Bogel Menghilang. 2

1

Persiapan pindahan sudah selesai, hanya menunggu jam yang sudah di tentukan bersama antara Pak Bejo dan Pak Ponijan. Kami datang tepat waktu, telat sedikit saja mereka sudah berangkat.

Pak Bejo memanggil anaknya itu saat kami datang berkunjung. Tapi, saat masuk kamarnya. Telah didapati bahwa Bogel sudah tidak ada di sana.

Beberapa anak pergi ke halaman belakang rumah. Mungkin, Bogel sudah baikan badannya, dan pergi kesana untuk mencari angin. Tapi dia tidak ada.

Akiranya, kita semua sepakat berpencar untuk mencari Bogel. Waktu keberangkatan sudah mepet. Bisa-bisanya dia malah keluyuran.

Aku satu tim dengan Dika, Angga dan Udin. Kami yang selalu bersama beranggapan bisa tahu dan segera menemukan Bogel. Kami menuju ke lokasi pertama, sungai Lanang. Nihil. Sawah depan kelurahan. Zonk. Ba’an. Tak nampak dia nya.

Hingga waktu menjelang sore kami kembali kerumah Bogel untuk mencari tahu apakah Bogel sudah pulang atau lainnya. Bogel belum pulang, dan tim pencarian yang lain pun pulang dengan tangan kosong.

Karena bujukan keluarga Pak Bejo dan Pak Ponijan, kami di suruh pulang. Mereka menunda keberangkatan menuju Ponorogo, dan akan mencari Bogel sendiri. Dan tim pencarian pun di bubarkan.

Karena sudah beberapa hari aku tidak pulang ke rumahku sendiri, aku pun berniat untuk mampir dulu sebentar kesana. Walapun rumah itu terbuat dri bilik bambu, beratap bocor, bocornya disana-sini pula. Akan tetapi rumah itulah tempat ternyaman bagiku saat melepas lelah setelah seharian bermain. :P

Tadi pas lewat depan rumah, saat ke sungai Lanang. Aku melihat Mas Andri sedang membersihkan halaman rumah. Tadi aku juga menyempatkan menyapa sebentar. Kelihatannya saat ini dia sudah selesai bersih-bersihnya. Dia sudah tidak di sana lagi.

Aku masuk ke rumahku. “Assalamuallaikum.”

“Waalaikumsalam.” Ternyata Masa Andri didalam rumah. “Tumben kamu pulang.”

“Hehee, kangen kamarku.”

“Oh, yang bau pesing ompol kamu itu?”

“Berisik ah, aku mau tidur siang. Capek barusan mencari Bogel.”

“Bogel ilang?”

“Iya, tadi pas mau ngucapin kata perpisahan. Kami teman sekelas Bogel mampir ke sana. Padahal sudah mau berangkat, eh Bogelnya malah ngilang.”

Saat aku bercerita sebentar itu tadi. Kudapati Mas Andri sudah molor di kursi. Kampret nih orang, tidak menghargai nafas adiknya sama sekali.

Aku pun menuju kamar, dan tidur. Aah, kamarku istanaku. Aku merindukan mu.

2

Sore harinya bapakku pulang, aku yang senang bukan kepalang langsung memeluknya untuk melepas rindu.

“Saudara ibumu meninggal.” Kata bapak sambil makan oleh-oleh dari Blitar. “Nanti malam bapak berangkat lagi. Aku pulang Cuma mau kasih kabar saja, dan meminta ijin cuti di perpanjang.”

“Nginap berapa hari lagi?” tanya Mas Andri.

“Mungkin seminggu, sampai tujuh harian orang meninggal.”

“Ok, ok. Nanti jadwal ronda kamu bisa aku gantiin.”

“Bagus lah, bapak biar ga terlalu sungkan sama pak lurah.”

“Banyak tragedi di desa, kalau mau menemui Pak Rawi, mendingan sekarang saja.”

“Tragedi?”

“Ya, kemarin lusa, anaknya Pak Ponijan pindahan dari Kota Ponorogo meninggal. Tadi siang anaknya Pak Bejo menghilang.”

Lalu Mas Andri pun menceritakan hubungan kedua keluarga tersebut, dan rencana mereka untuk pindah ke Ponorogo.

“Nanti malam, kalau Bogel belum pulang. Akan di adakan pencarian lanjutan.” Lanjut Mas Andri.

“Yah, semoga saja cepat ketemu”

Karena satu arah, kita bertiga jalan bareng ke arah tebo. Bapak mau balik ke Blitar. Aku dan Mas Andri mau menginap lagi di rumah Mbah Di. Bapak Cuma nitip salam, dia harus mengejar waktu. Kalau kemalaman tidak ada transportasi ke arah kota.

3

Sore berganti malam, dan malam pun berganti pagi. Aku bangun pagi, sarapan dan berpamitan untuk berangkat kesekolah.

“Bogel masih belum ketemu.” Kata Mbah Ti.

“Iya, kemarin di cari sampai tengah malam tapi tidak ketemu juga.” Kata Mbah Di.

“Nanti malam, kalau masih belum di temukan aku akan ikut mencari.” Kata Mas Andri. Mereka bertiga bicara tanpa sadar aku sudah ikut bergabung.

“Aku ikut ya?” kataku.

“Astaga.!! Bikin kaget saja kamu.” Kata mbah DI.

“Hehee, lagian aku dari tadi mau pamit kalian malah asik ngobrol.” Aku berbohong, padahal belum ngomong apa-apa.

“Ga usah ikut, biar orang dewasa saja yang mencari.” Jawab Mas Andri. “Bisa gawat kalau ada anak kecil lain yang ikut hilang.”

“Tapi Bogel itu teman ku. Aku cemas kalau ada apa-apa sama dia.

“Sudah, pokoknya jangan.” Kata Mbah Ti. “Bisa jadi Bogel di culik Wewe Gombel.”

“Tapi...”

“Ga ada tapi-tapian. Titik. Ga pake koma.” Mbah Ti memotong omonganku. “Sudah, cepat berangkat sana, nanti kamu telat kesekolah.”

Aku berangkat kesekolah, Wewe Gombel. Setan yang suka menculik Anak-anak, setan perempuan dengan tete sampai menyentuh tanah. Kalau menculik anak kecil, anak itu di sembunyikan di balik tete tersebut.

Iya, tete yang itu. Kalian ngerti kok, jangan boong. :V tapi sayangnya, setan itu sudah nenek-nenek ya. Kalau masih muda sih... sudah, sudah, balik kecerita.

Di sekolah. Yah, sudah bisa di tebak. Hebuoh gaes. Gosip, rumor dan sebagainya bersliweran di sana. Selain Wewe Gombel, ada pula rumor Bogel di culik Pepekan. Anu, kalau kalian orang jawa timur asli, ngerti kok Pepekan itu apa, bukan pepekan yang itu ya. :P

Dan juga ada pula yang bilang kalau Bogel kabur dari rumah, dengan alasan dia sedang patah hati di tinggal Ayu.

4

Hari demi hari, Bogel tidak di temukan juga. Sudah hampir satu minggu dia menghilang bak di telan bumi. Banyak warga yang mulai menyerah dan berhenti ikut mencari. Ada pula yang tetap optimis dengan segala alasannya.

Hari ini hari sabtu, jadwal pramuka tetap di laksanakan. Seperti minggu sebelumnya, di adakan kemah di sekolahan dan menginap satu malam, dengan beberapa syarat yang harus di setujui oleh partisipan. Tidak boleh keluar area sekolahan, dan kalaupun keluar, harus ada pendamping dari pihak guru.

Tidak di sangka, hampir satu kelas semuanya setuju. Dan guru harus ikut andil semuanya dalam pengamanan acara pramuka itu.

5

Sepulang sekolah, Mbah Di mengajak aku ke rumah di bawah lembah kemarin. Semangat donk, entah kenapa aku sangat menyukai tempat itu. Yah, walaupun itu tempat terakir kalinya aku melihat wajah Ayu saat dia masih hidup. Dan juga wajah bogel saat masih berseri-seri.

“Kamu suka sama kegiatan alam liar ya.?” Tanya Mbah Di di tengah perjalanan.

“Iya donk, seru.” Jawabku bersemangat.

“Kapan-kapan kalian kemah disini saja. Kalau malam saat obor-obor itu dinyalakan pemandangannya sangat luarbiasa. Dan hobi kalian yang suka cerita horor-hororan itu bisa lebih mengena kalau disini.”

“Kalau Mbah Di mengijinkan sih, nanti aku bilangin ke Pak Nur dan guru yang lainnya.”

“Tempat ini di kelilingi tebing, dan hanya memiliki satu jalan keluar-masuk, jadi aku kira disini lebih mudah bagi guru kalian mengawasi murid-murid bandel yang suka keluyuran. Macam kamu.”

“Hehehee, kalau ga keluyuran, bukan laki-laki kan Mbah.”

