Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas

Nibiru memegang barang-barangnya lalu menarik kopernya keluar dari kamar dengan bantuan Bumi.

"Kamu mau pindah ke mana?" Tanya Bumi heran.

"Aku punya rumah, tapi jangan bilang-bilang ya!" Bisiknya sambil celingukan memastikan tak ada yang dengar.

Bumi diam saja, dia menatap Nibiru dengan tatapan penasaran, sebenarnya seperti apa sosok Nibiru sebenarnya, dia yakin kalau gadis itu menyembunyikan sesuatu tentang dirinya.

"Loh Kamu mau ke mana! udah masak belum!? Cucian di belakang itu udah menumpuk, kau mau ke mana bawa-bawa koper segala!?" Sergah nyonya Widia yang didengar oleh tuan Robin, Agus dan Devi.

"Bukan urusan Mama, lagian Devi di rumah kan? Suruh dia yang masak dan cuci pakaian!" Ucap Nibiru dengan tatapan datar.

"Kamu ya, udah berani ngelawan Mama!" Bentak nyonya Widia.

Sudah jadi makanan sehari-hari Nibiru mendapatkan bentakan dari Ibunya, bahkan tak jarang dia dipermalukan di hadapan umum hanya karena hal kecil yang bisa dibicarakan.

"Dan kamu, siapa kamu!! Kamu hasut dengan apa anak saya!?" Tuduh nyonya Widia seraya menunjuk tajam ke wajah Bumi.

"Gak usah tuduh yang nggak-nggak Ma! Urus saja anak kesayangan Mama itu!"

"Ohh... Iya, dia kan mau nikah, jadi urus sendiri masalahnya!" Tegas Nibiru sambil menghalangi ibunya menyerah Bumi.

"Loh gak bisa gitu dong kak!" Devi menimbrung, dengan tatapan liciknya dia melirik Bumi sambil tersenyum tapi dalam hati dia terpana akan ketampanan seorang Bumi Nararya yang jarang ditemui.

"Aku nikah, kakak harus ada sumbangsih dong, gak boleh cuci tangan begitu saja!" Tegas Devi.

Hahahaha....

Tiba-tiba tawa Nibiru pecah, ditatapnya sinis ke arah adiknya yang sok manis tapi ternyata bukan lagi gadis.

"Sumbangsih!?" Alis Nibiru terangkat sebelah, dia tersenyum miring bak psikopat di film sebelah.

"Apa aku tidak salah dengar!? Kamu mau langkahin aku buat nikah!? Memangnya sejak kapan aku mengijinkanmu melangkahi giliranku!?" Serang Nibiru.

"Pa... Apa Papa gak tahu malu lagi sampai membiarkan anak tidak tahu diri ini melangkahi ku!?" Sergah Nibiru. Ditatapnya tajam ayahnya yang ling-lung bagai di tengah badai.

Sifat tuan Robin memang aneh, sudah tak tegas terhadap istrinya, pilih kasih, bahkan kadang berubah-ubah kepribadiannya hanya dengan sedikit serangan saja.

"Loh sekarang kan udah gak jamannya lagi hal begituan, kakak kok kolot sih!" Balas Devi dengan wajah masam.

Bisa gagal rencananya menikah secepatnya kalah Nibiru terus membahas soal tradisi, apalagi ayahnya yang sangat mencintai tradisi tidak bisa dibuat begini.

"Pa jawab Nibiru, apa Papa yakin mau membiarkan dia menikah duluan tanpa restu!? Tanpa ijinku sebagai kakaknya!?" Nibiru menatap ayahnya sambil tersenyum menantang.

"Apa kata pihak keluarga Agus nanti? Apalagi Mamanya adalah orang yang gak bisa dipermalukan!" Ucap Nibiru.

Bumi tersenyum bahkan menahan tawa melihat serangan balik dari Nibiru, gadis cerdik yang bisa memainkan situasi, sungguh tepat jika dia menjadi pasangan Bumi di masa depan.

Semuanya sampai terdiam, bahkan tuan Robin dan nyonya Widia sampai terdiam mendengar ucapan Nibiru.

"Bum ayo kita pergi," ucap Nibiru sambil mencengkram pegangan kopernya, tapi terlihat di mata Bumi kalau gadis itu gemetar.

"Tunggu dulu, bukannya dia cuma kuli bangunan!" Sergah Agus seraya menunjuk Bumi dan menatapnya dengan tatapan remeh.

" Iya, kalau Kuli memangnya kenapa hah!? Apa urusan kau, pria murahan!?" Umpat Nibiru sambil memelototi Agus sampai pria itu terdiam karena tatapan kejam dari Nibiru si gadis bak karakter seram.

"Gak usah campuri urusanku, jangan banyak tanya kau di rumah ini!" Kesal Nibiru, tanpa di sadari dia terus menggenggam tangan Bumi, membuat Bumi tersenyum tipis sambil melirik remeh ke arah tempelan ban kurang Mateng itu.

