Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1

1

Dan yang pasti, aku tidak melihat secara langsung karena saat itu perhatianku tertuju kebelakangku. Seperti ada yang mengikuti aku dan Efi. Karena di jalan tembusan baru itu selain ada ladang singkong, disana masih banyak semak-semak rimbun dan beberapa pohon kelapa menjulang tinggi.

“Plak!” suara itu langsung menarik perhatianku. Ku lihat Efi sudah memegang pipinya, matanya berkaca-kaca. Apa Ayu tadi menampar Efi? Pikirku. Ayu seketika itu pula berlari meninggalkan kami tanpa sekata apapun lagi.

Tatapan Efi bertemu dengan mataku, dia menahan tangis. Karena aku tidak tahu harus bagaimana, aku ga mau ikut campur urusan cewek. Jadi aku Cuma diam saja.

Efi meraih tanganku sambil berkata “tidak apa-apa, ayo pulang.” Dia tersenyum lemah untuk meyakinkanku.

Sepanjang perjalanan, kita diam seribu bahasa. Di depan rumahku sudah terlihat, tapi aku berencana mengantar Efi sampai rumahnya.

2

“Padahal dia yang mengingkari janji kami,” kata Efi saat di depan rumahnya. “tapi kenapa dia yang marah? Kenapa pula dia sampai harus memukulku?” matanya nanar menahan tangis.

“Aku juga tidak tahu, nanti aku coba tanya alasannya apa” jawabku.

Saat aku mencoba menghibur Efi, Pak Rawi keluar dari rumahnya. Melihat Efi yang menahan tangis dan pipinya memerah, dia langsung naik pitam. Salah sasaran pula.

Sambil meraih kerah seragamku dia bilang, “apa yang kau lakukan terhadap gadis kecilku, HAH?”

“Ehh, bukan pak. Bukan aku.” Jawabku.

“Jangan Buohuong!!! Kamu pasti.....” sebelum Pak Rawi selesai ngomong Efi memotongnya.

“Iya pak, bukan Riyono yang jahat sama aku.” Mendengar itu, Pak Rawi langsung berubah tatapanya. “Riyon Cuma mau menghiburku.”

“Maaf nak,” Pak Rawi terlihat menyesal. “Lalu, siapa yang membuatmu seperti ini nak.?” Tanyanya pada Efi.

Efi menjelaskan kejadian tadi.

“Nak Riyon, lebih baik kamu pulang dulu ya.” Kata Pak Rawi kepadaku. “Aku mau bicara sama Efi tanpa di ganggu orang lain.”

“Iya pak, kalau gitu aku permisi. Sampai besok di sekolah Ef.

Setelah itu, aku langsung pulang. Aku berinisiatif untuk mencari tahu duduk permasalahnya apa. Kenapa Ayu bisa semarah itu ke Efi, alasannya, dan motifnya. Walah kok jadi kayak novel detektif-detektifan sih?

Ok sir, kita lanjutkan investigasinya.

3

Aku menaruh tas, ganti baju,makan sesuatu di dapur. Karena rumah sepi, aku bebas keluar masuk rumahku sendiri. Hal pertama yang akan kulakukan adalah. Pertama, mencari Ayu sekarang dimana. Keduan bertanya alasan dan motifnya melakukan penamparan ke korban. Dan ketiga, mengungkap kebenarannya.

Aku menuju tempat kejadian tadi, mencoba mencari dimana Ayu sekarang berada. Aku memilih kesana lebih dulu karena tempat itu berdekatan dengan rumah tersangka.

Aku lihat Ayu sedang mengobrol dengan Bogel di gubuk kamarin. Tapi sepertinya, mereka menyadari akan kehadiranku, Ayu lantas beranjak pergi ke arah sekolah. Dan Bogel ke arahku, tapi dia melewatiku begitu saja tanpa sepatah katapun.

