Keluarga Laknat, Adek Setan!

Seminggu penuh Devi dan Agus dicerca dengan berbagai kesalahan sepele yang bahkan tidak berhubungan dengan pekerjaan.

Keduanya sudah seperti robot mati, sudah hampir kolaps karena kelakuan bos yang di luar batas.

"Aduh.... Aku capek banget seminggu ini, kenapa Bu GM selalu menuntut aku sih," keluh Devi ketika dia ada di dalam rumah.

Baru hari ini dia bisa tidur nyenyak, seminggu penuh dia dan Agus kekasihnya sudah direpotkan dengan banyaknya pekerjaan.

"Ma...mana makanannya sih!? Gak tahu apa Devi udah lapar!" teriak Devi yang sedang duduk bersebelahan dengan Agus.

Sejak rencana mereka diberitakan, keduanya semakin lengket. Tentu saja sebenarnya Agus merindukan adegan skidipapap yang luar biasa berkesan dengan Devi, baru sekali melakukannya, dia merasa rugi karena seminggu ini jadwalnya padat sampai goyangan ranjang panas pun tertunda.

"Ya kamu ke sini dong, bawa sendiri sekalian latihan jadi istri yang baik, jangan semua Mama yang bereskan!" kesal nyonya Widia.

Devi berdecak sebal, diliriknya Agus yang masih fokus dengan ponselnya, entah sedang menghitung apa, tapi dia tampak serius bak seorang jenius meski aslinya seperti tikus.

" Ck... Udah capek malah gak ngertiin, lagian Kak Nibiru di mana sih!? Kan dia yang biasnya nyiapin sarapan!" kesal Devi seraya menghampiri ibunya.

Ayahnya sendiri sedang ngopi di teras rumah, sembari memikirkan acara lamaran yang akan terlaksana seminggu lagi. Masalah ucapan Nibiru waktu itu, mereka sama sekali tidak peduli, Devi akan menikah bahkan jika Nibiru tidak mengijinkan.

" Kakak dimana buk!? Kan harusnya dia yang kerjain ini!" kesal Devi, dia enggan menyentuh piring karena menurutnya seorang sarjana terbaik sepertinya harusnya memegang uang, komputer dan barang mahal bukan piring dan dapur yang dia anggap rendahan itu.

" Tadi dia udah masakin ini semua, lagi ke kamar mandi siap-siap buat kerja, kamu jangan ongkang-ongkang kaki doang dong, cuma bantu bawain kok ngeluh!" kesal nyonya Widia.

Lama-lama dia jengkel juga dengan sifat manja Devi yang gak hilang-hilang. Tapi balik lagi ke kenyataan, itu semua karena kesalahannya yang terlalu memanjakan Devi.

"Ck... Bela trus bela terus!" kesal Devi.

" Terus ini makanan apa coba, cah kangkung sama tahu tempe, emangnya kami kambing!" kesal Devi melihat menu pagi ini.

"Et dah, Dev, syukur kamu dimasakin, udah jangan ngeluh, bawa aja semua, jangan sampai kakakmu dengar terus kamu dicecar lagi seperti hari itu,"

"mumpung dia kalem, nikahan kamu bisa adem, jangan sampai dia ngamuk, mending kamu mingkem!" ujarnya yang membuat Devi berdecak sebal.

Memang benar, sepertinya Nibiru tidak lagi mempermasalahkan urutan menikah, tapi Devi tidak peduli, selama dia bisa mendapatkan apa yang dia mau.

"Sudah sana bawa, kamu harusnya pintar cari muka sama Agus, bukannya bikin dia nunggu begitu!" bisik nyonya Widia.

Devi tersenyum kecil, "iya deh ma iya, Devi sekalian latihan jadi istri yang baik!" ucapnya dengan centil.

Semua hidangan disiapkan di atas meja, lalu Nyonya Widia memanggil tuan Robin untuk makan bersama.

Saat tiba di teras, di waktu yang sama, Bumi tiba bersama Daisy di kediaman itu.

"Om, Tante kak Nibi ada!?" tanya Daisy celingukan seraya berjinjit mencari keberadaan calon kakak ipar gaulnya.

"Mau apa!?" balas nyonya Widia seraya melirik Daisy dan Bumi dengan tatapan sinis.

Apalagi setelah mendengar dari Agus kalau Bumi cuma kuli bangunan miskin.

" Kami udah ada janji tan, " ucap Daisy.

"Cih.... Dia lagi mandi, kalian tunggu aja di ruang tamu, " ucap nyonya Widia seraya membukakan pintu lebar-lebar agar mereka masuk.

Gak enak juga ninggalin tamu di luar, apa kata tetangga nanti, anggap saja dirinya sedang bersedekah dengan pengemis.

"Duduk di sana, jangan ambil atau sentuh apapun, orang miskin kadang suka latah!" ucapnya dengan nada menghina.

Wajah Daisy memerah, dia sudah menggila ingin marah, tapi abangnya menahannya agar tidak terpancing amarah," Tahan Dek, kasihan Nibiru nanti," bisik Bumi.

" Tapi bang, mulutnya keterlaluan banget, jahat banget jadi orang!"

"Pengen ku geplak pake alas sepatuku, biar bibirnya rata kayak dinding, nyebelin!!" kesal Daisy.

"Udah diem!" Bumi merangkul adiknya sambil menatap nyonya Widia dengan tatapan datar, " Meski miskin, setidaknya kami gak sampai ngutang di rentenir dan bikin leher tercekik tan, percuma banyak uang, banyak barang tapi utang beterbangan!" sindir Bumi sambil tersenyum datar dengan tatapan mematikan.

Skakmat!!

Nyonya Widia tertampar kenyataan, entah kebetulan atau tidak, tapi perasaan wanita itu bagai dicubit, ulu hatinya sampai berdenyut karena ucapan Bumi yang jelas membuatnya tersindir.

"Ck... Kampungan, udah diem di situ, ga usah sok akrab, dasar rakyat jelata!" hina wanita itu.

Entah apa yang membuat nyonya Widia sampai besar kepala, mungkin karena anak pertamanya sukses di negeri orang dan menantunya orang berada, anak ketiganya cantik bak super model dan akan jadi nyonya, dia merasa dunia sudah jadi miliknya.

Padahal masih ada rentenir yang menunggunya setiap bulan.

Dengan kesal wanita itu pergi dari sana meninggalkan Bumi dan Daisy.

" Pffthh hahahaha ... Mantap betul bang, keren kali hahaha... Skakmat dia!" bisik Daisy sambil tertawa geli yang dibalas dengan tawa remeh dj bibir pria licik itu.

Sementara itu, keluarga Subroto ditambah Agus sedang sarapan pagi, menyantap semua hidangan yang dimasak oleh Nibiru. Hidangan itu ludes dalam sekejap bahkan tak ada sisa untuk Nibiru.

Begitu teganya mereka melakukan itu pada orang yang sudah berusaha semampunya.

"Nanti malam, kamu sudah boleh membawa orangtuamu Agus, kita harus membicarakan lamaran kalian, Yefta dan istrinya akan sampai siang ini, jadi pembicaraan bisa dilakukan dengan baik!" ucap Tuan Robin.

"Baik om, Papa dan Mama juga udah nunggu kabar dari kalian, kebetulan hari ini weekend jadi semua bisa dilaksanakan," tutur pria itu.

Di saat yang sama Nibiru datang dari dapur dengan membawa piring untuk makan.

Ditatapnya meja makan yang sudah kosong tinggal disini dengan piring kotor.

" Loh Ma, bagian Nibiru mana!?" tanyanya dengan wajah kaget.

" Eh... Bukannya kamu udah makan!"? Tanya Nyonya Widia.

" Loh Ma, aku tadi kan bilang belum makan, kok semua dihabiskan!?"

"Aku capek masak kok aku gak kebagian!? Kalian buta atau matanya udah picek hah?!!" kesal Nibiru.

" Ck... Halah kamu perhitungan banget sih, kan tinggal masak lagi, toh Agus dan Devi juga udah kelaparan, mereka capek kerja seminggu ini bosnya ngamuk-ngamuk gak jelas,"

"Memangnya kamu capek ngapain Nibiru? Masa cuma makanan aja kamu tuntut dasar serakah kamu!" cecar nyonya Widia.

Lagi dan lagi Nibiru disalahkan, padahal dia sudah lapar tak tertahan tapi masih harus menghadapi sifat nyonya Widia yang bikin hati tidak kuat.

"Ma... Aku lapar juga, aku capek juga kerja, kok Mama setega itu sih,seenggaknya tanya dulu Ma!" protesnya sambil menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca.

"MEMANGNYA AKU INI PEMBANTU DI RUMAH INI!? KALAU IYA MANA UPAHKU!! BAYAR AKU, JANGAN TAHU MAKAN DAN MENIKMATI AJA KALIAN!!" cecarnya sambil meluapkan emosi yang tertahan begitu lama.

" cih.... masakan gak enak aja bangga, dasar bodoh, kakak harusnya tahu diri kakak itu cuma pekerja lepas, bedalah kastanya sama kami yang karyawan hebat ini, kami lebih capek tahu kak,"

"Kok pelit banget sih jadi manusia!" ucap Devi dengan wajah pongah.

Di dalam hati dia berseru kegirangan karena lagi-lagi Nibiru jadi sasaran kemarahan sang ibunda.