"Ehh..... Ilernya genderuwo, kalau gak punya niat buat serius jangan unjuk ingus di rumahku ya jayus, jangan sampai kepala kau pun ku bius!!"

"Dan kau Devi, gak usah sok mau nikah deh, gak bakal kuijinkan sebelum aku nikah duluan, ingat itu!" Sergah gadis itu sambil menatap remeh pada Devi.

Devi mengepalkan kedua tangannya dengan erat, menatap tajam ke arah Nibiru sambil menggeretakkan giginya.

"Kak... Hiks hiks hiks... Kakak jahat!!" Pekik Devi sambil menangis dan merengek seperti anak bebek yang ditinggal emaknya di paret.

"Idihhh.... Emang Lo siapa!?" Ketus Nibiru dia berjalan menyeret koper sambil menarik tangan Bumi untuk keluar dari rumah itu.

Rasanya dia sudah tidak bertahan tinggal satu atap bersama orangtuanya, padahal mereka keluarga kandung, tapi Nibiru diperlakukan bagai anak tak tahu diuntung, yang benar saja, Nibiru malah buntung karena harus merelakan hidupnya demi keluarga tak tahu diuntung!

"Nibiru kembali ke rumah!!" Sergah tuan Robin sambil menatap tajam pada putri keduanya.

Dengan wajah dongkol Nibiru menatap ayahnya yang plin-plan. Sebentar membela si A, sebentar lagi menyalahkannya, sungguh orangtuanya yang tidak bijak dan tidak tegas.

"Apa lagi Pa? Belum cukup Papa nyalahin Nibiru dan biarin Mama nampar Nibiru!?" Tanyanya dengan suara bergetar.

Rasanya seperti menatap hujan di hari yang cerah, tidak bisa dijelaskan, bahkan hati Nibiru kini sedang kalut karena ulah mereka.

"Kamu gak boleh sembarang memutuskan, kamu masih anak gadis, gak boleh keluar dari rumah tanpa ijin!" Titah tuan Robin.

" Ohhh aku gak boleh tapi kalau dia boleh gitu Pa!?" Tunjuknya pada Devi.

Ya, selama ini Devi hidup bebas, suka-suka nya memilih tinggal di mana, hidup di mana, bermain di mana bahkan pulang larut dengan alasan lembur pun dia dibiarkan.

Tetapi ketika giliran Nibiru yang begitu, dia akan dicap sebagai gadis nakal, perempuan munafik bahkan di cap tidak benar oleh semua orang.

Apa salahnya? kenapa dia ditekan sampai sejauh ini?

"Diam!"

"Jangan sekali-kali meninggalkan rumah ini, kecuali kamu sudah menikah Nibiru!"

"Jangan membuat Papa marah dan memilih mengurungmu di rumah!" Senggak tuan Robin yang terus menerus menjerumuskan putrinya ke lubang penuh luka.

Sedang Devi di ujung sana asik bergelayut manja dengan Agus, tersenyum puas nan senang melihat kakaknya dimarahi habis-habisan oleh sang ayah yang jelas lebih menyayanginya.

Nibiru menahan tangisannya, hatinya benar-benar hancur, apa di rumah ini dia dianggap penghancur?

"Nibi... Sebaiknya tenangkan dirimu... Jangan memaksakan keadaan, bukankah aku sudah berjanji padamu?" Bujuk Bumi.

Bumi bisa merasakan sesak yang diderita Nibiru, mendapatkan kecaman di sana sini bahkan tekanan besar dari ayah dan ibunya sendiri. Dia yakin Nibiru menahan dirinya selama ini.

Jemari Nibiru perlahan melemas, genggamannya pada koper semakin longgar bersamaan dengan bukit air mata yang mengalir bak hujan tanpa mendung.

"Bumi.... Kumohon.... Bawa aku dari rumah ini," lirihnya sambil menundukkan kepalanya, tak mau dirinya terlihat lemah di hadapan orang lain.

"Kita akan bicarakan ini, kita tunggu sampai Yefta kakak kalian kembali!" Ucap tuan Robin.

" Dan kau Nibiru, jaga sikapmu, jangan membuatku malu, suaramu dan kelakuanmu sudah mencoreng nama keluarga kita, jika masih ingin ku anggap anak, maka menurut pada perintahku!" Sergah tuan Robin.

"Pa, aku.." Nibiru tersentak dia menatap ayahnya dengan tatapan tak berdaya. Tetapi Bumi menggenggamnya dan menahannya agar tidak membalas.

"Sudah, kita pergi saja, ayo tenangkan dirimu," bujuk Bumi.

"Cih.... Kuli bangunan dan pekerja yang gak berkelas memang cocok satu sama lain, percuma wajah tampan tapi kalau makan di atas nampan, kalian memang cocok jadi pasangan kelam hahahaha!" Tawa sarkas Devi dan Agus terdengar, tapi Bumi sama sekali tidak peduli.

Dia merangkul Devi dan membawa gadis itu keluar setelah menyimpan kopernya di kamar.