“Gel,” Sapaku, tapi dia tidak menghiraukanku. “Oi, gel. Sebentar denger dulu, kamu kenapa sih?”

“BERISIK, JANGAN GANGGU AKU.” Teriak dia. Mendengar itu aku mengurungkan niatku untuk bertanya sesuatu.

Baik, kejar Ayu saja. Pikirku.

Menjelang sore, aku menemukan Ayu di dekat masjid Al-barokah.

“Yu,” sapaku. “ada apa? Kenapa tadi pagi kamu marah sama Efi?”

“Sudahlah, kamu jangan ikut campur.” Jawab Ayu.

“Ayo lah, kamu cerita saja. Siapa tau aku bisa membantu.”

Tapi dia Cuma diam dan beranjak pergi. “Jangan ikuti aku!!” bentak dia saat aku mencoba mengejarnya.

Ok, mungkin si Ayu masih belum bisa befikir jernih. Aku coba besok saja bicaranya.

4

Keesokan harinya Efi sangat pendiam, berbeda dari yang biasanya dikarenakan hari itu ada murid baru. Ayu, ya Sri Rahayu. Dia murid pindahan itu.

Buset dah, bak anjing dan kucing. Mereka berdua saling melotot satu sama lain. Efi benar-benar merasa terganggu akan kehadiran Ayu, dan juga sebaliknya.

Saat istirahat sekolah, aku lihat bogel sedang sendirian di bawah pohon, aku menghampiri dia.

“Ayolah,” Kataku. “Aku tau kalau kami malam itu kita sudah keterlaluan. Aku minta maaf.”

“Baiklah, kau ku maafkan.” Jawabnya. “Tapi ada satu pertanyaan, dan kamu harus menjawabnya dengan sejujur-jujurnya.”

“Ok, ga masalah. Aku janji.”

“Kamu suka Efi?”

Astaga, pertanyaan macam apa ini? Suka? Tentu saja aku suka Efi, dan mereka semau teman-temanku.

“Ayolah, Gel. Aku suka Efi, iya benar, aku suka dia. Aku bahkan menyayanginya, malah.” Aku diam sejenak, karena aku lihat muka Bogel memerah dan penuh emosi. “Dengar dulu kawan, aku menyayangi Efi. Dan juga aku menyayangi kalian semua teman-temanku. Aku tidak membeda-bedakan. Aku mungkin kemarin, tidak. Kita mungkin kemarin sudah keterlaluan. Ok aku akui itu, tapi bukankah itu hal yang biasa bagi kita? Kita semua sudah terlalu sering bercanda, itu hal yang biasa bagi kita. Yang jadi poin enting dalam hal itu Gel. Dalam pertemanan, kita tidak boleh membawa perasaan."

“Maksudnya?” Tanya Bogel.

“Ya kita tidak perlu emosi saat salah satu dari kita menjahili kita, karena kadang pula, kita yang menjahili yang lain. Ya kan?”

“Iya juga, tapi. Yah sudah, kalian aku maafkan, aku juga minta maaf karena tidak menyapamu beberapa hari ini.”

“Ok, deal kita sudah baikan.” Dan kami berjabat tangan.

“Aku tanya sekali lagi, kamu suka sama Efi?” Bogel masih mengeyel.

“Kan sudah aku bilang...”

“Bukan itu, tapi rasa suka yang lebih.”

“Bogel, kawanku. Dengar baik-baik. Aku menyukai kalian termasuk Efi, menyayangi kalian termasuk juga Efi, sama tidak lebih.” Jawabku tegas.

“Baik, aku percaya.” Bogel diam sejenak. “Apa itu juga termasuk di dalamnya ada Ayu.?”

“Ya, dia juga termasuk.”

“Tapi, dia menampar Efi. Aku lihat dia...”

“Oh , jadi kamu yang menguntit kami kemarin.?”

“Iya.”

“kenapa?”

