Ke kota

1

Jam sembilan pagi, kami sekeluarga berangkat ke makam om Prapto, karena di desaku masih belum ada transportasi yang masuk, kita harus berjalan kaki dulu ke perbatasan desa Mulyorejo dan Tebo Utara. Perbatasan di tandai oleh jurang yang lebarnya sekitar 20 meter, dan di hubungkan oleh jembatan gantung dari kayu dan bambu. Tinggi jurang sekitar 70-100 meter, dan ini pertama kalinya aku melewati jembatan tersebut seumur hidupku.

Tebo Utara itu dari arah ke sekolahku, kami masih terus ke arah timur, di sana ada pertigaan jalan, yang lurus ke desa Tebo selatan, ke kiri masih desa Mulyorejo, dan sebelum jembatan persis, ada tikungan ke kanan menuju Tebo Tengah. Di Tebo selatan ada rumah Mbah Di, tempat Erni menginap beberapa hari yang lalu.

Baru di desa Tebo Utara itulah tranportasi bisa di akses, cuma delman saja sih yang ada. Ada dua jenis delman, Dokar (di tarik kuda) dan Cikar (di tarik sapi). Itu nama di tempat ku sih, ga tau kalo di tempat kalian namanya apa. Andong tidak ada, dan kami naik Dokar.

Aku dan Erni bersemangat sekali, karena ini pengalaman pertama kalinya kami ke kota. Di atas Dokar kita berdua bernyanyi sepanjang perjalanan. "Pada hari kamis kuturut ayah ke kota..." ( Lagu anak-anak tentang naik delman, kalian tau kok).

Duaratus meter kami naik Dokar, di depan ada tanda perbatasan desa lagi. Kami masuk desa bandulan, dan disini lebih ramai lagi. Ada bangunan cukup besar di pinggir jalan, sebelah kiri.

"Itu pabrik rokok." Kata bapak saat melihat aku dan Erni melongo karena takjub. Baru pertama kali aku lihat bangunan sebesar itu sebelumnya.

Satu kilometer berikutnya ada pertigaan jalan, kami berbelok ke kanan. Jalan ke kiri kecil, hanya bisa di lalui pejalan kaki dan sepeda ontel. "Kesana ke desa pandan." Bapak menunjuk ke arah jalan kecil itu. Kita pun lanjut terus.

Di ujung jalan ada turunan dan tanjakan yang cukup terjal, di tengah-tengahnya ada jembatan beton yang lumayan besar. Dan di tengah tanjakan ada belokan ke kanan, kita kesana dan jalan masih menanjak lagi. Setelah belok ke kiri sedikit, karena di ujung sebelum belokan ada rimbunan pohon besar. Setelah itu di sebelah kanan terlihat kompleks pemakaman yang sangat luas. Kita berhenti di depan gerbang pemakaman dan turun.

Pemakaman itu tepat di atas jurang yang sangat panjang, dari kiri ke kanan ada sekitar satu kilo meteran, tapi di sebelah kiri ada lapangan bola. Dan kanan ada pedesaan yang cukup padat penduduk. Kiri arah Utara dan kanan atas selatan. Jadi kami menghadap ke arah barat. Kami pun mencari kuburan om Prapto.

Pemandangan ini pernah aku lihat. Hampir mirip. Sebelah barat ada jurang, dan timur ada sungai kecil. Ya sama persis di mimpiku kemarin lusa. Yang membedakan, di arah barat terlihat gunung yang sangat indah gunung Kawi, atau di kenal juga sebagai gunung putri tidur. Karena bentuknya mirip perempuan sedang tidur. Di mimpiku tidak ada. Dan di timur yang membedakan adalah jalan setapak di sebelah sungai kecil itu. Lapangan bola dan desa di kanan kiri itu di mimpiku itupun tidak ada.

Tepat dimana om Prapto berdiri di mimpiku, disana lah kuburan beliau berada. Kami berdoa. Mendoakan beliau mendapat tempat yang layak disisi-Nya.

2

"Lho, Harianto?" Ibu-ibu dengan perawakan pendek dan bertubuh subur menyapa bapakku.

"Eh, lho. Siapa ya?" Jawab bapak.

"Masak lupa sama aku? Ini aku teman sekolah kamu. Luluk."

"Luluk? Ah. Yang pindah ke Makasar kan.?" Akhirnya bapak ingat sama temannya itu. "Kok sudah di malang lagi? Kapan baliknya? Sekarang tinggal di mana?" Dan beberapa pertanyaan lainya di lontarkan bapak.

