Pesan Pembalut

Nibiru dan Daisy asik bercengkrama, dengan penuh kobaran api, wanita berusia 25 tahun itu menceritakan apa yang dia lihat tadi saat dalam perjalanan.

Bahkan sampai isi chat dan transferan Agus dia sampaikan ke telinga Daisy. Dia menceritakannya dengan detail tanpa terlewat secuil pun.

Fajar yang ada di sana jadi pendengar saja, dia berbaring sambil memainkan ponselnya, tapi telinganya terus mendengar percakapan mereka. Sedangkan Bumi sedang membersihkan diri di kamar mandi.

"What the heck sistahhh!!Baik bener Tuhan sama kamu Ni, mata kamu dibukakan, sampai kamu lihat sendiri betapa busuknya si Agus bau kencur itu! Wihh sialan banget tuh orang, beraninya dia mengatakan itu semua!" Ucap Daisy yang tak kalah marahnya.

Dia kesal dengan ucapan Agus yang memandang rendah Nibiru bahkan mengatainya sebagai perempuan yang sok alim.

"Jadi kamu baik-baik aja? Kamu pasti sedih Nibiru, kasihan banget kamu dipermainkan sama si sontoloyo kurang ajar itu!" Kesal Daisy.

" Udah Day, aku sih gak masalah, karena sejujurnya aku udah lama hilang rasa sama dia, tapi karena prinsipku berpacaran untuk menikah, aku sampai menutup mata kalau dia itu adalah pria paling berbahaya, syukur Tuhan selamatkan aku dan lempar bajingan itu ke orang lain!" Ucap Nibiru sambil tersenyum lega.

"Yakin kamu gak sakit Ni? lima tahun loh, semua waktu itu rasanya kayak sia sia," ujar Daisy, dia ingin memastikan sahabatnya baik baik saja, bukan berpura-pura kuat seperti biasanya.

Kedua netra karamel Nibiru menatap sendiri ke arah sahabatnya," jujur, sedikit berat Day... Rasanya semakin sakit kalau aku ingat, lima tahun lamanya Agus jadi pasanganku, tapi sepertinya hanya aku yang menganggap hubungan ini berharga," lirihnya, ditariknya nafas dalam-dalam untuk menahan kesedihan dalam dadanya.

"Sedang dia dengan mudahnya mengataiku sebagai perempuan yang nggak beres karena menjaga kesucian ku," ujarnya lagi sambil menunduk sedih.

Di mata Daisy, Nibiru adalah manusia paling kuat yang pernah dia jumpai. Dia tidak pernah melihat seseorang seteguh Nibiru, bahkan sekuat mental Nibiru. Sekalipun dia tidak pernah menangis meski disakiti.

"Udah, lupakan cowok kutu bambu itu, masih banyak cowok tampan, hebat dan lebih keren dari dia, yang effortnya gak main-main Ni!" Ujar Daisy.

"Jangan khawatir, biarkan aja sampah berkumpul dengan sampah, lagian adek kamu itu gak tahu malu banget, bisa-bisanya dia jalin hubungan sama mantan kamu, padahal tahu kamu sakit hati karenanya!" Tukas gadis itu lagi.

Nibiru terdiam sejenak seolah sedang menghibur dan menguatkan dirinya.

"Hubunganku dengan Devi cuma di atas kertas kartu keluarga Dai, kamu tau sendiri kalau aku melarang atau menegur, yang ada aku yang disalahkan!" ujarnya sambil tersenyum getir penuh perih.

Daisy memeluknya dengan erat, berharap Nibiru bisa melampiaskan kemarahannya.

Tapi seperti yang sudah-sudah, gadis itu bahkan tak mengeluarkan air mata setetes pun.

"Hahh... Nibiru, kamu benar baik-baik aja!?" Tanya Daisy, berharap Nibiru mengungkap perasaannya, karena dia tahu Nibiru pasti hancur saat ini.

"Iya, aku baik kok, jangan khawatir, buat apa aku nangisin orang macam mereka, buang-buang waktu aja Day," ujar Nibiru sambil tersenyum tapi jelas dalam manik matanya kesedihan dan sakit hati yang begitu dalam telah merasuk dan mendekam dalam relung hatinya.

Daisy tak bisa memaksa, memang begitulah dia, gadis polos yang selalu menahan rasa sedihnya, menyimpan setiap lukanya dengan senyuman getir dan ketabahan yang luar biasa.

"Udah ah, kita makan dulu yuk, tapi aku cuma bawa dua," ucap Nibiru menatap bakso kuah yang dia bawa dalam bungkusan plastik.

"Yahhh padahal saya juga lapar toh neng!" Celetuk Fajar sambil menatap makanan itu dengan mulut ngilernya.

Pletuk!!

Satu hantaman mendarat di kepala Fajar," kalau lapar, beli sendiri Badung!" Celetuk Bumi yang entah sejak kapan ada di sana.

