Malam Panas Agus dan Kue Bantet

Devi menatap Agus dengan senyuman liciknya, digenggamnya tangan Agus, ditekannya tangan itu ke dadanya tanpa malu sedikitpun.

"Devi mau kak Agus janji nikahin Devi, kalau kakak gak mau ya udah kita selesai sampai di sini!" Ucap Devi seraya melepaskan tangan Agus.

"Dan satu lagi, jauhi kak Nibiru, aku mau kak Agus membelaku di depan semua orang!" tegasnya.

"Aku tahu, kakak pasti merasa aku ini cewek kegatelan, cewek nakal terus perempuan yang gak punya harga diri, tapi..." Tiba-tiba dia berhenti bicara dan menangis sesenggukan.

Ohh.... Sungguh aktingnya sangat hebat, sampai berhasil menipu Agus yang bodoh.

"Tapi selama ini Devi sudah menahan perasaan ini kak, Devi mencintai kakak, tapi demi kak Nibi, Devi rela membuang perasaan Devi, sekarang kakak sudah putus, Devi berharap ada kesempatan untuk Devi. Lagian... Devi merasa kalau Devi lebih layak dengan kak Agus hiks hiks hiks..." Tangisnya tersedu-sedu.

"Dev jangan nangis sayang, oke, kita bicarakan ini semua dengan tenang, Kakak janji, di hadapan kamu dan semua orang di tempat ini, kakak akan segera menikahimu, jadi jangan tinggalin kakak," segala bujuk rayu keluar dari mulut buaya bertanduk satu.

"Jujur saja, Kakak juga udah cinta dari lama sama Devi, tapi karena si parasit Nibiru itu, kakak sama sekali gak bisa deketin kamu!" Ucapnya dengan wajah sedih, dia menggenggam tangan Devi dan mengusap air matanya dengan jemarinya yang lain.

Mata Devi terbelalak, dia menatap Agus dengan wajah berbinar," be-benar kah kak!?" Tanyanya dengan wajah sumringah.

Agus mengangguk sambil tersenyum dengan tangan yang membelah bahu Devi, tapi matanya masih tertuju pada belahan dada sintal milik Devi.

"Kalau begitu, bagaimana dengan kak Nibiru aku yakin dia akan berusaha merebut kakak dariku, apa yang harus kita lakukan kak?" Tanya Devi dengan wajah memelas.

"Gak usah pikirkan itu Devi, sekalipun dia menangis dan memohon-mohon di bawah kakiku, aku tidak akan mau Kembali bersamanya!" Tegas Agus.

Devi tersenyum sumringah, dia memeluk Agus bahkan mengusap punggung pria itu dengan sensual, membuat bulu kuduk Agus berdiri.

Sesuatu diantara celah pahanya mengeras, membuat Devi berhasil tersenyum panas.

"Kak... Ihh... Itu apa kok mengeras?" Bisik Devi seraya meniup telinga Agus.

Semakin menggilalah pria itu, sungguh dia sudah tak tahan.

" Dev... Kita ke apartemen yuk, setelah makan ya?" Ucap Agus dengan nada merayu.

"Baik kak, aku sayang kakak!" Balas Devi sambil tersenyum begitu manis.

Oh lelaki bujangan pecinta kue bantet mana yang tidak akan tergoda dengan cookies manis nan murah yang bisa dia dapat dengan sekali rogoh kocek.

Namanya laki-laki pecinta kue bantet, pastinya akan tergoda sama cewek eceran yang harga dirinya bisa ditawar demi sebuah kamar panas yang bikin badan bergetar.

Lalu cewek model eceran sejenis Devi akan dengan pedenya membanggakan hasil tangkapannya. Mereka gak jauh berbeda, satu spesies yang sama-sama gak punya harga diri.

Setelah makan malam super mahal nan romantis yang sudah bisa membuat perasaan Devi melayang bukan kepayang dan kesempatan Agus datang, keduanya pulang menuju apartemen Agus.

Sepanjang jalan, Agus membuang nafas kasar, apalagi Devi dengan nakal memainkan tangan Agus dan membiarkan tangan pria itu meraba tubuhnya.

"Kak.... Apa Kakak benar gak pernah melakukannya dengan kak Nibi?" Tanya Devi dengan wajah imut mirip siput kentut.

"Iya, gak pernah sekalipun, bahkan ciuman pun gak pernah apalagi pelukan, dia itu sok suci Dev!" Ucap Agus dengan wajah mendengus.

"Ihh kok kak Nibi begitu ya, padahal kan sama pacar sendiri, " ucap Devi memanas-manasi pria itu.

Agus mendengus kesal, " udah yuk turun gak usah bahas dia!" Ucap Agus sambil tersenyum lapar.

Wajah Devi memerah," kak jangan lihat Devi begitu, Devi jadi gugup tahu!" Ucapnya sambil tersenyum malu-malu.

Agus tak bisa lagi menahan gejolak asmara dalam dadanya. Kue bantet pun akan dia serang sekarang juga.

