Batal Main Gara-gara Dipanggil

Sesak, bagai di ruang hampa tanpa suara, hati Nibiru tak berdaya menahan rasa sakit yang menusuk di dadanya.

Tatapan matanya kosong, pipi yang mulus itu bagai guci retak dialiri buliran kristal bening yang turun dari hulu matanya. Dia masih tidak menyangka keras kepala ayahnya masih saja bertahan sampai saat ini.

Ingin dia jadi anak berbakti, tapi ayah dan ibunya susah didekati, yang selalu dibela adalah adiknya yang dianggap lebih berarti padahal Nibiru sudah berjuang setengah mati demi menjaga nama baik keluarganya sampai dia tertatih.

Tapi apa yang dia dapat dari perjuangan dan pengorbanannya? Hanya sebuah rasa tidak hormat dari adiknya dan hinaan dari orangtuanya juga rasa bersalah yang tak berujung dari kakaknya.

Dia tidak butuh dikasihani, dia hanya butuh dikasihi, tapi memberikan itu pun ayah dan ibunya tak mumpuni. Harus semelarat apalagi hidup sang gadis baik hati agar dipandang baik oleh keluarganya yang sudah mati hati.

Bumi menatap wajah sendu Nibiru, keduanya berada di gazebo beratap ijuk yang terletak di seberang area proyek gedung grup Sekala, di depan sebuah kafetaria yang kerap dikunjungi karyawan Grup Sekala.

"Minumlah pelan-pelan Nibiru, tenangkan dirimu," ucap Bumi.

Gadis itu hanya menenggak botol air mineral itu dengan tatapan kosong, seolah nyawanya tak lagi tertolong.

"Bum... Apa lebih baik aku mati ya? Supaya mereka sadar dengan keberadaan ku?" Ucapnya sambil tersenyum disertai harapan yang sirna perlahan.

"Kamu ngomong apa!? Kok jadi ikutan bodoh Nibiru!" Tegur Bumi tak senang.

"Tarik gak ucapanmu tadi!? Kamu pikir kamu ada di dunia ini hanya untuk mengakhiri hidupmu hanya karena masalah kecil ini!?" Kesal pria itu, dia sampai mengetuk kepala Nibiru saking geram nya.

"Ya terus kok keluargaku sampai sebegitunya sama aku Bum!? Aku udah jelas ijin sama Mama semalam, Papa juga udah tahu, tapi kok mereka meneriakiku dan menyebutku sebagai cewek nakal? Apa semurahan itu aku di mata mereka!?"

"Aku capek Bumi hidup kayak begini, gak ada artinya, kan lebih baik mati, maka semuanya selesai!" Tukas Nibiru.

"Bodoh!"

"Hanya orang lemah yang memilih mengakhir hidupnya Nibiru, lihat sekitarmu, bukankah ada orang-orang yang peduli sama kamu, meski keluargamu tidak peduli!?" Ucapnya dengan ketus.

" Siapa bum!? Siapa, di mana!" Tanyanya sambil menatap pria itu dengan manik berkaca-kaca.

" Ini aku di depanmu, aku peduli padamu, bukan kasihan padamu, Daisy juga, dan kamu pasti punya teman-teman lainnya yang sayang sama kamu, kamu gak sendirian Nibiru, dan ingat masih ada Tuhan yang jagain kamu dari atas sana!" Jelasnya sambil menatap manik mata Nibiru dengan harapan gadis itu tidak lagi berpikiran bodoh.

Nibiru terdiam, dia menangis sesenggukan, buliran bening itu kini berubah menjadi hujan deras di tengah panasnya terik matahari.

Nibiru tergugu, dia merutuki dirinya yang dengan mudahnya mengatakan ingin mengakhiri hidupnya.

" Bumi... Aku gak sanggup...ini terlalu kejam, rasanya sakit Bum, dadaku sesak, aku gak bisa nafas, hidupku tersesat, aku berusaha mencari jalan keluar, berusaha menyelamatkan diriku, tapi semakin jauh kegelapan menaikku Bum!"

" Kapan aku bisa bahagia? Kapan? dengan siapa!? " Tangisannya pecah diiringi untaian kata penuh sesak yang dia lontarkan di bawah sinar panas sang Surya.

Kesedihan, rasa sakit dan rasa muak yang dia pendam selama ini akhirnya dia keluarkan semuanya.

Dia tak sanggup lagi, terlalu berat rasanya saat dia terus menerus ditekan oleh keluarganya.

"Sampai kapan... Sampai kapan aku harus menanggung semua ini, aku juga pengen bahagia!" Ucapnya lagi penuh kesungguhan.

Bumi mengusap air mata gadis itu sambil menatapnya dengan penuh perhatian.

"Nibiru, kamu berhak bahagia, pilih jalan yang menurut kamu membuatmu bahagia, jangan terjebak dengan ucapan orang lain, tetapi ikuti kemauan hatimu Nibiru,"

Nibiru mengeluarkan rasa sesaknya cukup lama, dan Bumi dengan sabar menunggu gadis itu sampai di benar-benar tenang.