“Keluyuran boleh, berpetualangan juga boleh. Asal kamu ingat. Di alam liar, kamu kalau mau ngapa-ngapain itu mesti berdoa dulu. Siapa tahu tempat itu ada penunggunya atau yang lain. Jangan asal pipis di sembarang tempat. Jangan asal tendang sana-sini. Siapa tau yang kamu tendang in itu kepala orang mati lagi.”

“Hehehee, iya Mbah. Lagian kan dulu itu si Roy yang nemu kepala itu.”

“Pokonya hati-hati. Itu pesan ku.”

6

Buku kemarin yang aku temukan, tadinya aku berikan kepada Mbah Di. Dan saat ini di taruh di salah satu rak buku di kamar rumah itu.

“Belajar bahasa Belanda yang tekun.” Kata Mbah Di. “Kayaknya kamu penasaran sama isi buku itu.”

“Kamu sendiri bisa membacanya?”

“Engga bisa, hehee. Yang pasti itu buku milik mister Jansen. Aku ingin tahu isinya, tapi aku sudah terlalu tua untuk belajar bahasa asing. Jadi, buku itu aku wariskan kepadamu.”

Sebenarnya aku tidak ngasih tau gimana ceritanya aku menemukan buku itu. Aku merasa kalau itu lebih baik di rahasiakan. Apa lagi tentang Elly.

Setelah selesai membersihkan rumah, aku pun langsung berangkat ke sekolah. Pramuka, saat-saat yang paling aku tunggu. Bercerita horor di tengah malam di alam bebas.

Kami mendirikan tenda-tenda, dan menyiapkan beberapa kayu untuk api unggun nanti malam. Setelah itu kami baris-berbaris, bernyanyi dan mendapatkan pelatihan bagaimana caranya hidup di alam bebas. Terlebih kalau kita tersesat di hutan.

Kita mempelajari beberapa tumbuhan yang bisa dimakan, dan beberapa tumbuhan beracun. Pak Nur bilang, suatu saat nanti hal tersebut pasti bisa bermanfaat.

Malam pun tiba, acara yang ditunggu-tunggu telah dimulai. Kita mulai mengelilingi api unggun. Dan tak lupa menyimpan singkong dan jagung.

Cerita Horor Di Perkemahan Bagian ke dua dimulai.

