Pramuka

1

Karena sudah satu mingguan lebih aku libur sekolah, saat masuk teman-teman langsung mengerumuniku. Bertanya kabar ku gimana, apa masih sering berhalusinasi dan seterusnya, dan sebagainya.

"Sabtu depan kita ada kegiatan Pramuka ya anak-anak." Kata Pak Nur wali kelas kami. "Kita menginap satu malam di sekolah, kebetulan di belakang sekolah ada lahan di buka dan jalan baru menuju ke sungai dekat ba'an."

Sorak Sorai menggema di kelasku. Kegiatan Pramuka biasanya dilakukan seminggu sekali, itu pun cuma sore habis ashar sampai menjelang magrib. Baru kali ini kelas kami menginap saat kegiatan Pramuka.

"Jangan lupa membawa baju ganti dan peralatan mandi ya." Lanjut pak Nur. "Oh ya, satu lagi. Peralatan sholat dan selimut."

"Siap pak.!!" Jawab kami serempak.

2

Sepulang sekolah, aku, Efi, dan Bogel pulang melewati jalan trabasan baru yang di maksud Pak Nur. jalannya masih berlumpur, belum di pasang batu kali. Kanan kiri di tanami pohon singkong, masih awal tanam. Dan beberapa pohon pisang.

Di tengah kebun singkong, ada semacam saung, kita nongkrong disana dulu sebelum lanjut pulang.

Kami bertemu dengan Ayu di sana, dan menyapanya.

"Kamu asli mana Yu?" Aku bertanya pada Sri Rahayu.

"Ponorogo." Jawabnya. "Desa Ngrayun, nama kampung nya Balong, daerah paling selatan Ponorogo. Disana cuma di tinggali oleh beberapa keluarga saja. Cuma ada empat rumah saja. Tapi walaupun begitu tempatnya sangat nyaman, apalagi kalau malam."

"Hoooo." Jawab kami kompak.

"Terus kenapa kamu pindah ke malang?" Tanyaku lagi.

"Kan bapakku aktifis kesenian jaranan, dia ingin mengenalkan budaya Reog Ponorogo ke beberapa daerah, karena keterbatasan biaya dan disini ada rumah dijual murah, bapak milih kesini. Lagian kan di kelurahan ada pendopo, itu juga salah satu alasan bapak milih kesini. Juga Pak lurah juga sepertinya sangat terbuka ke keluarga kami."

"Hooo." Sekali lagi kita kompak seperti sapi mendapatkan makan.

"Disini banyak tempat angker lho." Kata Bogel.

"Eh, tumben kamu banyak bicara Gel.?" Tanya Efi.

"Eng, anuu." Dan Bogel pun diam malu-malu kucing.

"Iya, disini banyak tempat angker, kamu ga takut?" Tanya Efi ke Ayu.

"Hahahaha, di Ponorogo, desaku terutama, disana juga terkenal angkernya. Tapi aku belum pernah bertemu penampakan setan sebelumnya. Jadi aku ga takut."

"Eh, jangan takabur lho." Efi mengingatkan. "Ini, ada contoh salah satunya." Efi lantas melirik tajam ke arahku.

"Hehehee. Awalnya aku juga ga percaya begituan. Tapi, akhir-akhir ini banyak kejadian menyeramkan menimpaku lho." Jawabku.

"Iyaa, iyaa," sepertinya Ayu tidak percaya, terlihat dari cara ngomongnya yang seperti aku dulu. Dalam hatiku, aku mendoakan agar dia di ganggu salah satu setan di sini.

3

"Mak, Sabtu aku ada Pramuka." Kataku saat sudah sampai di rumah. Ibuku sedang menyapu halaman rumah. "Rencananya menginap satu malam. Ada tikar buat tidur ga?"

"Coba kamu cari di kamar." Jawab ibuku. Saat aku ke kamar ibuku, kulihat Erni sedang duduk-duduk di atas kasur. Seperti biasa, dia sedang mengobrol sendiri, dengan teman khayalannya.

"Eh ada Erni, sedang apa?" Tanyaku basa-basi. "Kok ga main di luar?"

"Engga," jawabnya. "Lebih enak main di sini, adem."

"Ohh, kamu lihat tikar emak ga?"