Karena bosen, aku dan Erni main ke lapangan sepak bola. Main kejar-kejaran dan lain-lain. Beberapa menit kemudian, segerombolan orang dewasa masuk ke lapangan dan mereka main sepak bola. Kami pun minggir karena kalah pamor, eh..

"Yon, Er. Sini bentar." Panggil bapak. "Perkenalkan ini anaknya Bu Luluk. Roy Mattalatta." Bapak memperkenalkan anak seusiaku.

"Roy matilata? Saat aku ngomong 'matilata (mati\= meninggal. Lata\= terkejut / mati karena terkejut). Aku langsung si jitak bapak.

"Sembarang kamu kalo ngomong." Kata bapak setelah menjitak ku. "Roy, ini Riyono. Anaknya om." Bapak memperkenalkan aku.

"Salam." Jawab Roy. Sepertinya dia ga mengerti omonganku barusan.

"Salam." Jawabku. Bapak melanjutkan obrolannya, lantas aku dan Roy pun bermain di pinggir lapangan. Kami menemukan sesuatu yang mirip bola, benda itu penuh lumpur. Tapi kami masa bodoh, dan kami jadikan bola sepak.

3

Kami mampir ke rumahnya Bu Luluk. Rumahnya bagus, belantai dua bergaya Belanda. Ada dua obor besar di gerbang rumahnya, dan di depan rumah, ada taman yang cukup luas. Ada beberapa tanaman, adas, puring, dan pisang pisangan. Jalan menuju pintu depannya itu berupa batu-bata merah yang di tata sedemikian rupa sehingga terlihat sangat bagus.

Kami masuk ke dalam. Ruang tamunya hebat, perabotannya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, dindingnya berwarna merah dan ada motifnya.

"Ini suamiku, Edwin Mattalatta." Bu Luluk memperkenalkan suaminya.

"Salam. Aku Harianto, teman sekolah Luluk, dan ini istriku, Hartanti. Dan ini.... Ini.." bapak memperkenalkan keluarganya.

Setelah perkenalan itu, kami di suruh duduk di ruang tamu. Dan suguhan pun berdatangan.

Tak sadar karena keasyikan ngobrol. Adzan berkumandang, dikiranya masih Ashar, ternyata sudah Maghrib. Dikarenakan ruang tamu itu sangat terang, ada beberapa lampu gantung menyala. Bentuknya aneh buatku, rumbai-rumbai, dan kecil-kecil.

"Wah sepertinya sudah terlalu malam pak Harianto." Kata pak Edwin ke bapak.

"Benar, ga sadar tau-tau sudah malam." Jawab bapak. "Kalau begitu kami pamit pulang ya."

"Lho jangan, kalian menginap saja disini." Kata Bu Luluk. "Jam segini kan sudah tidak ada delman ke arah rumah kalian."

"Wah ga enak Luk. Mending kami menginap di rumah kerabat saja." Kata bapak. "Di Kasin masih ada saudara, jalan kaki cuma butuh 15menitan dari sini."

Dan singkat cerita, kami berpamitan. Dan kami berjalan menuju ke Kasin, arahnya pas di tanjakan tadi kan belok ke kanan. Kalau kasin itu lurus.

Di tengah perjalanan kami mampir ke warung, kita makan rawon. Alhamdulillah, sudah lama ga makan enak. Jarang-jarang aku bisa makan daging, apa lagi daging sapi. Sruup mantap.

"Mau minum apa?" Tanya penjual.

"Aku kopi, ibu? Teh hangat? Teh hangat dua. Kamu Yon?" Tanya bapak. Didepanku ada botol sirup rasa jeruk. Aku menunjuk itu. "Oh itu? Sama limonnya satu"

Karena haus aku pun segera meminum sirup itu. Minuman itu terasa sangat aneh, seperti banyak semut yang menggigit di dalam mulut. Lantas aku berteriak.

"Haduh, haduh, haduh. Ini minuman apa sih? Kok banyak semut nya." Mendengar itu bapak sama ibu malah tertawa terbahak-bahak.

"Itu namanya minuman soda Yon." Kata bapak.

Jujur deh kalian hai para pembaca yang Budiman. Saat pertama kali minum minuman soda, kalian pun juga kaget seperti aku tadi kan? Hehehee.