Sementara itu, di kediaman keluarga Subroto, Agus dan Devi sedang bersenda gurau seraya menggoda satu sama lain.

Keduanya duduk di teras rumah sampai para tetangga yang omongannya sepedas cabai level lima pun melihat mereka dengan wajah heran.

"Loh, nak Agus bukannya pacar Nibiru ya? kok mesra banget sama Devi!?" Celetuk ibu Suminten.

"Eh bener Dev, kan dia pacar kakak kamu, kenapa mesra-mesraan sama kamu!? Jangan main belakang ya dek ya, jangan!" Imbuh Ibu Sugiarto.

Wajah Devi terlihat dongkol menatap tetangga yang tiba-tiba nongol bawa sekeranjang jengkol. Kesal rasnya kalau dirinya terus dibanding-bandingkan dengan Nibiru, padahal kan jelas kalau dia lebih baik dari Nibiru.

Dari wajah, tubuh bahenolnya, kulitnya yang seputih susu, penampilannya yang bak model majalah popular, bahkan pekerjaannya dan sekolahnya jauh di atas Nibiru.

Mungkin karena sudah tersebar kalau Nibiru yang membayar uang sekolah Devi sampai kelar, para tetangga selalu membandingkan kedua anak gadis itu.

"Buk gak usah julid deh, yang julid cepat mati tahu!" Ketus Devi.

" Kak Ayo berangkat ke kantor, Malas aku dengar rombongan orang kotor, apalagi mukanya kayak telor!!" Ejeknya seraya memandang remeh para para tetangga.

Sikapnya inilah yang membuat dia selalu dibanding-bandingkan dengan Nibiru, sudah jelas salah, tapi selalu Ngotot kalau dia lebih baik dari kakaknya.

"Idihhh lama-lama ilfil saya dengan kamu ngomong kayak kutil dasar cewek centil, beda Ama kakaknya yang terampil, bisa apa-apa sendiri dan buktinya berhasil!" Tukas para tetangga .

Devi mengeraskan rahangnya, dikepalnya kuat kedua tangannya sambil menatap mereka dengan wajah panas. Ruas jarinya sampai memucat, bibirnya dia rapatkan meredam amarah.

"Kak... Aku mau kamu segera nikahin aku, bikin acara yang besar dan mewah, aku gak mau tahu, kalau nggak aku kan bikin kamu nyesel!" Ancam Devi.

Agus tersenyum, apapun bisa dia lakukan, apalagi hanya sekedar membuat pesta meriah untuk memperbaiki nama Devi.

" Tenanglah sayang, besok kita ambil cuti bareng biar sekalian mempersiapkan segala keperluan untuk pernikahan!"

"Aku akan adakan lamaran yang mewah kemudian tiga hari berikutnya kita langsung menikah!" Ucap Agus.

Mata Devi berbinar-binar, dia menghamburkan pelukannya pada Agus, seperti biasa, anak dara itu memancing libido pria hidung belang yang suka berperang di atas ranjang.

Bagaimana tidak patuh, kebutuhan batin Agus bisa terpuaskan hanya dengan bermain panas bersama Devi, tak peduli siang ataupun malam.

Keduanya masuk ke dalam mobil, mulai berciuman panas dan ganas, beruntung mobilnya dilengkapi kaca aunty spy berkelas, jika tidak mereka sudah dipergoki hampir bercocok tanam di sana.

Kemesraan mereka digagalkan oleh sebuah panggilan telepon di masing-masing ponsel.

"Sh*t!" Umpat Agus yang libidonya terpaksa harus ditangguhkan, padahal Devi sudah mulai terpancing tapi dia juga harus menjawab panggilan penting.

"Sebentar, Pak Mars nelpon!" Ucap Agus.

"Aku juga ditelpon Ibu Lira " balas Devi sambil memperbaiki pakaiannya yang mulai berantakan.

"Halo Pak Mars, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Agus dengan nada sopan dan hormat.

"Kau di mana Agus!? Sudah jam berapa ini tapi kau masih belum berada di area proyek, apa kau sedang bertelor sampai pekerjaanmu kendor!? Jika tahu begini aku bisa mengganti supervisor!" Senggak lawan bicaranya dengan nada sarkas dan tegas yang jelas membuat Agus tersentak.

"Ma-maaf pak, saya sedang dalam perjalanan, tadi mobil saya mogok, saya minta maaf, saya akan segera ke area proyek!" Jawab Agus takut-taku memberi alasan, salah salah dia bisa diberi surat pemecatan.

Meskipun dia menjabat sebagai supervisor, tetapi dia bukan satu-satunya supervisor yang diandalkan di perusahaan itu, banyak orang lain yang bisa saja sewaktu menggantikan posisinya di sana, padahal tujuan Agus bergabung dengan Grup Sekala adalah untuk menjalin hubungan baik dengan perusahaan besar itu sekaligus belajar banyak tentang bisnis darinya.

"Sial, Dev kita harus kembali!" Ucap Agus.

"Iya kak, Devi juga dipanggil, ada rapat dadakan pagi ini, Ibu GM katanya mau ikut rapat, aduhh kok aku sampai lupa!" Ucapnya seraya menepuk keningnya.

Dengan wajah dongkol dan hasrat yang terputus, keduanya melesat menuju grup Sekala sebelum surat peringatan dijatuhkan atas nama mereka.

Bisa berabe urusannya kalau sampai mereka di pecat!

Episodes
1 Butuh Kepastian
2 Sayang Diputusin
3 Mempermainkan Perasaan
4 Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5 Ketemu Abang Ganteng
6 Pesan Pembalut
7 Caviar Dibalas Ngamar
8 Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9 Mau Abang Nikahin?
10 Dia Sudah Hancur Bang
11 Mars Sepupunya Bumi
12 Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13 Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14 Agus Insecure
15 Orangtua Juga Bisa Durhaka
16 Nibiru Harus Hidup Menderita
17 Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18 Batal Main Gara-gara Dipanggil
19 Ibu Lagi PMS ya?
20 Keluarga Laknat, Adek Setan!
21 Kerang Salto
22 Pantat Kudanil
23 Tiga Hari Lagi
24 Mengejutkan
25 Tidak Setuju
26 IQ Rendah
27 Jangan Nilai Dari Covernya
28 Anak Mama Linda
29 Rayuan Ular Betina
30 Bos Toko Bangunan
31 Kuli Rendahan
32 Nyawa Agus Tinggal Setengah
33 Musim Semi yang Hangat
34 Percakapan di Kamar Nibiru
35 Rencana Licik Devi
36 Pernikahan
37 Resepsi Kecil
38 Gosip Di Hotel
39 Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40 Masa Lalu
41 Kehancuran Nibiru
42 Manusia Jahanam
43 Bertengkar
44 Manusia Tidak Tahu Malu
45 Plot Twist 1
46 Plot Twist 2
47 Plot Twist 3
48 The Antagonis 1
49 The Antagonis 2
50 Stage Of Romance 1
51 Stage of Romance 2
52 Stage Of Romance 3
53 Menuju Pernikahan Devi 1
54 Suami Romantis 1
55 Suami Romantis 2
56 Closer
57 Menuju Pernikahan Devi 2
58 Pernikahan Devi
59 Bumi Sakit
60 Kediaman Nibiru
61 Modus
62 Kehidupan Devi
63 Lampu Hijau
64 Supermarket
65 Makan Malam
66 Keguguran
67 Kematian Tuan Devan
68 I Love You Nibiru
69 Kita Cerai!
70 Tertampar kenyataan
71 dua sisi berbeda
72 Kekanakan
73 Karma
74 Istri Populer
75 Pingsan
76 Menemui Devi
77 Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78 Berita Buruk
79 Bertengkar
80 Serangan Agus
81 Rumah sakit.
82 Berbaikan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Butuh Kepastian
2
Sayang Diputusin
3
Mempermainkan Perasaan
4
Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5
Ketemu Abang Ganteng
6
Pesan Pembalut
7
Caviar Dibalas Ngamar
8
Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9
Mau Abang Nikahin?
10
Dia Sudah Hancur Bang
11
Mars Sepupunya Bumi
12
Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13
Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14
Agus Insecure
15
Orangtua Juga Bisa Durhaka
16
Nibiru Harus Hidup Menderita
17
Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18
Batal Main Gara-gara Dipanggil
19
Ibu Lagi PMS ya?
20
Keluarga Laknat, Adek Setan!
21
Kerang Salto
22
Pantat Kudanil
23
Tiga Hari Lagi
24
Mengejutkan
25
Tidak Setuju
26
IQ Rendah
27
Jangan Nilai Dari Covernya
28
Anak Mama Linda
29
Rayuan Ular Betina
30
Bos Toko Bangunan
31
Kuli Rendahan
32
Nyawa Agus Tinggal Setengah
33
Musim Semi yang Hangat
34
Percakapan di Kamar Nibiru
35
Rencana Licik Devi
36
Pernikahan
37
Resepsi Kecil
38
Gosip Di Hotel
39
Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40
Masa Lalu
41
Kehancuran Nibiru
42
Manusia Jahanam
43
Bertengkar
44
Manusia Tidak Tahu Malu
45
Plot Twist 1
46
Plot Twist 2
47
Plot Twist 3
48
The Antagonis 1
49
The Antagonis 2
50
Stage Of Romance 1
51
Stage of Romance 2
52
Stage Of Romance 3
53
Menuju Pernikahan Devi 1
54
Suami Romantis 1
55
Suami Romantis 2
56
Closer
57
Menuju Pernikahan Devi 2
58
Pernikahan Devi
59
Bumi Sakit
60
Kediaman Nibiru
61
Modus
62
Kehidupan Devi
63
Lampu Hijau
64
Supermarket
65
Makan Malam
66
Keguguran
67
Kematian Tuan Devan
68
I Love You Nibiru
69
Kita Cerai!
70
Tertampar kenyataan
71
dua sisi berbeda
72
Kekanakan
73
Karma
74
Istri Populer
75
Pingsan
76
Menemui Devi
77
Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78
Berita Buruk
79
Bertengkar
80
Serangan Agus
81
Rumah sakit.
82
Berbaikan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!