Cerita Horor Di Perkemahan. 2

1

“Tentang pohon ringin kembar, mungkin kalian hanya mendengar tentang kemamang. Ya kan? Bogel memulai ceritanya dengan sebuah pertanyaan. “Sebenarnya, disana ada penunggu yang lain selain itu.

Waktu itu, saat pulang dari Wagir, suasana sangat cerah walaupun sang rembulan mengintip malu di belakang awan. Aku berjalan sama bapak di terangi oleh obor. Kejadian ini sebelum sapi Pak Komat mati dan bergentayangan.

Jalanan sangat sepi, hanya kami berdua saja di sana. Di sepanjang jalan itu, aku merasa kalau ada yang mengikuti kami. Saat kami berlari, sosok itu ikut berlari, saat berhenti dia juga berhenti. Aku toleh kebelakang tidak nampak apa pun.

Karena ketakutan setengah mati dengan itu, aku pun berlari. Tapi, bapakku yang sangat pemberani tidak ikutan lari. Begitu sadar bapak tidak ikut berlari, aku menoleh lagi kebelakang. Dan alangkah terkejutnya apa sosok itu.” Dia diam sejenak. “Kalian tau sosok apa itu?” Tanya bogel lagi.

“Gendruwo?” jawabku. Dia menggeleng.

“Tuyul?” Jawab Udin. Dia menggeleng lagi.

“Siluman buaya?” Jawab Efi.

“Bukan.” Jawab bogel. “sosok itu.....”

“Iyaaaa.?” Kami serempak menjawab ga sabar.

“Sosok itu bayangan kami sendiri. Hehehe.” Dia langsung cengengesan mendengar lawakannya sendiri.

“Sialan kau. Kirain setan beneran.” Aku ngomel.

Puas banget wajah Bogel melihat ketegangan kami tadi.

“Baik, selanjutnya yang serius.”

“Halah pasti lawak lagi.” Gerutu Angga.

“Serius yang ini.”

“Bodoh ah.”

“Ya udah kalo gitu, kalian lanjut saja tanpa aku.” Bogel kelihatan ngambek.

"Bodoh amat sama elu." Kataku.

Melihat itu Efi lantas menenangkan Bogel yang mau beranjak pergi. “Eh, jangan pergi dulu. Aku penasaran nih.”

“Masa bodoh dah.” jawab Bogel.

“Ayolah, jangan ngambek gitu. Bogel kan cakep. Lanjut donk ceritanya.” Mendengar itu, bogel tersipu malu. Dia mengurungkan niat untuk pergi.

“Ok, ok. Kalau kalian memaksa.” Bogel sok keren sekarang. “Sejujurnya, kisah tadi nya. Bukan bohongan, bayangan itu ternyata memang sosok Gendruwo. Di ceritaku tadikan aku berlari, terus menoleh ke arah belakang.

Yang ku lihat memang sosok bayangan hitam, Gendruwo. Ku lihat juga, saat Gendruwo itu mau mengejarku, bapak dengan gagah berani menghalau dia. Setelah itu bapak berkelahi dengan dia. Ga di sangka, ternyata bapakku menang melawan Gendruwo itu.

Sejak saat itu aku bisa melihat hal-hal gaib, tapi setan-setan tidak berani mendekatiku karena saat bapak menang berkelahi dengan Gendruwo itu bapak melakukan perjanjian. Setan siapa pun itu, tidak boleh mendekati keluarga kami. Jadi, sebenarnya aku bisa melihat setan, bahkan saat ini juga.” Dia diam.

“Kalau kamu memang bisa melihat setan.” Kata Udin. “Beri tahu kami, saat ini, sekarang ini. Dimana kamu melihat penampakan?”

“Serius kamu nanya?”

“Serius.”

“Kalian yakin?”

“Yakin lah. Jangan bertele-tele.” Hendrikku.

“Lihat ke arah sana.” Bogel menunjuk ke arah kirinya.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Seperti pepatah itu yang artinya ‘mendapatkan sesuatu yang lebih dari yang di harapkan’. Ya, saat kami menoleh ke arah tersebut. Dan alangkah terkejutnya kami, kami melihat dengan jelas. Pak Nur guru kami, dia sedang berdiri membawa senter yang di arahkan ke wajahnya -tepat saat kami menoleh ke dia-. Dia melet dan melotot ke arah kami.

“WAAAAAAAAA!!!!!!!!!” kami semua langsung berteriak sekencang-kencangnya.

“WAHHAHAAHAHAA.” Pak Nur dan Bogel tertawa puas. Beberapa dari kami lantas mengejar Pak Nur. Dia berlari kesana kemari menghindari pengejarnya sambil cekikikan.

“Hahaha. Ini hukuman karena seru-seruan tanpa ngajak bapak.” Kata Pak Nur saat tertangkap murid-muridnya.

“Emangnya Pak Nur punya pengalaman horor juga?” Tanyaku.

“Ada donk, banyak malah. Mau dengar?”

“Mau lah.” Kita serempak tanpa di komando.

“Tapi aku masih belum selesai ceritanya lho.” Kata Bogel. “Masih banyak cerita ku.”

“Masih ada lagi?” Jawab ku. “Jangaan-jangan Cuma bualan lagi. Atau Cuma nakut-nakutin kita seperti tadi.”

“Serius ga mau dengar? Ini tentang bagaimana bapakku memperoleh ilmu kebal lho.” Bogel membungsukan dada penuh percaya diri. Aku heran melihat tingkahnya, biasanya dia paling pendiam dan pemalu. Tapi kali ini dia sok dan penuh percaya diri.

“Halah, ilmu kebal apaan?” Tanya Angga dengan nada mencibir. “Aku sama sekali ga percaya.”

“Ok kalau begitu, tunggu saat latihan jaranan minggu depan. Kalian pasti terkejut melihat aksi bapakku.” Dan Bogel pun kebali ke tempat pertama dia berada tadi. Dia marah, terlihat dari caranya berjalan bernafas. Tapi kami tidak peduli.

Waktu semakin malam saat Pak Nur ikut bergabung, sektar jam sembilanan. Dengan alasan kalau waktu sudah terlalu malam, dia menunda niatnya untuk becerita. Kita jelas kecewa, tapi mau apa lagi, memang banyak diantara kami yang sudah mulai mengantuk. Kita pun bubar, dan menuju kelas dan tidur.

2

Aku tidak bisa tidur, terlalu berisik dan ruangan terlalu pengap. Aku lihat tingkah aneh teman-teman yang sedang tidur. Ada yang posisis awal tadi kepala di selatan, sekarang sudah di utara, ada pula yang mendengkur sangat kencang. Ada pula yang ngelindur dan berbicara tidak jelas.

Lalu. Entah sejak kapan aku tertidur, yang jelas aku sudah berada di alam mimpi lagi. Kulihat Erni dan Elly sedang asik bermain kejar-kejaran.

Elly sadar akan kehadiranku, dia menuju ke arahku sambil tersenyum. “Hai.” Sapa Elly.

“Hai.” Jawabku. “Akir-akir ini kamu sering muncul dimimpiku, apakah kita punya ikatan tertentu?”

“Maksudmu.?” Dia balik bertanya mendengar pertanyaanku.

“Entahlah, bila aku melihatmu, entah kenapa aku merasa mengenalmu sebelumnya. Dan ada suatu perasan kerinduan, sedikit sih.”

“Aku juga, seperti yang aku ceritakan sebelumnya. Aku tidak ingat apa-apa setelah kematianku, aku hanya ingat sedikit saat aku hidup. Saat aku melihatmu, aku juga merasakan kerinduan juga, sangat dalam malah. Tapi bukan kamu yang aku rindukan, entahlah siapa. Aku tidak ingat.”

“Suatu saat, mungkin kamu bisa. Bukan, mungkin suatu saat kita bisa mengingat sesuatu.”

“Mungkin. Tapi, memang belum lama ini. Yah, kira-kira beberapa tahun yang lalu. Kita sangat akrab, sangat dekat. Apa kamu tidak ingat padaku?”

“Maaf, aku tidak ingat.”

“Yah biarlah, suatu saat pasti kamu akan ingat.”

“Yah.” Dan pada saat itulah Erni menghampiri kami dan mimpi pun berakhir.

3

Saat aku terbangun, aku sama sekali lupa sama mimpi-mimpiku tentang Elly. Dan sekarang, hari sudah pagi. Aku pun pergi ke kamar mandi untuk sekadar cuci muka.

Di luar, suasana sudah mulai cerah, mentari sudah mengintip malu di timur. Angin sepoi, kabut tipis dan udara sangat segar.

Selesai dari kamar mandi, aku menuju lapangan. Efi terlihat di gerbang sekolah dan Bogel pergi dengan tergesa dari arah gerbang, dia baru selesai menyapa Efi dulu. Pikirku. Dan aku berniat menyapanya juga.

“Hai Ef.”

“Hai, selamat pagi.” Dia tersenyum cerah kepadaku, secerah mentari pagi. Ciyee.