“Tidak, hanya saja..”

“Ok, aku mengerti. Kamu suka Efi kan?” pertanyaan Bogel tadi aku kembalikan ke dia.

“Iya, malam pas pramuka, aku kira kamu suka Efi. Jadi aku agak gimana gitu. Hehee maaf yon.”

“Cie cie ciee, ok Gel, aku mendukungmu.”

“Trims sobat.”

“Ok, sama-sama kawan. Nah karena masalah kita sudah selesai. Ada beberapa hal yang aku ingin tanyakan kepadamu.” Yos, detektif mode on.

“Apapun pertanyaanmu, sebisa mungkin aku jawab sejujur-jujurnya.”

“Baik, yang pertama. Apa yang kamu lakukan setelah melihat kami pergi meninggalkan Ayu. Kedua, apa saja yanng kamu bicarakan setelah aku mengantarkan Efi pulang. Ketiga, kenapa saat kamu melihat Efi di tampar, kamu hanya diam melihat saja dan tidak menghampiri kami. Sudah, silakan jawab ketiga pertanyaan tersebut.”

“Pertama, aku mempertanyakan apa alasan Ayu menampar Efi. Kedua, saat itu pas aku meminta penjelasan Ayu tentang pertanyaan pertamamu, kamu datang. Dan maaf, saat itu aku eneg lihat mukamu gara-gara kejadian malam pramuka dan cemburu buta. Aku langsung pergi karena muak. Ketiga, karena aku pikir sudah ada yang menjaga Efi – walaupun orang itu orang yang paling aku benci -. Aku merasa kalau Efi sudah ada yang melindungi, jadi aku sedikit tenang. Nah. Itu lah jawabannya.”

“Baik, pertanyaan berikutnya.”

“Katanya Cuma tiga tadi pertanyaanya?” Bogel sewot.

“Dengerin dulu kalau orang ngomong, baru komentar. Ah, lagi seru-serunya.”

“Seru-serunya?”

“Ah lupakan. Pertanyaan berikutnya, apakah kah kamu mau membantuku memecahkan masalah ini.? Masalah antara Ayu dan Efi. Misteri ini harus segera di pecahkan, apapun masalahnya.”

“Cara bicaramu hari ini aneh sekali Yon. Tapi, ok. Aku akan membantumu sebisaku.” Dan aliansi pun terbentuk. “Apa yang harus kita lakukan sekarang, sobat?”

“Cari Ayu dan tanyakan langsung akar permasalahannya.”

“Cuma itu?’

“Ya, mau apa lagi?”

“Aku kirain mau ngapain dulu kek, ngapa kek, tekek kek. Taunya malah langsung tanya ke tersangkanya. Kalau itu kan kamu sendirian bisa Yon.”

“Ya aku rasa, kalau berdua itu bisa memberi efek menekan lawan lebih berat lagi.”

“Masa lawan satu cewek aja harus dua cowok sih? Ga keren banget.”

“Sudahlah kawan, waktu sangat berharga, jangan menyia-nyiakannya. Langsung, sat-set gitu.” Aku pun langsung beranjak mencari Ayu. Bogel masih bengong belum bisa mencerna omonganku.

5

Ayu sedang di sungai kecil di pinggir rumahnya. Dia masih memakai seragam walau saat itu sudah sore.

“Sekarang bisa kamu ceritakan alasan kenapa kamu menampar Efi?” kataku dari belakang dia.

Dia tidak sadar kehadiranku dan Bogel. Sontak dia mau kabur. Tapi percuma, sekarang ada dua laki-laki menghalangi jalan larinya.

“Baik, dengar dan cam kan baik-baik.” Jawabnya ketus. “kemarin lusa, dia dan aku membuat janji untuk jalan pagi bersama. Tapi pas di hari yang di janjikan, jam yang disepakati dia memang datang.”

“Dia datang? Hari Minggi pagi kan? Aneh.” Kataku.