Episodes
1 Sapi Penasaran
2 Setan Kemamang
3 Itu Efi Bukan?
4 Itu Efi Bukan? 2
5 Itu Efi Bukan? 3
6 Tindihan
7 Ke kota
8 Kesurupan
9 Kesurupan. 2
10 Pramuka
11 Cerita Horor Di Perkemahan
12 Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15 Glundung Pringis
16 Glundung Pringis. 2
17 Legenda Kereta Kencana
18 Tragedi
19 Bogel Menghilang
20 Bogel Menghilang. 2
21 Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22 Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23 Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26 Bogel Muncul!!
27 Bogel Sakti!!
28 Pulang
29 Rahasia Bogel
30 Kitab Iblis
31 Klimaks Cerita?
32 Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33 Masih Lanjut Kok Ceritanya
34 Setan Wanita Berkebaya Merah
35 Sosok Misterius
36 Memoar
37 Teror Ghendruwo
38 Babat Alas
39 Teror Ghendruwo Lagi
40 Setan Bar-Bar
41 Setan Bar-Bar. 2
42 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49 Ritual Jailangkung
50 Kuntilanak. 1
51 Kuntilanak. 2
52 Kuntilanak. 3
53 Kuntilanak. 4
54 Kuntilanak. 5
55 Mati?
56 Kuntilanak. 6
57 Kuntilanak. 7
58 Kuntilanak. 8
59 Kuntilanak. 9
60 Iler Kuntilanak
61 Sapi Penasaran Reborn
62 Kuntilanak Nangis
63 Santet
64 Santet. 2
65 Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66 Ghendruwo
67 Hantu Rumah Belanda
68 Siluman Kucing
69 Kuntilanak Return
70 Riyono Di Culik Kuntilanak
71 Akhir Dari Sang Kuntilanak
72 Maling Katok
73 Desas-desus Pocong
74 Pocong Apa Pocong?
75 Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76 Wat Gawat
77 Keranda Mayat Bergoyang
78 Kuntilanak Merah
79 Teror Pocong
80 Salah Lihat?
81 Efi Kenapa?
82 Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83 Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84 Pagebluk
85 Pagebluk. 2
86 Pagebluk. 3
87 Pagebluk. 4
88 Time Skip
89 Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90 Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91 Legenda Kampung Ba'an
92 Makam Keluarga
93 Tragedi Di Kampung Ba'an
94 Dukun Santet
95 Salam Terakhir Dari Angga
96 Setan Dukun Santet Meneror. 1
97 Setan Dukun Santet Meneror. 2
98 Setan Dukun Santet Meneror. 3
99 Setan Dukun Santet Meneror. 4
100 Sleep Walker Alias Ngelindur
101 Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102 Makam Keramat
103 Teror Di Rumah Belanda. 1
104 Teror Di Rumah Belanda. 2
105 Teror Di Rumah Belanda. 3
106 Teror Di Rumah Belanda. 4
107 Teror Di Rumah Belanda. 5
108 Teror Di Rumah Belanda. 6
109 Rehat Bentar Horor-hororan nya
110 Poltergeist. 1
111 Poltergeist. 2
112 Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118 Darah Haid Pertama. 1
119 Darah Haid Pertama. 2
120 Darah Haid Pertama. 3
121 Darah Haid Pertama. 4
122 Darah Haid Pertama. 5
123 Darah Haid Pertama. 6
124 Darah Haid Pertama. 7
125 Darah Haid Pertama. 8
126 Darah Haid Pertama. 9
127 Kenyataan Yang Menyakitkan
128 Kutukan Berakhir
129 Salam Terakhir
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Sapi Penasaran
2
Setan Kemamang
3
Itu Efi Bukan?
4
Itu Efi Bukan? 2
5
Itu Efi Bukan? 3
6
Tindihan
7
Ke kota
8
Kesurupan
9
Kesurupan. 2
10
Pramuka
11
Cerita Horor Di Perkemahan
12
Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15
Glundung Pringis
16
Glundung Pringis. 2
17
Legenda Kereta Kencana
18
Tragedi
19
Bogel Menghilang
20
Bogel Menghilang. 2
21
Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22
Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23
Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26
Bogel Muncul!!
27
Bogel Sakti!!
28
Pulang
29
Rahasia Bogel
30
Kitab Iblis
31
Klimaks Cerita?
32
Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33
Masih Lanjut Kok Ceritanya
34
Setan Wanita Berkebaya Merah
35
Sosok Misterius
36
Memoar
37
Teror Ghendruwo
38
Babat Alas
39
Teror Ghendruwo Lagi
40
Setan Bar-Bar
41
Setan Bar-Bar. 2
42
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49
Ritual Jailangkung
50
Kuntilanak. 1
51
Kuntilanak. 2
52
Kuntilanak. 3
53
Kuntilanak. 4
54
Kuntilanak. 5
55
Mati?
56
Kuntilanak. 6
57
Kuntilanak. 7
58
Kuntilanak. 8
59
Kuntilanak. 9
60
Iler Kuntilanak
61
Sapi Penasaran Reborn
62
Kuntilanak Nangis
63
Santet
64
Santet. 2
65
Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66
Ghendruwo
67
Hantu Rumah Belanda
68
Siluman Kucing
69
Kuntilanak Return
70
Riyono Di Culik Kuntilanak
71
Akhir Dari Sang Kuntilanak
72
Maling Katok
73
Desas-desus Pocong
74
Pocong Apa Pocong?
75
Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76
Wat Gawat
77
Keranda Mayat Bergoyang
78
Kuntilanak Merah
79
Teror Pocong
80
Salah Lihat?
81
Efi Kenapa?
82
Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83
Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84
Pagebluk
85
Pagebluk. 2
86
Pagebluk. 3
87
Pagebluk. 4
88
Time Skip
89
Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90
Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91
Legenda Kampung Ba'an
92
Makam Keluarga
93
Tragedi Di Kampung Ba'an
94
Dukun Santet
95
Salam Terakhir Dari Angga
96
Setan Dukun Santet Meneror. 1
97
Setan Dukun Santet Meneror. 2
98
Setan Dukun Santet Meneror. 3
99
Setan Dukun Santet Meneror. 4
100
Sleep Walker Alias Ngelindur
101
Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102
Makam Keramat
103
Teror Di Rumah Belanda. 1
104
Teror Di Rumah Belanda. 2
105
Teror Di Rumah Belanda. 3
106
Teror Di Rumah Belanda. 4
107
Teror Di Rumah Belanda. 5
108
Teror Di Rumah Belanda. 6
109
Rehat Bentar Horor-hororan nya
110
Poltergeist. 1
111
Poltergeist. 2
112
Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118
Darah Haid Pertama. 1
119
Darah Haid Pertama. 2
120
Darah Haid Pertama. 3
121
Darah Haid Pertama. 4
122
Darah Haid Pertama. 5
123
Darah Haid Pertama. 6
124
Darah Haid Pertama. 7
125
Darah Haid Pertama. 8
126
Darah Haid Pertama. 9
127
Kenyataan Yang Menyakitkan
128
Kutukan Berakhir
129
Salam Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!