"Kayaknya di bawah tempat tidur."

"Ok, terimakasih." Kucium jidatnya. Adikku tersayang. Sayangnya agak aneh, sering bicara sendirian.

Setelah itu ku ambil tikarnya, dan aku ganti baju dan setelah itu aku main keluar rumah.

Hari ini sudah hari kamis, siang itu cuaca sangat panas. Dan biasanya kalau panas panas begini, anak-anak bermain di sungai Lanang. Aku kesana, tapi ga ada anak sama sekali. Lantas aku ke arah Ba'an, dan ternyata mereka memang di sana. Membuat api unggun lagi.

"Ngapain panas panas gini bakar api unggun?" Tanyaku.

"Nih, ada singkong sama jagung bakar " Jawab Udin" "Dikasih sama pak lurah."

"Pak Rawi dari sini?" Tanyaku lagi.

"Enggak, singkong dan jagungnya tadi di titipin ke Efi."

"Mana dia?"

"Cie, nyariin pacarnya." Ledek Udin.

"Ngawur kau." Jawabku.

"Tuh, dia lagi di sungai belakang rumah Ayu, lagi nyuci singkong yang lain."

"Kok sekarang kalian sering main kesini sih?" Tanyaku penasaran, biasanya sepulang sekolah kami bermain di sungai atau main di sawah depan kelurahan.

"Lho, oh iya, kau belum tau ya? Kita ini anggota kesenian jaranan. Setelah pulang sekolah kita latihan. Bentar lagi juga kita latihan, tapi kita makan makan dulu. Biar greng kalo nari."

"Semuanya? Cuma anak-anak saja?"

"Engga lah, bapaknya Bogel, Pak Bedjo juga ikut, Pak Sugeng, bapaknya Angga juga ikut."

"Lha bapakmu?"

"Dia ga ikut, dia ga suka jaranan. Gimana kalau kamu juga ikutan gabung Yon?"

"Waduh, gimana ya. Aku ga bisa nari. Hahahah"

"Kita juga awalnya ga bisa, ini makanya kita latihan hampir tiap hari. Dua Minggu lagi kita akan main di kelurahan."

"Engga deh, mending aku semangati kalian dari arah penonton saja."

"Yah, kamu ga seru."

"Bodo amat."

Efi dan Ayu sudah selesai mencuci singkongnya, dan dia senang mengira aku ikut bergabung dengan mereka. Tapi dia jadi sedikit kecewa setelah mengetahui aku ga ikut jaranan.

4

Saat aku berkeliling kebun singkong, aku ingat cerita mas Andri tentang pocong yang di lihat pak Santoso.

Tempatnya ternyata di sebelah sungai kecil di pinggir rumah Pak Ponijan, disana ada tempat untuk mandi. Dari penjelasan Ayu, Pak Ponijan sekeluarga mandi di tempat itu.

Disana ada beberapa pohon singkong yang sudah siap panen, aku rasa Pak Santoso mengambilnya disana juga.

Rumah pak Ponijan menghadap kearah selatan, di depannya ada lapangan untuk menjemur hasil panen, terutama padi. Sungai di sebelah selatan. Dan di selatannya lagi ada sawah, tapi sudah masuk desa Tebo selatan.

Aku melihat kearah sawah, ternyata rumah Mbah Di terlihat dari sini, sangat dekat malah. 'wah, bisa buat jalan pintas nih' pikirku.

Efi dan Ayu sepertinya mengobrol kan sesuai, tapi aku ga tau apa yang mereka bicarakan. Aku terlalu fokus melihat ke arah sawah.

Pemandangannya indah, gunung Semeru di timur, terlihat jelas dari sini walaupun gunung itu terlihat kecil. Karena jaraknya sangat jauh. Di sebelah Selatan, ada gunung batok, gunungnya memang kecil, tapi bentuknya sangat unik. Mirip batok kelapa, maka dari itu dinamakan gunung batok.

Di sebelah Utara, masih terlihat hutan yang cukup lebat. Jadi yang terlihat hanya pepohonan saja.

"Ngapain bengong aja?" Tanya Efi mengagetkanku yang sedang melamun.

"Ah engga, cuma teringat cerita Mas Andri." Jawabku.

"Cerita apa?"

