Selama bekerja anda harus tinggal dirumah tuan muda, hidup layaknya hantu, tak boleh terlihat atau bahkan sampai ketahuan oleh tuan muda! Anda hanya perlu menyiapakan sarapan untu tuan muda tepat pukul 07 lewat 10 menit dan itu salah satu hal yang wajib anda lakukan setiap pagi. Setelah itu anda biasa melakukan apapun, aktifitas pribadi atau semacamnya sampai malam tiba, tepat pukul 07.45 apapun yang terjadi anda harus berada dirumah ini , membuat teh hijau khas Jepang kesukaan tuan muda. Jika sudah menyelesaikan tugas itu jangan pernah berkeluyuran disisi rumah bagian mana pun. Itu adalah larangan yang harus anda patuhi.
Dan satu hal lagi, selama bekerja dirumah ini. Anda tidak boleh mengatakan apa yang anda lihat, dengar atau apapun yang terjadi didalam rumah ini, karena jika itu terjadi saya tidak bisa menjamin keselamatan anda nona.
Bulu kuduk Luna merinding setiap kali mengingat setiap kata yang keluar dari mulut sekertaris Don. Namun, jumlah gaji yang dijanjikan untuk Luna sudah sangat cukup untuk membayar semua utang pada keluarga angkatnya.
Ayo Luna semangat! Hanya satu bulan, kau akan memiliki uang sebanyak 90 juta. Kapan lagi? Ngelont* aja nggak mungkin dapat uang sebanyak itu dalam sebulan.
SEMANGAT!!!
Disinilah Luna tepat didepan sebuah rumah. ahh.. ralat! Ini bukan rumah melainkan sebuah istana megah milik seorang pangeran. Luna mengedarkan pandangannya melihat segala sisi, sebuah taman disebelah kanan membuatnya mengenyerit. Pepohonan juga beberapa bunga melayu seperti tidak terawat, rumput liar merayap hampir menutupi gazebo, kolam kecil itu bahkan dipenuhi lumut membuat Luna mengenyerit geli. Di benci lumut.
“Apa anda membawa kontraknya?”
Luna menyentak kaget, bukan hanya merobohkan kesadaran gadis itu suara sekertaris Don berhasil membuat jantung Luna nyaris melompat keluar. Sesuram-suramnya taman itu, lebih suram lagi wajah sekertaris Don. Seketika pertanyaan menggelitik terbesit diotak Luna, apa pewangi pakaian ini memiliki kekasih? Bagaimana kekasihnya bertahan dengan sikpanya seperti es? Apa dia romantis? Bagaimana dia berciuman? Pertanyaan itu benar-benar menggelitik Luna membuat dirinya tersenyum sendiri.
“Nona Luna, apa anda membawa kontraknya?”
“Luna, just Luna.” Protes gadis itu dengan nada menekan. Dia menyerahkan amplop coklat yang sudah dia tandatangani.
Cukup lama Sekertaris Don memeriksanya begitu teliti, bahkan dia memakai sebuah alat untuk memeriksa tandatangan Luna.
“Padahal aku hanya jadi pembantu tapi kau memeriksanya sedetail itu.” Lirih Luna sedikit kesal, kesannya gadis itu seperti seorang penipu handal yang sudah menipu puluhan bank dikota ini.
“Ikut saya!”
Sekertaris Don memutar langkah menuju arah timur, belok kesamping menuju sebuh pintu yang ada dibelakang mansion. Luna mengekor dengan susah paya, kaki sepanjang itu harus berkelahi dengan kaki yang panjangnya tidak seberapa, belum lagi koper segede hutangnya membuatnya susah bergerak cepat.
Lagi-lagi Luna takjub saat pertama kali menginjakkan kakinya didalam rumah itu, nuansa emas bercampur maron, dengan berbagai lukisan Yunani menggantung indah dinding, Keramik berharga fantastis, lampu kristal dan semua keindahan yang ini tidak lah murah.
Meski dengan keindahan dan kemewahan ini, rumah ini begitu suram. Luna bisa merasakan kesedihan dan kesepian yang mendalam.
“Ini kamar anda nona.” Kata Sekertaris Don setelah membuka pintu kamar yang akan Luna tempati. Kamar itu sangat jauh dari ruang utama dan kamar tuan muda.
“Anda sudah mengingat semua yang saya katakan tempo hari.”
“Hem.” Luna mengangguk. “Aku sangat mengingatnya bahkan aku tidak bisa tidur karena terus mengingatnya.”
“Bagus. Mulai hari ini anda bekerja dirumah ini nona, ingat…”
“Aku akan hidup layaknya hantu, tuan muda tidak boleh tahu atau bahkan melihat jika ada makhluk secantik Briana Luna tinggal dirumah ini kan.” Potong Luna.
“Saya tidak pernah bilang kalau anda cantik.”
Sia-sia, dia orang yang membosankan.
“Jika sudah tidak ada yang ingin anda tanya kan saya pergi. Kita ketemu saat tuan muda selesai sarapan.”
Sekertaris Don hendak mengakhiri pertemuannya dengan Luna, ingin melangkah pergi namun gadis itu lebih dulu meloncat dan memblokir jalannya.
“Apa begini cara kerjamu sekertaris Don?”
Pria itu mengenyerit, menarik mundur selangkah kebelakang.
“Sejak kita bertemu, kau hanya mengatakan aku akan bekerja di rumah tuan muda, untuk tuan muda. Siapa tuan muda yang kamu maksud? Aku tidak punya maksud apa-apa, setidaknya kau memberi tahu dengan siapa aku bekerja? Siapa atasnku?”
“…” Sekertaris Don tak menjawab, hanya menatap Luna datar. “Bukannya anda hanya ingin uang itu nona luna?”
“Maaf saya tidak percaya dengan perempuan yang begitu menyukai uang.”
Untuk sesaat Luna terdiam, sampai pada akhirnya smrik tipis tertarik diwajah cantiknya. “Aku memang begitu menyukai uang tapi sejauh ini aku belum pernah melanggar janjiku.” Luna menarik kopernya, melewati sekertaris Don dengan angkuhnya.
“Scott Diego Nevalion”
Langkah Luna mendadak berhenti, memutar badannya melihat ke arah sekertaris Don. Navalion? Diamana Luna pernah mendengar nama itu. Disaat seperti ini gadis itu bahkan sudah hampir melanggar janjinya saat nama Elova tiba-tiba terlintas begitu saja.
“Tuan Scott. Anda akan bekerja dengannya. Dan saya harap anda benar-benar menepati janjin itu!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
resia
mampir di karya mu thor
2025-03-03
0