Ibu Lagi PMS ya?

Agus dan Devi tiba di perusahaan Sekala Grup. Keduanya langsung berlari dengan terburu-buru menuju kantor masing-masing.

Dengan langkah lebar, Agus melesat meski jantungnya berdebar-debar. Bukan karena jatuh cinta tapi karena bos besar sedang marah menggelegar.

"Pak Agus, kok baru datang sekarang!? Pak Mars sedang marah besar, ada beberapa bahan baku yang belum tiba di lokasi proyek, bapak ini gimana sih!!" dia disambut dengan nada protes dari rekannya yang juga supervisor.

Wajah Agus memucat, dia sama saja seperti ikan buntal kelas teri yang sekali digencet langsung kicep.

"Sial, bagaimana bisa!? Jelas-jelas semuanya sudah diperiksa semalam, gak ada kekurangan sama sekali!" ucap Agus yang segera memeriksa data-data dalam tablet kerja yang dia pakai.

Paginya dimulai dengan kesibukan dan rasa gugup yang luar biasa.

Mars dikenal dengan sifat nya yang kejam dan keras kepala. Dia tidak bisa mendengar setitik kesalahan pun. Jika sampai hal itu terjadi apalagi oleh orang yang dia pilih sendiri, maka orang itu tidak akan selamat!

Agus bergegas menuju ruangannya, diperiksanya semua berkas dan pekerjaan.

Di dalam kantornya semua karyawan sudah berwajah tegang bak dipanggang. Tak ada yang berani berbicara, hanya berusaha agar tak dicerca oleh atasan yang bagai macan gila.

Di saat yang sama suara hentakan kaki terdengar, semakin menegangkan lah suasana di kantor itu, para karyawan berdiri lalu menunduk dengan hormat sambil meremat jemari di bawah sana, rasanya menyeramkan bahkan hanya mendengar suara hentakan kaki pria itu, Mars.

"Agus!"

Gubrakk!

Semua berkas di meja Agus terjatuh karena pria itu dibuat kaget dengan teriakan Mars yang menggelegar.

"Pa-Pak... Ma-maaf," jawabnya dengan wajah ketakutan sambil cepat-cepat membereskan dokumennya.

Sebuah dokumen mendarat di atas meja Agus dan..

Bamm!!

Suara hentakan kertas itu begitu kuat sampai membuat Agus trauma berat.

"Apa-apaan pekerjaanmu ini!? Apa kau tidak bisa membaca hah!? Sudah kubilang dokumennya harus ditulis dengan Times New Roman ukuran 16 dengan margin 2 di setiap sisi dan keduanya harus kertas A 4, tapi kenapa kau mencetaknya seperti ini!"

"lalu, kenapa ada kesalahan pengetikan hah!? Bahan bakunya juga belum tiba sampai hari ini, memangnya kami mau bangun rumah bapak kau sampai harus nunggu selama itu!!" sergah Mars dengan rentetan kesalahan konyol yang dia sampaikan sampai membuat Agus kalap.

"Maaf pak... Saya minta maaf, akan saya perbaiki segera, dan untuk masalah bahan baku, bukankah saya hanya pengawas bukan penyedia, " ucapnya dengan wajah gugup.

"Sialan, kau mau melawanku!" sergah pria itu lagi.

" Jika sampai pekerjaanmu kacau, maka jangan salahkan aku memberimu surat peringatan!" ancam Mars.

"Tidak akan saya ulangi pak, saya masih butuh pekerjaan ini, saya mohon pak, anda tahu sendiri bagaimana keluarga saya pak," ujarnya dengan wajah memelas dan memohon, belum saatnya dia membangkang karena dia butuh berkembang di perusahaan besar bagai bintang.

Meski harus memohon seperti binatang, Agus akan membuang harga dirinya yang setinggi bintang agar tidak dipecat oleh sang Bos kejam nan menantang.

"Kerjakan dengan benar, kau harus lembur malam ini, aku mau semua laporan sudah beres di mejaku jam 8 nanti!" tegas Mars.

" Ta-tapi pak...

"apa!?"

"ti-tidak, akan saya laksanakan pak," balasnya dengan wajah masam.

Mars pergi dari sana, tapi anehnya wajahnya seketika tersenyum setelah membentak Agus di depan semua orang.

Para karyawan tersentak sambil berbisik heran," Buset, pak Mars makin lama makin galak, dan lagi lihat senyumannya itu, Pak Agus sampai kalah telak!"

"Pak Mars kenapa lagi tuh? Kesambet apa? Tiba-tiba ngamuk di pagi yang cerah ini, benar-benar gak bisa ditebak!"

Dengan senyuman puas, Mars melenggang begitu saja meninggalkan ruangan setelah berhasil membuat anak orang bak anak buangan.