"Katanya di ladang singkong ini juga angker. Kamu tau Pak Santoso yang juga hansip itu? Kemarin pas jaga bareng Mas Andri, dia ke sini, mengambil singkong."

Aku menunjuk ke arah yang aku maksud. "Pas selesai mencabut salah satunya, dia melihat pocong di dekat tempat mandi itu, yang dipakai sama keluarganya ayu."

"Masa sih? Kok dimana-mana angker, bisa jadi wisata desa horor ini kampung."

Ternyata pak Ponijan ada di dekat kami, mendengar itu. Dia lantas tertawa cekikikan.

"Eh, pak Ponijan. Selamat siang." Sapa ku.

"Siang nak? Siapa?"

"Riyono pak"

"Ah. Iya Riyon, maaf lupa. Maklum sudah tua. hahaha, tadi aku dengar kamu cerita pocong? Dimana kamu lihatnya?"

"Bukan aku pak, tapi teman sesama hansip nya kakakku. Namanya pak Santoso."

"Orangnya kecil, kurus itu kan?"

"Iya pak. Kok Pak Ponijan tau? Sudah kenalan ya?"

"Tau lah, sebenarnya kami sudah pernah ketemu, yah tidak ketemu juga sih. Dia keburu lari soalnya. Soal pocong disini yang kamu ceritakan tadi nak Riyon."

"Ya?"

"Sebenarnya pocong itu aku. Hahahaha"

"Maksudnya pak?" Tanya Efi.

"Begini, kemarin malam sehabis mandi, mandi disana (menunjuk arahnya). Di arah kebun sini (nunjuk lagi). Aku dengar suara orang, aku kira ada maling. Eh beneran ada maling, tapi malingnya pakai seragam hansip. Maunya aku tegur, kok ada hansip nyolong, padahal kalau mau minta, pasti aku kasih kok. Lagian ini bukan punyaku. Tapi pas aku sapa, yah karena aku pake handuk putih. -Mungkin karena itu dia menyangka aku pocongan.- tiba-tiba dia melihat ke arahku, langsung aja dia teriak. 'Pocoooong, pocong.' aku yang mau marah malah jadi ketawa. Hahahaha" cerita pak Ponijan panjang lebar. "Yah, siapa tau hal itu malah bikin heboh."

Kita semua yang mendengar cerita pak Ponijan langsung ketawa bareng.

"Maka dari itu aku tidak percaya sama setan," kata Ayu. "Bisa saja mereka salah lihat karena terlalu takut."

Setelah itu, Pak Ponijan menawari aku bergabung dengan mereka untuk membuat Grup jaranan. Tapi aku tolak dengan halus, aku pun langsung pamit saat mereka mulai latihan. Aku beralasan masih agak lemas gara-gara kejadian seminggu yang lalu.

5

Di rumah, aku menceritakan hal yang diceritakan pak Ponijan ke Mas Andri dan ibuku. Merekapun ikutan tertawa terbahak-bahak.

6

"Mak aku berangkat, nanti aku ga pulang langsung ikut kegiatan Pramuka." Teriakanku saat berangkat sekolah. Tak lupa aku bawa semua perlengkapan yang disebutkan Pak Nur kemarin.

"Hati-hati, kalo malam jangan keluyuran. Langsung tidur kalo di suruh, jangan berkelahi."

"Iya maaakk."

7

Disekolah, anak-anak kelas 5 dan 6 langsung menata peralatan tidur mereka, setelah itu menuju halaman belakang sekolah dan mendirikan tenda-tenda.

"Heh, nanti malam kita lanjutkan yang kemarin lusa." Kataku.

"Yang mana?" Kata Udin.

"Cerita pengalaman Horor kita." Jawabku. "Masa aku doank yang cerita, kalian kan belum."

"Ohh, setuju." Jawab Angga. "Cerita Horor di depan api unggun. Wah seru nih, kasih tau yang lainnya."

"Yoooooo." Kita kompak ber seru.

Setelah itu, dari siang kami membuat beberapa kelompok, belajar baris-berbaris ala Pramuka pada umumnya. Dan bernyanyi bersama.

Dan sore pun tiba, tak lupa kita saling mengingatkan rencana nanti malam.

Episodes
1 Sapi Penasaran
2 Setan Kemamang
3 Itu Efi Bukan?
4 Itu Efi Bukan? 2
5 Itu Efi Bukan? 3
6 Tindihan
7 Ke kota
8 Kesurupan
9 Kesurupan. 2
10 Pramuka
11 Cerita Horor Di Perkemahan
12 Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14 Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15 Glundung Pringis
16 Glundung Pringis. 2
17 Legenda Kereta Kencana
18 Tragedi
19 Bogel Menghilang
20 Bogel Menghilang. 2
21 Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22 Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23 Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25 Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26 Bogel Muncul!!
27 Bogel Sakti!!
28 Pulang
29 Rahasia Bogel
30 Kitab Iblis
31 Klimaks Cerita?
32 Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33 Masih Lanjut Kok Ceritanya
34 Setan Wanita Berkebaya Merah
35 Sosok Misterius
36 Memoar
37 Teror Ghendruwo
38 Babat Alas
39 Teror Ghendruwo Lagi
40 Setan Bar-Bar
41 Setan Bar-Bar. 2
42 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48 Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49 Ritual Jailangkung
50 Kuntilanak. 1
51 Kuntilanak. 2
52 Kuntilanak. 3
53 Kuntilanak. 4
54 Kuntilanak. 5
55 Mati?
56 Kuntilanak. 6
57 Kuntilanak. 7
58 Kuntilanak. 8
59 Kuntilanak. 9
60 Iler Kuntilanak
61 Sapi Penasaran Reborn
62 Kuntilanak Nangis
63 Santet
64 Santet. 2
65 Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66 Ghendruwo
67 Hantu Rumah Belanda
68 Siluman Kucing
69 Kuntilanak Return
70 Riyono Di Culik Kuntilanak
71 Akhir Dari Sang Kuntilanak
72 Maling Katok
73 Desas-desus Pocong
74 Pocong Apa Pocong?
75 Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76 Wat Gawat
77 Keranda Mayat Bergoyang
78 Kuntilanak Merah
79 Teror Pocong
80 Salah Lihat?
81 Efi Kenapa?
82 Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83 Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84 Pagebluk
85 Pagebluk. 2
86 Pagebluk. 3
87 Pagebluk. 4
88 Time Skip
89 Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90 Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91 Legenda Kampung Ba'an
92 Makam Keluarga
93 Tragedi Di Kampung Ba'an
94 Dukun Santet
95 Salam Terakhir Dari Angga
96 Setan Dukun Santet Meneror. 1
97 Setan Dukun Santet Meneror. 2
98 Setan Dukun Santet Meneror. 3
99 Setan Dukun Santet Meneror. 4
100 Sleep Walker Alias Ngelindur
101 Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102 Makam Keramat
103 Teror Di Rumah Belanda. 1
104 Teror Di Rumah Belanda. 2
105 Teror Di Rumah Belanda. 3
106 Teror Di Rumah Belanda. 4
107 Teror Di Rumah Belanda. 5
108 Teror Di Rumah Belanda. 6
109 Rehat Bentar Horor-hororan nya
110 Poltergeist. 1
111 Poltergeist. 2
112 Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114 Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117 Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118 Darah Haid Pertama. 1
119 Darah Haid Pertama. 2
120 Darah Haid Pertama. 3
121 Darah Haid Pertama. 4
122 Darah Haid Pertama. 5
123 Darah Haid Pertama. 6
124 Darah Haid Pertama. 7
125 Darah Haid Pertama. 8
126 Darah Haid Pertama. 9
127 Kenyataan Yang Menyakitkan
128 Kutukan Berakhir
129 Salam Terakhir
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Sapi Penasaran
2
Setan Kemamang
3
Itu Efi Bukan?
4
Itu Efi Bukan? 2
5
Itu Efi Bukan? 3
6
Tindihan
7
Ke kota
8
Kesurupan
9
Kesurupan. 2
10
Pramuka
11
Cerita Horor Di Perkemahan
12
Cerita Horor Di Perkemahan. 2
13
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 1
14
Efa Dan Sapi Penasaran Kembali Meneror. 2
15
Glundung Pringis
16
Glundung Pringis. 2
17
Legenda Kereta Kencana
18
Tragedi
19
Bogel Menghilang
20
Bogel Menghilang. 2
21
Cerita Horor Di Perkemahan II. 1
22
Cerita Horor Di Perkemahan II. 2
23
Cerita Horor Di Perkemahan II. 3
24
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.a
25
Cerita Horor Di Perkemahan II. 4.b
26
Bogel Muncul!!
27
Bogel Sakti!!
28
Pulang
29
Rahasia Bogel
30
Kitab Iblis
31
Klimaks Cerita?
32
Ini Bukan Klimaks Cerita!!
33
Masih Lanjut Kok Ceritanya
34
Setan Wanita Berkebaya Merah
35
Sosok Misterius
36
Memoar
37
Teror Ghendruwo
38
Babat Alas
39
Teror Ghendruwo Lagi
40
Setan Bar-Bar
41
Setan Bar-Bar. 2
42
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Sentong Tengah
43
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Babi Ngepet
44
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Pepekan
45
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu
46
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Tuyul Nyusu 2
47
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly
48
Cerita Horor Di Malam Syahdu. Elly 2
49
Ritual Jailangkung
50
Kuntilanak. 1
51
Kuntilanak. 2
52
Kuntilanak. 3
53
Kuntilanak. 4
54
Kuntilanak. 5
55
Mati?
56
Kuntilanak. 6
57
Kuntilanak. 7
58
Kuntilanak. 8
59
Kuntilanak. 9
60
Iler Kuntilanak
61
Sapi Penasaran Reborn
62
Kuntilanak Nangis
63
Santet
64
Santet. 2
65
Kejadian Di Luar Nurul eh Na, naral. Eh anu. Mboh wes sak karep.
66
Ghendruwo
67
Hantu Rumah Belanda
68
Siluman Kucing
69
Kuntilanak Return
70
Riyono Di Culik Kuntilanak
71
Akhir Dari Sang Kuntilanak
72
Maling Katok
73
Desas-desus Pocong
74
Pocong Apa Pocong?
75
Tuh Kan, Ada Pocong Beneran
76
Wat Gawat
77
Keranda Mayat Bergoyang
78
Kuntilanak Merah
79
Teror Pocong
80
Salah Lihat?
81
Efi Kenapa?
82
Efi Kenapa? 2 (Time Skip)
83
Duet Pocong Darmadi Dan Jayadi
84
Pagebluk
85
Pagebluk. 2
86
Pagebluk. 3
87
Pagebluk. 4
88
Time Skip
89
Rumah Itu, TEERKUUTTUUKK!!
90
Rumah Itu TEERKUUTTUUKK. 2
91
Legenda Kampung Ba'an
92
Makam Keluarga
93
Tragedi Di Kampung Ba'an
94
Dukun Santet
95
Salam Terakhir Dari Angga
96
Setan Dukun Santet Meneror. 1
97
Setan Dukun Santet Meneror. 2
98
Setan Dukun Santet Meneror. 3
99
Setan Dukun Santet Meneror. 4
100
Sleep Walker Alias Ngelindur
101
Jalan-Jalan Lagi Ke Kampung Ba'an
102
Makam Keramat
103
Teror Di Rumah Belanda. 1
104
Teror Di Rumah Belanda. 2
105
Teror Di Rumah Belanda. 3
106
Teror Di Rumah Belanda. 4
107
Teror Di Rumah Belanda. 5
108
Teror Di Rumah Belanda. 6
109
Rehat Bentar Horor-hororan nya
110
Poltergeist. 1
111
Poltergeist. 2
112
Kumpulan Kisah Horor. Dewi Lanjar
113
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 1
114
Kumpulan Kisah Horor. Setan 'Cuih'. 2
115
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya
116
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 2
117
Kumpulan Kisah Horor. Misteri Hilangnya Naya. 3
118
Darah Haid Pertama. 1
119
Darah Haid Pertama. 2
120
Darah Haid Pertama. 3
121
Darah Haid Pertama. 4
122
Darah Haid Pertama. 5
123
Darah Haid Pertama. 6
124
Darah Haid Pertama. 7
125
Darah Haid Pertama. 8
126
Darah Haid Pertama. 9
127
Kenyataan Yang Menyakitkan
128
Kutukan Berakhir
129
Salam Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!