Perpisahan Dengan Hewan Suci

Malam hari di Hutan Shen Hu dipenuhi oleh kedamaian dan keheningan yang menyelimuti seluruh tempat. Dalam kegelapan yang hanya diterangi oleh sinar rembulan yang menembus celah-celah dedaunan, Luna tidur bersandar pada seekor Rusa putih halus yang setia menemaninya. Suara alam yang lembut, seperti gesekan dedaunan tertiup angin malam, menambah kesan magis dan damai pada malam itu.

Cahaya bulan yang redup menyinari wajah Luna, menampilkan keanggunan dan ketenangan pada dirinya. Hanfu putih yang ia kenakan menyatu dengan bulu Rusa, menciptakan pemandangan yang memukau di tengah kegelapan hutan. Pepohonan tinggi yang menjulang di sekeliling mereka tampak seperti penjaga yang setia, memberikan rasa aman dan perlindungan. Bayangan-bayangan yang tercipta oleh sinar bulan menambah corak artistik di atas tanah berlumut.

Suara nyanyian burung malam dan derit ranting kayu menambah simfoni alam yang menenangkan. Luna, dengan rambut hitamnya yang tergerai, terlihat anggun dalam tidurnya. Tubuh Rusa putih yang halus memberikan tempat bersandar yang nyaman, melindunginya dari dinginnya malam. Udara segar yang berhembus membawa aroma hutan yang menenangkan, menciptakan aura ketenangan yang menyelimuti tempat itu. Hutan Shen Hu, meskipun berada dalam kegelapan, memancarkan rasa damai yang mendalam, seolah menjadi dunia lain yang jauh dari hiruk-pikuk kehidupan manusia. Luna dan Rusa itu menjadi satu dengan alam, menikmati momen damai seolah waktu berhenti untuk mereka.

Pagi harinya, sinar matahari yang hangat menyentuh wajah Luna, membangunkannya dari tidur lelap. Perlahan, Luna membuka matanya, mendapati wajah Sang Rusa yang setia menjaganya. Cahaya pagi yang lembut menyapu hutan, menciptakan suasana yang adem dan tenang. Angin pagi yang segar membawa aroma dedaunan dan bunga-bunga liar yang bermekaran. Luna tersenyum, merasakan kedamaian yang melingkupi sekitarnya. Ia menyapu pandangannya ke seluruh hutan, mengagumi keindahan yang terbentang di hadapannya.

Tiba-tiba, seekor burung kecil terbang rendah ke arah Luna, mendarat di depannya. Luna mengulurkan tangannya, dan burung itu hinggap di telapak tangannya. Luna tersenyum manis, mengelus bulu halus burung tersebut dengan lembut. Setelah menerima elusan penuh kasih dari Luna, burung itu terbang kembali ke langit biru, bersiul riang seolah mengucapkan terima kasih. Siulan burung tersebut melengkapi simfoni pagi yang indah, menambah kesan harmonis pada suasana hutan yang damai.

Luna duduk di samping Rusa putihnya, merasakan keajaiban pagi itu dengan penuh syukur. Hutan Shen Hu, dengan segala pesonanya, memberikan kedamaian dan kebahagiaan yang tak terhingga. Setiap hembusan angin, setiap nyanyian burung, dan setiap sinar matahari yang menembus pepohonan membawa ketenangan yang mendalam ke dalam hatinya. Pagi itu, Luna merasa seolah-olah dia adalah bagian dari alam, menyatu dengan segala keindahan dan ketenangan di sekitarnya.

Seiring berjalannya waktu, matahari siang semakin tinggi di langit, memandikan hutan dan sekitarnya dengan cahaya emas yang hangat. Rusa putih itu dengan anggun membawa Luna melalui jalur-jalur hutan yang mempesona. Setiap langkahnya begitu lembut dan harmonis, seolah-olah mereka menyatu dengan alam di sekitar mereka.

Setelah beberapa saat, mereka tiba di tepi hutan. Di sana, pemandangan menakjubkan terbentang luas di hadapan mereka. Sebuah padang rumput hijau dan subur membentang sejauh mata memandang, dihiasi oleh bunga-bunga liar yang mekar dengan penuh semangat. Langit biru cerah di atas mereka, tanpa awan sedikit pun, menciptakan kontras yang memukau dengan hijaunya hamparan rumput di bawah.

Luna turun perlahan dari punggung Rusa, merasakan tanah yang lembut di bawah kakinya. Angin siang yang lembut berhembus, membawa aroma segar padang rumput dan bunga liar yang mekar. Luna memandang sekeliling dengan tatapan kagum, matanya memancarkan sinar kebahagiaan. Di kejauhan, sebuah sungai kecil berkelok-kelok melewati padang rumput, airnya berkilauan memantulkan cahaya matahari pagi. Burung-burung dan kupu-kupu berwarna-warni menambah kesan damai dan memikat pada pemandangan tersebut.

