Beberapa hari kemudian dua wanita cantik yang dia tolong waktu itu datang menemuinya di puncak spiritual untuk mengucapkan terima kasih.
"Yan Kai, terima kasih telah menyelamatkan kami waktu itu, kami tidak tau bagaimana harus berterima kasih, maaf tidak memperkenalkan diri waktu itu, aku Jiang Xue dan ini sepupuku, Jiang Yui, kami membawakan mu sedikit makanan, semoga kau menyukainya" kata Jiang Xue
"Tidak perlu memikirkan hal itu, aku hanya kebetulan lewat waktu itu, terima kasih makanannya"
"Lain kali kalau kau butuh sesuatu datanglah pada kami, kami akan membantumu"
"Baiklah"
"Kalau begitu kami pergi dulu"
Setelah dua wanita itu pergi muncullah dua orang.
"Yan Kai, beraninya kau menggoda wanita yang disukai kak Fu Hai, apa kau ingin dipukuli?" kata salah satu dari mereka
"Apa kalian melihatku menggodanya? Lagian mereka juga yang mendatangiku"
"Jangan coba menutupi niatmu dengan alasan seperti itu, aku tau trikmu itu"
"Jadi kalian anjing penjaga Fu Hai? Gonggongan kalian terlalu berisik" kata Yan Kai
"Yan Kai, beraninya kau mengatakan kami anjing, aku akan menghajar mu"
Karena kesal dua orang itu langsung menyerang Yan Kai, sambil memegang bungkusan makanan Yan Kai menghadapi mereka.
"Apa kalian sudah makan pagi ini? Kalian terlihat lemah sekali" ujar Yan Kai
"Jangan banyak omong kau, kalahkan kami jika kau bisa"
"Baiklah kalau itu keinginan kalian"
Kemudian Yan Kai tak hanya menghindar tapi menyerang balik juga dengan teknik pedang pembelahan awan namun kali ini hanya menggunakan telapak sebagai pengganti pedang lalu Yan Kai beradu pukulan dengan mereka hingga kedua lawannya terpental dengan cedera, tulang siku dan lengan mereka bergeser.
"Aaahhhkk! Tanganku sakit sekali"
"Kembalilah ke kandang kalian, atau mau aku pukul lagi" ujar Yan Kai
Diam-diam pertarungan itu dilihat oleh gurunya Shi Mei.
"Anak ini pintar juga, dia menggunakan teknik pedang pembelahan awan ku tanpa memakai pedang, melalui anak ini akan aku kembalikan reputasiku lagi" ujar Shi mei dalam hati
Tak lama kemudian Yan Kai lewat di depan tempat tinggal gurunya sambil membawa bungkusan.
"Yan Kai, bungkusan apa yang kau bawa itu?" tanya gurunya
"Ini guru? Tadi ada yang memberiku makanan?"
"Apa kau akan memakannya sendiri? Tidakkah kau ingin membaginya sedikit dengan gurumu?"
"Baiklah jika guru menginginkannya"
"Masuklah, hari ini kau akan berlatih disini"
Lalu Yan Kai masuk dan makan makanan dari Jiang Xue bersama dengan gurunya. Setelah selesa makan lalu Yan Kai disuruh masuk ruangan kosong.
"Sekarang kau akan latihan disini" kata gurunya
"Kenapa di ruangan? Memangnya latihan apa?"
"Kau harus membunuh semua musuh yang menyerang mu sampai habis"
Lalu Yan Kai masuk, gurunya melempar sarang tawon kecil kedalam ruangan itu lalu pintunya ditutup dan dikunci dari luar.
"Pintunya akan ku buka setelah kau membunuh semua tawon itu"
"Guru! Apa yang kau lakukan? Apa kau marah padaku? Guru! Buka pintunya!"
"Cepatlah bunuh semua tawon itu" teriak gurunya
Setelah menunggu cukup lama suara didalam ruangan itu mulai hening dan pintu segera dibuka, keluarlah Yan Kai dengan wajah bengkak disengat tawon.
"Guru! Kalau kau ingin membunuhku tidak perlu menyiksaku seperti itu, berikan saja aku racun" ujar Yan Kai dengan sempoyongan
"Ini hanya sengatan tawon, bagaimana jika pedang yang menusuk wajahmu? Sekarang istirahatlah, latihan ini akan berhenti saat tak ada sengatan tawon di tubuhmu"
Dengan langkah sempoyongan dan wajah yang bengkak, Yan Kai kembali ke kediamannya.
