Scott Nevalion yang dikatakan pria cacat bertubuh kurus kering sedang membuka kemeja didalam sana. Dan sungguh ini hal yang sangat jauh berbeda dalam bayangan Luna. Tubuh yang dilapisi kemeja lengan panjang ternyata begitu menyilaukan.
Sangat mengejutkan!
Scott berdiri dibawah cahaya lampu yang remang, punggungnya menghadap ke tembok saat dia menarik lepas kemejanya. Sepertinya Luna harus menghajar Elova jika bertemu. Dibalik cerita yang menyeramkan tentang Scott Nevalion ada punggung dan bahu lebar tersembunyi dilapisi otot-otot seksi. Posisi Scott itu memunggungi Luna, kepalanya sedikit menoleh kekanan, rambutnya yang lengket acak-acakan menegaskan betapa tampannya pria itu. Luna tersungkur salam jurang fakta yang mengagumkan, setets keringat mengalir di ujung hidung mancung Scott yang indah.
Oh Tuhan…
Tepat didepan Scott sedikit serong, meski hanya melihat salam bayangn kaca di kamar mandi itu. Luna bisa melihat pusar Scott dengan perut kotak-kotak yang bernafas stabil.
Saat hanya menyisahkan celana bokser hitam yang ketat Scott segera berbalik, cepat-cepat Luna berjongkok mengambil handuk yang sempat jatuh karena keterkejutannya. Dia memalingkan muka saat Scott menatapnya.
“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Scott dengan suara khas yang menggetarkan sukma Luna
Deg!!
Luna terdiam beberapa saat sampai pada akhirnya dia mengulurkan sebuah handuk
“Handuk…”
”Letakkan di depan cermin.”
Setelah Luna meletakkan handuk itu, dia segera berbalik badan. Cepat-cepat Luna pergi ke pintu dan berlari ke dapur dengan degupan jantung yang berdebar dan wajah memerah yang tak bisa terkondisikan.
“Apa yang aku liat barusan? Seperti itukah orang cacat, dimana letak ketidak sempurnaannya?” Luna menggeleng, menyangkal apa yang baru saja dia lihat. Dia melanjutkan masakannya masih dengan degupan jantung tidak karuan.
.
.
.
“Tidak ada cara lain, kita ikuti keinginan dewan direksi. Bawa kembali Scott kerumah ini dan perkenalkan kedunia jika dia adalah putra keduaku.”
Keputusan Lucas memberi reaksi berbeda pada nyonya Amora. “Suamiku, apa kau sudah gila? Dia aib keluarga Nevalion. Dunia akan menertawakan kita karena memiliki anak yang cacat, apa kau sudah siap untuk itu?”
Tuan Lucas bersidekap didepan istrinya, matanya menunjukkan jawaban yang jelas. “Tidak ada jalan lain.”
“Tapi kenapa?”
“Perusahaan di ujung tanduk kehancuran, aku tidak tahu ini ulah siapa, sepertinya dia tahu jelas tentang keberadaan Scott hingga para dewan dereksi menyerang kita. Mereka memakasa ku membawa Scott keperusahaan jika tidak, semua akan berakhir hanya dalam sekejab. Amora.” Jelas tuan Lucas.
“Apa tidak ada cara lain. Dia hanya anak yang cacat, aib keluarga. Apa yang bisa dia lakukan? Kita punya Darren, dia putra pertama keluarga Nevalion dan lebih berhak atas perusahaan, bukan anak cacat itu…”
“AMORA!!!”
Nyonya Amora menyentak kaget, lirikan mata tajam tuan Lucas berhasil membungkamnya. Dia sudah tahu apa keputusan suaminya. “Aku sendiri yang akan menjemput putra keduaku, hanya dengan cara itu perusahaan bisa bertahan. Bisa saja kehadiran Scott bisa menarik perhatian perusahaan untuk bekerja sama.”
Nyonya Amora dengan kerisaunnya mendekat pada suaminya, menangkup kedua bahunya penuh keresahan “Lalu bagimana dengan Darren, Apa kau akan menyingkirkannya? Dia putra pertama sekaligus calon pewaris kelurga Nevalion.”
“…” Lucas terdiam
“Jawab suamiku?”
“…”
“Suamiku..?”
Tuan Lucas mengangguk. “Scott adalah pemegang saham terbesar saat ini. Tidak ada bisa kita lakukan untuk Darren, kecuali…”
Nyonya Amora mengenyerit.
“Kita menikahkan Scott dengan putri tunggal tuan Rudolft pemimpin grup INFIX.” Lanjut tuan Lucas
Nyonya Amora mencerna apa yang suaminya katakan. “Bukan kah itu semakin memperkuat posisi anak itu? Dia akan mendapat dukungan dari Tuan Rudolft.”
“Setidaknya Scott bisa keluar dari perusahaan untuk sementara waktu. Karena tuan Rudolft akan menjadikan menantunya sebagai komisaris perusahaaan dalam waktu yang cukup lama.” Jelas tuan Lucas.
“Anggaplah seperti itu, bagaimana kita bisa membujuk tuan Rudolft untuk menikahkan putrinya dengan anak itu, ha? Dia pria cacat, siapa yang menginginkannya?”
Sedangkan dibalik pintu pustaka yang pintunya sedikit terbuka, tanpa mereka sadar seseorang mendengar perdebatan mereka berdua
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments