7

Dengan langkah yang gontai dan lemah, Scott mencoba mendekati nakas namun tubuhnya ambruk diatas lantai. Scott mengadah dengan wajah sangat pucat, dadanya terasa sesak, nafasnya memburu hebat, tubuhnya berkeringat. Scott masih berusaha menjangkau botol obat yang terjejer rapi diatas nakas namun…

Crunkkk!!!

Nampan berisi air itu terjatuh tepat didepannya.

“Akhhh…” Scott meremas dadanya, berusaha bangkit namun pria itu sudah kehabisan tenaga, rasa sakit luar biasa menjalar keseluruh tubuhnya menguras seluruh energinya, bangkan hanya sekedar untuk bernafas begitu sulit dia lakukan.

“Si… Siapapun! Tolong…”

Disaat keputus asaannya pintu kamar yang tertutup rapat perlahan terbuka, secerca cahaya rembulan menyelusup malu-malu kekamar pria itu. Scott tidak dapat melihat jelas dibalik cahaya remang siapa dia yang bertubuh kecil menerobos masuk kekamarnya.

Luna dengan keraguan mendekati Scott, dia sangat terkejut saat menemukan tuan yang dia layani tergeletak diatas lantai.

“Apa yang harus aku lakukan?” Melihat penampilan tuan muda itu, Luna langsung duduk disebelah Scott, wajahnya menjadi panik dan waspada.

Dia meletakkan punggung tangannya pada dahi Scott, Luna sangat terkejut saat tahu tubuh pria itu panas tinggi.

“Oh Tuhan, dimana sekertaris itu?” Scott menarik tangan tangan Luna yang menempel didahinya, dia harus tahu siapa wanita yang begitu lancang menyentuh tubuhnya.

”Siapa kau? Kau… selalu ada… akh. Kau selalu melihat saya … melihat keadaan yang.. menyedihkan.” Gumamnya diantara suara semilir angin yang menerbangkan gorden putih dikamat itu.

Luna dengan lembut menyentuh pergelangan tangan Scott yang mengenggam pergelangannya begitu erat. “Aku hanya ingin menolongmu. Percaya padaku.” Kata Luna menatap tuan muda dalam kegelapan.

“Saya tidak butuh kamu…”

“Tapi anda terluka tuan.” Ucap Luna lembut.

Luna yang panik mencoba menopangkan tubuh Scott pada tubuhnya.

“Badan anda panas sekali tuan.”

Luna berusaha mengangkat tubuh Scott yang jauh lebih besar dari tubuhnya naik keatas ranjang yang mengarak ke jendela. Dia meraba menuju lemari mencari apapun yang bisa menutupi tubuh pria itu agar lebih hangat.

“Tuan maafkan aku!” Luna kembali bersua dengan lembut. Pelan dia membuka kanci kemeja Scott yang lembab.

Dalam kegelapan Scott melirik sedikit, setiap gerakan yang Luna lakukan padanya, sangat hati-hati dan lembut. Ini pertama kalinya seseorang memperlakukan layaknya manusia, selama Scott dikurung oleh ayahnya, satupun dari mereka tidak ada mempelakukannya seperti ini. Belum lagi rumor yang mengatakan jika putra kedua Tuan Nevalion adalah seorang monster, hanya karena pria itu pernah melawan seekor srigala yang sengaja dilepas hanya untuk melukai Scott.

Aroma ini?”

Sorot mata Scott menajam saat Luna mendekatinya dengan sebaskom kecil air hangat. Meraba dalam kegelapan, Scott merasakan setiap sentuhan lembut dari gadis itu. Saat bagaimana jari jemari cantik Luna basah, memasukkan handuk kedalam air hangat, menerasnya lalu mendekati Scott.

“Tuan maaf, aku menyentuh tubuh anda.” Lagi-lagi Luna bersua dengan lembut

Scott merasakan Sentuhan halus, saat handuk basah itu menyentuh wajahnya, turun ke leher . Ini gila, semua orang tau bahkan dirinya sendiri mengakui jika dia memiliki kelainan seksual namun, sentuhan ini. benar-benar memabukkan. Membuat sesutu dalam diri Scott memberontak liar. Ujung Jemari Luna tak snegaja menyentuh bagia dadanya. Dan… Tak!!! Scott mengeggam pergelangan tangan Luna yang sudah berada di bagian perutnya.

Set!!!

Sekali tarikan Scott menarik pergelangan tangan Luna hingga gadis itu terjatuh diatas ranjang tepat diatas tubuh Scott yang besar dan kekar.

“Siapa kau? Apa kau ingin membunuh saya?”

“Tidak tua …”

Tak!!!

Jemari besar Scott dengan mudah mencengkram leher Luna. Mencekiknya seperti seorang monster membuat luna seperti cacing kepenasan, menggeliat berusaha melepaskan diri

“Tuan, aku…” Nafasnya tersnegal.

”Apa ayah mengirimmu untuk membunuhku?”

Luna menggeleng, wajahnya memerah, nafasnya nyaris habis. Detik-detik dirinya sekarat, tiba-tiba lampu dikamar itu menyala.

“Tuan, anda bisa membunuh gadis itu.”

Cengkraman Scott melemah, saat pertama kali melihat wajah gadis yang saat ini berada dibawah kukungannya. Pandangannya langsung tertuju pada bola mata emerland yang indah, alis lebat, hidung mancung dan bibir kecil berisi semerah ceri. Pipinya memerah diatas kulitnya yang seputih salju, kembang kepis dada gadis itu berusaha menghirup oksigen sebanyak mungkin.

“Berikan saya lampu Don.” Teriak Scott, dalam sekejab kamar itu terang benderang. Dalam sekejab Wajah cantik Luna kini terlihat jelas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!