Terpopuler

Comments

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

Biru knp lu gak tegas sih sma Keluarga lu yg toxic ini,,, klo mo pergi dri rmh ya prgi aja knp harus takut sm ortu yg mereka itu /Right Bah!//Right Bah!/

2024-10-24

2

Naila Sakielaputri

Naila Sakielaputri

lo bukanya nibiru pindah rumah.ko tolol si balik lagi goblok

2024-09-11

1

lihat semua
Episodes
1 Butuh Kepastian
2 Sayang Diputusin
3 Mempermainkan Perasaan
4 Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5 Ketemu Abang Ganteng
6 Pesan Pembalut
7 Caviar Dibalas Ngamar
8 Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9 Mau Abang Nikahin?
10 Dia Sudah Hancur Bang
11 Mars Sepupunya Bumi
12 Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13 Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14 Agus Insecure
15 Orangtua Juga Bisa Durhaka
16 Nibiru Harus Hidup Menderita
17 Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18 Batal Main Gara-gara Dipanggil
19 Ibu Lagi PMS ya?
20 Keluarga Laknat, Adek Setan!
21 Kerang Salto
22 Pantat Kudanil
23 Tiga Hari Lagi
24 Mengejutkan
25 Tidak Setuju
26 IQ Rendah
27 Jangan Nilai Dari Covernya
28 Anak Mama Linda
29 Rayuan Ular Betina
30 Bos Toko Bangunan
31 Kuli Rendahan
32 Nyawa Agus Tinggal Setengah
33 Musim Semi yang Hangat
34 Percakapan di Kamar Nibiru
35 Rencana Licik Devi
36 Pernikahan
37 Resepsi Kecil
38 Gosip Di Hotel
39 Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40 Masa Lalu
41 Kehancuran Nibiru
42 Manusia Jahanam
43 Bertengkar
44 Manusia Tidak Tahu Malu
45 Plot Twist 1
46 Plot Twist 2
47 Plot Twist 3
48 The Antagonis 1
49 The Antagonis 2
50 Stage Of Romance 1
51 Stage of Romance 2
52 Stage Of Romance 3
53 Menuju Pernikahan Devi 1
54 Suami Romantis 1
55 Suami Romantis 2
56 Closer
57 Menuju Pernikahan Devi 2
58 Pernikahan Devi
59 Bumi Sakit
60 Kediaman Nibiru
61 Modus
62 Kehidupan Devi
63 Lampu Hijau
64 Supermarket
65 Makan Malam
66 Keguguran
67 Kematian Tuan Devan
68 I Love You Nibiru
69 Kita Cerai!
70 Tertampar kenyataan
71 dua sisi berbeda
72 Kekanakan
73 Karma
74 Istri Populer
75 Pingsan
76 Menemui Devi
77 Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78 Berita Buruk
79 Bertengkar
80 Serangan Agus
81 Rumah sakit.
82 Berbaikan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Butuh Kepastian
2
Sayang Diputusin
3
Mempermainkan Perasaan
4
Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5
Ketemu Abang Ganteng
6
Pesan Pembalut
7
Caviar Dibalas Ngamar
8
Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9
Mau Abang Nikahin?
10
Dia Sudah Hancur Bang
11
Mars Sepupunya Bumi
12
Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13
Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14
Agus Insecure
15
Orangtua Juga Bisa Durhaka
16
Nibiru Harus Hidup Menderita
17
Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18
Batal Main Gara-gara Dipanggil
19
Ibu Lagi PMS ya?
20
Keluarga Laknat, Adek Setan!
21
Kerang Salto
22
Pantat Kudanil
23
Tiga Hari Lagi
24
Mengejutkan
25
Tidak Setuju
26
IQ Rendah
27
Jangan Nilai Dari Covernya
28
Anak Mama Linda
29
Rayuan Ular Betina
30
Bos Toko Bangunan
31
Kuli Rendahan
32
Nyawa Agus Tinggal Setengah
33
Musim Semi yang Hangat
34
Percakapan di Kamar Nibiru
35
Rencana Licik Devi
36
Pernikahan
37
Resepsi Kecil
38
Gosip Di Hotel
39
Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40
Masa Lalu
41
Kehancuran Nibiru
42
Manusia Jahanam
43
Bertengkar
44
Manusia Tidak Tahu Malu
45
Plot Twist 1
46
Plot Twist 2
47
Plot Twist 3
48
The Antagonis 1
49
The Antagonis 2
50
Stage Of Romance 1
51
Stage of Romance 2
52
Stage Of Romance 3
53
Menuju Pernikahan Devi 1
54
Suami Romantis 1
55
Suami Romantis 2
56
Closer
57
Menuju Pernikahan Devi 2
58
Pernikahan Devi
59
Bumi Sakit
60
Kediaman Nibiru
61
Modus
62
Kehidupan Devi
63
Lampu Hijau
64
Supermarket
65
Makan Malam
66
Keguguran
67
Kematian Tuan Devan
68
I Love You Nibiru
69
Kita Cerai!
70
Tertampar kenyataan
71
dua sisi berbeda
72
Kekanakan
73
Karma
74
Istri Populer
75
Pingsan
76
Menemui Devi
77
Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78
Berita Buruk
79
Bertengkar
80
Serangan Agus
81
Rumah sakit.
82
Berbaikan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!