Kesurupan

1

Saat tidur pulas, sepertinya aku bermimpi main sepak bola sama Roy Mattalatta di lapangan tadi. Aku da Roy saling berebut bola sepak. Sedangkan Erni duduk-duduk di pinggir lapangan.

Masih ingat kan? bola sepak yang kami pakai tadi siang? Aku dan Roy menemukannya di dekat salah satu kuburan disana. Mirip batok kelapa, tapi tidak sepenuhnya bulat, ada badian yang kelihatan sedikit pecah. Berwarna keabu-abuan dan penuh lumpur.

Sambi tertawa riang, kami saling oper bola atau kejar-kejaran dan berebut bola.

Lama setelah itu, hari menjelang sore. Di ufuk barat matahari mulai meninggalkan cakrawala, terbenam di gunung indah di sebelah barat. Meninggalkan kami yang sedang asyik bermain.

Suasana semakin gelap, obor-obor di sepanjang jalan pemakaman perlahan menyala. Satu demi satu secara ajaib. Aku tidak mempermasalahkan hal itu, dan masih asyik bermain bola.

Erni sedari tadi yang hanya di pinggir lapangan sendirian, kini dia mengobrol dengan seorang gadis berambut pirang. Elly tiba-tiba muncul ntah darimana.

Saat ku toleh, Elly melambaikan tangannya. Aku membalasnya.

Bola bergulir ke arahku. Saat aku tendang ke arah Roy....

"Aduh!" Bola itu berbicara. "Sakit, sialan. Kenapa kalian dari tadi menendangi ku?"

Mendengar itu, Roy lantas berlari ke arahku. Erni dan Elly sudah menghilang ntah kemana.

"Kenapa kalian menendangi ku?" Ulang bola itu yang sekarang sudah berubah bentuk menjadi kepala buntung. "Kenapa hah? Sakit tahu."

Kepala itu kepala laki-laki, berkumis tipis dan berjanggut. Matanya memancarkan kemarahan dan kebencian kepada aku dan Roy. Dari lubang hidung, mulut, telinganya keluar darah. Kepala buntung itu berbau sangat busuk.

"Aku kira tadi batok kelapa." Jawab Roy getaran.

"Kau taruh mana matamu? Kau bilang kepalaku ini batok kelapa? Sialan kau." Setelah itu, kepala buntung itu terbang ke arah kami. Melihat itu, kami lantas kabur.

Kami berlari ke segala arah, masuk ke perkampungan, tempat yang sangat asing buatku. Tapi sepertinya si Roy mengenalinya, terlihat dia dan berbelok tanpa ragu.

Di ujung jalan ada rumah bertingkat dua, aku mengenalinya, itu rumah Roy. Saat mau masuk halaman rumah Roy, kakiku tersandung batu, aku tersungkur ke selokan.

Sialan, sakit sekali. Pikirku.

2

Saat ku buka mata, aku sudah berpindah tempat. Tempat itu remang-remang diterangi oleh cahaya lampu templek di beberapa sudut tembok. Aku terbaring di sesuai yang sangat nyaman dan empuk, dan kulihat apa itu, ternyata aku terbaring di atas kasur kapuk.

Oh, sepertinya aku sudah terbangun dari mimpi. Tapi ruangan itu sangat asing, bukan kamarku, aku tidak punya kasur se empuk ini. Dan dinding kama itu di bangun dari bata, sedangkan kamarku dindingnya terbuat dari anyaman bambu.

Lambat laun aku teringat kalau aku dan keluargaku sedang menginap di rumah pak Gimen.

Terdengar suara nafas yang berat dan sedikit merintih dari belakangku.

Aku memalingkan posisi tidurku. Tidak ada siapapun di sampingku. Saat berkedip sekilas, dan membuka mataku, dalam sekejap itu pula muncul sosok orang yang wajahnya penuh lumpur, lubang hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. Matanya penuh amarah dan emosi ke arahku. Itu wajah kepala buntung tadi. Tapi bedanya disini, kepala buntung itu punya badan. Dan badan itu terbungkus kain putih penuh darah dan lumpur.

Pocong, itu sesosok pocong. Dia berbaring menghadap ku sambil ngomong. "Sakit sekali kepalaku. Kenapa kamu tendang terus kepalaku, hah?" Berulang-ulang terus-menerus.

Aku cuma bisa mengerang, tidak bisa bicara, apalagi berteriak. Tubuhku terasa kaku tidak di gerakkan sedikitpun. Tidak bisa berkedip maupun berpaling dari pocong itu.

Aku di bangunkan sama bapak, "Yon, bangun Yon. Kamu mimpi apa?" Katanya.

Aku terbangun, tapi yang aku lihat siapa yang membangunkan aku, itu bukan bapakku. Tapi sosok pocong tadi.

Aku semakin berteriak-teriak, meronta-ronta ga karuan. Aku kesurupan....

2

Dari sini aku tidak ingat apa-apa lagi, dari cerita ibuku, sampai siang harinya aku terus berteriak-teriak. Siapa yang mengajakku bicara, aku pasti menunjuk dia sambil berteriak "pocong! Pocong!". Entah itu bapakku, ibuku sendiri atau pak Gimen.

Sore harinya, karena aku masih kesurupan. Aku di bawa ke rumah orang pintar, dukun lah istilahnya. Di jampi jampi olehnya, di siram air kembang. Di rendam ke air di bak besar. Tetep saja aku masih berteriak-teriak.

3

Keesokan harinya aku masih belum sadar, masih teriak-teriak dan kejang-kejang. Yang membikin bapak ibu semakin cemas, mulutku mulai mengeluarkan busa.

Heboh kan? Karenanya tetangga-tetangga pak Gimen berdatangan untuk melihatku, mereka mengelilingiku. Aku semakin histeris, menunjuk-nunjuk mereka satu-persatu sambil berteriak "pocong! Pocong! Pergi kalian."

Salah satu tetangga pak Gimen menyarankan bapakku untuk membawaku ke ustadz Yusuf, tokok Agam di desa Tanjung. Ya dekat rumah keluarga Mattalatta kemarin. Ustadz Yusuf, terkenal bisa menyembuhkan orang yang di ganggu setan dan sebangsanya. Termasuk orang kesurupan sepertiku.

Dan di bawalah aku kesana.

"Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil'alamin. Ar-rahmaanir rahim." Aku di bacakan surah surah Al Qur'an. Alfatihah, dan ayat-ayat yang lainnya. "Kenapa kamu mengganggu anak ini?" Tanya ustadz Yusuf ke arahku.

Masih dari cerita ibuku, aku pun menjawab. "Aku marah sama anak ini(aku). Dia dan temannya menendangi kepalaku, kepalaku dia jadikan bola sepak. Sakit sekali kepalaku." Dan kata-kata lainnya yang tidak di ingat ibuku.

Aku di rukyah, beberapa jam sehingga aku mulai tenang.

4

Besoknya aku sudah mulai sadar, tidak merancu yang aneh-aneh lagi. Aku sudah di ajak pulang ke rumah di Mulyorejo ternyata.

Para tetangga menjengukku, teman-teman sekolah, teman bermain dan di antaranya ada Udin, Bogel, Angga dan Dika, Efi pun juga datang menjengukku. Tapi, saat di ajak bicara, aku masih sering ngelantur, sehingga tidak terlalu banyak yang berbicara denganku.

Dua hari setelah itu, aku sudah normal dan bermain bersama teman-temanku.

Mereka bertanya aku kenapa kok bisa sampai kesurupan seperti itu. Dan aku pun bercerita ke mereka, mulai dari tragedi sapi penasaran, kemamang, dan kejadian di rumah pun aku ceritakan juga.

"Makanya jangan takabur Yon." Kata Efi. Terlihat dia masih cemas kepadaku.

"Tau nih." Udin ikutan bicara. "Makanya setan itu jangan di becandain."

"Kamu juga sama kan Din?" Kata Angga.

"Hehee. Maap" jawab Udin.

Bogel dan Dika masih sependiam seperti biasanya. Cuma menanyakan keadaanku dan sebagainya.

Waktu sudah mulai sore, kita sepakat untuk bubar.

5

Di rumah, aku mendapatkan kabar bahwa Roy Mattalatta juga mengalami hal yang sama denganku. Dia di kejar-kejar kepala buntung, pocong, dan beberapa mahluk halus lainnya.

"Makanya Yon, kalau kamu di tempat yang sekiranya angker dan sebagainya. Kamu musti harus hati-hati, jangan asal main, asal buang air sembarang." Kata ibuku. "Kamu harus permisi dulu kalau kamu ke tempat-tempat seperti itu

"Iya Mak, maaf. Ga lagi-lagi kok." Jawabku. "Sudah kapok."

Terpopuler

Comments

Green Force

Green Force

cerita e apik. mek tulisan e morat maret

2024-12-18

1

lihat semua
Episodes
1 Sapi Penasaran
2 Setan Kemamang
3 Itu Efi Bukan?
4 Itu Efi Bukan? 2
5 Itu Efi Bukan? 3
6 Tindihan
7 Ke kota
8 Kesurupan
9 Kesurupan. 2
10 Pramuka
11 Cerita Horor Di Perkemahan
12 Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15 Glundung Pringis
16 Glundung Pringis. 2
17 Legenda Kereta Kencana
18 Tragedi
19 Bogel Menghilang
20 Bogel Menghilang. 2
21 Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22 Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23 Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26 Bogel Muncul!!
27 Bogel Sakti!!
28 Pulang
29 Rahasia Bogel
30 Kitab Iblis
31 Klimaks Cerita?
32 Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33 Masih Lanjut Kok Ceritanya
34 Setan Wanita Berkebaya Merah
35 Sosok Misterius
36 Memoar
37 Teror Ghendruwo
38 Babat Alas
39 Teror Ghendruwo Lagi
40 Setan Bar-Bar
41 Setan Bar-Bar. 2
42 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49 Ritual Jailangkung
50 Kuntilanak. 1
51 Kuntilanak. 2
52 Kuntilanak. 3
53 Kuntilanak. 4
54 Kuntilanak. 5
55 Mati?
56 Kuntilanak. 6
57 Kuntilanak. 7
58 Kuntilanak. 8
59 Kuntilanak. 9
60 Iler Kuntilanak
61 Sapi Penasaran Reborn
62 Kuntilanak Nangis
63 Santet
64 Santet. 2
65 Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66 Ghendruwo
67 Hantu Rumah Belanda
68 Siluman Kucing
69 Kuntilanak Return
70 Riyono Di Culik Kuntilanak
71 Akhir Dari Sang Kuntilanak
72 Maling Katok
73 Desas-desus Pocong
74 Pocong Apa Pocong?
75 Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76 Wat Gawat
77 Keranda Mayat Bergoyang
78 Kuntilanak Merah
79 Teror Pocong
80 Salah Lihat?
81 Efi Kenapa?
82 Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83 Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84 Pagebluk
85 Pagebluk. 2
86 Pagebluk. 3
87 Pagebluk. 4
88 Time Skip
89 Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90 Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91 Legenda Kampung Ba'an
92 Makam Keluarga
93 Tragedi Di Kampung Ba'an
94 Dukun Santet
95 Salam Terakhir Dari Angga
96 Setan Dukun Santet Meneror. 1
97 Setan Dukun Santet Meneror. 2
98 Setan Dukun Santet Meneror. 3
99 Setan Dukun Santet Meneror. 4
100 Sleep Walker Alias Ngelindur
101 Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102 Makam Keramat
103 Teror Di Rumah Belanda. 1
104 Teror Di Rumah Belanda. 2
105 Teror Di Rumah Belanda. 3
106 Teror Di Rumah Belanda. 4
107 Teror Di Rumah Belanda. 5
108 Teror Di Rumah Belanda. 6
109 Rehat Bentar Horor-hororan nya
110 Poltergeist. 1
111 Poltergeist. 2
112 Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118 Darah Haid Pertama. 1