“Menunggu seseorang?” Tanyaku.

“Iya, aku dan Ayu sudah janjian untuk lari pagi hari ini. Kita berjanji ketemu di gerbang depan, tapi aku tunggu lama dia tidak kunjung datang juga.”

“Mungkin dia lupa.” Kataku.

“Iya kali, sudah lewat jam yang kita janjikan.”

“Bogel tadi dari sini? Dia tergesa pergi saat melihatku.”

“Iya, tadi dia menyapa. Kita berbincang sedikit, mungkin dia masih marah sama kalian atas kejadian semalam. Kalian terlalu cuek pada dia.”

“Hahahaha. Habisnya dia terlalu pendiam, sehingga kami kadang tidak sadar sama kehadirannya. Lagian dianya juga suka berlebihan mengambil perasaan.”

“Haha, iya juga ya.”

Setelah suasana mulai rame, anak-anak sudah banyak yang bangun. Karena Ayu tidak kunjung datang, aku dan Efi pun kembali kedalam sekolah, dan berkumpul dengan yang lain. Kita menyalakan api unggun, dan mulai membakar ubi dan singkong untuk sarapan.

Siang harinya semua berkumpul di lapangan. Dan acara Pramuka pun selesai, kita bubar dan pulang.

Karena kawatir sama Ayu, karena tadi Ayu tidak menepati janjinya dengan Efi, Efi berfikir Ayu sedang sakit. Aku dan dia berencana pulang lewat jalan belakang sekolah, sekaligus mampir ke rumah Ayu.

Di rumahnya, Ayu terlihat marah dan ketakutan dari sorot matanya. Melihat kami, dia langsung menghampiri kami dan berteriak marah yang di tujukan ke Efi?

“Kenapa tadi kamu melakuan itu? Dan juga kamu bisa-bisanya meninggalkan aku di tempat itu?”

Lah? Kenapa? Ada apa dengan dirinya?