Penampilannya tampak lebih rapi dan segar, dia mengenakan kaos oblong biru yang ngepas ke tubuh berotot nya dan lihatlah otot itu, tercetak sempurna.

Kaos biru dipasangkan dengan celana pendek hitam dan sendal jepit, rambutnya yang setengah kering menambah kesan seksi.

" Iyuuuhhh.... Jangan sok ganteng bang! Muka pas pasan kayak talenan aja gayanya kebanyakan, gak laku tau bang, jangan-jangan mau goda teman gue Lo bang, jangan ya bang ya jangan, Nibiru tuh cewek polos, baik-baik, cantik, pintar gak boleh sama Abang yang gak sayang adeknya!" seloroh Daisy dengan hebohnya.

" Ck... Ngomongmu tuh ya, hormat dikit sama Abang, ku pites kepalamu tahu rasa kamu!" Balas Bumi dengan wajah masam.

"Pffthh hahahaha.... Maaf bang maaf," balas Daisy sambil tertawa.

Nibiru tersenyum geli melihat interaksi mereka, dia tahu dari cerita Daisy kalau hubungannya dengan sang abang sangat lah dekat, bahkan Daisy kerap menjahili abangnya, tapi sekalipun Bumi tak pernah marah.

"Hah udahlah, Abang mau keluar cari jajan, mau pesan gak?" Tanya Bumi.

"Wihh cari jajan? Jajan makanan atau jajan yang itu tuh bang!?" Goda Daisy.

"Heh Day .... Kamu nih, kok gitu," Tegur Nibiru, ucapan Daisy agak kasar memang, masa iya adek ngomong begitu ke abangnya, apalagi di depan tamu.

"Heheheh..... Udah biasa Nibiru, jangan heran sama hubungan kami, emang begitu, ya kan bang!?" Celetuk Daisy sambil nyengir kuda menatap keduanya bergantian.

Bumi geleng-geleng kepala menatap kelakuan adiknya," otak kamu tuh ya, kalau orang lain yang dengar, bisa dikira Abang ini suka main sama kupu-kupu malam, lain kali hati-hati kalau ngomong!" Ujar Bumi sambil menepuk dan mengacak acak rambut adiknya.

" Mweheheheheh... Ya maap bang, habisnya Abang jomblo melulu, sampai Day pikir Abang udah kelainan atau keseringan jajan hahahahhaha..." Balasnya lagi.

" Udah deh, sekarang Abang mau keluar, kalian pesan aja, kamu juga Nibiru, mau pesan apa biar sekalian saya belikan," ucap Bumi.

" Emmm... Pesen apa ya, ohh... Pesan minuman kaleng aja bang, sama keripik ubi pedas di depan tukang bakso langganan Abang, itu keripiknya kesukaan Nibiru, terus sama beliin pembalut ya, tadi Daisy lupa!" Seloroh gadis itu.

" Eh buset, Lo kok pesan yang begituan sama Abang Lo Day, gak malu apa!?" Celetuk Fajar terheran-heran, bahkan Nibiru juga dibuat terkejut, sedekat-dekatnya dengan abangnya, Nibiru gak pernah berani meminta sang Abang membeli pembalut.

Tapi beda dengan Daisy si bar bar, dia dengan gamblangnya minta tolong sama abangnya sendiri tanpa ada rasa canggung.

" Ya ngapain malu, orang kita gede udah saling lihat segala macam, waktu kecil juga mandi bareng, kalau otak lurus ya gak akan ada yang aneh-aneh, lagian wajar kali Abang sama adek itu saling bantu, lagian siapapun kan bisa beli pembalut," ujar Daisy.

Dia terlihat santai, tidak canggung sama sekali.

" Udah jangan heran, kita emang begini, lagian cuma beli itu doang, apa susahnya, Jadi itu aja?" Tanya Bumi.

Dia menatap Nibiru," kamu gak pesan apa-apa?" Tanyanya serius

" Kalau begitu saya minta tolong belikan obat alergi bisa gak? Beli Loratadine di apotek, yang generik aja, saya ada alergi dingin soal nya, ini rasanya mau kambuh, kebetulan obat udah abis," ucap Nibiru dengan segan.

"Oke, jadi itu aja kan," tanyanya yang dijawab anggukan kepala oleh dua gadis manis itu.

" Jar, yuk ikut gue, kita cari makan biar sekalian makan bareng,"

"Kalian jangan makan dulu, kita makan bareng, biar rame," pesan Bumi.

" Ashiap bang, tapi jangan lama-lama ye, nih perut bentar lagi keroncongan kayak gentong!" Celetuk Daisy.

"Hmmm... Iya, nyalain televisi nya Day, biar gak sepi, Abang sama Fajar pergi dulu," Bumi keluar dengan santai diikuti Fajar.

Sedang Nibiru dan Daisy ditinggal berdua.

Episodes
1 Butuh Kepastian
2 Sayang Diputusin
3 Mempermainkan Perasaan
4 Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5 Ketemu Abang Ganteng
6 Pesan Pembalut
7 Caviar Dibalas Ngamar
8 Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9 Mau Abang Nikahin?
10 Dia Sudah Hancur Bang
11 Mars Sepupunya Bumi
12 Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13 Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14 Agus Insecure
15 Orangtua Juga Bisa Durhaka
16 Nibiru Harus Hidup Menderita
17 Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18 Batal Main Gara-gara Dipanggil
19 Ibu Lagi PMS ya?
20 Keluarga Laknat, Adek Setan!
21 Kerang Salto
22 Pantat Kudanil
23 Tiga Hari Lagi
24 Mengejutkan
25 Tidak Setuju
26 IQ Rendah
27 Jangan Nilai Dari Covernya
28 Anak Mama Linda
29 Rayuan Ular Betina
30 Bos Toko Bangunan
31 Kuli Rendahan
32 Nyawa Agus Tinggal Setengah
33 Musim Semi yang Hangat
34 Percakapan di Kamar Nibiru
35 Rencana Licik Devi
36 Pernikahan
37 Resepsi Kecil
38 Gosip Di Hotel
39 Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40 Masa Lalu
41 Kehancuran Nibiru
42 Manusia Jahanam
43 Bertengkar
44 Manusia Tidak Tahu Malu
45 Plot Twist 1
46 Plot Twist 2
47 Plot Twist 3
48 The Antagonis 1
49 The Antagonis 2
50 Stage Of Romance 1
51 Stage of Romance 2
52 Stage Of Romance 3
53 Menuju Pernikahan Devi 1
54 Suami Romantis 1
55 Suami Romantis 2
56 Closer
57 Menuju Pernikahan Devi 2
58 Pernikahan Devi
59 Bumi Sakit
60 Kediaman Nibiru
61 Modus
62 Kehidupan Devi
63 Lampu Hijau
64 Supermarket
65 Makan Malam
66 Keguguran
67 Kematian Tuan Devan
68 I Love You Nibiru
69 Kita Cerai!
70 Tertampar kenyataan
71 dua sisi berbeda
72 Kekanakan
73 Karma
74 Istri Populer
75 Pingsan
76 Menemui Devi
77 Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78 Berita Buruk
79 Bertengkar
80 Serangan Agus
81 Rumah sakit.
82 Berbaikan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Butuh Kepastian
2
Sayang Diputusin
3
Mempermainkan Perasaan
4
Dua Benda Kenyal Adiknya Mantan
5
Ketemu Abang Ganteng
6
Pesan Pembalut
7
Caviar Dibalas Ngamar
8
Malam Panas Agus dan Kue Bantet
9
Mau Abang Nikahin?
10
Dia Sudah Hancur Bang
11
Mars Sepupunya Bumi
12
Sarapan Pagi Bareng Abang Ganteng
13
Bumi Suamiku? Nibiru Istriku?
14
Agus Insecure
15
Orangtua Juga Bisa Durhaka
16
Nibiru Harus Hidup Menderita
17
Kuli Bangunan dan Pekerja Tak Berkelas
18
Batal Main Gara-gara Dipanggil
19
Ibu Lagi PMS ya?
20
Keluarga Laknat, Adek Setan!
21
Kerang Salto
22
Pantat Kudanil
23
Tiga Hari Lagi
24
Mengejutkan
25
Tidak Setuju
26
IQ Rendah
27
Jangan Nilai Dari Covernya
28
Anak Mama Linda
29
Rayuan Ular Betina
30
Bos Toko Bangunan
31
Kuli Rendahan
32
Nyawa Agus Tinggal Setengah
33
Musim Semi yang Hangat
34
Percakapan di Kamar Nibiru
35
Rencana Licik Devi
36
Pernikahan
37
Resepsi Kecil
38
Gosip Di Hotel
39
Hadiah Pernikahan yang Menyedihkan
40
Masa Lalu
41
Kehancuran Nibiru
42
Manusia Jahanam
43
Bertengkar
44
Manusia Tidak Tahu Malu
45
Plot Twist 1
46
Plot Twist 2
47
Plot Twist 3
48
The Antagonis 1
49
The Antagonis 2
50
Stage Of Romance 1
51
Stage of Romance 2
52
Stage Of Romance 3
53
Menuju Pernikahan Devi 1
54
Suami Romantis 1
55
Suami Romantis 2
56
Closer
57
Menuju Pernikahan Devi 2
58
Pernikahan Devi
59
Bumi Sakit
60
Kediaman Nibiru
61
Modus
62
Kehidupan Devi
63
Lampu Hijau
64
Supermarket
65
Makan Malam
66
Keguguran
67
Kematian Tuan Devan
68
I Love You Nibiru
69
Kita Cerai!
70
Tertampar kenyataan
71
dua sisi berbeda
72
Kekanakan
73
Karma
74
Istri Populer
75
Pingsan
76
Menemui Devi
77
Aku Pasti Akan mendapatkan nya!
78
Berita Buruk
79
Bertengkar
80
Serangan Agus
81
Rumah sakit.
82
Berbaikan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!