Zhengyu Shen, seorang pendekar pengembara sunyi dari tanah timur yang terkenal dengan kekuatannya yang sangat kuat dan keterampilannya dalam menggunakan seni bela diri pedang, dia telah menempuh banyak perjalanan jauh dan berbahaya.
Dengan pedang pusaka yang diwarisinya dari leluhur, ia berkelana untuk menghapus kejahatan dan mencari kebijaksanaan yang tersembunyi di pelosok dunia. Hari itu, ia mendengar kabar tentang sebuah lembah yang dihuni oleh makhluk mengerikan yang telah menebar ketakutan ke desa-desa sekitarnya.
Makhluk itu adalah seekor kadal raksasa, sebuah makhluk legendaris yang dikatakan memiliki kulit yang keras seperti baja dan taring yang dapat menghancurkan batu.
Dengan rasa penasaran yang sangat kuat, Zhengyu Shen mencoba berangkat menuju Lembah Kadal Raksasa. Perjalanan menuju lembah itu sendiri bukanlah hal yang mudah. Ia harus melewati hutan lebat, tebing curam, dan sungai-sungai berarus deras. Namun, usahanya dan penasaran yang sangat tinggi dia rela melewati jalan yang sangat sulit. Setelah berhari-hari menempuh perjalanan, akhirnya ia sampai di mulut lembah tersebut.
Lembah itu tampak sepi dan sunyi, seperti julukannya sebagai pengembara sunyi, namun udara di sekitarnya penuh dengan aura horrorfying dan ancaman.
Pepohonan di lembah itu layu dan mati, seolah-olah disedot habis energinya. Langit tampak suram, dengan awan-awan gelap yang bergulung-gulung seperti angin badai yang akan melepaskan amarahnya.
Zhengyu Shen dapat merasakan getaran aneh di tanah di bawah kakinya, seakan-akan lembah itu hidup dan memperingatkannya untuk pergi.
Namun, Zhengyu tidak mundur. Ia melangkah lebih dalam ke lembah itu, mempersiapkan pedangnya yang berada disamping ikatan pinggangnya. Tiba-tiba, suara gemuruh terdengar dari kejauhan, disusul oleh raungan yang begitu mengerikan hingga mengguncang jiwa.
Dari dalam gua besar di jantung lembah, muncullah makhluk yang hanya ada dalam legenda, seekor kadal raksasa dengan kulit bersisik hitam mengkilap, matanya yang berwarna merah menyala mengincar mangsanya dengan lapar.
Tanpa basa-basi, makhluk itu menyerang Zhengyu Shen. Dengan cepat, kadal raksasa itu membuka mulutnya yang dipenuhi taring tajam dan mengeluarkan semburan api hijau yang beracun. Zhengyu Shen dengan gesit melompat menghindar mundur, pedangnya berkilat saat ia menebas udara, menciptakan gelombang angin yang memadamkan api itu.
"Api hijau?!"
Kadal raksasa itu menyerang lagi, kali ini dengan ekornya yang besar, mengayunkan ke arah Zhengyu dengan kekuatan yang dapat menghancurkan pohon besar.
"Huh, mencoba memojokan diriku, ya?! Huh, jangan anggap remeh kemampuanku!"
Zhengyu Shen melompat tinggi, menghindari serangan itu, dan dengan cepat menghunjamkan pedangnya ke sisi kadal raksasa. Namun, seperti yang dikabarkan, kulit makhluk itu sekeras baja, dan pedangnya tidak dapat menembusnya dengan mudah.
Melihat hal ini, Zhengyu Shen menyadari bahwa ia harus mencari kelemahan makhluk itu jika ia ingin menang. "Makhluk ini menyebalkan sekali! Seperti seorang wanita!"
Ia melompat ke belakang, mengambil jarak, dan memperhatikan kadal raksasa dengan seksama. "Jangan-jangan kelamin makhluk ini adalah wanita?!"
Zhengyu Shen menyadari bahwa meskipun kulitnya keras, bagian di sekitar mata dan lehernya tampak lebih lunak dan rentan. Menggunakan kecepatan dan kecerdasannya, Zhengyu Shen berlari mengitari makhluk itu, mengecohnya dengan gerakan cepat dan serangan tipuan. Ketika kadal raksasa itu berusaha mengincarnya dengan mulut berapinya lagi, Zhengyu Shen memanfaatkan momen itu untuk menyerang dengan seluruh kekuatannya.
Dengan satu tebasan cepat dan akurat, Zhengyu Shen mengarahkan pedangnya ke leher makhluk itu, tepat di bawah rahangnya. Terdengar suara desis tajam ketika pedang itu menembus kulit lunak makhluk tersebut. Kadal raksasa itu meraung kesakitan, berusaha mengguncang Zhengyu Shen yang masih bertahan di atasnya. Namun, Zhengyu Shen tidak melepaskan cengkeraman pedangnya. Ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk menyelesaikan pertarungan itu dengan satu serangan terakhir.
"Maaf Nona kadal, hari ini adalah hari pemakamanmu!"
Dengan satu gerakan yang menentukan, ia menarik pedangnya keluar dan menebas leher kadal raksasa itu. Darah hijau memuncrat, dan makhluk itu ambruk ke tanah dengan gemuruh besar. Tubuhnya bergetar beberapa kali sebelum akhirnya diam, tak lagi bergerak. Lembah itu seketika hening, hanya terdengar hembusan angin yang menyapu dedaunan mati.
Zhengyu Shen berdiri di atas bangkai makhluk itu, terengah-engah namun merasa puas. Ia telah mengalahkan salah satu makhluk paling menakutkan yang pernah ada di dunia ini. Dengan kemenangan ini, ia tidak hanya menyelamatkan desa-desa di sekitar lembah, tetapi juga membuktikan bahwa keberanian dan kecerdikan selalu dapat mengalahkan kekuatan yang tampaknya tak terkalahkan.
Setelah memastikan bahwa tidak ada ancaman lain yang tersisa, Zhengyu Shen meninggalkan lembah itu, membawa kabar baik kembali ke desa-desa yang telah lama dihantui oleh teror kadal raksasa. Namanya kembali harum, dan ia melanjutkan perjalanan berkelananya, mencari tantangan dan petualangan baru di dunia yang penuh dengan misteri dan keajaiban.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments