Cerita Horor Di Perkemahan

1

“Suatu hari,” Udin memulai ceritanya. “karena bapakku capek seharian menarik dokar, saat pulang bapak memintaku ‘idek-ikek’ punggungnya. (Menginjak-injak) salah satu terapi khas Jawa kuno, semacam pijat tapi menggunakan kaki.

‘Din, idek-idek in bapak.’ saat tau aku berada di rumah.

‘Wani piro? (Berani berapa?- maksudnya setelah melakukan hal yang disuruh tadi yang menyuruh berani kasih ongkos berapa.-‘

‘Sak pinta mu wes.’ Jawab bapak sehingga membakar semangatku.

Saat itu pun aku langsung melaksanakan perintah bapak tanpa banyak cing-cong lagi. Nah, barusan saja mulai idek-idek bapak, rasanya kakiku sangat geli sekali. Aku pun berlarian naik turun punggung bapak.

‘Haduh, disuruh idek-idek malah lari-lari. Yang benar donk kalau disuruh.’ Protes bapakku.

Ternyata yang menggelitik kakiku itu tuyul-tuyul, wujudnya mirip anak kecil, tapi tubuhnya sangat kecil-kecil, seukuran genggaman orang dewasa. Beberapa dia antaranya mempunyai mulut horizontal, mata satu, dan ada pula yang memiliki dua mulut. Tubuh mereka transparan.

‘Ini pak, anak-anak ini lho lagi menggelitik i kakiku.’ Jawabku.

‘Anak-anak siapa?’ jawab bapak lagi. ‘Jangan bercanda, kalau di suruh itu lakukan yang benar.’

Setelah itu, karena tuyul-tuyul itu masih saja terus menggelitik, aku pun kabur ke kamar dan tidur. Besoknya aku di marahin habis-habisan sama bapak.”

“Cuma begitu doank?” Protes Erni ke Udin. “Kalau cerita itu yang seru donk, seperti Riyon saat bercerita.”

“Bener nih,” Jawab Angga.

“Iya-iya. Di cerita selanjutnya tak bikin seperti cerita-cerita Riyono, awas kalau kalian ga mendengarkan.” Dan Udin pun langsung melanjutkan ke kisah selanjutnya.

“Suatu hari setelah pulang sekolah, saat itu suasana panas sekali. Aku pergi ke sungai Lanang, disana sepi hanya ada beberapa orang yang ada dia sana. Walaupun sendirian, yah karena gerah karena suasana sangat panas aku lantas mandi sendirian.

Saat berenang di bawah tanggul, aku lihat sekilas di atas ada seseorang perempuan. Dia seumuran kita, tapi penampilannya aneh. Rambutnya bewarna kuning keemasan, dia Cuma terlihat sekilas jadi aku cuma menganggap itu halusinasi saja, jadi aku pun lanjut berenang.

Ga lama setelah itu saat aku masih di dalam sungai, tiba-tiba saja ada yang menarik kakiku. Dia menyeret ku kedalam sungai, sehingga aku hampir tenggelam. Ternyata, yang menarik kakiku itu anak perempuan tadi.”

DI sini, cerita udin berhenti sesaat karena dia mengambil singkong untuk di bakar. Aku jadi teringat tentang Elly di dalam mimpiku. Ciri-ciri mereka sama persis Aku pun jadi sedikit merinding. Dan beruntungnya yang di alami oleh Udin, hanya aku alami dalam mimpi. Elly, Elly teman imajinasinya Erni, adikku. Apakah dia beneran ada atau hanya halusinasi Udin dan juga hanya mimpiku saja. Pikiranku berkecamuk.

2

Setelah udin mengambil singkong, dia pun melanjutkan ceritanya.

“Setelah itu, aku pulang. Yah mungkin karena habis panas-panasan terus langsung mandi, aku masuk angin.

Sesampainya di rumah , aku langsung rebahan di kamar. Dan aku yakin seyakin-yakinnya aku tidak tertidur. Aku rebahan saja, saat aku melihat ke atap rumahku, karena rumahku tidak ada plafonan nya jadi yang terlihat itu usuk yang di pakai menata genting.

Lambat laun, jejeran usuk itu berubah bentuk, mula mula seperti orang berbaris, tapi lama-kelamaan berubah menjadi menyeramkan.”

“Menyeramkan gimana?” Tanya Angga.

“Awalnya kan cuma bentuk orang biasa, lama kelamaan berubah menjadi setan. Ada yang mukanya hancur, ada yang tidak punya kepala, ada pula sosok pocong.” Jawab Udin. “Karena takut, aku berteriak memanggil emakku. Aku cerita ke dia apa yang ku alami barusan. Katanya aku Cuma mimpi, tapi aku yakin 100% deh kalau aku tidak tertidur saat itu.” Dan Udin diam cukup lama, seolah-olah mengingat sesuatu.

“Terus masi ada kelanjutannya?” Tanya ku.

“Kayaknya itu dulu, masih ada yang mengganjal. Aku coba ingat-ingat dulu.”

“Kalau aku.” Angga mulai bercerita. “Aku pernah juga mengalami sesuatu ang tidak masuk akal.

Di belakang rumahku ada sumur tua, kapan-kapan kalian lihat sendiri deh. Karena rumahku punya kamar mandi terpisah dari ruang utama, aku kalau mau pipis atau mandi mesti keluar rumah dulu. Jarak antara kamar mandi sama ruang utama sekitaran sepuluh meter. Saat keluar menuju kesana, yang terlihat itu sumurnya dulu.

Dua minggu kemarin kan pas malam hari ada hujan cukup lebat. Aku kebelet pipis, karena hujan aku berencana pipis di belakang rumah, ga pergi ke kamar mandi. Pas aku buka pintu belakang yang menuju kamar mandi, didekat sumur ada sosok tinggi besar, berbulu hitam pekat. Matanya berwarna merah, juga ada gigi taring dari atas ke bawah dan sebaliknya. Taringnya besar banget lho. Karena ketakutan setengah mati, aku jadi pipis di celana.”

Mendengar itu, kita langsung tertawa terbahak-bahak.

“Cuma gitu aja?” Giliran aku yang memprotes. “Masa ga ada yang lain?”

“Ya yang ada Cuma itu sih, mau gimana lagi?”

“Wah ga seru kamu Ngga. Tadi aku cerita dikit, kamu nya protes. Giliran kamu yang cerita, eh ceritanya Cuma sak crit.” Udin juga protes.

“Yee, mau gimana lagi. Aku kan bukan Riyono, jadi jangan protes donk. Kalau kamu Ef.?” Angga mengalihkan pembicaraan.

“Eh, anu.. gini.” Dan Efi pun bercerita sama persis dengan cerita yang dia ceritakan dulu. “Tapi ada lagi lho.” Kata dia melanjutkan. “Saat selesai mandi, aku kan dandan menghadap cermin. Kadang-kadang, pas aku tidak melihat langsung ke arah cermin, bayanganku yang terpantul kadang-kadang terasa aneh.”

“Terasa aneh gimana.?” Tanya Udin.

“Iya, gini. Ada kalanya saat aku melihat ke arah bawah atau samping, aku merasa bayanganku itu tetap mengarah ke aku, seperti memperhatikan gitu. Pernah juga saat-saat aku dan keluarga sedang nongkrong di teras, emakku suka sering melihat ke arah Pohon ringin kembar di kelurahan. Suatu waktu, karena penasaran, aku menoleh ke arah yang di lihat emak. Bayangkan deh apa yang ku lihat?” Dari sini Efi diam untuk mendengar jawaban kami.

“Kemamang?” Jawab Angga.

“Sapi penasaran?” Jawab Udin.

“Bukan, kalian salah semua. Kalo kamu Yon? Jawaban kamu apa?” Efi menoleh ke arahku.

Awalnya aku mau menjawab yang dia lihat itu apa, Efa. Kakak perempuan Efi. Tapi karena aku sudah berjanji pada ibuku untuk tidak bercerita hal itu pada siapapun. Aku pun menjawab tidak tahu.

Mendengar jawabanku, Efi langsung melanjutkan ceritanya.

“Yang aku lihat itu sosok perempuan berbaju putih bernoda lumpur, dan yang lebih mengagetkanku, perempuan itu, itu adalah aku sendiri!”

Aku langsung menelan ludah, niat hati mau cerita tapi aku masih bisa menahannya. Tapi, suatu hari, janji tinggal janji......

“Serius Ef?” Kata Udin dengan nada tidak percaya.

“Serius aku.”

“Kamu yang satunya lagi itu, dia sedang apa?” Tanyaku.

“Dia Cuma berdiri menatap keluargaku, lama banget. Aku mau tanya ke bapak atau emak, aku ga berani.”