"Salah sendiri bermain-main dengan sahabatku," ucap Mars yang sudah menerima cerita dari Bumi tentang apa yang terjadi.

Sementara itu, di sisi lain gedung raksasa bagai neraka penyiksa itu, Devi tak kalah hancurnya karena habis dibentak oleh General Manager.

Dia jadi sasaran tinju Aurora Derrick, General Manager yang tiba-tiba turun tangan langsung ke bagian pemasaran.

Tak ada angin tak ada hujan, Devi habis jadi sasaran gadis bertangan bambu hutan itu.

"Dasar bodoh menyusun itu saja kau tidak bisa!? Bagaimana bisa bagian pemasaran memiliki karyawan sebodoh dirimu Devi Subroto!" pekik Aurora lagi sambil melemparkan kertas-kertas itu di atas meja.

Karyawan yang lain sampai bergidik ngeri, baru kali pertama mereka ikut rapat dengan GM tapi malah menghadapi situasi gila nan menantang ini.

Yang benar aja, tak ada angin tak ada hujan, si GM malah ngamuk bagai kambing Jantan lagi jumpain mantan.

"Ibu lagi PMS ya? Kok marahnya sampai sebegitunya? Itu kesalahan kecil loh Bu, bukannya wajar?" bisik Manajer pemasaran heran.

Aurora melemparkan tatapannya pada perempuan itu," Bukan urusan kamu, aku cuma malas lihat orang sok cantik tapi otak kosong, gimana bia kalian kerja sama si otak kosong itu!"

"Hahh.... Pokonya aku mau semua hasil rapat ini dikirimkan padaku, aku tidak mau menunggu besok, dan semua harus ditulis tangan, "

"Kau kerjakan sampai tuntas Devi!" titahnya bak seorang ratu di kerajaan batu.

"Ba-baik Bu... " jawab Devi dengan suara menahan tangis.

Dia gemetaran, jemarinya dia remat sambil menunduk hingga...

Byuurr...

Air matanya merembes keluar, dia menangis sesenggukan di depan semua orang. Selama dua tahun bekerja, untuk kali pertama di hidupnya dia dimarahi seperti ini oleh atasannya.

"Cih... Mental tempe, itu aja nangis!" ketus Aurora sambil melenggang dengan anggunnya keluar dari sana dan tersenyum pada semua orang.

Senyumannya membuat para karyawan bergidik ngeri, bagaimana tidak, dia tersenyum setelah membunuh mental satu anak manusia yang dikenal paling cantik di bagian pemasaran.

Para rekan Devi langsung menghampirinya dan menghiburnya, meski hanya basa-basi, tapi mereka juga tidak mau mendapat masalah dai Ibu GM yang dikenal sebelas dua belas dengan Mars yang kejam.

"Ngeri Dev, baru kali ini kita ketemu Bu GM tapi kamu udah jadi sasaran, yang kuat ya, jangan sampai salah lagi," hibur mereka.

Devi masih menangis, jujur saja dia memang gadis yang manis bahkan saat dia menangis, tak ada buruknya sedikitpun, tapi yang tidak mereka ketahui, sifat arogan Devi pada saudaranya sendiri yang bikin dia jadi seperti ini.

Aurora melangkah dengan senyuman puas sambil berbicara dengan seseorang di balik gawai lipatnya," Udah gue beri pelajaran Bum, puas kan Lo, kapan kapan harus traktir, gue mau ke makan sekalian ketemu Daisy dan calon bini Lo!" celetuk Aurora.

'"Thanks Ra, Lo kenal kok siapa calon gue, Lo pasti bakalan kaget!" ucap Bumi dengan nada riangnya.

Aurora terlihat berbinar," Wahh beneran Lo, entar gue gak kenal lagi, jangan bikin gue ngarep kasep!" celetuknya.

" Ya elah, tinggal datang aja bawa badan Lo, tapi mandi Ra, jangan sampai bau bawang ya, gue gak mau dia ilfil sama bahan percobaan Lo," balas Bumi.

"iya... Iya, tenang saja, gak bakalan bro, udah deh, gue yang cuma karyawan remahan roti ini mau kerja dulu, bye-bye pak bos!" ujarnya ambil memutus panggilan telepon.

Aurora adalah salah satu sahabat baik Bumi, mereka kuliah di kampus yang sama, demikian Mars dan beberapa teman yang lainnya.

