Perasaan Seorang Ratu

Luna duduk bersimpuh di tepi danau, Luna memandangi permukaan air yang berkilauan diterangi cahaya bintang. Malam itu begitu sunyi, hanya suara riak kecil yang sesekali memecah keheningan.

Di depan Luna, api unggun kecil berkobar lembut, memberi kehangatan di udara malam yang dingin. Luna menggigit sepotong buah yang baru dipetiknya di perjalanan, merasakan manisnya menyebar di lidahnya, tetapi perasaannya jauh dari manis.

Tatapannya melayang ke langit malam yang dipenuhi bintang-bintang. Bintang-bintang itu seolah berbicara padanya, mengingatkannya pada rumahnya, Shang Yuan, tempat yang sudah ia tinggalkan. Luna masih memikirkan rakyatnya, wajah-wajah yang akrab, senyuman mereka, tawa anak-anak yang bermain di halaman istana. Hatinya terasa berat, kerinduan yang dalam menyelinap di balik senyum tenangnya.

"Aku berharap kalian semua baik-baik saja," bisiknya lembut, matanya berkabut oleh kenangan. "Shang Yuan, tempat yang selalu ada di hatiku. Kalian mungkin tidak menyadarinya, tapi aku selalu merindukan kalian."

Angin malam berhembus pelan, membuat rambut hitam panjangnya berkibar lembut di belakangnya. Dia menundukkan kepalanya sedikit, menatap api unggun di depannya yang meliuk-liuk seperti menari dalam irama sunyi malam. Tatapannya sendu, merasakan kekosongan yang ditinggalkannya di istana, meski tahu itu adalah pilihan yang benar.

"Tidak orang ada yang pernah memiliki kekuatan sepertiku. Dengan kekuatan ini, aku bisa melindungi siapa pun, bahkan jika aku harus mengorbankan hidupku untuk mengenali rasa kesepian. Kesepian memang menyedihkan, tetapi yang lebih menyedihkan adalah kehilangan hal-hal yang sangat berharga bagiku. Aku tidak ingin itu terjadi."

"Shang Yuan tidak akan jatuh," Luna berkata kepada dirinya sendiri, suaranya pelan namun penuh keyakinan. "Kalian sudah tumbuh kuat, lebih kuat dari yang kalian kira. Rakyatku cerdas, mereka saling menjaga satu sama lain. Aku yakin, meski aku tidak berada di sana, kalian akan terus makmur."

Namun, sekuat apapun dia mencoba meyakinkan dirinya sendiri, Luna tidak bisa sepenuhnya menghapus rasa rindu yang mengikat hatinya. Ia menarik napas dalam, mencoba mengusir perasaan itu, tetapi semakin ia mencoba, semakin kuat rasa rindu itu menghimpitnya. Matanya kembali terangkat, menatap bintang-bintang yang bersinar terang di atasnya.

"Rasanya aneh... berada jauh dari kalian," ucapnya pelan, hampir seperti gumaman. "Setiap malam seperti ini, aku memikirkan kalian. Aku bertanya-tanya apakah kalian merindukan aku seperti aku merindukan kalian? Apakah kalian tahu bahwa aku selalu memikirkan kalian, di mana pun aku berada?"

Luna meraih sebatang kayu kecil dan mengaduk-aduk api unggun di depannya. Wajahnya yang biasanya tenang kini diliputi keharuan. Dia mengingat saat-saat terakhirnya di istana, saat rakyatnya berkumpul untuk mengucapkan selamat tinggal. Senyuman mereka, tatapan mereka yang penuh harap dan cinta, membuat hatinya semakin berat.

"Aku pergi bukan karena aku ingin menjauh," katanya lagi, kali ini lebih tegas, seolah-olah berbicara kepada mereka yang tak hadir. "Tapi aku tahu, jika aku tetap berada di Shang Yuan, aku takut melukai kalian semua, dengan kekuatanku yang terus menghantui pikiranku, aku selalu berpikir bahwa ada dunia di luar sana yang membutuhkan kedamaian seperti yang telah kita ciptakan di Shang Yuan. Aku ingin membawa kembali kisah-kisah baru, pengetahuan baru, dan kekuatan baru untuk melindungi kalian. Tapi... tetap saja, rasanya sulit."

Air mata perlahan mengalir di pipi Luna, kilauan kecil di bawah cahaya bintang. Dia tidak menahannya, membiarkan perasaannya mengalir bebas, untuk pertama kalinya sejak ia meninggalkan kerajaannya. Dia tahu, sebagai pemimpin, dia harus kuat, tetapi saat ini, di bawah langit yang terbentang luas, dia hanya ingin menjadi Luna, seorang wanita yang merindukan rumahnya, yang merindukan rakyatnya.

"Saat aku kembali, aku berharap kalian bisa mengenali aku sebagai Luna yang sama, meski mungkin aku akan membawa sedikit perubahan," Luna mengusap air matanya, menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. "Aku akan kembali, dan ketika saat itu tiba, aku akan membawa lebih banyak cerita, lebih banyak pengalaman, dan lebih banyak cinta untuk dibagikan dengan kalian semua."

Dengan hati yang sedikit lebih ringan, Luna mengangkat kepalanya, kembali menatap bintang-bintang di atas. Senyuman kecil muncul di bibirnya, meskipun tatapannya masih mengandung kerinduan yang dalam. Dia yakin bahwa perjalanan ini adalah takdirnya, dan meskipun jalan yang ia pilih tidak mudah, Luna tahu itu adalah yang terbaik.

"Aku akan kembali, Shang Yuan," katanya sekali lagi, kali ini dengan suara yang lebih mantap. "Aku akan kembali kepada kalian, dengan hati yang lebih kuat dan cinta yang lebih besar."

Dan dengan itu, Luna membiarkan malam meresap ke dalam dirinya, api unggun yang semakin meredup menemani renungannya yang dalam. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa tidak peduli seberapa jauh dia pergi, atau seberapa lama waktu yang diperlukan, dia akan kembali ke Shang Yuan, kerajaan yang akan selalu menjadi rumahnya, dan rakyat yang akan selalu menjadi keluarganya.