119 Darah Haid Pertama. 2
120 Darah Haid Pertama. 3
121 Darah Haid Pertama. 4
122 Darah Haid Pertama. 5
123 Darah Haid Pertama. 6
124 Darah Haid Pertama. 7
125 Darah Haid Pertama. 8
126 Darah Haid Pertama. 9
127 Kenyataan Yang Menyakitkan
128 Kutukan Berakhir
129 Salam Terakhir
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Sapi Penasaran
2
Setan Kemamang
3
Itu Efi Bukan?
4
Itu Efi Bukan? 2
5
Itu Efi Bukan? 3
6
Tindihan
7
Ke kota
8
Kesurupan
9
Kesurupan. 2
10
Pramuka
11
Cerita Horor Di Perkemahan
12
Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15
Glundung Pringis
16
Glundung Pringis. 2
17
Legenda Kereta Kencana
18
Tragedi
19
Bogel Menghilang
20
Bogel Menghilang. 2
21
Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22
Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23
Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26
Bogel Muncul!!
27
Bogel Sakti!!
28
Pulang
29
Rahasia Bogel
30
Kitab Iblis
31
Klimaks Cerita?
32
Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33
Masih Lanjut Kok Ceritanya
34
Setan Wanita Berkebaya Merah
35
Sosok Misterius
36
Memoar
37
Teror Ghendruwo
38
Babat Alas
39
Teror Ghendruwo Lagi
40
Setan Bar-Bar
41
Setan Bar-Bar. 2
42
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49
Ritual Jailangkung
50
Kuntilanak. 1
51
Kuntilanak. 2
52
Kuntilanak. 3
53
Kuntilanak. 4
54
Kuntilanak. 5
55
Mati?
56
Kuntilanak. 6
57
Kuntilanak. 7
58
Kuntilanak. 8
59
Kuntilanak. 9
60
Iler Kuntilanak
61
Sapi Penasaran Reborn
62
Kuntilanak Nangis
63
Santet
64
Santet. 2
65
Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66
Ghendruwo
67
Hantu Rumah Belanda
68
Siluman Kucing
69
Kuntilanak Return
70
Riyono Di Culik Kuntilanak
71
Akhir Dari Sang Kuntilanak
72
Maling Katok
73
Desas-desus Pocong
74
Pocong Apa Pocong?
75
Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76
Wat Gawat
77
Keranda Mayat Bergoyang
78
Kuntilanak Merah
79
Teror Pocong
80
Salah Lihat?
81
Efi Kenapa?
82
Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83
Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84
Pagebluk
85
Pagebluk. 2
86
Pagebluk. 3
87
Pagebluk. 4
88
Time Skip
89
Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90
Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91
Legenda Kampung Ba'an
92
Makam Keluarga
93
Tragedi Di Kampung Ba'an
94
Dukun Santet
95
Salam Terakhir Dari Angga
96
Setan Dukun Santet Meneror. 1
97
Setan Dukun Santet Meneror. 2
98
Setan Dukun Santet Meneror. 3
99
Setan Dukun Santet Meneror. 4
100
Sleep Walker Alias Ngelindur
101
Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102
Makam Keramat
103
Teror Di Rumah Belanda. 1
104
Teror Di Rumah Belanda. 2
105
Teror Di Rumah Belanda. 3
106
Teror Di Rumah Belanda. 4
107
Teror Di Rumah Belanda. 5
108
Teror Di Rumah Belanda. 6
109
Rehat Bentar Horor-hororan nya
110
Poltergeist. 1
111
Poltergeist. 2
112
Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118
Darah Haid Pertama. 1
119
Darah Haid Pertama. 2
120
Darah Haid Pertama. 3
121
Darah Haid Pertama. 4
122
Darah Haid Pertama. 5
123
Darah Haid Pertama. 6
124
Darah Haid Pertama. 7
125
Darah Haid Pertama. 8
126
Darah Haid Pertama. 9
127
Kenyataan Yang Menyakitkan
128
Kutukan Berakhir
129
Salam Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!