4

Rahmat Putra Zimen nama panggilannya gimen. Nama kerabat kami, kerabat dari ibuku. Setelah menjelaskan kenapa kami mau numpang menginap, kami di sambut hangat sama dia.

Obrolannya sama bapak ibu, aku tidak paham samasekali. Jadi yang kulakukan hanyalah duduk mengantuk sambil memeluk Erni.

"Kayaknya kalian sudah terlalu capek, lebih baik kalian segera tidur." Kata pak Gimen.

Dan  di antarlah kami ke kamar yang kebetulan saat itu kosong. Karena beberapa saat yang lalu, pemilik kamar itu -(anaknya)- sudah menikah dan punya rumah sendiri. Pak Gimen sekarang tinggal sendirian.

Karena selama ini aku tinggal di desa, aku tidak paham yang namanya barang elektronik, bohlam dan sebagainya. Maka dari itu saat aku di suruh mematikan lampu. Lampu itu aku tipu-tipu seperti aku mematikan lampu templek. Dan kebetulan lampu bohlam itu di tempel di dinding, aku naik kursi untuk mencapainya.

"Pak, Lampunya kok ga mati mati sih." Kataku masih sambil meniup lampu bohlam itu.

"Halah, gitu aja ga bisa." Kata bapak sambil ancang-ancang menekan saklar lampu. "Gini lho. Fuh.!" Sekali tiup sambil menekan saklar, Lampunya pun mati.

Aku bengong lama, dan bapak ibu cekikikan bareng.

Terpopuler

Comments

Antoni Indri

Antoni Indri

otor lahir taun 52? mak gw aje lahir taun 60.
kudu manggil mbah donk😂

2025-03-16

1

bentar, aku coba bayangin bentar, gimana wajah bodohnya Riyono saat di kerjain bapaknya. 😂😂😂😂