Ditariknya wajah mungil Devi dan direngkuhnya dengan lembut.

Keduanya berciuman panas di bawah sinar rembulan. Sangat panas sampai-sampai hampir lupa tempat.

" Hah ... Hah... Kita ke dalam Dev!" Ucapnya terengah-engah.

Agus membawa Devi menuju apartemennya, dengan kasar dia membuka apartemen itu.

Klak!

Setelah pintu tertutup rapat, tanpa basa-basi Agus menerkam mangsanya, belum lagi Devi mengeluarkan suara-suara halus mirip musang yang sedang kawin, membuat libido pria itu membuncah.

Keduanya saling merayu satu sama lain, saling menyentuh dan bermain dengan panasnya.

Tingkah Devi yang sok polos padahal udah pernah hampir dicoblos membuat wajah Agus melongo. Sungguh Devi sangat menggoda.

Tak butuh waktu lama dunia mereka berbalik sempurna. Keduanya bermain dengan begitu ceria di atas peraduan panas. Cuaca dingin itu berhasil mereka kalahkan dengan olahraga malam apa penunggang kuda yang tak ada habisnya.

Suara-suara menjijikkan dari sepasang pasangan haram memenuhi rumah itu. Mereka melakukannya dengan bebagai gaya, bahkan Agus sangat puas saat tahu kalau Devi masih perawan!

"Dev aku yang pertama!?" Tanyanya dengan mata berbinar-binar.

Wajah lemah nan memerah Devi yang terlihat seksi tiba-tiba mengkerut," apa kamu pikir aku cewek murahan? Ya tentu kamu yang pertama kak!" Balasnya dengan wajah cemberut.

Sungguh Agus dimabuk kepayang, dia yang pertama menggagahi wanita itu, mencapai tingkat kenikmatan yang luar biasa indahnya.

" Aku... Pasti akan menikah denganmu Devi, kamu akan jadi milikku selamanya sayang, aku mencintaimu!" Ucap Agus.

" Arkrhhh.... Pelan-pelan kak... Pelan sakit ini hiks hiks hiks..." Tangisan manja si wanita pemikat membuat Agus dimabuk kepayang sampai melayang-layang di atas awang-awang.

Dua sejoli itu saling beradu di atas ranjang panas sampai bulan bertahta tinggi di atas langit, tanpa henti, tanpa ingat neraka menanti.

Devi kehilangan kesuciannya, di tangan Agus karena keinginan sendiri.

"Aku akan jadi nyonya Muda Nugroho, kak Nibiru, sayang sekali, tapi apapun yang kamu miliki akan jadi milikku!" Batinnya dengan senyum bahagia.

Sementara itu, malam yang heboh menjadi teman Nibiru di masa baru hidupnya.

" Arrrkhhhh gak mau! Masa aku kalah terus sih!!" Teriak Daisy.

Suaranya melengking, sampai urat lehernya tegang, bahkan wajahnya merah karena kesal.

Sejak permainan kartu dimulai, dia kalah telak oleh tiga lawannya yang hebat-hebat itu.

"Nibiru kok kamu bisa main sih!? Kupikir kamu yang kalah, tapi kok malah aku!?" Protes Daisy.

" Pffthh hahaha.... Itu keberuntungan Day!" Balasnya sambil tersenyum manis.

Bumi dan Fajar juga tertawa melihat kelakukan gesrek gadis di depan mereka.

Sejak tadi wajah Daisy sudah dipenuhi dengan banyaknya coretan hasil mahakarya ketiga orang itu.

Matanya diberi kacamata gaib, pipinya dicoret dengan tinta merah, bijinya diberi tinta hitam, sudah jadi seperti ondel-ondel dia.

" Buset, gue malah jadi ondel-ondel gembel!" Celetuk Daisy sambil menunjuk wajahnya yang cemong.

Gelak tawa terdengar, semuanya menikmati malam dingin yang menyenangkan itu.

"Nah kita main lagi, kali ini gue yakin gue menang!" Ucap Daisy dengan penuh semangat.

"Bang, awas aja ya kalau Abang gagalin lagi!" Celetuk Daisy seraya menatap Bumi.

" Memang kamu yang kurang beruntung dek," balas Bumi dengan nada mengejek.

"Cih.... Lihat saja!" Ucap Daisy.

Mereka melemparkan kartu lagi dan...

"Kamu kalah!! Yeaayyy!!! Akhirnya Nibiru Kalah!" Seru Daisy.

"Wahhh tumben kamu menang Day," goda Nibiru.

Wajah Daisy tersenyum sempurna, diliriknya kedua orang itu sambil memikirkan rencana indah di otak kecilnya.