“Kenapa?”

“Yah, karena sorot matanya itu mengerikan. Seolah-olah berbicara dan mengancam ‘awas kau, awas kau’ gitu. Aku ga mau cerita, takut di bilang anak aneh.”

Kami diam cukup lama. Malam semakin gelap, angin bertiup kencang, kabut mulai turun, hawa pun semakin dingin.

Saat kami merasa ngeri sendiri-sendiri, Bogel yang sedari tadi duduk di bawah pohon, dan karena jarak cukup jauh dari kami. Kami lupa sama sekali sama dia. Tiba-tiba dia berbicara cukup kencang sehingga mengagetkan kami.

“Aku juga pernah.”

“Waaaaah!!!” Teriak kami barengan.

“Eh, kampret. Ngapain kau duduk disana. Mana pas lagi tegang-tegangnya kamu bicara, bikin kaget aja. Sini donk ngumpul.” Kata ku.

“Oh, sekarang kalian jadi ingat aku ya?” Mendengar itu kami jadi salah tingkah.

“Eh, anu, bukan gitu Gel.” Jawabku.

“Ah sudahlah, aku memang teman yang gak di anggap kok. Aku sudah terbiasa, dari dulu juga begitu. Ya, kan? ya kan? Ya kan?”

“Hahahaha. Sudah lah, sini ngumpul. Ceritakan kisahmu juga.” Aku bicara cukup canggung. Ini anak emang hawa kehadirannya memang tidak terasa sama sekali.

“Iya Gel, sini gabung sini.” Kata Efi. “Aku penasaran sama cerita mu.”

Bogel akhirnya bergabung dengan kami.

Terpopuler

Comments

ga ada julid malamnya ya?

2024-11-29

2

lihat semua
Episodes
1 Sapi Penasaran
2 Setan Kemamang
3 Itu Efi Bukan?
4 Itu Efi Bukan? 2
5 Itu Efi Bukan? 3
6 Tindihan
7 Ke kota
8 Kesurupan
9 Kesurupan. 2
10 Pramuka
11 Cerita Horor Di Perkemahan
12 Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15 Glundung Pringis
16 Glundung Pringis. 2
17 Legenda Kereta Kencana
18 Tragedi
19 Bogel Menghilang
20 Bogel Menghilang. 2
21 Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22 Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23 Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26 Bogel Muncul!!
27 Bogel Sakti!!
28 Pulang
29 Rahasia Bogel
30 Kitab Iblis
31 Klimaks Cerita?
32 Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33 Masih Lanjut Kok Ceritanya
34 Setan Wanita Berkebaya Merah
35 Sosok Misterius
36 Memoar
37 Teror Ghendruwo
38 Babat Alas
39 Teror Ghendruwo Lagi
40 Setan Bar-Bar
41 Setan Bar-Bar. 2
42 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49 Ritual Jailangkung
50 Kuntilanak. 1
51 Kuntilanak. 2
52 Kuntilanak. 3
53 Kuntilanak. 4
54 Kuntilanak. 5
55 Mati?
56 Kuntilanak. 6
57 Kuntilanak. 7
58 Kuntilanak. 8
59 Kuntilanak. 9
60 Iler Kuntilanak
61 Sapi Penasaran Reborn
62 Kuntilanak Nangis
63 Santet
64 Santet. 2
65 Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66 Ghendruwo
67 Hantu Rumah Belanda
68 Siluman Kucing
69 Kuntilanak Return
70 Riyono Di Culik Kuntilanak
71 Akhir Dari Sang Kuntilanak
72 Maling Katok
73 Desas-desus Pocong
74 Pocong Apa Pocong?
75 Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76 Wat Gawat
77 Keranda Mayat Bergoyang
78 Kuntilanak Merah
79 Teror Pocong
80 Salah Lihat?
81 Efi Kenapa?
82 Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83 Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84 Pagebluk
85 Pagebluk. 2
86 Pagebluk. 3
87 Pagebluk. 4
88 Time Skip
89 Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90 Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91 Legenda Kampung Ba'an
92 Makam Keluarga
93 Tragedi Di Kampung Ba'an
94 Dukun Santet
95 Salam Terakhir Dari Angga
96 Setan Dukun Santet Meneror. 1
97 Setan Dukun Santet Meneror. 2
98 Setan Dukun Santet Meneror. 3
99 Setan Dukun Santet Meneror. 4
100 Sleep Walker Alias Ngelindur
101 Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102 Makam Keramat
103 Teror Di Rumah Belanda. 1
104 Teror Di Rumah Belanda. 2
105 Teror Di Rumah Belanda. 3
106 Teror Di Rumah Belanda. 4
107 Teror Di Rumah Belanda. 5
108 Teror Di Rumah Belanda. 6
109 Rehat Bentar Horor-hororan nya
110 Poltergeist. 1
111 Poltergeist. 2
112 Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118 Darah Haid Pertama. 1
119 Darah Haid Pertama. 2
120 Darah Haid Pertama. 3
121 Darah Haid Pertama. 4
122 Darah Haid Pertama. 5
123 Darah Haid Pertama. 6
124 Darah Haid Pertama. 7
125 Darah Haid Pertama. 8
126 Darah Haid Pertama. 9
127 Kenyataan Yang Menyakitkan
128 Kutukan Berakhir
129 Salam Terakhir
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Sapi Penasaran
2
Setan Kemamang
3
Itu Efi Bukan?
4
Itu Efi Bukan? 2
5
Itu Efi Bukan? 3
6
Tindihan
7
Ke kota
8
Kesurupan
9
Kesurupan. 2
10
Pramuka
11
Cerita Horor Di Perkemahan
12
Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15
Glundung Pringis
16
Glundung Pringis. 2
17
Legenda Kereta Kencana
18
Tragedi
19
Bogel Menghilang
20
Bogel Menghilang. 2
21
Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22
Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23
Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26
Bogel Muncul!!
27
Bogel Sakti!!
28
Pulang
29
Rahasia Bogel
30
Kitab Iblis
31
Klimaks Cerita?
32
Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33
Masih Lanjut Kok Ceritanya
34
Setan Wanita Berkebaya Merah
35
Sosok Misterius
36
Memoar
37
Teror Ghendruwo
38
Babat Alas
39
Teror Ghendruwo Lagi
40
Setan Bar-Bar
41
Setan Bar-Bar. 2
42
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49
Ritual Jailangkung
50
Kuntilanak. 1
51
Kuntilanak. 2
52
Kuntilanak. 3
53
Kuntilanak. 4
54
Kuntilanak. 5
55
Mati?
56
Kuntilanak. 6
57
Kuntilanak. 7
58
Kuntilanak. 8
59
Kuntilanak. 9
60
Iler Kuntilanak
61
Sapi Penasaran Reborn
62
Kuntilanak Nangis
63
Santet
64
Santet. 2
65
Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66
Ghendruwo
67
Hantu Rumah Belanda
68
Siluman Kucing
69
Kuntilanak Return
70
Riyono Di Culik Kuntilanak
71
Akhir Dari Sang Kuntilanak
72
Maling Katok
73
Desas-desus Pocong
74
Pocong Apa Pocong?
75
Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76
Wat Gawat
77
Keranda Mayat Bergoyang
78
Kuntilanak Merah
79
Teror Pocong
80
Salah Lihat?
81
Efi Kenapa?
82
Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83
Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84
Pagebluk
85
Pagebluk. 2
86
Pagebluk. 3
87
Pagebluk. 4
88
Time Skip
89
Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90
Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91
Legenda Kampung Ba'an
92
Makam Keluarga
93
Tragedi Di Kampung Ba'an
94
Dukun Santet
95
Salam Terakhir Dari Angga
96
Setan Dukun Santet Meneror. 1
97
Setan Dukun Santet Meneror. 2
98
Setan Dukun Santet Meneror. 3
99
Setan Dukun Santet Meneror. 4
100
Sleep Walker Alias Ngelindur
101
Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102
Makam Keramat
103
Teror Di Rumah Belanda. 1
104
Teror Di Rumah Belanda. 2
105
Teror Di Rumah Belanda. 3
106
Teror Di Rumah Belanda. 4
107
Teror Di Rumah Belanda. 5
108
Teror Di Rumah Belanda. 6
109
Rehat Bentar Horor-hororan nya
110
Poltergeist. 1
111
Poltergeist. 2
112
Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118
Darah Haid Pertama. 1
119
Darah Haid Pertama. 2
120
Darah Haid Pertama. 3
121
Darah Haid Pertama. 4
122
Darah Haid Pertama. 5
123
Darah Haid Pertama. 6
124
Darah Haid Pertama. 7
125
Darah Haid Pertama. 8
126
Darah Haid Pertama. 9
127
Kenyataan Yang Menyakitkan
128
Kutukan Berakhir
129
Salam Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!