2024-11-28

3

lihat semua
Episodes
1 Sapi Penasaran
2 Setan Kemamang
3 Itu Efi Bukan?
4 Itu Efi Bukan? 2
5 Itu Efi Bukan? 3
6 Tindihan
7 Ke kota
8 Kesurupan
9 Kesurupan. 2
10 Pramuka
11 Cerita Horor Di Perkemahan
12 Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15 Glundung Pringis
16 Glundung Pringis. 2
17 Legenda Kereta Kencana
18 Tragedi
19 Bogel Menghilang
20 Bogel Menghilang. 2
21 Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22 Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23 Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26 Bogel Muncul!!
27 Bogel Sakti!!
28 Pulang
29 Rahasia Bogel
30 Kitab Iblis
31 Klimaks Cerita?
32 Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33 Masih Lanjut Kok Ceritanya
34 Setan Wanita Berkebaya Merah
35 Sosok Misterius
36 Memoar
37 Teror Ghendruwo
38 Babat Alas
39 Teror Ghendruwo Lagi
40 Setan Bar-Bar
41 Setan Bar-Bar. 2
42 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49 Ritual Jailangkung
50 Kuntilanak. 1
51 Kuntilanak. 2
52 Kuntilanak. 3
53 Kuntilanak. 4
54 Kuntilanak. 5
55 Mati?
56 Kuntilanak. 6
57 Kuntilanak. 7
58 Kuntilanak. 8
59 Kuntilanak. 9
60 Iler Kuntilanak
61 Sapi Penasaran Reborn
62 Kuntilanak Nangis
63 Santet
64 Santet. 2
65 Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66 Ghendruwo
67 Hantu Rumah Belanda
68 Siluman Kucing
69 Kuntilanak Return
70 Riyono Di Culik Kuntilanak
71 Akhir Dari Sang Kuntilanak
72 Maling Katok
73 Desas-desus Pocong
74 Pocong Apa Pocong?
75 Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76 Wat Gawat
77 Keranda Mayat Bergoyang
78 Kuntilanak Merah
79 Teror Pocong
80 Salah Lihat?
81 Efi Kenapa?
82 Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83 Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84 Pagebluk
85 Pagebluk. 2
86 Pagebluk. 3
87 Pagebluk. 4
88 Time Skip
89 Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90 Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91 Legenda Kampung Ba'an
92 Makam Keluarga
93 Tragedi Di Kampung Ba'an
94 Dukun Santet
95 Salam Terakhir Dari Angga
96 Setan Dukun Santet Meneror. 1
97 Setan Dukun Santet Meneror. 2
98 Setan Dukun Santet Meneror. 3
99 Setan Dukun Santet Meneror. 4
100 Sleep Walker Alias Ngelindur
101 Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102 Makam Keramat
103 Teror Di Rumah Belanda. 1
104 Teror Di Rumah Belanda. 2
105 Teror Di Rumah Belanda. 3
106 Teror Di Rumah Belanda. 4
107 Teror Di Rumah Belanda. 5
108 Teror Di Rumah Belanda. 6
109 Rehat Bentar Horor-hororan nya
110 Poltergeist. 1
111 Poltergeist. 2
112 Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118 Darah Haid Pertama. 1
119 Darah Haid Pertama. 2
120 Darah Haid Pertama. 3
121 Darah Haid Pertama. 4
122 Darah Haid Pertama. 5
123 Darah Haid Pertama. 6
124 Darah Haid Pertama. 7
125 Darah Haid Pertama. 8
126 Darah Haid Pertama. 9
127 Kenyataan Yang Menyakitkan
128 Kutukan Berakhir
129 Salam Terakhir
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Sapi Penasaran
2
Setan Kemamang
3
Itu Efi Bukan?
4
Itu Efi Bukan? 2
5
Itu Efi Bukan? 3
6
Tindihan
7
Ke kota
8
Kesurupan
9
Kesurupan. 2
10
Pramuka
11
Cerita Horor Di Perkemahan
12
Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15
Glundung Pringis
16
Glundung Pringis. 2
17
Legenda Kereta Kencana
18
Tragedi
19
Bogel Menghilang
20
Bogel Menghilang. 2
21
Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22
Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23
Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26
Bogel Muncul!!
27
Bogel Sakti!!
28
Pulang
29
Rahasia Bogel
30
Kitab Iblis
31
Klimaks Cerita?
32
Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33
Masih Lanjut Kok Ceritanya
34
Setan Wanita Berkebaya Merah
35
Sosok Misterius
36
Memoar
37
Teror Ghendruwo
38
Babat Alas
39
Teror Ghendruwo Lagi
40
Setan Bar-Bar
41
Setan Bar-Bar. 2
42
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49
Ritual Jailangkung
50
Kuntilanak. 1
51
Kuntilanak. 2
52
Kuntilanak. 3
53
Kuntilanak. 4
54
Kuntilanak. 5
55
Mati?
56
Kuntilanak. 6
57
Kuntilanak. 7
58
Kuntilanak. 8
59
Kuntilanak. 9
60
Iler Kuntilanak
61
Sapi Penasaran Reborn
62
Kuntilanak Nangis
63
Santet
64
Santet. 2
65
Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66
Ghendruwo
67
Hantu Rumah Belanda
68
Siluman Kucing
69
Kuntilanak Return
70
Riyono Di Culik Kuntilanak
71
Akhir Dari Sang Kuntilanak
72
Maling Katok
73
Desas-desus Pocong
74
Pocong Apa Pocong?
75
Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76
Wat Gawat
77
Keranda Mayat Bergoyang
78
Kuntilanak Merah
79
Teror Pocong
80
Salah Lihat?
81
Efi Kenapa?
82
Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83
Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84
Pagebluk
85
Pagebluk. 2
86
Pagebluk. 3
87
Pagebluk. 4
88
Time Skip
89
Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90
Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91
Legenda Kampung Ba'an
92
Makam Keluarga
93
Tragedi Di Kampung Ba'an
94
Dukun Santet
95
Salam Terakhir Dari Angga
96
Setan Dukun Santet Meneror. 1
97
Setan Dukun Santet Meneror. 2
98
Setan Dukun Santet Meneror. 3
99
Setan Dukun Santet Meneror. 4
100
Sleep Walker Alias Ngelindur
101
Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102
Makam Keramat
103
Teror Di Rumah Belanda. 1
104
Teror Di Rumah Belanda. 2
105
Teror Di Rumah Belanda. 3
106
Teror Di Rumah Belanda. 4
107
Teror Di Rumah Belanda. 5
108
Teror Di Rumah Belanda. 6
109
Rehat Bentar Horor-hororan nya
110
Poltergeist. 1
111
Poltergeist. 2
112
Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118
Darah Haid Pertama. 1
119
Darah Haid Pertama. 2
120
Darah Haid Pertama. 3
121
Darah Haid Pertama. 4
122
Darah Haid Pertama. 5
123
Darah Haid Pertama. 6
124
Darah Haid Pertama. 7
125
Darah Haid Pertama. 8
126
Darah Haid Pertama. 9
127
Kenyataan Yang Menyakitkan
128
Kutukan Berakhir
129
Salam Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!