“Iya, aneh. Kalian orang-orang aneh. Efi dan aku jalan pagi menuju arah Wagir. Tapi di tengah perjalanan, dia meninggal kan aku.”

“Meninggalkan kamu? Kamu kan tinggal kejar balik.”

“Maksudku, entah lah. Aku tidak tahu mau cerita apa lagi ke kalian.”

“Kalau kamu tidak mau cerita,” kataku. “Mana tahu kami duduk masalahnya.”

“Kalau aku bercerita sejujurnya aku yakin kalian tidak akan percaya.”

“Sudahlah, cerita saja. Aku akan mendengarnya.” Jawabku.

“Anu.” Bogel menyela pembicaraan.

“Apa?” Jawabku ketus.

“Aku mules, ijin ritual dulu. Kamu bisa mendengar sendiri cerita Ayu kan? Nanti kamu cerita balik ke aku.”

“Ah kau ini, lagi seru-serunya. Udah sana, mau ngising aja laporan dulu.”

“Hehee.” Bogel pun berlalu pergi.

“Nah, sekarang ceritakan padaku.” Aku bicara kepada Ayu.

“Baik, tetapi mungkin ini tidak masuk akal buatmu. Tapi...”

“Ayu, dari awal kamu cerita. Ceritamu sudah tidak masuk akal.”

“Maksudmu?”

“Sudahlah ceritakan saja, nanti aku kasih tahu penjelasannya.”

Dia diam sejenak.

“Kemarin pagi, awalnya kita ketemuan di gerbang sekolah. Tapi Efi datang ke rumahku, dia membangunkan aku saat matahari sudah mulai tinggi. Dia bilang, karena aku tidak kunjung muncul, jadi dia menyusul kerumah.

Singkat cerita, kita berlari ke arah masjid, belok kiri. Kata Efi mau ke lapangan di Wagir, pokoknya aku Cuma mengikutinya saja.

Di kelurahan, kita belok lagi kekiri. Tidak ada 50meter selanjutnya, ada pohon bambu tumbang. Kami lewat bawahnya, karenanya kita harus merangkak.

Nah, saat merangkak itu, kakiku tersangkut sesuatu. Aku berusaha melepaskannya, dan dari sini aku mulai jengkel ke Efi. Dia bukanya membantu, dia malah melihatku saja tanpa melakukan apapun untuk menolongku.

Tanpa bicara lagi, tiba-tiba dia lanjut lari kedepan. Aku pun berteriak memanggilnya, tapi dia tidak peduli.

Nah, karena penasaran Kakiku menyangkut apaan. Aku menoleh kebelakang. Dan yang aku lihat.....”

Dia tidak melanjutkan ceritanya. Dia diam lama, matanya berkaca-kaca. Tubuhnya gemetaran hebat.

“Apa yang kamu lihat.?”

“Kain celana panjang ku, di injak oleh seekor sapi, aku ga tau dari mana datangnya sapi itu, tiba-tiba saja dia sudah disana, padahal tadi jelas-jelas aku tidak melihat hewan sama sekali.

Lama kelamaan, mata sapi itu melebar dan mulai menyala. Hingga menyala sangat terang seperti lampu mobil kuno, bewarna kekuningan.

Aku marah sama Efi, sepertinya dia tau ada sesuatu dibelakang kami ada apa. Tapi dia malah pergi duluan meninggalkan aku sendirian.” Ayu lantas menangis.

Itu bukan Efi, ya. Efi saat itu jelas-jelas menunggu Ayu di depan gerbang sekolah.

Benar, itu bukan Efi, tapi Efa. Dan sapi itu, sapi penasaran milik Pak Komat. Si sapi penasaran yang itu tuh.

“Ayu, aku juga mau cerita sesuatu. Tapi, kamu harus janji. Karena cerita ini akan aku ceritakan hanya kepadamu kalau kau mau berjanji. Dan kalaupun kamu sudah janji tapi kamu mengingkarinya, aku tidak tahu harus bersikap bagaimana kepadamu.”

“Janji apa Yon?”

“Janji tidak menceritakan ceritaku kepada siapapun, apapun yang terjadi. Aku bisa percaya padamu kan?”

“Ya. Aku janji.”

Dan inilah pertamakali nya aku mengingkari janjiku pada ibuku.

Dan aku merasa bersalah kepada Ayu untuk menjaga janjinya. Padahal aku sendiri tidak bisa menjaga janjiku sendiri.

Episodes
1 Sapi Penasaran
2 Setan Kemamang
3 Itu Efi Bukan?
4 Itu Efi Bukan? 2
5 Itu Efi Bukan? 3
6 Tindihan
7 Ke kota
8 Kesurupan
9 Kesurupan. 2
10 Pramuka
11 Cerita Horor Di Perkemahan
12 Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15 Glundung Pringis
16 Glundung Pringis. 2
17 Legenda Kereta Kencana
18 Tragedi
19 Bogel Menghilang
20 Bogel Menghilang. 2
21 Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22 Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23 Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26 Bogel Muncul!!
27 Bogel Sakti!!
28 Pulang
29 Rahasia Bogel
30 Kitab Iblis
31 Klimaks Cerita?
32 Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33 Masih Lanjut Kok Ceritanya
34 Setan Wanita Berkebaya Merah
35 Sosok Misterius
36 Memoar
37 Teror Ghendruwo
38 Babat Alas
39 Teror Ghendruwo Lagi
40 Setan Bar-Bar
41 Setan Bar-Bar. 2
42 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49 Ritual Jailangkung
50 Kuntilanak. 1
51 Kuntilanak. 2
52 Kuntilanak. 3
53 Kuntilanak. 4
54 Kuntilanak. 5
55 Mati?
56 Kuntilanak. 6
57 Kuntilanak. 7
58 Kuntilanak. 8
59 Kuntilanak. 9
60 Iler Kuntilanak
61 Sapi Penasaran Reborn
62 Kuntilanak Nangis
63 Santet
64 Santet. 2
65 Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66 Ghendruwo
67 Hantu Rumah Belanda
68 Siluman Kucing
69 Kuntilanak Return
70 Riyono Di Culik Kuntilanak
71 Akhir Dari Sang Kuntilanak
72 Maling Katok
73 Desas-desus Pocong
74 Pocong Apa Pocong?
75 Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76 Wat Gawat
77 Keranda Mayat Bergoyang
78 Kuntilanak Merah
79 Teror Pocong
80 Salah Lihat?
81 Efi Kenapa?
82 Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83 Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84 Pagebluk
85 Pagebluk. 2
86 Pagebluk. 3
87 Pagebluk. 4
88 Time Skip
89 Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90 Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91 Legenda Kampung Ba'an
92 Makam Keluarga
93 Tragedi Di Kampung Ba'an
94 Dukun Santet
95 Salam Terakhir Dari Angga
96 Setan Dukun Santet Meneror. 1
97 Setan Dukun Santet Meneror. 2
98 Setan Dukun Santet Meneror. 3
99 Setan Dukun Santet Meneror. 4
100 Sleep Walker Alias Ngelindur
101 Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102 Makam Keramat
103 Teror Di Rumah Belanda. 1
104 Teror Di Rumah Belanda. 2
105 Teror Di Rumah Belanda. 3
106 Teror Di Rumah Belanda. 4
107 Teror Di Rumah Belanda. 5
108 Teror Di Rumah Belanda. 6
109 Rehat Bentar Horor-hororan nya
110 Poltergeist. 1
111 Poltergeist. 2
112 Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118 Darah Haid Pertama. 1
119 Darah Haid Pertama. 2
120 Darah Haid Pertama. 3