"Guru macam apa dia? Menyiksaku dengan sengatan tawon, untuk saja dia cantik jadi rasa sakitku sedikit berkurang muehehe" gumam Yan Kai
Selama beberapa hari latihan itu terus berulang, kini kultivasi Yan Kai sudah berada tingkat penyatuan Qi tahap awal. Sengatan tawon tak lak lagi menyentuhnya namun hari ini gurunya melemparkan sarang tawon besar dengan ribuan tawon.
"Berusahalah lebih keras lagi" teriak gurunya
"Guru! Tawon ini terlalu banyak, mana mungkin bisa aku menghindari semuanya" teriak Yan Kai
Setelah beberapa waktu berlalu akhirnya pintu dibuka, dan Yan Kai keluar dengan bibir tebal dan mata sipit karena sengatan tawon.
"Hahaha, kau terlihat lebih buruk dari pada di awal" ujar gurunya
Tanpa menghiraukan ocehan gurunya Yan Kai kembali untuk istirahat.
"Apa senang sekali melihatku disengat tawon? Sepertinya aku akan demam" gerutu Yan Kai
Keesokan harinya ketika berada di perpustakaan akademi untuk mencari buku teknik lain, Juang Xue menghampiri Yan Kai.
"Kau kesini juga? Aku pikir kau tidak suka membaca" kata Jiang Xue
"Aku cuma melihat-lihat saja, siapa tau ada teknik yang cocok untukku"
Yan Kai terus ngobrol dengan Jiang Xue sambil mencari buku, begitu keluar dari perpustakaan, Yan Kai berniat kembali ke puncak spiritual namun terdengar seseorang berkata.
"Apa hubungan mu dengan Jiang Xue?"
"Oh! Ternyata kau? Aku tidak punya hubungan apa-apa dengannya" jawab Yan Kai
"Bohong! Aku melihat tatapan Jiang Xue padamu bukan seperti tidak ada hubungan" kata Fu Hai
"Kau berfikir terlalu jauh, dia sendiri yang menghampiriku, apa aku harus mengusirnya?"
"Jiang Xue adalah calon istriku, aku punya kontrak pernikahan dengannya"
"Itu urusan kalian dan bukan urusanku" ujar Ya Kai sambil pergi meninggalkan Fu Hai
"Bocah sialan ini harus diberi pelajaran nantinya" gerutu Fu Hai
Ketika Yan Kai sedang berkultivasi tiba-tiba beberapa orang datang menghampirinya.
"Yan Kai, kau masih tidak bisa diberitahu baik-baik, terpaksa kami harus memberimu pelajaran" kata salah satu dari mereka
"Apa kalian tidak bosan menuduhku punya hubungan dengan gadis itu, kalau kalian ingin bertarung tinggal katakan saja"
"Kalau begitu mari kita bertarung" kata mereka sambil mencabut pedang
Yan Kai yang masih duduk, melihat pedang akan menebas lehernya, dengan cepat dia hindari dengan menengadah lalu berguling kebelang dan kemudian berdiri.
"Kalian benar-benar ingin membunuhku, aku tidak akan menahan diri lagi" ujar Ya Kai
"Majulah jika kau memang berani"
Yan Kai melawan mereka dengan tangan kosong, tanpa dia sadari gerakan tangannya sangat cepat hingga dapat memberi pukulan balik pada lawannya.
"Kecepatan pergerakanku sudah meningkat, mungkinkah ini efek dari latihan tawon yang diberikan guru?" pikir Yan Kai
Dengan kecepatan gerakannya itu Yan Kai dapat menghindari serangan dan memberi serangan balik pada lawan hingga lawan dibuatnya babak belur.
"Jika di akademi ini diizinkan membunuh, kalian akan mati hari ini, kalau kalian tidak segera pergi, aku akan mematahkan tangan kalian" ujar Yan Kai
Mengetahui kecepatannya meningkat Yan Kai segera menemui gurunya.
"Guru! Berikan aku latihan dengan tawon lagi" pinta Yan Kai
"Apa kau sudah merasakan manfaatnya?"
"Benar guru, kecepatan pergerakanku meningkat dari biasanya"
"Nanti akan ku pikirkan" jawab gurunya
Keesokan siangnya lagi-lagi Jiang Xue kembali datang membawakan Yan Kai makanan.
"Masalah datang lagi, aku bingung bagaimana cara menghindari dua gadis ini" ujar Ya Kai dalam hati
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments