Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng

Selendang hangat sang mentari menyala lembut wajah cantik dua gadis manis yang tengah terlelap dalam kamar minimalis bertema pink seperti warna kesukaan kebanyakan wanita.

Nibiru melenguh panjang sambil meregangkan kedua tangannya. Kepalanya terasa sedikit pusing karena efek alkohol semalam.

Meski kadarnya sedikit, tetapi bagi mereka yang tidak pernah minum alkohol, minuman itu masih tetap membuat konsumennya mabuk seperti yang dialami Nibiru.

"Aduhh..... Kepalaku sakit," gumamnya sambil memijit pelipisnya yang berdenyut.

Kesadaran belum terkumpul, membuatnya tidak menyadari keberadaan kuli bangunan tampan yang tengah menggulung tirai jendela kamar.

"Ini minumlah, air rebusan jahe dan madu bisa membantu mengurai pengar," ucap Bumi sembari memberikan segelas jahe hangat bertemakan madu yang dia racik sendiri pagi ini.

Nibiru masih belum sadar kalau sejak tadi sepasang manik emerald gelap itu menatapnya dengan intens.

Sluurp...

"aduh... Panas!" Dia tersentak karena suhunya masih terllau panas.

"Maaf, kupikir sudah bisa diminum tadi, bibirmu pasti panas," cepat-cepat bumi merebut gelas itu dari tangan Nibiru.

"Iya gak apa-apa terima ka..." Seketika Nibiru berhenti bicara. Kedua manik hitamnya terpaku menata sosok tampan yang berdiri dengan pakaian kerjanya itu.

"Ya ampun!!! Apa yang kau lakukan padaku!!" Pekik Nibiru melengking sampai membuat Bumi menutup telinganya.

Tuk!

Satu sentilan mendarat di kening gadis itu,"Perhatikan di dekatmu, dasar gadis bodoh!" Ucap Bumi sambil melirik Daisy yang terlelap dengan nyenyak di samping Nibiru.

Wajah gadis itu berubah semerah tomat yang sudah matang, ditepuknya pipinya dengan wajah malu, tak lagi dia berani menatap kuli bangunan tampan itu.

" Eh... Maaf, aku... Terkejut," cicitnya.

Bumi tergelak, dia memberikan gelas itu pada Nibiru," sudahlah tak apa, sekarang minumlah, pelan-pelan dan tiup dulu," ucap Bumi.

Dengan berhati-hati Nibiru menerima gelas itu dan menyesapnya perlahan.

Dalam sudut pandang Bumi, Nibiru terlihat begitu memikat, membuatnya mempertanyakan kewarasan Agus mantan pacar Nibiru yang bisa-bisanya membuang berlian selangka ini.

"Cantik!" Gumam Bumi.

"Prrffft.... Uhuk... Uhuk... A-apa tadi!?" Tanya Nibiru yang tersedak minuman itu, dia pikir dia salah dengar kalau Bumi bilang dia cantik.

" Cantik, ku bilang kamu cantik, kenapa?" Balas Bukti dengan nada datar.

Uhuk... Uhuk... Uhuk...

Nibiru dibuat makin tersedak setelah mendengar penuturan jujur dari pria penyuka semur itu.

"Anda sangat Frontal!" Ucap Nibiru tak percaya.

Baru kali ini dia menemui lelaki seperti Bumi, yang tanpa basa-basi melontarkan pujian seolah itu bukan sebuah beban.

"Bukankah bagus? Jadi tidak ada yang ditutupi," ucap Bumi dengan santai sambil melangkah keluar dari kamar itu.

" Keluarlah, aku sudah menyiapkan sarapan pagi, makan bersamaku, biarkan Daisy tidur, nanti siang dia harus ke kampus," ujar pria itu.

"Ba-baiklah," balas Nibiru.

"Oh iya, bersihkan wajahmu, di atas meja ada handuk baru, sikat gigi dan sabun cuci muka, gunakan apa yang ada, aku tidak tahu kamu pakai apa, jadi kubeli persis seperti milik Daisy," ucapnya.

"Ohh iya, pakai saja pakaian Daisy, ada beberapa barang baru juga di lemari, periksa sendiri, " ucap Bumi dari luar.

Pria ini begitu aneh, dia sangat perhatian tapi di saat yang sama juga sangat dingin bak malaikat kematian.

Meskipun sering berkunjung ke rumah Daisy, baru semalam Nibiru bertemu langsung dengan kakak Daisy. Tentu saja alasannya karena Bumi jarang kelihatan saat siang hari. Bumi lebih sering di rumah saat malam sudah tiba, jadi tak ada kesempatan bagi mereka untuk bertemu.

Dengan perlahan Nibiru bangkit dari kasur dan mulai membersihkan tubuhnya. Semuanya ada, pakaian baru termasuk pakaian dalam juga ada di sana.