121 Darah Haid Pertama. 4
122 Darah Haid Pertama. 5
123 Darah Haid Pertama. 6
124 Darah Haid Pertama. 7
125 Darah Haid Pertama. 8
126 Darah Haid Pertama. 9
127 Kenyataan Yang Menyakitkan
128 Kutukan Berakhir
129 Salam Terakhir
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Sapi Penasaran
2
Setan Kemamang
3
Itu Efi Bukan?
4
Itu Efi Bukan? 2
5
Itu Efi Bukan? 3
6
Tindihan
7
Ke kota
8
Kesurupan
9
Kesurupan. 2
10
Pramuka
11
Cerita Horor Di Perkemahan
12
Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15
Glundung Pringis
16
Glundung Pringis. 2
17
Legenda Kereta Kencana
18
Tragedi
19
Bogel Menghilang
20
Bogel Menghilang. 2
21
Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22
Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23
Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26
Bogel Muncul!!
27
Bogel Sakti!!
28
Pulang
29
Rahasia Bogel
30
Kitab Iblis
31
Klimaks Cerita?
32
Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33
Masih Lanjut Kok Ceritanya
34
Setan Wanita Berkebaya Merah
35
Sosok Misterius
36
Memoar
37
Teror Ghendruwo
38
Babat Alas
39
Teror Ghendruwo Lagi
40
Setan Bar-Bar
41
Setan Bar-Bar. 2
42
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49
Ritual Jailangkung
50
Kuntilanak. 1
51
Kuntilanak. 2
52
Kuntilanak. 3
53
Kuntilanak. 4
54
Kuntilanak. 5
55
Mati?
56
Kuntilanak. 6
57
Kuntilanak. 7
58
Kuntilanak. 8
59
Kuntilanak. 9
60
Iler Kuntilanak
61
Sapi Penasaran Reborn
62
Kuntilanak Nangis
63
Santet
64
Santet. 2
65
Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66
Ghendruwo
67
Hantu Rumah Belanda
68
Siluman Kucing
69
Kuntilanak Return
70
Riyono Di Culik Kuntilanak
71
Akhir Dari Sang Kuntilanak
72
Maling Katok
73
Desas-desus Pocong
74
Pocong Apa Pocong?
75
Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76
Wat Gawat
77
Keranda Mayat Bergoyang
78
Kuntilanak Merah
79
Teror Pocong
80
Salah Lihat?
81
Efi Kenapa?
82
Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83
Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84
Pagebluk
85
Pagebluk. 2
86
Pagebluk. 3
87
Pagebluk. 4
88
Time Skip
89
Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90
Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91
Legenda Kampung Ba'an
92
Makam Keluarga
93
Tragedi Di Kampung Ba'an
94
Dukun Santet
95
Salam Terakhir Dari Angga
96
Setan Dukun Santet Meneror. 1
97
Setan Dukun Santet Meneror. 2
98
Setan Dukun Santet Meneror. 3
99
Setan Dukun Santet Meneror. 4
100
Sleep Walker Alias Ngelindur
101
Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102
Makam Keramat
103
Teror Di Rumah Belanda. 1
104
Teror Di Rumah Belanda. 2
105
Teror Di Rumah Belanda. 3
106
Teror Di Rumah Belanda. 4
107
Teror Di Rumah Belanda. 5
108
Teror Di Rumah Belanda. 6
109
Rehat Bentar Horor-hororan nya
110
Poltergeist. 1
111
Poltergeist. 2
112
Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118
Darah Haid Pertama. 1
119
Darah Haid Pertama. 2
120
Darah Haid Pertama. 3
121
Darah Haid Pertama. 4
122
Darah Haid Pertama. 5
123
Darah Haid Pertama. 6
124
Darah Haid Pertama. 7
125
Darah Haid Pertama. 8
126
Darah Haid Pertama. 9
127
Kenyataan Yang Menyakitkan
128
Kutukan Berakhir
129
Salam Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!