Terpopuler

Comments

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

astaga othoorrr /Facepalm//Facepalm//Facepalm/suara musang gak tuh

2024-10-21

0

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

justru yg ada nanti kau yg nyesel udh ninggalin Biru heh

2024-10-21

0

Al Ranai

Al Ranai

semangat kakk

2024-08-09

1

lihat semua
Episodes
1 Butuh Kepastian
2 Sayang Diputusin
3 Mempermainkan Perasaan
4 Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5 Ketemu Abang Ganteng
6 Pesan Pembalut
7 Caviar Dibalas Ngamar
8 Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9 Mau Abang Nikahin?
10 Dia Sudah Hancur Bang
11 Mars Sepupunya Bumi
12 Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13 Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14 Agus Insecure
15 Orangtua Juga Bisa Durhaka
16 Nibiru Harus Hidup Menderita
17 Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18 Batal Main Gara-gara Dipanggil
19 Ibu Lagi PMS ya?
20 Keluarga Laknat, Adek Setan!
21 Kerang Salto
22 Pantat Kudanil
23 Tiga Hari Lagi
24 Mengejutkan
25 Tidak Setuju
26 IQ Rendah
27 Jangan Nilai Dari Covernya
28 Anak Mama Linda
29 Rayuan Ular Betina
30 Bos Toko Bangunan
31 Kuli Rendahan
32 Nyawa Agus Tinggal Setengah
33 Musim Semi yang Hangat
34 Percakapan di Kamar Nibiru
35 Rencana Licik Devi
36 Pernikahan
37 Resepsi Kecil
38 Gosip Di Hotel
39 Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40 Masa Lalu
41 Kehancuran Nibiru
42 Manusia Jahanam
43 Bertengkar
44 Manusia Tidak Tahu Malu
45 Plot Twist 1
46 Plot Twist 2
47 Plot Twist 3
48 The Antagonis 1
49 The Antagonis 2
50 Stage Of Romance 1
51 Stage of Romance 2
52 Stage Of Romance 3
53 Menuju Pernikahan Devi 1
54 Suami Romantis 1
55 Suami Romantis 2
56 Closer
57 Menuju Pernikahan Devi 2
58 Pernikahan Devi
59 Bumi Sakit
60 Kediaman Nibiru
61 Modus
62 Kehidupan Devi
63 Lampu Hijau
64 Supermarket
65 Makan Malam
66 Keguguran
67 Kematian Tuan Devan
68 I Love You Nibiru
69 Kita Cerai!
70 Tertampar kenyataan
71 dua sisi berbeda
72 Kekanakan
73 Karma
74 Istri Populer
75 Pingsan
76 Menemui Devi
77 Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78 Berita Buruk
79 Bertengkar
80 Serangan Agus
81 Rumah sakit.
82 Berbaikan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Butuh Kepastian
2
Sayang Diputusin
3
Mempermainkan Perasaan
4
Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5
Ketemu Abang Ganteng
6
Pesan Pembalut
7
Caviar Dibalas Ngamar
8
Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9
Mau Abang Nikahin?
10
Dia Sudah Hancur Bang
11
Mars Sepupunya Bumi
12
Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13
Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14
Agus Insecure
15
Orangtua Juga Bisa Durhaka
16
Nibiru Harus Hidup Menderita
17
Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18
Batal Main Gara-gara Dipanggil
19
Ibu Lagi PMS ya?
20
Keluarga Laknat, Adek Setan!
21
Kerang Salto
22
Pantat Kudanil
23
Tiga Hari Lagi
24
Mengejutkan
25
Tidak Setuju
26
IQ Rendah
27
Jangan Nilai Dari Covernya
28
Anak Mama Linda
29
Rayuan Ular Betina
30
Bos Toko Bangunan
31
Kuli Rendahan
32
Nyawa Agus Tinggal Setengah
33
Musim Semi yang Hangat
34
Percakapan di Kamar Nibiru
35
Rencana Licik Devi
36
Pernikahan
37
Resepsi Kecil
38
Gosip Di Hotel
39
Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40
Masa Lalu
41
Kehancuran Nibiru
42
Manusia Jahanam
43
Bertengkar
44
Manusia Tidak Tahu Malu
45
Plot Twist 1
46
Plot Twist 2
47
Plot Twist 3
48
The Antagonis 1
49
The Antagonis 2
50
Stage Of Romance 1
51
Stage of Romance 2
52
Stage Of Romance 3
53
Menuju Pernikahan Devi 1
54
Suami Romantis 1
55
Suami Romantis 2
56
Closer
57
Menuju Pernikahan Devi 2
58
Pernikahan Devi
59
Bumi Sakit
60
Kediaman Nibiru
61
Modus
62
Kehidupan Devi
63
Lampu Hijau
64
Supermarket
65
Makan Malam
66
Keguguran
67
Kematian Tuan Devan
68
I Love You Nibiru
69
Kita Cerai!
70
Tertampar kenyataan
71
dua sisi berbeda
72
Kekanakan
73
Karma
74
Istri Populer
75
Pingsan
76
Menemui Devi
77
Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78
Berita Buruk
79
Bertengkar
80
Serangan Agus
81
Rumah sakit.
82
Berbaikan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!