Tubuh Nibiru juga sudah bau dan lengket karena keringat, dia tak mungkin pulang dalam keadaan bau alkohol, yang ada dia bisa difitnah oleh keluarganya apalagi kalau sampai Devi melihatnya.

Setelah bebersih, Nibiru keluar dari kamar dalam keadaan segar. Wajahnya polos tanpa make up, rambutnya yang setengah kering digerai begitu saja, kulitnya cerah dan harum, sungguh perempuan mahal yang keberadaannya sudah langka.

"Sudah selesai? Kemarilah, kita sarapan bersama, Fajar tadi sudah pergi duluan, duduklah sebelum kamu pulang," ucap Bumi yang menggeser kursi untuk Nibiru.

Ohh.... Seandainya Bumi ini nyata, seluruh wanita di pelosok Pertiwi akan menjerit karena ketampanan, perhatian dan daya tarik yang hebat dari pria berusia 28 tahun itu.

"Te-terimakasih," ucap Nibiru.

Bumi tersenyum sambil mengangguk," Bukankah kita akan menikah? Anggap saja sebagai latihan," balas Bumi dengan santai.

Prrrhhhh.....

Nibiru yang sedang minum air langsung menyemburkan isi mulutnya saat mendengar ucapan Bumi yang mengejutkan.

Uhuk... Uhuk... Uhuk...

"Astaga kenapa kau ceroboh sekali, kalau minum itu hati-hati, apa kau selalu seceroboh ini?" tegur Bumi.

Dia merasa heran pada Nibiru yang terus menerus tersedak saat mereka bicara.

"Apa aku sebegitu menakutkan? Kenapa kamu terus tersedak?" Ucap Bumi seraya memberikan tisu untuk gadis itu.

"Ti-tidak apa-apa, hanya saja..." Nibiru berhenti sejenak sambil menatap Bumi.

"Kamu serius mau menikah denganku?" Tanyanya dengan wajah tak percaya.

Dengan santai bagai di pantai sang pemuda tampan badai menatap Nibiru dengan senyuman santai ," tentu saja, apakah kamu melupakan taruhan semalam?"

"Ohh.... Iya, aku baru ingat, sekarang kamu tidak mabuk lagi kan, hah..." Bumi mengunyah roti isi buatannya," pasti kamu akan buat alasan dengan bilang kalau semalam itu hanya omong kosong,"

"Hahaha... Udah basi banget sih alasan yang seperti itu, tapi ya sudah lah gapapa, aku cuma Kuli bangunan, mana mau perempuan sama pria yang gak punya masa depan seperti ku," balasnya sambil bangkit berdiri.

Tetapi bibirnya tersenyum miring, pertanda jebakannya baru dimulai.

Ohh... Entah apa yang merasuki Abang tampan ini, tapi dia sangat ingin menjadikan Nibiru miliknya tanpa harus capek-capek menjalin hubungan pacaran yang bisa saja putus di tengah jalan tanpa kepastian.

"Siapa bilang!" Balas Nibiru dengan tegas, dia menatap Bumi nyalang sambil menunjukkan wajah tertantang, menatap Bumi dengan pikiran melayang.

"Lagipula tak ada ruginya bagiku, mungkin ini jalan baru yang Tuhan berikan, daripada aku lelah menjalani hubungan pacaran yang gak ada kepastian, lebih baik aku menerima lamaran dari pria rupawan ini, Dia pasti pria baik-baik, karena Daisy adalah adiknya, lebih baik bersama orang seperti mereka daripada bersama manusia pembohong yang merahasiakan perasaannya dariku!" Batinnya.

Secepat itu pikiran Nibiru berubah. Sejak awal sudah ditegaskan, kalau dia bukan gadis pasaran yang akan galau setelah putus hubungan, yang ada dia makin bebas melebarkan sayapnya dan tumbuh jadi gadis menawan!

"Aku menerimamu selama kamu juga menerimaku yang hanya pekerja biasa ini, itu pun kalau laki-laki sepertimu menerima aku yang tak berpendidikan ini sih," balasnya sambil bersedekap dada.

Bibir Bumi tersenyum lebar membuat wajahnya yang tadinya kaku dan datar bak lapisan es datar langsung merekah bagai kembang mawar yang mekar di bawah matahari bersinar.

"Kalau begitu, persiapkan dirimu, beberapa hari lagi aku akan datang secara resmi melamarmu!" Ucap Bumi dengan penuh percaya diri.

"Siapa takut, akan kutunggu kau, aku yakin, kau tidak akan datang, sama seperti kebanyakan orang di luar sana, hanya jago bicara tapi tak ada perbuatan!" Sarkasnya sambil melemparkan pandang ke sembarang arah.

Dikhianati dan dicampakkan begitu saja oleh mantan kekasihnya berhasil membuat Nibiru memiliki stigma negatif terhadap pria. Membuatnya tidak percaya dengan cinta bahkan menganggap semua pria hanya hebat di mulut tapi kalah di perbuatan!

Episodes
1 Butuh Kepastian
2 Sayang Diputusin
3 Mempermainkan Perasaan
4 Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5 Ketemu Abang Ganteng
6 Pesan Pembalut
7 Caviar Dibalas Ngamar
8 Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9 Mau Abang Nikahin?
10 Dia Sudah Hancur Bang
11 Mars Sepupunya Bumi
12 Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13 Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14 Agus Insecure
15 Orangtua Juga Bisa Durhaka
16 Nibiru Harus Hidup Menderita
17 Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18 Batal Main Gara-gara Dipanggil
19 Ibu Lagi PMS ya?
20 Keluarga Laknat, Adek Setan!
21 Kerang Salto
22 Pantat Kudanil
23 Tiga Hari Lagi
24 Mengejutkan
25 Tidak Setuju
26 IQ Rendah
27 Jangan Nilai Dari Covernya
28 Anak Mama Linda
29 Rayuan Ular Betina
30 Bos Toko Bangunan
31 Kuli Rendahan
32 Nyawa Agus Tinggal Setengah
33 Musim Semi yang Hangat
34 Percakapan di Kamar Nibiru
35 Rencana Licik Devi
36 Pernikahan
37 Resepsi Kecil
38 Gosip Di Hotel
39 Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40 Masa Lalu
41 Kehancuran Nibiru
42 Manusia Jahanam
43 Bertengkar
44 Manusia Tidak Tahu Malu
45 Plot Twist 1
46 Plot Twist 2
47 Plot Twist 3
48 The Antagonis 1
49 The Antagonis 2
50 Stage Of Romance 1
51 Stage of Romance 2
52 Stage Of Romance 3
53 Menuju Pernikahan Devi 1
54 Suami Romantis 1
55 Suami Romantis 2
56 Closer
57 Menuju Pernikahan Devi 2
58 Pernikahan Devi
59 Bumi Sakit
60 Kediaman Nibiru
61 Modus
62 Kehidupan Devi
63 Lampu Hijau
64 Supermarket
65 Makan Malam
66 Keguguran
67 Kematian Tuan Devan
68 I Love You Nibiru
69 Kita Cerai!
70 Tertampar kenyataan
71 dua sisi berbeda
72 Kekanakan
73 Karma
74 Istri Populer
75 Pingsan
76 Menemui Devi
77 Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78 Berita Buruk
79 Bertengkar
80 Serangan Agus
81 Rumah sakit.
82 Berbaikan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Butuh Kepastian
2
Sayang Diputusin
3
Mempermainkan Perasaan
4
Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5
Ketemu Abang Ganteng
6
Pesan Pembalut
7
Caviar Dibalas Ngamar
8
Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9
Mau Abang Nikahin?
10
Dia Sudah Hancur Bang
11
Mars Sepupunya Bumi
12
Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13
Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14
Agus Insecure
15
Orangtua Juga Bisa Durhaka
16
Nibiru Harus Hidup Menderita
17
Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18
Batal Main Gara-gara Dipanggil
19
Ibu Lagi PMS ya?
20
Keluarga Laknat, Adek Setan!
21
Kerang Salto
22
Pantat Kudanil
23
Tiga Hari Lagi
24
Mengejutkan
25
Tidak Setuju
26
IQ Rendah
27
Jangan Nilai Dari Covernya
28
Anak Mama Linda
29
Rayuan Ular Betina
30
Bos Toko Bangunan
31
Kuli Rendahan
32
Nyawa Agus Tinggal Setengah
33
Musim Semi yang Hangat
34
Percakapan di Kamar Nibiru
35
Rencana Licik Devi
36
Pernikahan
37
Resepsi Kecil
38
Gosip Di Hotel
39
Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40
Masa Lalu
41
Kehancuran Nibiru
42
Manusia Jahanam
43
Bertengkar
44
Manusia Tidak Tahu Malu
45
Plot Twist 1
46
Plot Twist 2
47
Plot Twist 3
48
The Antagonis 1
49
The Antagonis 2
50
Stage Of Romance 1
51
Stage of Romance 2
52
Stage Of Romance 3
53
Menuju Pernikahan Devi 1
54
Suami Romantis 1
55
Suami Romantis 2
56
Closer
57
Menuju Pernikahan Devi 2
58
Pernikahan Devi
59
Bumi Sakit
60
Kediaman Nibiru
61
Modus
62
Kehidupan Devi
63
Lampu Hijau
64
Supermarket
65
Makan Malam
66
Keguguran
67
Kematian Tuan Devan
68
I Love You Nibiru
69
Kita Cerai!
70
Tertampar kenyataan
71
dua sisi berbeda
72
Kekanakan
73
Karma
74
Istri Populer
75
Pingsan
76
Menemui Devi
77
Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78
Berita Buruk
79
Bertengkar
80
Serangan Agus
81
Rumah sakit.
82
Berbaikan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!