Nex

Episodes
1 Sapi Penasaran
2 Setan Kemamang
3 Itu Efi Bukan?
4 Itu Efi Bukan? 2
5 Itu Efi Bukan? 3
6 Tindihan
7 Ke kota
8 Kesurupan
9 Kesurupan. 2
10 Pramuka
11 Cerita Horor Di Perkemahan
12 Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15 Glundung Pringis
16 Glundung Pringis. 2
17 Legenda Kereta Kencana
18 Tragedi
19 Bogel Menghilang
20 Bogel Menghilang. 2
21 Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22 Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23 Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26 Bogel Muncul!!
27 Bogel Sakti!!
28 Pulang
29 Rahasia Bogel
30 Kitab Iblis
31 Klimaks Cerita?
32 Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33 Masih Lanjut Kok Ceritanya
34 Setan Wanita Berkebaya Merah
35 Sosok Misterius
36 Memoar
37 Teror Ghendruwo
38 Babat Alas
39 Teror Ghendruwo Lagi
40 Setan Bar-Bar
41 Setan Bar-Bar. 2
42 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49 Ritual Jailangkung
50 Kuntilanak. 1
51 Kuntilanak. 2
52 Kuntilanak. 3
53 Kuntilanak. 4
54 Kuntilanak. 5
55 Mati?
56 Kuntilanak. 6
57 Kuntilanak. 7
58 Kuntilanak. 8
59 Kuntilanak. 9
60 Iler Kuntilanak
61 Sapi Penasaran Reborn
62 Kuntilanak Nangis
63 Santet
64 Santet. 2
65 Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66 Ghendruwo
67 Hantu Rumah Belanda
68 Siluman Kucing
69 Kuntilanak Return
70 Riyono Di Culik Kuntilanak
71 Akhir Dari Sang Kuntilanak
72 Maling Katok
73 Desas-desus Pocong
74 Pocong Apa Pocong?
75 Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76 Wat Gawat
77 Keranda Mayat Bergoyang
78 Kuntilanak Merah
79 Teror Pocong
80 Salah Lihat?
81 Efi Kenapa?
82 Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83 Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84 Pagebluk
85 Pagebluk. 2
86 Pagebluk. 3
87 Pagebluk. 4
88 Time Skip
89 Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90 Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91 Legenda Kampung Ba'an
92 Makam Keluarga
93 Tragedi Di Kampung Ba'an
94 Dukun Santet
95 Salam Terakhir Dari Angga
96 Setan Dukun Santet Meneror. 1
97 Setan Dukun Santet Meneror. 2
98 Setan Dukun Santet Meneror. 3
99 Setan Dukun Santet Meneror. 4
100 Sleep Walker Alias Ngelindur
101 Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102 Makam Keramat
103 Teror Di Rumah Belanda. 1
104 Teror Di Rumah Belanda. 2
105 Teror Di Rumah Belanda. 3
106 Teror Di Rumah Belanda. 4
107 Teror Di Rumah Belanda. 5
108 Teror Di Rumah Belanda. 6
109 Rehat Bentar Horor-hororan nya
110 Poltergeist. 1
111 Poltergeist. 2
112 Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118 Darah Haid Pertama. 1
119 Darah Haid Pertama. 2
120 Darah Haid Pertama. 3
121 Darah Haid Pertama. 4
122 Darah Haid Pertama. 5
123 Darah Haid Pertama. 6
124 Darah Haid Pertama. 7
125 Darah Haid Pertama. 8
126 Darah Haid Pertama. 9
127 Kenyataan Yang Menyakitkan
128 Kutukan Berakhir
129 Salam Terakhir
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Sapi Penasaran
2
Setan Kemamang
3
Itu Efi Bukan?
4
Itu Efi Bukan? 2
5
Itu Efi Bukan? 3
6
Tindihan
7
Ke kota
8
Kesurupan
9
Kesurupan. 2
10
Pramuka
11
Cerita Horor Di Perkemahan
12
Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15
Glundung Pringis
16
Glundung Pringis. 2
17
Legenda Kereta Kencana
18
Tragedi
19
Bogel Menghilang
20
Bogel Menghilang. 2
21
Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22
Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23
Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26
Bogel Muncul!!
27
Bogel Sakti!!
28
Pulang
29
Rahasia Bogel
30
Kitab Iblis
31
Klimaks Cerita?
32
Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33
Masih Lanjut Kok Ceritanya
34
Setan Wanita Berkebaya Merah
35
Sosok Misterius
36
Memoar
37
Teror Ghendruwo
38
Babat Alas
39
Teror Ghendruwo Lagi
40
Setan Bar-Bar
41
Setan Bar-Bar. 2
42
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49
Ritual Jailangkung
50
Kuntilanak. 1
51
Kuntilanak. 2
52
Kuntilanak. 3
53
Kuntilanak. 4
54
Kuntilanak. 5
55
Mati?
56
Kuntilanak. 6
57
Kuntilanak. 7
58
Kuntilanak. 8
59
Kuntilanak. 9
60
Iler Kuntilanak
61
Sapi Penasaran Reborn
62
Kuntilanak Nangis
63
Santet
64
Santet. 2
65
Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66
Ghendruwo
67
Hantu Rumah Belanda
68
Siluman Kucing
69
Kuntilanak Return
70
Riyono Di Culik Kuntilanak
71
Akhir Dari Sang Kuntilanak
72
Maling Katok
73
Desas-desus Pocong
74
Pocong Apa Pocong?
75
Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76
Wat Gawat
77
Keranda Mayat Bergoyang
78
Kuntilanak Merah
79
Teror Pocong
80
Salah Lihat?
81
Efi Kenapa?
82
Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83
Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84
Pagebluk
85
Pagebluk. 2
86
Pagebluk. 3
87
Pagebluk. 4
88
Time Skip
89
Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90
Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91
Legenda Kampung Ba'an
92
Makam Keluarga
93
Tragedi Di Kampung Ba'an
94
Dukun Santet
95
Salam Terakhir Dari Angga
96
Setan Dukun Santet Meneror. 1
97
Setan Dukun Santet Meneror. 2
98
Setan Dukun Santet Meneror. 3
99
Setan Dukun Santet Meneror. 4
100
Sleep Walker Alias Ngelindur
101
Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102
Makam Keramat
103
Teror Di Rumah Belanda. 1
104
Teror Di Rumah Belanda. 2
105
Teror Di Rumah Belanda. 3
106
Teror Di Rumah Belanda. 4
107
Teror Di Rumah Belanda. 5
108
Teror Di Rumah Belanda. 6
109
Rehat Bentar Horor-hororan nya
110
Poltergeist. 1
111
Poltergeist. 2
112
Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118
Darah Haid Pertama. 1
119
Darah Haid Pertama. 2
120
Darah Haid Pertama. 3
121
Darah Haid Pertama. 4
122
Darah Haid Pertama. 5
123
Darah Haid Pertama. 6
124
Darah Haid Pertama. 7
125
Darah Haid Pertama. 8
126
Darah Haid Pertama. 9
127
Kenyataan Yang Menyakitkan
128
Kutukan Berakhir
129
Salam Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!