Episodes
1 Luna Shang Yuan (Arc 1: Seruling Perak Yueliang)
2 Teh Yui Zheng
3 Pendekar Pengembara Sunyi
4 Keputusan Sulit Sang Ratu
5 Serangan Di Hutan Jingu
6 Pertarungan Di Air Terjun Zhenlong
7 Zhengyu Shen dan Pertempuran di Lembah
8 Zhengyu Shen dan Kabar Tentang Ratu Shang Yuan
9 Perasaan Seorang Ratu
10 Pengorbanan dan Kesetiaan Penduduk Shang Yuan
11 Pendeta Misterius
12 Tugas Penting Pengembara Sunyi
13 Luna Shang Yuan & Roh Gadis Telaga Shen Hu
14 Roh Gunung VS Naga Yueliang
15 Pengembara Hitam Yingzhu
16 Kerajaan Megah Shang Yuan
17 Cincin Roh Telaga
18 Ratu & Rusa Jantan Putih
19 Desa Feng Hua
20 Perpisahan Dengan Hewan Suci
21 Serigala-serigala Menyeramkan
22 Anak Sebatang Kara Bertemu Dengan Ratu
23 Ratu Yang Melindungi Penduduk Desa
24 Hutan Bambu Di Malam Hari
25 Luna Menuju Desa Feng Hua
26 Keheningan di Balik Pegunungan Es
27 Manipulasi Dan Rencana Jahat
28 Harapan dalam Pesan Misterius
29 Takdir Yang Tak Terlihat
30 Hukuman Sang Ratu
31 Beku Dalam Kristal Abadi
32 Keberadaan Tak Terduga
33 Menjamu Sang Ratu
34 Malam Di Desa Feng Hua
35 Keterlibatan Roh Gadis Telaga Shen Hu
36 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 1
37 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 2
38 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 3
39 Final ARC Yueliang - Kesedihan Sang Ratu (BOOK 1 END)
40 Yue Ji & Xin Ji (Arc 2: Matahari Terlarang)
41 Pengembara Putih dan Pengembara Sunyi
42 Rahasia Sang Ratu
43 Meninggalkan Desa Feng Hua
44 Pangeran Dari Kerajaan Shang 'An Xin
45 Penguasa Mutlak Dalam Kekangan Kekuatan
46 Hati Yang Terkunci Oleh Ambisi
47 Kecemasan Di Mata Penduduk Kerajaan Xin
48 Kesucian Yang Terpaku Kegelapan
49 Cinta Yang Membeku Di Kerajaan Shang' An Xin
50 Pengembara Putih Dan Pengembara Hitam
51 Tangkap Sang Ratu!
52 Yue Ji dan Xin Ji
53 Rahasia Nama "Yue Ji."
54 Jalan Menuju Artefak
55 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 1
56 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 2
57 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Final
58 Cinta Antara Cahaya Dan Kegelapan
59 Kegelisahan Sang Ratu
60 Final ARC Matahari Terlarang - Meninggalkan Kerajaan Xin (BOOK 2 END)
61 Kaum Manusia Burung (Arc 3: Cermin Langit)
62 Terikat Dalam Kebebasan Angkasa
63 Yuxiao Zu, Bertemu Sang Ratu
64 Gadis Telaga Shen Hu, Dongeng Zhenyang
65 Hati Yang Tidak Sendiri
66 Jalan Menuju Negri Manusia Burung
67 Tempat Tertinggi, Lingyu Shanju
68 Helaian Yang Semerbak
69 Waspada Terhadap Sang Pengelana
70 Kemunculan Kura-Kura Dunia
71 Yuyan Dan Jejak Sang Pengkhianat
72 Cermin Yang Menyimpan Takdir
73 Perjalanan Menemukan Jati Diri Sang Ratu
74 Tugas Sang Titisan Dewi Salju
75 Dingin Yang Menguji Hati.
76 Es Yang Memecah Keraguan
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Luna Shang Yuan (Arc 1: Seruling Perak Yueliang)
2
Teh Yui Zheng
3
Pendekar Pengembara Sunyi
4
Keputusan Sulit Sang Ratu
5
Serangan Di Hutan Jingu
6
Pertarungan Di Air Terjun Zhenlong
7
Zhengyu Shen dan Pertempuran di Lembah
8
Zhengyu Shen dan Kabar Tentang Ratu Shang Yuan
9
Perasaan Seorang Ratu
10
Pengorbanan dan Kesetiaan Penduduk Shang Yuan
11
Pendeta Misterius
12
Tugas Penting Pengembara Sunyi
13
Luna Shang Yuan & Roh Gadis Telaga Shen Hu
14
Roh Gunung VS Naga Yueliang
15
Pengembara Hitam Yingzhu
16
Kerajaan Megah Shang Yuan
17
Cincin Roh Telaga
18
Ratu & Rusa Jantan Putih
19
Desa Feng Hua
20
Perpisahan Dengan Hewan Suci
21
Serigala-serigala Menyeramkan
22
Anak Sebatang Kara Bertemu Dengan Ratu
23
Ratu Yang Melindungi Penduduk Desa
24
Hutan Bambu Di Malam Hari
25
Luna Menuju Desa Feng Hua
26
Keheningan di Balik Pegunungan Es
27
Manipulasi Dan Rencana Jahat
28
Harapan dalam Pesan Misterius
29
Takdir Yang Tak Terlihat
30
Hukuman Sang Ratu
31
Beku Dalam Kristal Abadi
32
Keberadaan Tak Terduga
33
Menjamu Sang Ratu
34
Malam Di Desa Feng Hua
35
Keterlibatan Roh Gadis Telaga Shen Hu
36
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 1
37
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 2
38
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 3
39
Final ARC Yueliang - Kesedihan Sang Ratu (BOOK 1 END)
40
Yue Ji & Xin Ji (Arc 2: Matahari Terlarang)
41
Pengembara Putih dan Pengembara Sunyi
42
Rahasia Sang Ratu
43
Meninggalkan Desa Feng Hua
44
Pangeran Dari Kerajaan Shang 'An Xin
45
Penguasa Mutlak Dalam Kekangan Kekuatan
46
Hati Yang Terkunci Oleh Ambisi
47
Kecemasan Di Mata Penduduk Kerajaan Xin
48
Kesucian Yang Terpaku Kegelapan
49
Cinta Yang Membeku Di Kerajaan Shang' An Xin
50
Pengembara Putih Dan Pengembara Hitam
51
Tangkap Sang Ratu!
52
Yue Ji dan Xin Ji
53
Rahasia Nama "Yue Ji."
54
Jalan Menuju Artefak
55
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 1
56
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 2
57
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Final
58
Cinta Antara Cahaya Dan Kegelapan
59
Kegelisahan Sang Ratu
60
Final ARC Matahari Terlarang - Meninggalkan Kerajaan Xin (BOOK 2 END)
61
Kaum Manusia Burung (Arc 3: Cermin Langit)
62
Terikat Dalam Kebebasan Angkasa
63
Yuxiao Zu, Bertemu Sang Ratu
64
Gadis Telaga Shen Hu, Dongeng Zhenyang
65
Hati Yang Tidak Sendiri
66
Jalan Menuju Negri Manusia Burung
67
Tempat Tertinggi, Lingyu Shanju
68
Helaian Yang Semerbak
69
Waspada Terhadap Sang Pengelana
70
Kemunculan Kura-Kura Dunia
71
Yuyan Dan Jejak Sang Pengkhianat
72
Cermin Yang Menyimpan Takdir
73
Perjalanan Menemukan Jati Diri Sang Ratu
74
Tugas Sang Titisan Dewi Salju
75
Dingin Yang Menguji Hati.
76
Es Yang Memecah Keraguan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!