Terpopuler

Comments

Sug Bc

Sug Bc

suka

2024-10-22

0

Rini wit

Rini wit

banyak typo nama peran yang tertukar

2024-09-19

0

lihat semua
Episodes
1 Butuh Kepastian
2 Sayang Diputusin
3 Mempermainkan Perasaan
4 Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5 Ketemu Abang Ganteng
6 Pesan Pembalut
7 Caviar Dibalas Ngamar
8 Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9 Mau Abang Nikahin?
10 Dia Sudah Hancur Bang
11 Mars Sepupunya Bumi
12 Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13 Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14 Agus Insecure
15 Orangtua Juga Bisa Durhaka
16 Nibiru Harus Hidup Menderita
17 Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18 Batal Main Gara-gara Dipanggil
19 Ibu Lagi PMS ya?
20 Keluarga Laknat, Adek Setan!
21 Kerang Salto
22 Pantat Kudanil
23 Tiga Hari Lagi
24 Mengejutkan
25 Tidak Setuju
26 IQ Rendah
27 Jangan Nilai Dari Covernya
28 Anak Mama Linda
29 Rayuan Ular Betina
30 Bos Toko Bangunan
31 Kuli Rendahan
32 Nyawa Agus Tinggal Setengah
33 Musim Semi yang Hangat
34 Percakapan di Kamar Nibiru
35 Rencana Licik Devi
36 Pernikahan
37 Resepsi Kecil
38 Gosip Di Hotel
39 Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40 Masa Lalu
41 Kehancuran Nibiru
42 Manusia Jahanam
43 Bertengkar
44 Manusia Tidak Tahu Malu
45 Plot Twist 1
46 Plot Twist 2
47 Plot Twist 3
48 The Antagonis 1
49 The Antagonis 2
50 Stage Of Romance 1
51 Stage of Romance 2
52 Stage Of Romance 3
53 Menuju Pernikahan Devi 1
54 Suami Romantis 1
55 Suami Romantis 2
56 Closer
57 Menuju Pernikahan Devi 2
58 Pernikahan Devi
59 Bumi Sakit
60 Kediaman Nibiru
61 Modus
62 Kehidupan Devi
63 Lampu Hijau
64 Supermarket
65 Makan Malam
66 Keguguran
67 Kematian Tuan Devan
68 I Love You Nibiru
69 Kita Cerai!
70 Tertampar kenyataan
71 dua sisi berbeda
72 Kekanakan
73 Karma
74 Istri Populer
75 Pingsan
76 Menemui Devi
77 Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78 Berita Buruk
79 Bertengkar
80 Serangan Agus
81 Rumah sakit.
82 Berbaikan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Butuh Kepastian
2
Sayang Diputusin
3
Mempermainkan Perasaan
4
Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5
Ketemu Abang Ganteng
6
Pesan Pembalut
7
Caviar Dibalas Ngamar
8
Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9
Mau Abang Nikahin?
10
Dia Sudah Hancur Bang
11
Mars Sepupunya Bumi
12
Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13
Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14
Agus Insecure
15
Orangtua Juga Bisa Durhaka
16
Nibiru Harus Hidup Menderita
17
Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18
Batal Main Gara-gara Dipanggil
19
Ibu Lagi PMS ya?
20
Keluarga Laknat, Adek Setan!
21
Kerang Salto
22
Pantat Kudanil
23
Tiga Hari Lagi
24
Mengejutkan
25
Tidak Setuju
26
IQ Rendah
27
Jangan Nilai Dari Covernya
28
Anak Mama Linda
29
Rayuan Ular Betina
30
Bos Toko Bangunan
31
Kuli Rendahan
32
Nyawa Agus Tinggal Setengah
33
Musim Semi yang Hangat
34
Percakapan di Kamar Nibiru
35
Rencana Licik Devi
36
Pernikahan
37
Resepsi Kecil
38
Gosip Di Hotel
39
Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40
Masa Lalu
41
Kehancuran Nibiru
42
Manusia Jahanam
43
Bertengkar
44
Manusia Tidak Tahu Malu
45
Plot Twist 1
46
Plot Twist 2
47
Plot Twist 3
48
The Antagonis 1
49
The Antagonis 2
50
Stage Of Romance 1
51
Stage of Romance 2
52
Stage Of Romance 3
53
Menuju Pernikahan Devi 1
54
Suami Romantis 1
55
Suami Romantis 2
56
Closer
57
Menuju Pernikahan Devi 2
58
Pernikahan Devi
59
Bumi Sakit
60
Kediaman Nibiru
61
Modus
62
Kehidupan Devi
63
Lampu Hijau
64
Supermarket
65
Makan Malam
66
Keguguran
67
Kematian Tuan Devan
68
I Love You Nibiru
69
Kita Cerai!
70
Tertampar kenyataan
71
dua sisi berbeda
72
Kekanakan
73
Karma
74
Istri Populer
75
Pingsan
76
Menemui Devi
77
Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78
Berita Buruk
79
Bertengkar
80
Serangan Agus
81
Rumah sakit.
82
Berbaikan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!