini" pikir Yan Kai
Keesokan paginya salah satu murid pedang datang ke puncak spiritual untuk menemui Yan Kai.
"Yan Kai, guru Shen mengirimku kesini untuk mengingatkanmu kalau siang ini adalah perjanjian pertarungan mu dengan salah satu murid pedang, kau harus datang" kata murid itu
"Katakan pada guru Shen, aku ingin bertemu dengan guruku sebelum bertarung, jika tidak maka aku tidak akan datang"
"Baiklah, aku akan menyampaikannya pada guru Shen" kata murid itu lalu pergi
"Dengan keinginan guru Shen menyingkirkanku, pasti dia akan mempermudah ku untuk bertemu guru, aku hanya ingin melihat guru sebelum bertarung" gumam Yan Kai
Ketika hampir siang tiba, Yan Kai mendatangi tempat penahanan gurunya, rupanya guru Shen sudah mengurus agar Yan Kai diizinkan bertemu dengan gurunya. Begitu masuk dan melihat gurunya dia sangat terkejut bercampur emosi karena gurunya sedang terkapar berlumuran darah seperti habis disiksa.
"Guru! Apa yang terjadi guru? Siapa yang melakukan ini pada guru?" tanya Yan Kai yang tak kuat menahan air matanya sambil memangku gurunya
"Yan Kai! Apa yang kau tangiskan? Hal seperti ini sudah biasa di dunia ini, yang kuat akan memakan yang lemah dalam setiap kesempatan"
"Maafkan aku guru! Ini semua salahku, harusnya aku yang menanggung semua ini"
"Kata-katamu itu sudah cukup untuk mengobati rasa sakitku ini, setelah bertahun-tahun akhirnya aku mempunyai murid yang baik sepertimu"
"Tidak guru, aku akan membalas mereka semua karena telah memperlakukan guru seperti ini"
"Mereka bukanlah lawan mu, kalau kau ingin membalas dendam kau harus menjadi kuat"
"Guru! Jika guru menjadi kuat, apakah guru akan membalas perlakuan mereka ini?" tanya Yan Kai
"Tentu saja, tapi itu hanyalah mimpi karena mereka sudah merusak meridian ku, kau satu-satunya harapanku untuk membalas dendam"
"Tunggu sebentar guru"
Kemudian Yan Kai membaringkan gurunya lalu duduk membelakangi guru Shi, dia mengeluarkan ponselnya untuk membeli beberapa porsi makanan dan minuman.
"Guru, sebentar lagi aku akan bertarung dengan murid pedang, tapi guru jangan khawatir, aku tidak akan kalah dari mereka"
"Tapi kau harus ingat kalau mereka pasti sudah menyiapkan lawan yang kuat untukmu"
"Guru, aku membawakan tiga mangkuk sup dan satu minuman untuk guru, guru harus memakannya sampai habis, setelah itu akan ada kejutan untuk guru" ujar Yan Kai
"Bocah ini masih sempat-sempatnya menghiburku" ujar gurunya dalam hati
"Guru, aku pergi dulu, pastikan guru menghabiskan makanan ini"
"Baiklah, tunjukan kekuatanmu pada mereka"
Setelah menemui gurunya kemudian Yan Kai segera menuju arena pertarungan akademi murid luar.
"Kenapa si Yan Kai itu belum juga datang? Aku sangat ingin melihatnya babak belur" kata murid pedang
"Kalau dia tidak datang, kita akan mendatangi puncak spiritual lalu menyeretnya kesini" tambah yang lain
Diantara keramaian orang itu tampak Xia Rui yang sangat gelisah.
"Putri! Tenanglah! Tidak ada yang akan berubah dengan gelisah seperti itu" kata pelayan Xia Rui
Kemudian terlihat Yan Kai datang dan naik ke arena pertarungan, Xia Rui mulai tenang namun dihatinya masih mengkhawatirkan Yan Kai.
"Aku sudah datang kesini, jadi mari jelaskan dulu aturannya sebelum memulai pertarungan" ucap Yan Kai
"Bagaimana kalau pertarungan hidup dan mati? Apa kau setuju? Kalau kau setuju aku akan memilihkan lawan yang ranah kultivasinya hanya satu tahap di atasmu" tanya guru Shen
"Untuk memuaskan kalian semua, aku akan menyetujuinya" jawab Ya Kai
"Yan Kai! Kenapa kau menyetujuinya? Mereka pasti menyiapkan lawan yang kuat untukmu" ujar Xia Rui dalam hati
"Kena kau bocah! Hari ini adalah hari kematian mu" gumam guru Shen
"Selamat menuju ke alam baka sialan" gumam Yan Lang yang juga hadir
Lalu seorang murid pedang naik ke arena sebagai lawan Yan Kai.
"Aku Chu Yun, kultivasi tingkat transformasi tahap awal, akan bertarung hidup dan mati denganmu" sapa lawan
"Aku Yan Kai, kultivasi tingkat penyatuan Qi tahap akhir, siap bertarung hidup dan mati"
"Perbedaan kultivasi mereka tidak terlalu jauh tapi tahap awal tingkat transformasi sangat kuat, Yan Kai, kau harus menang" ucap Xiao Rui dalam hati
Pertarungan hidup dan mati segera dimulai. Sementara itu Shi Mei di penjara sedang menatap makanan yang ditinggalkan Yan Kai.
"Ini hanyalah semangkuk ramen dan dua mangkuk sup jamur dicampur daging, agar tidak mengecewakannya aku akan memakannya" gumam Shi Mei
Begitu suapan pertama Shi Mei merasakan kelezatan dari makanan itu.
"Ini enak sekali! Dari mana bocah itu mendapatkannya, ini juga masih hangat" ujar Shi Mei dalam hati
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments