Bumi mendengar cerita adiknya dengan seksama, bagaimana keduanya menjalin persahabatan sejak delapan tahun lalu sampai hari ini. Dan kisah bagaimana Nibiru direndahkan pacarnya, adiknya, bahkan orangtuanya.
Hidup Nibiru tidak mudah, dia rela cita-citanya pupus demi membantu biaya sekolah kakak laki-laki dan adik perempuannya. Dia cukup menjadi seorang pekerja lepas yang ternyata diam-diam mulai merambat ke dunia bisnis tanpa sepengetahuan siapapun kecuali Daisy.
Bahkan Agus sendiri tidak tahu kalau Nibiru yang bekerja sebagai karyawan di sebuah toko alat bangunan justru adalah pemilik dari toko raksasa yang bisnisnya bisa dibilang sukses itu.
Tetapi Nibiru tidak beruntung soal keluarga, sejak kecil dia selalu dibanding-bandingkan dengan kakak dan adiknya, padahal orangtuanya bukannya tidak tahu alasan Nibiru tidak lanjut kuliah.
Jika ada kesalahan, Nibiru akan dipojokkan, hanya kakaknya sajalah yang selalu mendukungnya bahkan sampai detik ini selalu merasa bersalah padanya.
Ayah dan ibunya tidak menganggapnya berharga, dia terus didorong ke tepi jurang yang curam bahkan dibiarkan merangkak sendirian.
Alasannya sangat klise, kakaknya butuh perhatian lebih dan butuh pendidikan tinggi karena dia penerus nama keluarga, satu-satunya anak lelaki dan anak pertama, lalu Devi adiknya butuh perhatian karena dia anak bungsu.
Sedang Nibiru dipaksa untuk terus mengalah dalam segala hal. Dipaksa dewasa sebelum waktunya.
Daisy terlelap dalam pangkuan kakak laki-laki, dia sampai lelah menceritakan bagaimana kehidupan Nibiru yang tidak seberuntung anak-anak di luar sana.
Mereka senasib, punya orangtua tapi seolah tak punya.
"Nibiru, aku baru tahu sekarang, alasan dibalik senyuman mu yang menyakitkan itu," lirih Bumi.
"Jadi pria berengsek itu yang membuat hatimu hancur? Cih.... Dari kata-katanya saja sudah jelas kualitasnya seperti apa, Dasar sampah tidak berguna!" Umpat Bumi.
Daisy telah memberitahu Bumi siapa mantan pacar dan adik Nibiru tak dia sangka orang itu adalah orang yang sama yang sedang bercakap besar di area proyek beberapa waktu lalu.
Dengan lembut dia menggendong adiknya dan membawa Daisy masuk ke kamar gadis itu, membaringkannya di samping perempuan yang dia sukai sejak lama.
"Kalian berdua adalah orang paling berharga bagiku, tidur lah yang nyenyak, jangan pikirkan masalah apapun, biar aku yang mengurus semuanya," ucap Bumi.
Diselimutinya adiknya, dibelainya wajah Daisy sambil tersenyum.
Di mata Bumi, Daisy adalah harta berharga yang harus dia jaga sampai dia mati, bahkan jika Daisy sudah menikah nanti.
Sejak ayah dan ibu mereka bercerai den meninggalkan keduanya bersama kakek mereka, Bumi mengambil tanggungjawab sebagai seorang Abang, ayah, ibu dan teman untuk adiknya.
Selama bertahun-tahun di luar negeri, Bumi baru kembali ke Pertiwi Indonesia sejak setahun lalu, dengan tujuan melanjutkan bisnis kakeknya. Itu sebabnya Bumi tidak tahu kalau adiknya dekat dengan Nibiru.
Pria itu keluar dari dalam kamar, lalu merogoh ponselnya dari kantong celananya.
"Mars, jemput aku," ucapnya pada orang kepercayaannya.
Langit malam berhiaskan bulan purnama bak kancing baju itu menemani dinginnya hembusan angin yang menusuk kulit Bumi.
Ditatapnya ruang tamu yang kini sudah rapi dan bersih, Fajar sendiri dia bawa ke kamarnya untuk istirahat dengan nyaman.
Selembar kemasan perak bertuliskan Loratadine tergelatak di atas meja, satu isinya sudah dibuka pertanda pemiliknya sudah menelannya.
"Dia alergi dingin ya, sepertinya rumah ini tidak akan cocok untuknya, terlalu dingin di sini," gumam Bumi.
Di saat yang sama, seorang pria tampan bertubuh atletis dengan rambut coklat terang tiba di kediaman itu.
Tatapan tajamnya menebus kacamata hitam yang dia pakai, poninya menutupi dahinya, rahang tegasnya tampak menawan.
"Ada apa?" Tanya orang itu tanpa basa-basi. Dia adalah Mars Angkasa, pemegang kepentingan, CEO dan pemimpin grup raksasa SEKALA.
Dan pria yang ada di hadapannya adalah Bumi Nararya Sekala, Presiden Direktur alias pemilik asli grup Sekala yang merahasiakan identitasnya dengan berubah menjadi seorang kuli bangunan.
"Mars, aku akan menikah!" Ucap Bumi dengan wajah datar tapi serius.
" Baiklah, kapan, dimana dan apa yang harus dipersiapkan!?" Tanya Mars tanpa basa-basi.
Bumi tersenyum tipis, sahabat, wakil sekaligus sepupunya ini memang sangat peka terhadap dirinya.
"Kau tidak bertanya dengan siapa aku akan menikah?" Tanya Bumi sedikit heran.
Mars menggelengkan kepalanya," aku percaya dengan pilihanmu Bumi, tapi aku akan kasihan dengan gadis yang kau nikahi nanti, dia hanya mendapatkan seorang kuli bangunan!" Sarkas Mars sambil menatap Bumi dengan tatapan mengejeknya.
Bumi merotasikan kedua bola matanya sambil menepuk bahu Mars," banyak bacot Lo!" Ketusnya.
"Siapkan saja dalam seminggu ini, aku akan menikah secara privat dengan identitas ku sebagai kuli, ini memang di luar rencana, tapi aku ingin segera melaksanakan nya!" Ujar pria itu.
Mars terkejut, matanya membulat menatap Bumi," heh... Jangan-jangan Lo hamilin anak gadis orang!! Kok gue jadi curiga Bum!" Celetuk Mars.
"Lo kira gue cowok eceran !? Ya kali gue hamilin anak orang," ketus Bumi.
Mars tertawa geli," ya maaf, habisnya buru-buru banget kayak di kejar pemburu, ya udah deh, gue siapin, kapan lamarannya? Ada acara atau bagaimana!?" tanyanya serius.
"Lo urus aja, gue butuh yang sederhana, makin simpel makin bagus, setelah gue pastikan sama calon istri gue, pernikahan akan langsung diadakan," ucap Bumi dengan santainya.
Mars geleng-geleng kepala dengan sikap pria itu tapi bagaimanapun juga Bumi tidak akan mengambil keputusan ini kalau tidak menguntungkan dirinya.
" Baik bro, oh iya sekalian gue mau laporan, Nyonya Belinda sudah kembali ke Indonesia, infonya dia cari segala cara untuk nemuin Lo dan Daisy, Kemudian ada rumor yang tersebar luas kalau Lo pacaran sama Artis itu, si Kera apalah, gue lupa namanya, tapi udah di take down sama tim, lalu proyek di Palangkaraya sudah jalan 70 persen, Lo harus segera terbang ke sana, karena gue harus ngurus proyek di Singapura, gak bisa gue bagi dua badan gue Bum, Lo juga udah saatnya buat muncul ke permukaan bumi!" Ujarnya panjang lebar.
Bumi tampak terdiam dan berpikir sejenak," Masalah Belinda, awasi terus perempuan itu, kemudian untuk Hera, banned dia dari semua iklan produk kita, putuskan kontrak karena sudah waktunya untuk muncul ke permukaan seperti yang Lo bilang, lalu untuk Palangkaraya, gue akan ambil alih," ujarnya.
Mars membuang nafas lega," jadi akhirnya Lo bakal nunjukin diri Lo lagi?" Tanya Mars.
Bumi menatapnya sambil tersenyum simpul, senyuman aneh yang membuat Mars bergidik ngeri karena tahu apa yang sedang dipikirkan pria tampan bak dewa Yunani itu.
" Bum... Jangan bilang Lo mau ngelakuin itu lagi" tuduh Mars dengan wajah masam.
Bumi tersenyum," Hahaha... Kalau sudah tahu jangan tanya dong, kan udah jelas, gue akan muncul sebagai Arya, bukan sebagai Bumi, lagian yang bisa menikmati ketampanan gue cuma istri gue nantinya,"
"Sekalian juga buat menghempaskan segala rumor busuk yang menyeret nama gue, gue mau bersih sampai akhirnya nanti gue tunjukin identitas asli gue ke dia, " ujar Bumi dengan rencana gilanya itu.
Mars memijit pelipisnya, " Lo makan apa sih!? Kok otak lo lama-lama gesek kayak adek lu, gak Abang gak adek, sama gilanya, gak sesak Lo pura-pura jadi cowok gendut biar dijauhin orang!?" Kesal Mars.
"Ya suka-suka gue lah, gue gak mau ketampanan ini dilihat orang lain yang akhirnya bikin istri gue nantinya cemburu dan marah, mending dia duluan yang menikmatinya sebelum semua dunia tahu siapa gue!" Ujarnya dengan senyuman bangga.
Sepertinya virus cinta telah merasuki seluruh sel tubuh pria itu, membuat jantungnya berdebar dua kali lebih cepat, otaknya korslet dan pikirannya lari entah ke mana.
" Cinta memang bahaya!" Ucap Mars tak habis pikir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84
wah ternyata Bumi org konglomerat ya😁
2024-10-21
0
🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84
jgn2 Biru bkn anak kandung org tua nya lg ya
2024-10-21
0