Terpopuler

Comments

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

itu blm seberapa loh ya Agus&Devi😏

2024-10-24

0

lihat semua
Episodes
1 Butuh Kepastian
2 Sayang Diputusin
3 Mempermainkan Perasaan
4 Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5 Ketemu Abang Ganteng
6 Pesan Pembalut
7 Caviar Dibalas Ngamar
8 Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9 Mau Abang Nikahin?
10 Dia Sudah Hancur Bang
11 Mars Sepupunya Bumi
12 Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13 Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14 Agus Insecure
15 Orangtua Juga Bisa Durhaka
16 Nibiru Harus Hidup Menderita
17 Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18 Batal Main Gara-gara Dipanggil
19 Ibu Lagi PMS ya?
20 Keluarga Laknat, Adek Setan!
21 Kerang Salto
22 Pantat Kudanil
23 Tiga Hari Lagi
24 Mengejutkan
25 Tidak Setuju
26 IQ Rendah
27 Jangan Nilai Dari Covernya
28 Anak Mama Linda
29 Rayuan Ular Betina
30 Bos Toko Bangunan
31 Kuli Rendahan
32 Nyawa Agus Tinggal Setengah
33 Musim Semi yang Hangat
34 Percakapan di Kamar Nibiru
35 Rencana Licik Devi
36 Pernikahan
37 Resepsi Kecil
38 Gosip Di Hotel
39 Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40 Masa Lalu
41 Kehancuran Nibiru
42 Manusia Jahanam
43 Bertengkar
44 Manusia Tidak Tahu Malu
45 Plot Twist 1
46 Plot Twist 2
47 Plot Twist 3
48 The Antagonis 1
49 The Antagonis 2
50 Stage Of Romance 1
51 Stage of Romance 2
52 Stage Of Romance 3
53 Menuju Pernikahan Devi 1
54 Suami Romantis 1
55 Suami Romantis 2
56 Closer
57 Menuju Pernikahan Devi 2
58 Pernikahan Devi
59 Bumi Sakit
60 Kediaman Nibiru
61 Modus
62 Kehidupan Devi
63 Lampu Hijau
64 Supermarket
65 Makan Malam
66 Keguguran
67 Kematian Tuan Devan
68 I Love You Nibiru
69 Kita Cerai!
70 Tertampar kenyataan
71 dua sisi berbeda
72 Kekanakan
73 Karma
74 Istri Populer
75 Pingsan
76 Menemui Devi
77 Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78 Berita Buruk
79 Bertengkar
80 Serangan Agus
81 Rumah sakit.
82 Berbaikan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Butuh Kepastian
2
Sayang Diputusin
3
Mempermainkan Perasaan
4
Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5
Ketemu Abang Ganteng
6
Pesan Pembalut
7
Caviar Dibalas Ngamar
8
Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9
Mau Abang Nikahin?
10
Dia Sudah Hancur Bang
11
Mars Sepupunya Bumi
12
Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13
Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14
Agus Insecure
15
Orangtua Juga Bisa Durhaka
16
Nibiru Harus Hidup Menderita
17
Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18
Batal Main Gara-gara Dipanggil
19
Ibu Lagi PMS ya?
20
Keluarga Laknat, Adek Setan!
21
Kerang Salto
22
Pantat Kudanil
23
Tiga Hari Lagi
24
Mengejutkan
25
Tidak Setuju
26
IQ Rendah
27
Jangan Nilai Dari Covernya
28
Anak Mama Linda
29
Rayuan Ular Betina
30
Bos Toko Bangunan
31
Kuli Rendahan
32
Nyawa Agus Tinggal Setengah
33
Musim Semi yang Hangat
34
Percakapan di Kamar Nibiru
35
Rencana Licik Devi
36
Pernikahan
37
Resepsi Kecil
38
Gosip Di Hotel
39
Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40
Masa Lalu
41
Kehancuran Nibiru
42
Manusia Jahanam
43
Bertengkar
44
Manusia Tidak Tahu Malu
45
Plot Twist 1
46
Plot Twist 2
47
Plot Twist 3
48
The Antagonis 1
49
The Antagonis 2
50
Stage Of Romance 1
51
Stage of Romance 2
52
Stage Of Romance 3
53
Menuju Pernikahan Devi 1
54
Suami Romantis 1
55
Suami Romantis 2
56
Closer
57
Menuju Pernikahan Devi 2
58
Pernikahan Devi
59
Bumi Sakit
60
Kediaman Nibiru
61
Modus
62
Kehidupan Devi
63
Lampu Hijau
64
Supermarket
65
Makan Malam
66
Keguguran
67
Kematian Tuan Devan
68
I Love You Nibiru
69
Kita Cerai!
70
Tertampar kenyataan
71
dua sisi berbeda
72
Kekanakan
73
Karma
74
Istri Populer
75
Pingsan
76
Menemui Devi
77
Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78
Berita Buruk
79
Bertengkar
80
Serangan Agus
81
Rumah sakit.
82
Berbaikan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!