Luna tersenyum, hatinya dipenuhi rasa syukur atas keindahan alam yang terbentang di hadapannya. Dia merasa setiap langkah yang diambilnya membawa dirinya lebih dekat dengan esensi sejati kehidupan, di mana kedamaian dan keindahan berpadu menjadi satu. "Tempat ini sungguh luar biasa," bisik Luna dengan penuh kekaguman.

Dengan kasih sayang yang mendalam, Luna mengelus kepala Rusa, merasakan keterhubungan yang mendalam dengan sahabat hewannya itu. Mereka berdua berdiri di tepi padang rumput, menikmati momen kebersamaan di tengah keindahan alam. Luna mengelus Rusa putih dengan lembut, tangannya mengusap tanduk-tanduk yang elegan, seolah berbicara dalam bahasa yang hanya mereka berdua mengerti. Dengan senyuman manis yang terukir di wajahnya, Luna berkata, "Terima kasih sudah mengantarkanku sampai di sini."

Rusa itu menatap Luna dengan mata yang penuh perasaan, terlihat senang tetapi juga sedikit sedih. Luna kembali mengelus wajahnya, mencoba menenangkan hati rusa yang setia itu. "Aku tidak bisa membawamu pergi, Hutan Shen Hu adalah tempat tinggalmu. Mengerti?" Luna berkata lembut, mencoba menenangkan hewan tersebut. Dengan penuh kasih sayang, Luna mencium dahi Rusa itu. Sentuhan hangat dari Luna seolah memberikan kehangatan dan ketenangan pada hewan itu. Mereka berdiri dalam keheningan yang penuh makna, seolah waktu berhenti sejenak untuk mengabadikan momen perpisahan yang indah ini.

Hutan Shen Hu, dengan segala keindahannya, menjadi saksi bisu dari hubungan yang tulus antara Luna dan Rusa putih yang setia. Angin siang berhembus lembut, membawa aroma segar padang rumput dan bunga liar, seolah ikut merayakan momen perpisahan yang penuh kasih ini. Luna mengambil langkah mundur, memberikan ruang bagi Rusa untuk kembali ke hutan yang menjadi rumahnya. Dengan pandangan penuh kehangatan dan rasa terima kasih, Luna melangkah menuju padang rumput, memulai bagian baru dari perjalanannya dengan hati penuh cinta dan harapan.

Episodes
1 Luna Shang Yuan (Arc 1: Seruling Perak Yueliang)
2 Teh Yui Zheng
3 Pendekar Pengembara Sunyi
4 Keputusan Sulit Sang Ratu
5 Serangan Di Hutan Jingu
6 Pertarungan Di Air Terjun Zhenlong
7 Zhengyu Shen dan Pertempuran di Lembah
8 Zhengyu Shen dan Kabar Tentang Ratu Shang Yuan
9 Perasaan Seorang Ratu
10 Pengorbanan dan Kesetiaan Penduduk Shang Yuan
11 Pendeta Misterius
12 Tugas Penting Pengembara Sunyi
13 Luna Shang Yuan & Roh Gadis Telaga Shen Hu
14 Roh Gunung VS Naga Yueliang
15 Pengembara Hitam Yingzhu
16 Kerajaan Megah Shang Yuan
17 Cincin Roh Telaga
18 Ratu & Rusa Jantan Putih
19 Desa Feng Hua
20 Perpisahan Dengan Hewan Suci
21 Serigala-serigala Menyeramkan
22 Anak Sebatang Kara Bertemu Dengan Ratu
23 Ratu Yang Melindungi Penduduk Desa
24 Hutan Bambu Di Malam Hari
25 Luna Menuju Desa Feng Hua
26 Keheningan di Balik Pegunungan Es
27 Manipulasi Dan Rencana Jahat
28 Harapan dalam Pesan Misterius
29 Takdir Yang Tak Terlihat
30 Hukuman Sang Ratu
31 Beku Dalam Kristal Abadi
32 Keberadaan Tak Terduga
33 Menjamu Sang Ratu
34 Malam Di Desa Feng Hua
35 Keterlibatan Roh Gadis Telaga Shen Hu
36 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 1
37 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 2
38 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 3
39 Final ARC Yueliang - Kesedihan Sang Ratu (BOOK 1 END)
40 Yue Ji & Xin Ji (Arc 2: Matahari Terlarang)
41 Pengembara Putih dan Pengembara Sunyi
42 Rahasia Sang Ratu
43 Meninggalkan Desa Feng Hua
44 Pangeran Dari Kerajaan Shang 'An Xin
45 Penguasa Mutlak Dalam Kekangan Kekuatan
46 Hati Yang Terkunci Oleh Ambisi
47 Kecemasan Di Mata Penduduk Kerajaan Xin
48 Kesucian Yang Terpaku Kegelapan
49 Cinta Yang Membeku Di Kerajaan Shang' An Xin
50 Pengembara Putih Dan Pengembara Hitam
51 Tangkap Sang Ratu!
52 Yue Ji dan Xin Ji
53 Rahasia Nama "Yue Ji."
54 Jalan Menuju Artefak
55 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 1
56 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 2
57 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Final
58 Cinta Antara Cahaya Dan Kegelapan
59 Kegelisahan Sang Ratu
60 Final ARC Matahari Terlarang - Meninggalkan Kerajaan Xin (BOOK 2 END)
61 Kaum Manusia Burung (Arc 3: Cermin Langit)
62 Terikat Dalam Kebebasan Angkasa
63 Yuxiao Zu, Bertemu Sang Ratu
64 Gadis Telaga Shen Hu, Dongeng Zhenyang
65 Hati Yang Tidak Sendiri
66 Jalan Menuju Negri Manusia Burung
67 Tempat Tertinggi, Lingyu Shanju
68 Helaian Yang Semerbak
69 Waspada Terhadap Sang Pengelana
70 Kemunculan Kura-Kura Dunia
71 Yuyan Dan Jejak Sang Pengkhianat
72 Cermin Yang Menyimpan Takdir
73 Perjalanan Menemukan Jati Diri Sang Ratu
74 Tugas Sang Titisan Dewi Salju
75 Dingin Yang Menguji Hati.
76 Es Yang Memecah Keraguan
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Luna Shang Yuan (Arc 1: Seruling Perak Yueliang)
2
Teh Yui Zheng
3
Pendekar Pengembara Sunyi
4
Keputusan Sulit Sang Ratu
5
Serangan Di Hutan Jingu
6
Pertarungan Di Air Terjun Zhenlong
7
Zhengyu Shen dan Pertempuran di Lembah
8
Zhengyu Shen dan Kabar Tentang Ratu Shang Yuan
9
Perasaan Seorang Ratu
10
Pengorbanan dan Kesetiaan Penduduk Shang Yuan
11
Pendeta Misterius
12
Tugas Penting Pengembara Sunyi
13
Luna Shang Yuan & Roh Gadis Telaga Shen Hu
14
Roh Gunung VS Naga Yueliang
15
Pengembara Hitam Yingzhu
16
Kerajaan Megah Shang Yuan
17
Cincin Roh Telaga
18
Ratu & Rusa Jantan Putih
19
Desa Feng Hua
20
Perpisahan Dengan Hewan Suci
21
Serigala-serigala Menyeramkan
22
Anak Sebatang Kara Bertemu Dengan Ratu
23
Ratu Yang Melindungi Penduduk Desa
24
Hutan Bambu Di Malam Hari
25
Luna Menuju Desa Feng Hua
26
Keheningan di Balik Pegunungan Es
27
Manipulasi Dan Rencana Jahat
28
Harapan dalam Pesan Misterius
29
Takdir Yang Tak Terlihat
30
Hukuman Sang Ratu
31
Beku Dalam Kristal Abadi
32
Keberadaan Tak Terduga
33
Menjamu Sang Ratu
34
Malam Di Desa Feng Hua
35
Keterlibatan Roh Gadis Telaga Shen Hu
36
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 1
37
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 2
38
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 3
39
Final ARC Yueliang - Kesedihan Sang Ratu (BOOK 1 END)
40
Yue Ji & Xin Ji (Arc 2: Matahari Terlarang)
41
Pengembara Putih dan Pengembara Sunyi
42
Rahasia Sang Ratu
43
Meninggalkan Desa Feng Hua
44
Pangeran Dari Kerajaan Shang 'An Xin
45
Penguasa Mutlak Dalam Kekangan Kekuatan
46
Hati Yang Terkunci Oleh Ambisi
47
Kecemasan Di Mata Penduduk Kerajaan Xin
48
Kesucian Yang Terpaku Kegelapan
49
Cinta Yang Membeku Di Kerajaan Shang' An Xin
50
Pengembara Putih Dan Pengembara Hitam
51
Tangkap Sang Ratu!
52
Yue Ji dan Xin Ji
53
Rahasia Nama "Yue Ji."
54
Jalan Menuju Artefak
55
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 1
56
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 2
57
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Final
58
Cinta Antara Cahaya Dan Kegelapan
59
Kegelisahan Sang Ratu
60
Final ARC Matahari Terlarang - Meninggalkan Kerajaan Xin (BOOK 2 END)
61
Kaum Manusia Burung (Arc 3: Cermin Langit)
62
Terikat Dalam Kebebasan Angkasa
63
Yuxiao Zu, Bertemu Sang Ratu
64
Gadis Telaga Shen Hu, Dongeng Zhenyang
65
Hati Yang Tidak Sendiri
66
Jalan Menuju Negri Manusia Burung
67
Tempat Tertinggi, Lingyu Shanju
68
Helaian Yang Semerbak
69
Waspada Terhadap Sang Pengelana
70
Kemunculan Kura-Kura Dunia
71
Yuyan Dan Jejak Sang Pengkhianat
72
Cermin Yang Menyimpan Takdir
73
Perjalanan Menemukan Jati Diri Sang Ratu
74
Tugas Sang Titisan Dewi Salju
75
Dingin Yang Menguji Hati.
76
Es Yang Memecah Keraguan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!